UNS — Selama ini program-program akademik ke luar negeri banyak diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang sarjana. Tidak banyak program akademik ke luar negeri yang memfasilitasi mahasiswa pascasarjana. Namun, rupanya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memiliki program khusus yang memungkinkan mahasiswa program pascasarjana untuk melakukan program akademik ke luar negeri.

Program tersebut bernama UNS Global Challenge. Program yang diselenggarakan oleh Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kerjasama dan Layanan Internasional ini membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa UNS dari semua jenjang untuk melakukan program akademik ke luar negeri.

Hal ini dijelaskan oleh Murni Ramli, S.P., M.Si., Ed.D., Koordinator Bidang Layanan Akademisi dan Mahasiwa Internasional UPT Kerja Sama dan Layanan Internasional UNS. Beliau mengatakan bahwa program UNS Global Challenge dapat diikuti oleh mahasiswa program pascasarjana.

“UPT Kerja Sama dan Layanan Internasional setiap tahun membuka pendaftaran dua kali untuk program UNS Global Challenge. Program ini awalnya hanya diperuntukkan mahasiswa sarjana, tetapi sekarang diperluas untuk mahasiswa diploma dan pascasarjana,” jelas Murni saat menyampaikan paparan dalam acara Sosialisasi dan Sharing Session Study Abroad pada Sabtu (18/6/2022).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Sekolah Pascasarjana UNS tersebut Murni menjelaskan lebih lanjut beberapa program akademik ke luar negeri yang dapat diikuti oleh mahasiswa pascasarjana. Program tersebut di antaranya kursus dan riset.

Kursus dibedakan menjadi dua yakni credit transfer dan credit earnings. Credit transfer yakni apabila mahasiswa mengambil mata kuliah yang sebenarnya ada di kurikulum prodi tapi juga tersedia di universitas hos. Namun, perlu ada perjanjian antara UNS dan universitas hos karena ada kredit yang dapat ditransfer atau direkognisi dengan yang ada di prodi mahasiswa.

Sementara itu, credit earnings yakni ketika mahasiswa mengambil mata kuliah yang tidak disediakan oleh prodi di UNS. Meski tidak disediakan di prodi, mata kuliah tersebut masih relevan dengan minat dan riset mahasiswa. Berbeda dengan credit transfer, untuk melakukan credit earnings universitas hos tidak harus memiliki perjanjian dengan universitas asal.

Selain kedua itu, mahasiswa pascasarjana juga dapat mengambil kursus singkat nonkredit seperti bekerja di laboratorium untuk tujuan riset atau pelatihan yang relevan. Aktivitas akademik lainnya yakni riset yang meliputi pengambilan data dan analisis data.

Mahasiswa pascasarjana juga bisa meminta pendampingan penyusunan tesis atau disertasi oleh dosen di universitas luar negeri. Dosen dari luar negeri tersebut akan menjadi co-promotor dalam penyusunan tesis atau disertasi. Dosen dari universitas luar negeri juga dapat menjadi co-promotor dalam penulisan publikasi.

Aktivitas akademik lainnya yaitu mahasiswa pascasarjana dapat menjadi pemakalah di konferensi internasional di luar negeri, kompetisi, atau uji kompetensi internasional. Namun, program UNS Global Challenge tidak mendanai partisipasi mahasiswa pada konferensi internasional dan kompetisi. Selain aktivitas tersebut, mahasiswa pascasarjana dapat terfasilitasi di UNS Global Challenge.

Dibuka Dua Kali Setahun

Program UNS Global Challenge dibuka dua kali dalam setahun. Sesi pertama sudah selesai dilaksanakan. Sementara itu, sesi kedua baru akan dibuka pada akhir bulan ini.

Seleksi UNS Global Challenge meliputi seleksi administrasi dan wawancara. Jika sesi kedua sudah dibuka, UPT Kerja Sama dan Layanan Internasional akan bersurat dan mengeluarkan edaran resmi ke direktur/dekan dan menginformasikan di media sosial International Office UNS.

“Kami tetap ada prioritasnya yakni universitas dengan QS ranking 100 by subject. Selain itu, kami juga memprioritaskan universitas yang memiliki MoU atau MoA dengan UNS,” imbuh Murni.

Mahasiswa Pascasarjana yang tertarik mengikuti program ini dapat menyiapkan berkas-berkas pendaftaran mulai dari sekarang. Selain berkas, mahasiswa juga perlu menyiapkan mental dan motivasi yang kuat mengikuti program ini. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Rektor UNS Resmikan Orchidarium di FMIPA

UNS --- Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho meresmikan rumah...

FK UNS Adakan Service Excellence Training bagi Para Tenaga Kependidikan

UNS --- Demi peningkatan mutu pelayanan, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS)...

Pengin Lanjut S-2 di Inggris? Coba Daftar Beasiswa Chevening!

UNS --- Setelah merampungkan studi sarjana, ada banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh seorang...

Tim PKM-RE UNS Hadirkan Inovasi Baru Edible Film Strip Candy dari Esktrak Bunga Turi

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam tim Program...

FKIP UNS Terima Kunjungan FKIP Uncen dalam Upaya Peningkatan Mutu Fakultas

UNS — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

Prodi Pengelolaan Hutan UNS Terjunkan Mahasiswa MBKM Studi Independen dalam Mengembangkan KHDTK Gunung Bromo Berbasis Agro-Etno Park

UNS --- Sebanyak 20 mahasiswa Program Studi (Prodi) Pengelolaan Hutan Fakultas Pertanian (FP)...

MWA UNS Gelar Sosialisasi Penjaringan, Penyaringan dan Pemilihan Rektor Masa Bakti 2023-2028

UNS --- Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan sosialisasi...

UPT KLI UNS Gelar Wicara Kupas Tuntas Studi di Universiti Kebangsaan Malaysia

UNS --- UPT Kerja Sama dan Layanan Internasional (KLI)  Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

Dokter RS UNS Sampaikan Pentingnya Menjaga Kesehatan Paru

UNS --- Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Solopos FM...

Mahasiswa UNS Olah Logam Tanah Jarang Zirkon menjadi Baterai Lithium-Ion

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengolah logam tanah jarang (LTJ)...