Search
Close this search box.

Kelompok MBKM UNS Kenalkan Kreasi Daur Ulang Limbah menjadi Ecobrick di SMP Khusus Olahraga Surakarta

UNS— Kelompok Asistensi Mengajar Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di SMP Khusus Olahraga mengenalkan kreasi daur ulang limbah plastik untuk pembuatan ecobrick. Agenda tersebut sekaligus menjadi rangkaian kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Khusus Olahraga Surakarta.

Mahasiswa Pendidikan IPA UNS yang merupakan anggota tim MBKM, Khoirul Nur Adhi mengatakan, ecobrick adalah bata yang ramah lingkungan yang terbuat dari limbah sampah plastik. Botol plastik akan disusun dan sebelumnya diisi terlebih dahulu menggunakan limbah plastik lain yang lebih kecil.

Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi oleh mahasiswa asistensi mengajar mengenai pemanfaatan limbah plastik dan botol plastik menjadi ecobrick pada 29 Mei 2024 lalu. Selain menyampaikan materi, mahasiswa asistensi mengajar juga mengajak siswa-siswi SMP Khusus Olahraga Surakarta untuk berperan aktif dalam bertanya maupun mempraktikkan penyusunan ecobrick yang telah dikumpulkan sebelumnya.

“Masing-masing siswa diminta untuk membawa limbah plastik berupa botol bekas yang sudah diisi oleh sampah-sampah plastik yang dipadatkan sebanyak 2 buah per anak. Botol plastik bekas tersebut dikumpulkan untuk membuat ecobrick berupa rak,” jelas Khoirul.

Ketua Tim Asistensi Mengajar, Dyah Ayu Saraswati menambahkan, setelah mendapatkan ilmu mengenai penyusunan ecobrick, para siswa SMP Khusus Olahraga Surakarta mulai menyusun rak dengan bahan ecobrick yang sudah dikumpulkan di kelas masing-masing. Tiap hasil ecobrick juga diberikan penilaian berdasarkan aspek kerapian, keindahan, dan kreativitas.

“Terdapat empat kelas yang mengikuti kegiatan merangkai ecobrick ini, tiap kelasnya didampingi oleh 2 hingga 3 mahasiswa dalam penyusunan rak. Siswa dan siswi SMP Khusus Olahraga juga diminta untuk menghias secantik mungkin karena hasil dari rak yang telah dibuat akan dinilai dari berbagai aspek,” jelas Dyah.

Hasil dari rak-rak ecobrick juga ikut dipamerkan pada kegiatan gelar kreasi dalam rangka puncak kegiatan P5 yang diselenggarakan di SMP Khusus Olahraga. Rak dari ecobrick yang dipamerkan kemudian akan dinilai oleh juri dari kalangan guru dan karyawan sekolah.

Kelompok Asistensi Mengajar SMP Khusus Olahraga merupakan kelompok hibah MBKM UNS yang beranggotakan sepuluh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan IPA dan di bawah bimbingan Isma Aziz Fakhrudin, S.Pd., M.Pd. dan Annisa Nur Khasanah, S.Pd., M.Pd.

“Agenda ini merupakan salah satu langkah untuk mengenalkan siswa agar terbiasa menjaga lingkungan sekitar dengan mendaur ulang sampah menjadi karya seni,” pungkas Dyah. Humas UNS

Reporter: Annisa Fakhira

Redaktur: Dwi Hastuti

Scroll to Top
Skip to content