Alumnus FT UNS Bagikan Pengalaman Menjadi Arsitek di Jepang

Alumnus FT UNS Bagikan Pengalaman Menjadi Arsitek di Jepang

UNS — Alumnus Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Naya Marsatyasti, S.T., M.Eng. membagikan pengalamannya menjadi arsitek di Jepang. Hal ini ia sampaikan dalam acara Virtual Talk Series With Japan Alumni: Serba-Serbi Menjadi Arsitek di Jepang.

Adapun penyelenggaraan acara ini bentuk kolaborasi dari Pusat Studi Jepang (PSJ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS, Prodi Arsitektur UNS – Laboraturium URDC UNS, Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) UNS, dan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Surakarta.

Naya yang membawakan materi tentang Mempersiapkan Diri Bekerja sebagai Arsitek di Jepang ini mengatakan bahwa untuk bisa menjadi arsitek di Jepang membutuhkan persiapan yang baik.

“Pertama, siapkan Curriculum Vitae (CV) sesuai format perusahaan dan portofolio karya kamu yang fokus kepada design thinking. Kedua, menguasai bahasa asing dalam hal ini bahasa Jepang minimal N3/N2 dan bahasa Inggris. Ketiga, mengenali tipe perusahaan apakah berbentuk corporate type, atelier/studio type, atau outsource company. Keempat, pastinya job hunting dan jangan lupa submit CV dan portofolio kamu ke perusahaan yang diinginkan,” ujar Naya, Sabtu (25/6/2022).

Alumnus FT UNS Bagikan Pengalaman Menjadi Arsitek di Jepang

Naya menambahkan untuk alur kerja seorang arsitek di Jepang tak beda jauh dengan yang ada di Indonesia. Dimulai dari, design drawing, structural drawing, dan Mechanical Electrical Plumbing (MEP) drawing; Examination of construction cost; Environmental impact assessment; Meeting with all parties; dan Construction drawing.

Selain itu, sertifikasi arsitek Jepang terbagi menjadi 3 yakni, wooden architect, second-class architect, dan first-class architect.

“Sebelum konstruksi, kami juga ada ritual berdoa agar konstruksi project berjalan aman dan lancar. Lebih lanjut, untuk budaya kerja sendiri dimulai dengan meeting pagi setiap hari untuk melaporkan progress project yang sedang dikerjakan juga apa yang akan dikerjakan hari ini dan apa yang sudah dikerjakan kemarin. Tidak jarang juga kami bekerja lebih dari ketentuan jam kerja. Sementara untuk rutinitas setiap harinya biasanya melakukan eksplorasi studi desain, pembuatan market studi, dan meeting dengan tim. Serta setiap project adalah hasil kerja tim, karena ada budaya membantu tim project lain. Budaya kerja ini saya ambil berdasarkan tipe perusahaan atelier atau studio arsitek di Jepang,” terang Naya.

Menurut Naya, ketika berkeinginan menjadi arsitek di Jepang, ia menekankan untuk mempersiapkan kondisi mental. Meski orang Jepang terkenal dengan keramahan dan kesopanannya, namun karena sudah berbeda negara pastinya ada perbedaan budaya yang terasa. Hal itu pun yang juga Naya rasakan. Naya pun turut menghimbau, ketika sudah bekerja sebagai arsitek di Jepang, senantiasa menjalin silahturahmi dengan orang Indonesia yang di Jepang.

“Bekerja sebagai arsitek di Jepang yang penuh dengan referensi bangunan dengan arsitektur yang digemari dan kesempatan untuk berada lebih dekat dengan arsitek-arsitek Jepang kelas dunia, memang membahagiakan. Tetapi, juga tidak lalu mudah untuk dijalani. Mental yang sehat dan bahasa Jepang yang cukup, menjadi hal yang sangat penting untuk bertahan,” tutup Naya. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

UNS — Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali hadir membahas tentang Perkembangan Terkini Pandemi & Ekonomi: Apa yang Mungkin Terjadi? Acara Wedangan IKA UNS yang telah memasuki seri ke-108 tersebut dilaksanakan pada Jumat (1/7/2022) malam melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung via YouTube Universitas Sebelas Maret.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. mengatakan bahwa acara Wedangan IKA UNS yang sudah lama tidak muncul, kini tampil dengan warna baru. Selain itu, Prof. Jamal turut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para alumni UNS atas dukungan yang telah diberikan.

“Sebelumnya UNS berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI). Penghargaan pertama sebagai peraih poin tertinggi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 yaitu kelas kolaboratif dan partisipatif tahun 2021. Serta penghargaan kedua atas capaian posisi tertinggi (Top 10%) IKU tahun 2021 pada liga Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Dan ini semua tak terlepas dari bantuan rekan-rekan alumni,” ucap Prof. Jamal dalam sambutannya.

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber pertama, Dosen UNS sekaligus Wakil Direktur Rumah Sakit (RS) UNS, Tonang Dwi Ardyanto dr. SpPK, Ph.D. dr. Tonang memaparkan materi tentang Covid 19: Transisi Menuju Hidup Berdampingan?

“Syarat untuk menuju transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi pertama ditandai dengan transisi komunitas berada di level 1 selama tiga bulan berturut-turut. Kemudian syarat cakupan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dengan target jumlah penduduk >70% dari total populasi. Serta reproduction rate atau laju penularan itu 1 atau di bawah 1 selama tiga bulan berturut-turut,” lanjut dr. Tonang.

dr. Tonang menambahkan bahwa imunitas pasca infeksi dan pasca vaksinasi, dapat saling memperkuat menghadapi varian baru Covid-19. Dengan demikian, tak perlu takut dalam menghadapi Covid-19 varian baru yang muncul. Karena virus hanya bisa bermutasi ke tubuh manusia. Oleh karenanya, ketika kita sudah divaksinasi dosis lengkap, maka mutasi virus ke tubuh kita akan rendah.

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

“Adapun sebagaimana yang disyaratkan World Health Organization (WHO), cara relaksasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 dapat dengan meningkatkan kapasitas testing agar angka positivitas terbukti menurun. Kemudian meningkatkan cakupan vaksinasi karena terbukti efektif mencegah penyebaran. Serta secara perlahan melakukan pelonggaran, bukan endemi. Karena endemi itu berarti hampir semua risiko dan tanggung jawab dikembalikan kepada masing-masing,” terang dr. Tonang.

Sementara narasumber kedua, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang saat ini menjabat sebagai Director in PWC’s Forensic Services & Financial Crime Unit Leader, Budi Santoso S.E., Ak., MForAccy, PGCS, CA, CFE, CPA (Aust.) memaparkan tentang Post-Pandemic Economic Recovery.

“Hadirnya pandemi berdampak pada semua sektor kehidupan tak terkecuali sektor ekonomi. Maka, solusi untuk mengatasinya dengan melakukan transformasi digital. Sejak tahun 2020, banyak bisnis yang telah mengubah sistem usahanya ke digital,” ujar Budi.

Namun, untuk bertransformasi ke digital masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Pertama, sebanyak 49% masyarakat Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas, belum memiliki akses internet. Maka, tantangan inilah yang harus kita perbaiki bersama.

“Oleh karena itu, untuk menciptakan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi setelah hadirnya Covid-19 pertama dengan meningkatkan investasi. Baik investasi dalam hal pendidikan, investasi kesehatan, maupun investasi yang menambah nilai. Kemudian meningkatkan revenue usaha Anda, mengurangi biaya yang tidak perlu, melakukan inovasi, dan mendukung persiapan tenaga kerja yang berkualitas,” tutup Budi. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Alumni UNS Raih Juara 1 Ajang Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi

Alumni UNS Raih Juara 1 Ajang Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi

UNS — Kabar membanggakan datang dari pasangan muda alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yakni Burhan Efendi, lulusan Program S-2 Agronomi UNS bersama istrinya Nur Fitri Fatimah kini sedang menempuh Program S-2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) UNS. Keduanya dinobatkan sebagai juara 1 Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Selasa (21/6/2022).

Burhan dan Pipit, sapaan akrab Nur Fitri Fatimah mengaku bersyukur atas pencapaian ini.

“Tentunya, kami bersyukur dan merasa lega karena perjuangan selama ini terbayar dengan baik. Kami juga bisa memberikan kabar baik bagi teman-teman yang sudah mendoakan,” ujar Pipit.

Burhan menambahkan bahwa dirinya merasa terkejut ketika dinobatkan sebagai juara 1 Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Kemenpora.

“Nggak ngira malahan karena saya prinsipnya nothing to lose. Jadi, apapun hasilnya, ya diterima,” terang Burhan.

Alumni UNS Raih Juara 1 Ajang Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi

Pasangan muda ini berbagi perjalanan hidupnya kepada tim uns.ac.id hingga dapat meraih prestasi gemilang tersebut di Kantor UPT Humas dan Media UNS pada Senin (27/6/2022). Burhan dan Pipit mengenang kisah awal mula mereka berjumpa. Hal ini bermula pada tahun 2015, Pipit memutuskan untuk bergabung pada Forum Mahasiswa Islam Karanganyar (Formaiska) yang didirikan oleh Burhan pada tahun 2014. Di situ, mereka mulai berkolaborasi untuk mengerjakan program kerja yang ada di Formaiska. Dilanjutkan pada tahun 2016, Burhan menginisiasi Sekolah Tani Organik yang kini menjadi Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Baitul Fallah (MBF) dengan Pipit yang menjadi kepala sekolah di situ hingga saat ini, sementara Burhan menjabat sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) SD MBF sampai sekarang.

Tentu perasaan senang dan sedih pernah menghampiri keduanya ketika berada dalam satu wadah yang sama yakni SD MBF di Karanganyar, sementara perasaan cinta baru mekar pada keduanya di tahun 2021. Tepatnya pada tanggal 21 Maret 2021, Burhan dan Pipit memutuskan untuk mengikrarkan janji suci pernikahan di Jumapolo, Karanganyar. Saat itu, Pipit mengenang proses pernikahan mereka berdua.

“Pas itu prosesnya cepet banget. Kami ta’aruf dan cuma tiga pekan dari proses ta’aruf sampai nikah,” kenang Pipit.

Lebih lanjut, Burhan dan Pipit bercerita bahwa saat itu mereka memiliki cita-cita yang sama. Pipit ingin tetap tinggal di desa untuk membangun kehidupan sekitar yang lebih baik dan memberdayakan masyarakat. Pun sebaliknya, Burhan yang dulunya pernah merantau ke Bogor, memiliki tekad yang sangat kuat untuk kembali ke desa guna membangun sumber daya manusia dan alam di dalamnya. Pucuk dicinta ulam tiba, keduanya melangsungkan pernikahan dengan visi yang besar dan menjadi pasangan yang saling mendukung satu sama lain. Mereka juga saling mengisi satu sama lain, Pipit menjelaskan bahwa ia senang dengan hal-hal teknis, sementara Burhan merupakan seorang konseptor.

Saat itu, bagi mereka pernikahan bukanlah hanya sebuah perayaan yang menyatukan dua insan. Namun, potret pernikahan Burhan dan Pipit menggambarkan sosok keluarga yang bermanfaat bagi sekitarnya. Burhan menjelaskan bahwa hidup itu harus dapat bermanfaat bagi sesama.

Urip iku urup, bahwa hidup harus bermanfaat bagi orang lain. Saya ingin membangun keluarga yang maslahat,” ujarnya.

Burhan dan Pipit mengaku, dalam mengikuti ajang ini terdapat beberapa alasan yang melatarbelakangi mereka hingga akhirnya mantap melangkahkan kaki turut serta pada ajang Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Kemenpora.

“Kami ingin mendukung program yang diadakan oleh pemerintah. Selain itu, kami juga ingin menambah jaringan yang berkelanjutan agar bisa memberikan manfaat ke depannya,” jelas Pipit.

Dalam mempersiapkan diri, Burhan dan Pipit mengusung karya yang mereka rintis bersama yakni SD MBF di Mojogedang. Pipit menjelaskan bahwa SD ini mengutamakan konsep Islami dan pendidikan karakter di dalamnya. Maka, nilai karakter diutamakan pada pendidikan di SD MBF. Uniknya, SD ini menanamkan sopan santun, adab dalam menghargai orang tua, serta bagaimana cara bersosialisasi pada tetangga. Selain memberikan siswa tugas akademik di rumah, terdapat tugas untuk mengantar makanan ke tetangga atau membantu orang tua di rumah bagi para siswanya.

Selain mengusung karya tersebut, mereka juga harus belajar materi seputar seks, reproduksi, parenting, dan finansial keluarga. Pada ajang ini, Burhan dan Pipit juga harus membuat profil diri dalam bentuk video yang dikumpulkan ke panitia. Mereka juga belajar tentang manajemen konflik dan keuangan, serta saat menghadiri acara final di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, mereka mengenakan baju adat Jawa Tengah.

Kala mengikuti ajang ini, mereka mengaku mendapatkan banyak afirmasi positif dalam hidup, seperti dapat bersilaturahmi dengan berbagai orang dari seluruh Indonesia, bertemu para juri yang kondang, mendapatkan inspirasi dari teman-teman seperjuangan, kebaikan yang ditularkan satu sama lain, dan tentunya bagi pemenang mendapatkan hadiah piala dan uang tunai. Saat itu juri yang hadir adalah Dr. H. M. Arorum Ni’am Sholeh, M.A. selaku Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Republik Indonesia (RI), Dr. Hj. Hetifah Sjaifuddin selaku Ketua Komisi X DPR RI, Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), dr. Lula Kamal, M.Sc. selaku dokter dan pemerhati kesehatan, serta Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid sebagai psikolog keluarga.

Alumni UNS Raih Juara 1 Ajang Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi

Atas perjuangan dan ketekunan pasangan muda tersebut, dinobatkanlah mereka sebagai juara 1 dengan hadiah piala dan uang tunai sebesar Rp 20 juta. Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, Burhan mengaku, dirinya terinspirasi dari Imam Syafi’i tentang maqashid syariah. Dalam berkeluarga, ia berprinsip untuk menjaga agama, dunia, keturunan, dan harta. Agama dijaga dengan cara beribadah, baiknya keturunan dijaga dengan membangun SD MBF agar dapat menyediakan pendidikan terbaik bagi anak mereka yang kini berusia lima bulan, menjaga harta dengan mengabdikan diri di dunia pendidikan, hingga menjaga jiwa dengan mengedepankan nilai adab.

Setelah pencapaian ini, ke depan Pipit dan Burhan berharap agar dapat membangun sumber daya guru di SD MBF agar lebih mengenal potensi masing-masing hingga melejitkannya. Mereka juga berharap agar SD MBF nantinya dapat menjadi role model pendidikan SD terbaik di Karanganyar hingga internasional di masa depan.

Di akhir wawancara, Burhan dan Pipit berbagi inspirasi kepada mahasiswa UNS agar memaksimalkan potensi yang dimiliki.

“Mumpung masih mahasiswa, waktunya masih bebas, maka dimanfaatkan potensi yang dimiliki sebaik mungkin agar bisa memberikan manfaat bagi orang sekitar karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” pesan Pipit.

Burhan menambahkan, agar mahasiswa saat ini dapat meneruskan perjuangan pahlawan dengan kebaikan.

“Mari kita teruskan perjuangan pahlawan yang dapat diisi dengan kebaikan sebisa mungkin,” ujar Burhan.

Di akhir mereka juga menambahkan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang besar, maka tidak perlu terburu-buru ketika hendak melaksanakannya agar dapat dipersiapkan dengan matang. Mereka juga berpesan, ketika memilih pasangan hendaknya yang bervisi besar dan dapat diajak bekerja sama karena bagi mereka, pasangan muda yang inspiratif adalah mereka yang mampu menjadi aktivis di luar, namun juga dapat menjadi pribadi yang meneduhkan di dalam rumah tangga. Maka, apabila sama-sama memiliki visi yang besar, hal-hal baik pun akan datang dan peradaban paling kecil yakni keluarga dapat dijaga dengan sebaik-baiknya.

Senyum masih melekat pada raut wajah keduanya kala wawancara berakhir. Langkah Pipit dan Burhan membuktikan bahwa alumni UNS berhasil bergerak bersama untuk meluaskan kebermanfaatan di lingkungan terdekatnya. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

FK UNS Lepas 14 Wisudawan Dokter Spesialis Periode Juni 2022

FK UNS Lepas 14 Wisudawan Dokter Spesialis Periode Juni 2022

UNS — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melepas 14 lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada periode Juni 2022, Jumat (24/6/2022). Acara diselenggarakan secara hybrid yang bertempat di Auditorium FK UNS serta disiarkan melalui kanal Youtube FK UNS.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Akademik dan kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Dekan FK UNS, Prof. Dr. dr. Reviono, Sp. P(K), para wakil dekan, Direktur RSUD Moewardi Surakarta, Dr. dr. Cahyono Hadi, Sp.OG(K)., S.H., perwakilan direksi Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, serta perwakilan dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FK UNS.

Acara pelepasan yang diikuti 14 peserta didik PPDS FK UNS berasal dari 5 Program Studi (Prodi). Empat orang diantaranya merupakan penerima Beasiswa Tugas Belajar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). FK UNS pun telah meluluskan sebanyak 303 lulusan penerima beasiswa tersebut.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Paramasari Dirgahayu, Ph.D., selaku Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FK UNS, 14 orang peserta pelepasan terdiri dari 1 orang wisudawan dari Program Studi (Prodi) Anestesiologi dan Terapi Intensif, 5 orang wisudawan dari Prodi Obstetri dan Ginekologi, 3 orang wisudawan dari Prodi Ilmu Kesehatan Anak, 2 orang wisudawan dari Prodi Dermatologi dan Venereologi, dan 3 orang wisudawan dari Prodi Neurologi.

Alfi Marita Tristiarti, dr., Sp.O.G., menjadi lulusan dengan IPK tertinggi pada pelepasan kali ini. Ia merupakan lulusan Program Studi (Prodi) Obstetri dan Ginekologi yang memperoleh IPK 3.88. Priyanka Ganesa Utami, dr., Sp.N., menjadi lulusan dokter spesialis termuda. Ia merupakan lulusan Prodi Neurologi dengan usia pada saat lulus 30 tahun 7 bulan. Selain itu, Prodi Neurologi menjadi prodi dengan rata-rata lama studi tercepat, yaitu 4 tahun. Hingga saat ini, FK UNS telah melepaskan sebanyak 1.5162 orang dokter spesialis sejak awal berdirinya.

Dalam sambutannya, Prof. Reviono berpesan tiga hal kepada para wisudawan, yakni integritas, profesional, dan jejaring. Integritas pada dokter spesialis diharapkan dapat sama menonjolnya dengan kejujuran yang ditegakkan. Profesionalisme dalam mengabdi kepada masyarakat juga dinilai penting. Para wisudawan sebelumnya telah dibekali kompetensi dan diharapkan dapat bertanggungjawab akan hal tersebut. Serta memperbanyak jejaring dan silaturahmi dengan rekan maupun pihak lain.

FK UNS Lepas 14 Wisudawan Dokter Spesialis Periode Juni 2022

“Saya yakin, sampai saat ini pun alumni FK UNS itu mendapat tempat yang baik di masyarakat. Karena cirinya alumni UNS itu tahan banting. Dengan situasi apapun bisa beradaptasi. Juga kompetensinya tidak kalah,” tutur Prof. Reviono.

Prof. Yunus selaku Wakil Rektor Akademik dan kemahasiswaan UNS meminta para dokter spesialis pada pelepasan ini tidak mudah puas. Mereka diminta untuk senantiasa belajar. Beliau juga menambahkan satu pesan, melanjutkan pesan yang disampaikan Prof. Reviono. Pesan tersebut yakni adanya yakni ide atau inovasi.

FK UNS Lepas 14 Wisudawan Dokter Spesialis Periode Juni 2022

“Empat itulah bekal para dokter spesialis untuk terus bisa beradaptasi dan berperan di mana pun kita berada,” ujar Prof. Yunus. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

IKA UNS Hibahkan Gamelan Raras Arrum Kepada PUI Javanologi UNS

IKA UNS Hibahkan Gamelan Raras Arrum Kepada PUI Javanologi UNS

UNS — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan hibah kepada Pusat Unggulan Iptek (PUI) Javanologi UNS berupa Gamelan Raras Arrum. Serah terima Gamelan Raras Arrum secara simbolis ini berlangsung di Pendhapa R.Ng. Yasadipura – Javanologi UNS, Kamis (23/6/2022) dalam acara Malam Gelar Kesenian “Gora Monggang” PUI Javanologi UNS.

Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. turut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada IKA UNS atas hibah Gamelan Raras Arrum.

“Kami diberi seperangkat gamelan yang komplit sekali. Semoga gamelan ini bisa dioptimalkan untuk menggerakkan nafas kesenian, nafas budaya dan bisa digunakan kepada seluruh mahasiswa UNS, digunakan para sivitas akademika UNS dengan baik,” tambah Prof. Jamal.

Prof. Jamal menambahkan nama Raras Arrum terdiri dari dua kata. Raras yang berarti ‘Nada atau harmoni yang indah dan nyaman didengar’ dan Arrum yang berarti ‘wangi, harum yang mampu membangkitkan rasa cinta kasih sesama’.

“Raras Arrum diberikan sebagai nama Gamelan PUI Javanologi UNS yang dimaksudkan agar tercipta berjuta karya kebajikan yang membawa kesentosaan, kekuatan yang penuh kasih, dan mampu mendorong cipta dan karya terbaik untuk UNS sebagai Universitas Berkelas Dunia,” lanjut Prof. Jamal.

IKA UNS Hibahkan Gamelan Raras Arrum Kepada PUI Javanologi UNS

Selanjutnya sambutan Ketua IKA UNS, yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) IKA UNS, Drs. Bambang Dwi Wahyudi. Drs. Bambang berharap semoga Gamelan Raras Arrum bisa memberi warna kepada PUI Javanologi UNS, sehingga dapat menjadi sebuah lembaga yang dibanggakan dalam lingkup UNS, Solo, Indonesia, bahkan dunia.

“Mohon petunjuk, kritik, dan saran untuk alumni UNS supaya kami bisa senantiasa bermanfaat bagi bangsa dan negara khususnya memajukan almamater UNS. Terima kasih untuk IKA UNS, Bapak Rektor dan seluruh pimpinan UNS dan segenap organ UNS. Gamelan Raras Arrum adalah amanah yang harus kami emban bersama sebagai sarana untuk mempersembahkan yang terbaik bagi almamater tercinta UNS,” terang Drs. Bambang.

Terakhir Drs. Bambang juga mengatakan bahwa Gamelan Raras Arrum ini memiliki simbol persatuan, tekad, dan semangat berkarya bagi seluruh keluarga besar PUl Javanologi UNS. Alunan musiknya diharapkan mampu membangkitkan gelora, gairah, dan semangat untuk kreativitas sehingga PUI Javanologi UNS mampu mendunia. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti