Pidato Rektor

Pidato Rektor UNS : Penarikan KKN 2019

By 30 August 2019 No Comments

Yang saya hormati Bupati Magetan atau yang mewakili

Yang saya hormati Kepala Desa di wilayah Kab Magetan
Yang saya hormati Bpk Ibu dosen pendamping KKN
dan mahasiswa peserta KKN yang saya sayangi dan banggakan

Assalamualaikum Wr Wb,
Salam Sejahtera buat kita semua,

Puji syukur patut kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga hari ini kita diberi kesempatan untuk berkumpul bersama ditengah udara yang sarat dengan kesejukan di lereng Gunung Lawu.

Bapak Ibu Saudara yang saya hormati, tentunya bukan suatu kebetulan penarikan KKN tahun ini dilakukan di Kabupaten Magetan. Karena kabupaten ini mempunyai banyak potensi unggulan biodiversitas dan wisatanya.Keunggulan tersebut tentunya menjadi perhatian kita semua, utamanya kami dari UNS, untuk kedepan membuat roadmap pengembangan yg baik setelah selama KKN mengenali kekuatan dan peluang yang ada.

Sebelum saya berangkat kesini, saya telah dilapori data hasil dari KKN di 317 desa di seluruh Indonesia. Tentunya KKN saat ini, program dan kegiatannya berbeda dengan KKN tempo dulu. Karena problem yang dihadapi dan teknologi yang berkembang sudah berubah semua. Jika dulu kegiatannya membuat dan memasang papan penunjuk jalan, saat ini saya dapat report, di Pacitan dan di Rote Ndau yang dipasang juga papan tapi Papan Panel Surya (PLTS) yang menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Bahkan di desa Oeseli, Nusak Dale dan Faifua Nusa Tenggara Timur, sejak 2017 telah terpasang PLTS oleh tim KKN UNS, yang menerangi kawasan yang belum tersambung dengan PLN. Dan saya mendapat laporan, sampai hari ini sistem tersebut masih berfungsi membantu masyarakat disana. Kunci sukses utama KKN adalah perencanaan terpadu karena keterbatasan waktu yg hanya 45 hari dan keterbatasan anggaran, maka roadmap pengembangan desa lokasi KKN harus dibuat. Termasuk roadmap atau Renstra desa lokasi KKN di kabupaten Magetan.

Sebagai ilustrasi, KKN di Rote, pada tahapan pertama yang menjadi tema pengembangan adalah mandiri energi yang kemudian mampu menjaga ketersediaan air bersih sepanjang tahun. Teknologi yang disiapkan adalah :
1. Pembangkit listrik tenaga Surya untuk penerangan fasilitas umum : rumah ibadah, puskemas, jalan dan beberapa rumah penduduk yang belum terhubung ke PLN
2. Pembangkit listrik tenaga angin untuk pengembangan potensi wisata di pantai
3. Water detector underground untuk menemukan sumber mata air utamanya di musim kemarau

Sementara untuk memulai pengembangan sumber daya kreatif, UNS menyiapkan desain sekolah non formal : Sekolah Sapi yaitu sekolah berbasis alam yang mencoba mengandangkan sapi dan hewan ternak pada kandang seluas 1 hektar. Saat ini hewan ternak liar hingga merusak kebun dan sering hilang. Sekolah alam tersebut menjadi tempat belajar untuk meningkatkan pengetahuan akademik sekolah formal, sikap disiplin dan higienis serta ketrampilan beternak dan berkebun.
Kompetensi yang diharapkan adalah :
1. Siswa mampu mengetahui sampai mempraktekan pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk kandang dan biogas adalah output dari sekolah alam.
2. Siswa mampu dan mempraktekkan pengelolaan atau penggemukan sapi
3. Siswa mampu instalasi dan mengelola energi alternatif dari panel surya dan kincir angin

Secara khusus kami sangat senang dan menunggu tindak lanjut program dan kegiatan yang telah diinisiasi melalui KKN di Kabupaten Magetan ini melalui penyusunan Renstra Desa bersama dengan Tim LPPM UNS. Agar program dan kegiatan KKN kedepan lebih fokus dan berkelanjutan sehingga mampu mewujudkan desa yang mandiri. Misalnya : dengan meningkatkan produktifitas daging sapi Limosin yg terkenal di Magetan dengan menerapkan sistem informasi sapi bunting dgn inseminasi buatan. Sapi yang ada disetiap kandang didata dalam sistem tersebut. Sementara industri kreatif berbasis kulit dapat menghasilkan desain dan pasar nasional dan internasional. Kedepan UNS hanya akan memberangkatkan mahasiswa ke lokasi KKN yang mempunyai rencana strategis yang disusun bersama desa dengan capaian-capaian yang terukur.

Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besar atas penerimaan selama ini kepada para mahasiswa di lokasi KKN dan mulai hari ini kami mohon pamit menarik mahasiswa kami, mohon maaf yg sebesar-besarnya jika dalam pelaksanaan KKN ada hal yg kurang berkenan dihati Bpk Ibu pimpinan desa, kecamatan dan kabupaten Madiun.

Semoga Tuhan YME memberi petunjuk dan bimbingan buat kita semua.

Wassalamu’alaikum Wr Web
Magetan, 19 Agustus 2019

Rektor UNS,
Prof Dr. Jamal Wiwoho, SH, MHum

Leave a Reply