UNS — Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang juga Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho mengatakan, kuliah daring yang sudah diberlakukan sejak bulan Maret tahun lalu merupakan jalan terbaik selama pandemi Covid-19.

Walau demikian, Prof. Jamal menyadari apabila kuliah daring selama pandemi Covid-19 tidak seefektif ketika mahasiswa masih mengikuti perkuliahan tatap muka (PTM).

“Saat pertengahan Maret, UNS mulai mengadakan kuliah daring. Di awal pandemi itu muncul banyak kendala,” ujar Prof. Jamal saat diwawancara Kompas.com, Rabu (4/8/2021).

Kendala yang disebut Prof. Jamal meliputi kesiapan laptop, gawai, dan jaringan internet, yang harus dimiliki oleh dosen dan mahasiswa agar kuliah daring dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, Prof. Jamal juga mendapati dosen yang sudah berusia 50-55 tahun terkendala akibat kurang memahami teknologi. Lebih lanjut, ia menyampaikan, kompabilitas laptop dan jaringan internet juga menjadi penentu kelancaran kuliah daring.

“Dosen yang usianya di atas 50 tahun itu terkadang banyak mengalami kendala. Sebab, materi kuliah harus diunggah dan materinya juga harus tampil menarik. Jika tidak (menarik) akan bosan dan mahasiswa tidak menyalakan kamera saat kuliah daring berlangsung,” tambah Prof. Jamal.

Wacana PTM

Prof. Jamal berulang kali mengutarakan jika kebijakan atau keputusan untuk memberlakukan PTM, diserahkan ke masing-masing rektor PTN. Hal itu sesuai dengan pernyataannya soal PTM yang diutarakan pada Kamis (25/3/2021) yang lalu.

Pada semester genap yang lalu, pemerintah sempat mengatur pelaksanaan PTM dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

SKB yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengatur tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/ 2021 di Masa Pandemi Covid-19.

“Rektor berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 manakala akan membuka (red: PTM). Karena sebetulnya masing-masing rektor sudah pada siap,” ucapnya.

Apabila nantinya PTN sudah memulai PTM, maka prinsip bersyarat dan bertahap harus dipatuhi. Tujuannya, untuk menghindari penularan SARS-CoV-2 di lingkungan kampus, walaupun sejumlah mahasiswa sudah mulai mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Bersyarat artinya mahasiswa mendapat izin dari orang tua untuk mengikuti PTM, sudah dinyatakan negatif Covid-19 lewat tes PCR/ tes usap antigen, mahasiwa berkenan mengikuti PTM, dan mendapat izin dari Satgas Covid-19 di masing-masing daerah.

Sedangkan, bertahap artinya, akan diterapkan sistem pembagian kelas dan jam kuliah secara terbatas bagi mahasiswa yang datang ke kampus.

Prof. Jamal menerangkan nantinya dalam sehari hanya ada dua mata kuliah yang diikuti oleh mahasiswa. Selama PTM berlangsung, mahasiswa akan dibagi berdasarkan Nomor Induk Mahasiwa (NIM) ganjil dan genap untuk pembagian masuk ke dalam ruang kelas.

Selain itu, jam perkuliahan juga dibatasi. Prof. Jamal mengatakan, durasi maksimal untuk satu SKS selama 30 menit. Hal ini berlaku kelipatan sesuai dengan jumlah SKS yang diambil mahasiswa pada satu mata kuliah. Humas UNS

Reporter: Yefta Christopherus AS
Editor: Dwi Hastuti

Suka dengan artikel ini?

Tingkatkan Pertumbuhan Sayur dan Buah, Mahasiswa UNS Rancang Alat Penyiram Otomatis dan Humidity Controller

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak pernah kehabisan akal untuk...

Prodi Sosiologi Fisip UNS Teken Kerja Sama dengan UIN Ar-Raniry Aceh

UNS --- Pada September 2021 ini, Program Studi (Prodi) S1 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan...

Tim KKN UNS 148 Sosialisasikan Bahaya Covid-19 dan Vaksinasi untuk Lansia di Desa Gombang, Boyolali

UNS --- Pandemi Covid-19 sudah berlangsung hampir dua tahun. Sejumlah varian baru yang lebih...

Solutif dan inovatif, Mahasiswa UNS Ciptakan Pelapis Antivirus Berbasis Selulosa sebagai Alternatif Pencegahan Penyebaran Covid-19

UNS --- Tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan inovasi di tengah...

Dosen UNS Gelar Pendampingan Industri Jersey Printing melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat

UNS --- Jersey merupakan pakaian yang sering dipakai untuk kegiatan permainan sepak bola. Namun,...

FEB UNS Gelar Pelatihan Alat Analisis Kuantitif – IBM SPSS

UNS --- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan...

Bimbingan Karir dan ‘Planner Book’, Program Gagasan Mahasiswa UNS Guna Mengurangi Kecemasan Karir Tunarungu

UNS --- Terobosan baru kembali dilakukan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

Kreatif dan Solutif, Tiga Mahasiswa UNS Sulap Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Menjadi Plester Terapi Luka Diabetes

UNS --- Selama ini, Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) hanya dianggap sebagai limbah padat hasil...

Mahasiswa UNS Ciptakan Sabun Kertas Berbahan Alami

UNS --- Berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan akibat pandemi Covid-19, lima mahasiswa...

Tingkatkan Minat Bercocok Tanam Warga, Kelompok 333 KKN UNS Kenalkan Sistem Hidroponik

UNS --- Hidroponik menjadi salah satu inovasi dalam bercocok tanam yang makin menarik perhatian...