Mahasiswa Akuntansi FEB UNS Raih Juara Dua National Accounting Competition

Mahasiswa Akuntansi FEB UNS Raih Juara Dua National Accounting Competition

UNS — Prestasi di tingkat nasional kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Baru saja, tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meraih juara dua National Accounting Competition (NAC). Mereka adalah Nur Pujiastuti, Sukma Mely Asmara, dan Raditya Puspa Oksavina

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Universitas Muara Kudus pada 19 Oktober 2022 secara luring. Nur Pujiastuti atau yang kerap disapa Puji menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terbagi dalam beberapa babak. Pada tahap pertama atau preliminary round, seluruh peserta mengerjakan 50 soal mengenai akuntansi secara berkelompok dalam waktu 150 menit. Babak berikutnya adalah mainround yang terbagi dalam dua tahap, yaitu individual round dan jakcpot round.

Delapan tim yang lolos melaju ke tahap berikutnya, yaitu case presentation pada hari berikutnya. Dalam babak tersebut, kasus yang diangkat adalah kasus audit.

“Setiap tim diberikan waktu satu jam untuk berdiskusi dan membuat presentasi dari kasus yang ditampilkan kemudian diberikan waktu 15 menit untuk presentasi dan tanya jawab dengan dewan juri.  Kemudian diumumkan tiga besar yang akan melanjutkan ke babak final. Dalam babak final dilakukan debat mosi improptu dengan tiga mosi, yaitu the dead of accounting, pengaburan CSR dari marwah aslinya, dan transfer pricing dalam jendela laba akuntansi dan laba fiskal,” jelas Puji, Rabu (30/11/2022).

Puji dan timnya tidak menyangka dapat lolos dalam tahap final bahkan mendapat juara dua.

Mahasiswa Akuntansi FEB UNS Raih Juara Dua National Accounting Competition

 “Kami sangat bersyukur pada saat tahap final dapat meraih juara dua. Sedikit terselip rasa penyesalan karena kurang mempersiapkan diri dengan baik, tapi hal ini kami jadikan evaluasi agar dapat lebih mematangkan persiapan. Harapan kami ke depan dapat mengikuti perlombaan lagi, mengharumkan nama universitas, dan terus mengukir prestasi,” pungkas mahasiswa semester tujuh tersebut. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

UNS — Sebanyak 2.860 peminat dinyatakan lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2022, pada Kamis (23/6/2022).

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho didampingi Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus dan Kepala UPT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Prof. Hadiwiyono saat melakukan Jumpa Pers di hadapan media di Ruang Sidang 4 Gedung dr. Prakosa Rektorat, Kamis (23/6/2022) mengatakan, jumlah peminat SBMPTN UNS tahun 2022 sebanyak 53.358. Jumlah yang lolos seleksi SBMPTN UNS tahun 2022 adalah sebanyak 2.860 atau 5,36 % dari jumlah peminat. Peminat SBMPTN UNS naik sebesar 6,75 % (3.375 peminat) dari 49.983 pada tahun 2021 menjadi 53.358 pada tahun 2022. Angka Keketatan Persaingan (AKP) SBMPTN UNS naik dari 1:18 pada tahun 2021 menjadi 1:19 pada tahun 2022

“Alhamdulillah, secara nasional Universitas Sebelas Maret masuk 10 besar dengan nilai rerata UTBK tertinggi pada bidang Saintek. Peringkat ini naik dibandingkan tahun lalu yaitu dari peringkat 8 nasional pada tahun 2021 naik menjadi peringkat 7 nasional pada tahun 2022 terang Prof. Jamal.

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Jumlah 53.358 peminat SBMPTN 2022 UNS ini terdiri dari kelompok Saintek sebanyak 27.403 peminat dan kelompok Soshum sebanyak 25.955 peminat. Saintek yang lolos 1.416 orang dan Soshum yang lolos 1.444 orang. Untuk angka keketatan Saintek 1: 19 dan Soshum 1 : 18.

Terdapat sepuluh Program Studi (Prodi) dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Saintek UNS yaitu Prodi Farmasi 1:55, Kedokteran 1: 46, Informatika 1: 35, Kebidanan 1: 34, Psikologi 1:33, Ilmu dan Teknologi Pangan 1: 26, Teknik Industri 1:25, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) 1: 23, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 1: 21 dan Statistika 1: 21

Sepuluh Prodi dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Soshum UNS yaitu Prodi Manajemen 1: 47, Ilmu Komunikasi 1: 47, Hubungan Internasional 1:36, Bimbingan dan Konseling 1: 32, Akuntansi 1: 28, Sastra Inggris 1: 28, Ilmu Administrasi Negara 1: 25, Pendidikan Administrasi Perkantoran 1:23, Sosiologi 1: 22 dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Surakarta 1:20.

Pendaftar yang lolos seleksi diharapkan untuk segera melakukan tahapan selanjutnya dengan membuka laman http://spmb.uns.ac.id. Jadwal kegiatan registrasi mahasiswa baru yang lolos seleksi SBMPTN 2022 adalah sebagai berikut. Jadwal pengisian biodata pada 24-29 Juni 2022, pengumuman Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada 24-29 Juni 2022, permohonan perubahan UKT pada 24-29 Juni 2022, penetapan UKT perubahan pada 1 Juli 2022, pembayaran UKT dan registrasi online pada 24 Juni 2 Juli 2022.

“Saya ucapkan selamat kepada yang sudah diterima. Bagi yang belum diterima SBMPTN bisa mendaftar UNS melalui Seleksi Mandiri (SM) UNS jalur UTBK, Jalur Ujian Tulis, dan Jalur kelas internasional untuk Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen. Informasi mengenai persyaratan dan tata cara SM UNS Tahun 2022 dapat dilihat pada laman http://spmb.uns.ac.id,” ujar Prof. Jamal. HUMAS UNS

Reporter: Dwi Hastuti/ Bayu Aji Prasetya

Dosen FEB UNS Sampaikan Cara Perencanaan Karir sebagai Mahasiswa Akuntansi

Dosen FEB UNS Sampaikan Cara Perencanaan Karir sebagai Mahasiswa Akuntansi

UNS — Masifnya perkembangan era digital, mengakibatkan kemunculan beragamnya profesi yang sebelumnya belum pernah ada bahkan profesi yang tak terpikirkan. Meskipun demikian, banyaknya profesi tak menjamin mencari pekerjaan menjadi hal yang mudah. Untuk itu, sangat perlu melakukan perencanaan karir dengan matang sedini mungkin.

Merespon hal tersebut, melalui webinar yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bertema How to Build Career Plan as Accounting Student, Dosen FEB UNS, Ibrahim Fatwa Wijaya, S.E., M.Sc, Ph.D memberikan materi tentang How to build career plan as an accounting student.

Ibrahim menjelaskan bahwasanya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Berry dan Routon pada 2020, kemampuan yang dibutuhkan sebagai mahasiswa jurusan akuntansi diantaranya knowledge of your field, general knowledge, computers, analytics & problem solving, critical thinking, interpersonal skills, public speaking, working cooperatively, leadership, writing, getting along wth dissimilar people, mathematics, cultural and racial knowledge, reading, dan foreign languages.

“Adapun untuk tips perencanaan karir bagi mahasiswa calon akuntan bisa dilakukan misalnya saja dengan setelah lulus kuliah dapat bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP). Hal ini akan sangat membantu dan menjadi nilai plus untuk berkarir di masa depan. Kemudian jangan pernah memiliki musuh. Yang harus dilakukan justru membangun koneksi dan network. Selanjutnya mencari info lowongan pekerjaan melalui Linkedin. Juga mulai di semester lima sudah berlatih mengirim Curriculum Vitae (CV) ke perusahaan. Serta melakukan latihan tes tertulis dan interview,” jelas Ibrahim.

Dosen FEB UNS Sampaikan Cara Perencanaan Karir sebagai Mahasiswa Akuntansi

Tak hanya itu, Ibrahim juga mewawancarai rekannya, Asisten Direktur bagian Internal Control Officer Departemen Pengelolaan Devisa Bank Indonesia (BI), Raharjo Pangarso yang telah 15 tahun bekerja. Bahwasanya kemampuan hard skill yang dibutuhkan sebagai calon akuntan yakni memiliki pemahaman terkait pengelolaan portofolio, manajemen keuangan 1 dan 2, membaca laporan keuangan (ALK), memahami akuntansi pengantar, kemampuan matematika seperti analisis modelling, proyeksi berdasakan data-data ekonomi, dan ekonometrika terapan.

“Calon akuntan juga harus memiliki selling point seperti sertifikasi Chartered Financial Analyst (CFA), dan sebagainya. Karena dengan sertifikasi keahlian kita akan lebih dihargai dan dianggap memang benar memiliki keahlian tersebut. Selain itu soft skill seperti komunikasi, team work, spiritual leadership, komitmen, bahasa Inggris, digital minded, menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan akurat dengan dibantu aplikasi dan teknologi, serta kemampuan menjalankan software semacam Mathlab dsb,” tambah Ibrahim.

Ibrahim melanjutkan bahwa prospek calon akuntan ke depan tak hanya membantu para user untuk membuat keputusan. Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan Barth pada 2018, bahwa tahun 2036 seorang akuntan prospek karirnya akan menjadi sangat luas. Tak hanya membuat user merasa puas, namun juga membantu bagaimana bisa menciptakan kesejahteraan di masyarakat. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

HMJA FEB UNS Gelar Webinar Bahas Persiapan Karir sebagai Mahasiswa Akuntansi

HMJA FEB UNS Gelar Webinar Bahas Persiapan Karir sebagai Mahasiswa Akuntansi

UNS — Dalam dunia karir profesional saat ini, kita dihadapkan dengan persaingan yang ketat karena semakin banyaknya para pencari kerja. Dengan demikian, diperlukan upaya lebih untuk mempersiapkan dan menghadapinya. Melihat hal itu, Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar bertema How to Build Career Plan as Accounting Student. Acara diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (14/5/2022).

Kegiatan webinar dibuka dengan sambutan Ketua HMJA FEB UNS, Ignasius Marcel Aryayudha. Ia berharap melalui acara ini dan dari narasumber yang dihadirkan semoga dapat memenuhi kekosongan informasi mengenai dunia karir khususnya karir sebagai akuntan.

“Semoga dari apa yang dipaparkan narasumber dapat memenuhi keinginan kita untuk mengetahui apa saja yang bisa dilakukan seorang lulusan akuntansi sebagai proses mengembangkan karir ke depan,” kata Ignasius.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dosen FEB UNS, Ibrahim Fatwa Wijaya, SE, M.Sc, Ph.D. Ibrahim membawakan materi mengenai How to build career plan as an accounting student. Dengan harapan materi ini dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa sebagai calon akuntan, teknisi, maupun regulator di masa depan untuk menyadari pentingnya perencanaan karir.

“Pada tahun 2036 sebagai akuntan tak hanya membantu para user untuk membuat keputusan. Karena di masa depan prospeknya akan menjadi sangat luas. Tak hanya membuat user lain merasa puas namun bagaimana bisa menciptakan membantu masyarakat untuk sejahtera,” ucap Ibrahim.

Ibrahim mengungkapkan dalam perencanaan karir sangat penting untuk mengembangkan baik hard skill maupun soft skill. Namun, juga tak boleh melupakan profesional attitude dalam dunia kerja.

Selanjutnya narasumber kedua yang seorang Supply Chain Johnson & Johnson, Belinda Azzahra Irwan Putri memaparkan materi tentang The Future of Accounting.

HMJA FEB UNS Gelar Webinar Bahas Persiapan Karir sebagai Mahasiswa Akuntansi

“Kita harus punya perencanaan karir yang matang. Cara membuat perencanaan karir yang matang dengan mengetahui end goals kita mau apa. Calon akuntan penting untuk merencanakan karir akuntansinya di masa depan secara well prepared, berkarir pada pekerjaan yang ada value-added yang mana membutuhkan persiapan dan pelatihan yang tidak sebentar,” terang Belinda.

Belinda menambahkan bahwa hard skill yang harus dimiliki sebagai calon akuntan adalah accounting skills, business acumen, global knowledge atau awareness. Adapun soft skill yang harus dipunyai diantaranya communication and presentation, network and engagement, critical thinking, dan design thinking.

“Untuk bisa mendapatkan hard skill dan soft skill tersebut kita bisa mendapatkannya melalui magang parttime, professional journey, program kepemimpinan, project, beasiswa, organisasi, maupun kepanitiaan,” lanjut Belinda.

HMJA FEB UNS Gelar Webinar Bahas Persiapan Karir sebagai Mahasiswa Akuntansi

Ia juga mengatakan bahwa ketika memasuki dunia kerja pasti ada tantangannya. Begitupula dengan setiap karir pasti memiliki sisi tidak enaknya. Namun untuk mengatasinya bisa dengan berkomunikasi intens, detail dan terarah dengan atasan atau supervisor. Kemudian mendorong diri untuk terbuka, merajut kerja sama tim yang baik dan solid. Serta memiliki side hustle di luar pekerjaan yang dapat meringankan beban di pikiran dan tenaga.

“Sementara tips pengembangan karir untuk membantu lulusan akuntansi dapat bersaing di dalam dunia kerja yang pertama selalu up to date dengan tren global. Kedua memilki sikap resiliensi dan mental yang kuat karena dalam dunia kerja semua bergerak secara dinamis. Ups and downs akan sangat berbeda dengan kuliah. Kita harus memiliki resiliensi dan mental yang kuat untuk bertahan,” tutup Belinda. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Webinar FEB UNS Bahas Implikasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan

Webinar FEB UNS Bahas Implikasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan

UNS — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Webinar Implikasi Undang-Undang (UU) Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) pada Sabtu (23/4/2022). Webinar yang dibuka untuk umum ini berlangsung melalui Zoom Cloud Meeting dengan diikuti lebih dari 100 peserta.

Divisi Pengembangan Kerjasama Ekonomi Akuntansi selaku inisiator webinar mengolaborasikan akademisi dan praktisi dalam pembahasan topik kali ini. Mereka menghadirkan Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak., selaku pembicara pertama. Ia juga merupakan Dosen Program Studi (Prodi) Akuntansi FEB UNS. Pembicara kedua ialah Michael Husni dari PT. Previousnine Consulting.

Kepala Divisi Pengembangan Kerjasama Ekonomi Akuntansi FEB UNS, Dr. Setyaningtyas Honggowati, M.M., Ak., dalam sambutannya menyoroti soal kewajiban membayar pajak. Bagi Dr. Setyaningtyas, mengenali dan memahami perpajakan perlu untuk dilakukan mengingat pajak akan selalu berdampingan dengan kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan ini juga, Dr. Setyaningtyas menawarkan berbagai pelatihan yang diadakan Divisi Pengembangan Kerjasama Ekonomi Akuntansi FEB UNS. Diantaranya adalah pelatihan brevet pajak secara daring. Pelatihan ini ditawarkan bagi pihak-pihak yang ingin memahami pajak lebih lanjut.

Sesi materi pertama oleh Taufiq Arifin, Ph.D., memaparkan brief backgorund terkait UU HPP. Ia menerangkan bahwa UU HPP hadir karena berbagai upaya peningkatan tax ratio belum mampu mengimbangi perubahan pola bisnis dan dinamika globalisasi yang sangat dinamis serta mengatasi praktik aggresive tax planning yang ada.

Terdapat tiga pertimbangan yang melandasi penyusunan UU HPP. Pertama, UU HPP menempatkan perpajakan sebagai salah satu perwujudan kewajiban kenegaraan dalam upaya peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan pembangunan sosial. Kedua, UU HPP diposisikan sebagai satu strategi konsolidasi fiskal yang berfokus pada perbaikan defisit anggaran dan peningktan tax ratio dengan beberapa langkah tertentu. Ketiga, UU HPP menjadi perwujudan dari penyesuaian kebijakan pada beberapa bidang di dalam satu UU secara komprehensif.

Taufiq Arifin, Ph.D., memaparkan bahwa tax ratio Indonesia telah menyentuh angka 9.8 dimana ini merupakan titik terendah dalam setengah abad terakhir. Tax ratio sendiri dikutip dari laman kemenkeu.go.id merupakan perbandingan atau presentase penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) dimana hal itu juga merupakan salah satu indikator untuk menilai kinerja penerimaan pajak.

Webinar FEB UNS Bahas Implikasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan

“Kalau pertumbuhan ekonominya tinggi mestinya pajaknya juga naik. Kalau itu rasionya turun berarti ekonominya semakin baik, tapi pajaknya tidak bisa berjalan bersama dengan kenaikan perekonomian tadi,” ujar taufiq Arifin, Ph.D.

Menurutnya pula, ada banyak hal yang menjadi faktor penyebabnya tax ratio. Salah satu yang ia soroti adalah perilaku kepatuhan pajak. Salah satu istilah yang digunakan dalam literatur adalah tax compliance. Istilah ini dianggap sebagai istilah yang paling netral untuk menggambarkan kemauan pembayar pajak untuk membayar pajak mereka.

Pemaparan berlanjut oleh Michael Husni yang menerangkan gambaran UU HPP sebagai dasar perencaan bisnis. Michael menjabarkan materi tersebut dalam enam pokok bahasan, yaitu Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Voluntary Disclosure Program, Pajak Karbon, serta Cukai.

UU KUP telah berlaku sejak 29 Oktober 2021 yang mana salah satunya mengatur tentang integrasi basis data kependudukan dengan sistem administrasi perpajakan. Michael menjelaskan bahwa aturan ini bertujuan mempermudan wajib pajak orang pribadi melaksanakan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan demi kesederhanaan administrasi dan kepentingan nasional. Penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tersebut tidak lantas menyebabkan setiap orang pribadi memiliki kewajiban membayar pajak.

Berdasarkan peraturan PP Nomor 23 tahun 2018, Michael menerangkan bahwa pembayar pajak dilakukan apabila penghasilan setahun di atas batasan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) atau peredaran bruto di atas 500 juta rupiah per tahun bagi pengusaha yang membayar PPh Final 0.5%.

Michael Husni turut membahas tarif PPN terbaru dalam pokok bahasan selanjutnya. Tarif PPN tersebut naik dari 10% menjadi 11% yang berlaku mulai 1 April 2022 lalu. Dengan adanya perubahan tarif ini, para pengusaha diminta untuk menghitung ulang implikasi kepada cash flow perusahaan. Selain itu, implikasi lainnya dapat dilihat pada piutang, IT, dan masa transisi.

Webinar FEB UNS Bahas Implikasi UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan

Masih dalam pokok bahasan PPN, Michael memaparkan terkait persyaratan Pengusaha Kena Pajak (PKP). PKP yang mempunyai peredaran usaha dalam 1 tahun buku tidak melampaui jumlah tertentu, melakukan kegiatan usaha tertentu, dan/atau melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP)/ Jasa Kena Pajak (JKP) tertentu dapat memungut PPN dengan besaran tertentu. Akan tetapi, Michael juga menjelaskan bahwa Pajak Masukkan (PM) atas perolehan tersebut tidak dapat dikreditkan.

“Contohnya yang baru terbit belakangan ini. Pada bulan April ini ada terbit 14 peraturan Menteri Keuangan. Salah satu contohnya penyerahan kendaraan bermotor bekas,” tutur Michael. Humas UNS

Reporter: Rangga P.A.
Editor: Dwi Hastuti