Search
Close this search box.

Kelompok Asistensi Mengajar Hibah MBKM UNS Kenalkan Pembuatan Kertas dari Pelepah Pisang

UNS— Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Kelompok Asistensi Mengajar Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di SMP Negeri 1 Plupuh, Sragen melakukan kegiatan pemanfaatan limbah yang berada di sekitar sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Kelompok Asistensi Mengajar Hibah mengajari siswa membuat kertas dari pelepah pisang. Langkah tersebut sekaligus sebagai upaya penggalian potensi sumber daya lokal.

Ketua Kelompok Asistensi Mengajar Hibah MBKM UNS di SMP Negeri 1 Plupuh, Mohamad Ismail mengatakan, Kelompok Asistensi Mengajar di SMP Negeri 1 Plupuh sendiri merupakan salah satu kelompok hibah MBKM UNS yang beranggotakan sepuluh mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan IPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. “Kelompok kami dibimbing oleh Bapak Drs. Supurwoko M.Si. dan Bapak Dr. Riezky Maya Probosari S.Si., M.Si.,” terang Ismail kepada uns.ac.id, Rabu (12/6/2024).

Ismail menambahkan, pembuatan kertas dari pelepah pisang merupakan salah satu cara mengenalkan kepada siswa terkait upaya memanfaatkan potensi lokal yang biasanya kurang dimanfaatkan dengan baik. SMP Negeri 1 Plupuh, yang berlokasi di Kabupaten Sragen merupakan daerah dengan kualitas sumber daya alam yang melimpah, salah satunya tanaman pisang. Tanaman pisang umumnya hanya dimanfaatkan bagian buah dan daunnya saja dan kurang memanfaatkan pada bagian lain seperti pada bagian pelepah. Pelepah pisang merupakan bagian terluar dari tanaman pisang dan kaya akan serat.

“Kandungan tersebut belum dimanfaatkan dengan baik, sehingga perlu adanya pengenalan kepada siswa untuk memanfaatkannya menjadi produk yang lebih bermanfaat,” imbuh Ismail.

Kegiatan ini merupakan langkah untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di SMP N 1 Plupuh yang dilaksanakan berbarengan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tim memilih untuk mengenalkan pembuatan kertas dari pelepah pisang karena dapat dijadikan sebagai inovasi pengembangan produk ramah lingkungan sebagai media lukis atau gambar.

“Kertas dipilih sebagai produk yang dibuat dari bahan pelepah pisang, mengingat bahan dasar pembuatan kertas adalah serat. Sehingga terdapat potensi pemanfaatan serat pada pelepah pisang menjadi bahan dasar pembuatan kertas,” imbuhnya.

Ismail menjelaskan, proses pembuatan kertas dimulai dari pengumpulan limbah pelepah pisang di lingkungan sekolah. Limbah pelepah pisang kemudian diolah hingga menjadi serat-serat yang kemudian dicetak dan dikeringkan. “Pada saat proses pembuatan kertas siswa diminta untuk mencari limbah pelepah pisang di lingkungan sekolah yang kemudian dijadikan sebagai bahan baku pembuatan kertas. Kegiatan ini kami gelar pada 31 Mei 2024 lalu,” jelas Ismail.

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMP Negeri 1 Plupuh, Sawitri sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Pihak sekolah sangat mendukung karena dinilai sangat sesuai untuk mengenalkan potensi lokal sekaligus menciptakan produk dan langkah untuk menjaga lingkungan.

“Kegiatan ini sangat positif karena memanfaatkan limbah pelepah pisang yang banyak ditemukan di lingkungan SMP N 1 Plupuh, sehingga para siswa lebih mengenal pemanfaatan limbah yang ada di lingkungan sekitar,” ujar Sawitri.

Dengan adanya inovasi pemanfaatan limbah pelepah pisang menjadi kertas diharapkan dapat mengurangi penggunaan kertas yang dibuat dari kayu. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini siswa diharapkan menjadi lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Humas UNS

Reporter: Annisa Fakhira

Redaktur: Dwi Hastuti

Scroll to Top
Skip to content