Mengapa Perlu Vaksin Booster Meski Risiko Terinfeksi Covid-19 Tetap Ada? Ini Penjelasan dari Dokter RS UNS

by | Feb 10, 2022 13:06 | Berita Terkini, Covid-19

UNS — Tengah ramai menjadi perbincangan masyarakat Indonesia yang terinfeksi Covid-19 terus melonjak. Lantas, bagimana efektivitas vaksin untuk menghadapinya? Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit (RS) UNS, dr. Tonang Dwi Ardyanto, Ph.D memberikan tanggapan terkait fenomena ini.

Pada kesempatan tersebut dr. Tonang menyampaikan, pemerintah sudah gencar melaksanakan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Namun, semua orang yang telah tervaksinasi memungkinkan dapat terinfeksi Covid-19 kembali. Proporsinya diestimasikan sebesar 3% secara nasional atau 10% untuk kondisi Jakarta berdasarkan simulasi hitungan sederhana yang telah dilakukan dr. Tonang.

“Maka, menjawab pertanyaan bagi yang telah melakukan vaksinasi booster namun terinfeksi Covid-19 kembali, karena ketika divaksin disuntikkan melalui lengan otot kita. Kemudian akan membentuk antibodi di paru-paru. Tetapi, memang dalam membentuk antibodi di saluran nafas relatif rendah. Dengan demikian, masih ada risiko untuk terinfeksi Covid-19. Maka, yang harus dilakukan ialah mengontrol kesehatan sebagai upaya membatasi virus yang akan masuk ke tubuh. Kalaupun nantinya terkena Covid-19 kembali, akan mengalami gejala ringan karena sudah kuatnya antibodi yang terbentuk di paru-paru,” jelas dr. Tonang dalam sebuah wawancara di Metro TV pada Minggu (6/2/2022),.

Mengapa Perlu Vaksin Booster Meski Risiko Terinfeksi Covid-19 Tetap Ada? Ini Penjelasan dari Dokter RS UNS

“Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa vaksin untuk mencegah gejala bukan mencegah adanya infeksi,” imbuh dr. Tonang.

Melihat kondisi rumah sakit yang kian mengalami penambahan pengunjung terinfeksi Covid-19 membuat dr. Tonang menghimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama masih dalam tahap gejala ringan dan bisa termonitor oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

“Indikasi gejala ringan ialah ketika mengalami tanda-tanda terinfeksi Covid-19, segera periksakan, dan nanti akan ditentukan oleh tenaga kesehatan terkait metode isolasinya. Atau bisa di deteksi dengan mengukur kecepatan nafas yang berada pada frekuansi di bawah 20 per menit maka dianggap normal, sedangkan ketika mendekati 25-30 per menit maka diharapkan waspada,” ungkap dr. Tonang.

Masyarakat Indonesia yang tak terinfeksi Covid-19, tak perlu khawatir tertular ketika ada tetangganya yang terinfeksi dan melakukan isolasi mandiri. “Karena fenomena takut tertular ini terjadi saat pertengahan tahun 2020 – 2021, tetapi kenyataanya sekarang tidak lagi,” lanjut dr. Tonang.

Ironisnya masih ditemui masyarakat Indonesia yang abai akan pentingnya Protokol Kesehatan (Prokes) dengan dalih untuk membentuk herd immunity. Padahal ketika ditelisik melalui sudut pandang ilmiah, herd immunity istilah yang sering dipakai dalam bidang peternakan. Tentu pemahaman herd immunity ini tidak bisa diterapkan untuk manusia. “Sederhananya dengan tidak menaati Prokes bukan berarti herd immunity akan terbentuk dengan sendirinya. Kita harus tetap berhati-hati, karena meski mengalami gejala ringan selalu ada risiko perburukan,” kata dr. Tonang.

Dokter Tonang juga menambahkan, masyarakat di negara kawasan United Kingdom (UK) contohnya yang berani melonggarkan warga negaranya mengenai Prokes, karena negara tersebut telah memiliki perhitungan yang jelas akan dampak serta solusi yang akan terjadi kedepannya. Adapun masyarakat Indonesia yang sudah tervaksinasi dengan lengkap baru 48%. Maka, sikap hati-hati dan taat akan Prokes sangat perlu untuk diketatkan.

Terakhir dr. Tonang berpesan untuk jangan menjadi masyarakat abai akan Prokes. Mari kembalikan kesadaran bersama, saling menjaga Prokes, serta menghindari kerumunan. “Dengan percepatan vaksin yang saat ini tengah dilakukan, Prokes yang senantiasa dijaga, bukan tidak mungkin kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia akan berkurang dan kondisi pandemi segera menghilang,” pungkas dr. Tonang. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Tags : covid-19 , RS UNS , UNS , vaksin

Rektor UNS Lepas Sukarelawan Sorti Kedua ke Cianjur

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta turut bergerak dalam upaya tanggap bencana gempa...

FISIP UNS Gelar Pentas Seni Budaya Bertajuk FISIP Bersimfoni dalam Dekade

UNS --- Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...

Bantu Anak-Anak Belajar, HMP Demokratia UNS Laksanakan Civic Mengajar

UNS --- Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (HMP Demokratia)...

Hebat! Mahasiswa UNS Raih Juara 1 Kompetisi Aksi Nyata Bangkit Pascapandemi Tingkat Nasional

UNS --- Tergabung dalam sebuah tim, lima mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan...

Mahasiswa Akuntansi FEB UNS Raih Juara Dua National Accounting Competition

UNS --- Prestasi di tingkat nasional kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)...

Mahasiswa UNS Raih Juara 1 Olimpiade Ekonomi Islam Nasional Universitas Riau

UNS --- Prestasi membanggakan di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas...

Mahasiswa UNS Raih Juara Tiga Lomba Marketing Communication Tingkat Nasional

UNS --- Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali meraih prestasi yang...

Membanggakan! Mahasiswa UNS Raih Medali Emas Pada Kompetisi Sains Tingkat Nasional

UNS --- Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS)...

UNS Melepas Kontingen Mahasiswa dalam PIMNAS 2022

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melepas kontingen mahasiswa dalam Pekan Ilmiah...

Adakan Visiting Profesor, FKOR UNS Hadirkan Dosen dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia

UNS --- Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar visiting...