Alumnus FT UNS Bagikan Tips Membangun Bisnis Bagi Pemula

Alumnus FT UNS Bagikan Tips Membangun Bisnis Bagi Pemula

UNS — Alumnus Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Yudhi Puspa Tia membagikan ceritanya memulai membangun bisnis. Hal ini ia sampaikan saat menjadi narasumber entrepreneuship hybrid seminar yang di gelar FT UNS bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FT UNS.

“Biro arsitektur yang kubangun bersama suami, diawali dengan membangun house for family beserta studio. Karena suami aku memang sudah ada keinginan untuk punya studio sendiri. Saat itu aku tahu membangun rumah memerlukan dana yang tidak sedikit. Maka, aku mencoba mengatasinya dengan bagaimana mendesain dan mengelola budget seefisien mungkin, sehingga menghasilkan sebuah project yang unik dan berkarakter tetapi dengan budget yang cukup ketat. Kuncinya finding a need and filling it. Konsep dan cerita perjalanan membangun rumah ini juga kubagikan melalui blog pribadi dan media sosial Instagram. Alhasil aku mendapat tawaran menjadi kontributor lepas untuk menulis artikel tentang renovasi rumah,” terang Tia dalam paparannya pada Selasa (31/5/2022).

Studio yang ia bangun bersama suaminya dinamakan studio Rumah Dua Pohon (RDP) dengan mengusung konsep rumah tumbuh. Konsep yang membumi, down to earth, juga simple namun impactful. Kemudian dari situ Tia mendapatkan project pertamanya untuk membangun rumah dengan biaya pembangunan di bawah 3 juta/m2.

“Tentunya banyak sekali kesulitan dan tantangan mengerjakan project-project seperti ini. Tapi disitulah kami memiliki kesempatan untuk belajar dan perlahan membangun kepercayaan calon klien,” ujar Tia.

Tia menambahkan bahwa ketika ingin membangun suatu usaha, bisa dimulai dengan mengerjakan proyek-proyek berskala kecil. Karena dari mengerjakan proyek-proyek kecil ini akan menghantarkan kita mengerjakan proyek-proyek yang lebih besar.

“Tentunya seiring pertumbuhan usaha yang dibangun harus dibarengi dengan penyusunan rencana ke depan yang lebih matang. Dan yang paling penting kamu harus memiliki kemampuan dan kemauan untuk selalu berusaha menyelesaikan proyek dengan baik, benar, dan konsisten. Karena hal ini akan menentukan sejauh mana usaha kamu akan berkelanjutan,” tambah Tia.

Menurut Tia untuk membangun usaha harus fokus pada tujuanmu. Jangan fokus pada progres usaha orang lain. Karena setiap dari kita pasti memiliki jalannya masing-masing.

“Pengusaha adalah orang yang selalu mau berusaha lebih keras dan lebih giat dari orang lain. Perjalanannya kadang melelahkan dan terasa sepi terlebih karena tidak ada panduan pasti dan juga ilmu khusus. Kamu hanya perlu menjalaninya dengan sabar, ikhlas, dan terus bergerak maju. Oleh karena itu, penting untuk kamu membangun fokus kepada perjalananmu, bukan pada perjalanan orang lain,” tutup Tia. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Tingkatkan Iklim Menulis, BEM FT UNS Adakan Webinar Kepenulisan

Tingkatkan Iklim Menulis, BEM FT UNS Adakan Webinar Kepenulisan

UNS — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan webinar kepenulisan. Kegiatan ini berlangsung secara daring dengan menghadirkan dua pembicara, yaitu Fatata A’izaza dan Atina Rahmawati. Fatata merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UNS yang pernah meraih juara lomba esai tingkat internasional, sementara Atina merupakan Mahasiswa Berprestasi FKIP UNS.

Dalam webinar yang bertema Kupas Tuntas Kepenulisan Ilmiah Mewujudkan Teknik Berprestasi ini, Fatata menyampaikan materi mengenai menggali ide dalam menulis. Ia mengatakan bahwa langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan brainstorming. Brainstorming merupakan proses berpikir dalam suatu pemecahan masalah dari permasalahan yang ada. Brainstorming dapat meningkatkan problem solving skills dari berbagai sudut pandang.

“Langkah yang pertama dari brainstorming yaitu comprehensive reading, melakukan pemahaman dari apa yang telah dibaca, bisa jurnal, artikel, buku, dan lainnya. Dari step ini kita bisa mendefinisikan masalah dan mendapatkan referensi.  Kemudian, accommodate some topics, semakin banyak topik dan sudut pandang akan semakin baik. Berikutnya diskusi, bagaimana cara mengulas permasalahan yang kira-kira dapat digunakan atau dipraktikkan,” jelasnya.

Langkah terakhir yang Ia bagikan yaitu evaluasi yang merangkum. Ia menganjurkan memiliki buku tersendiri untuk menuliskan ide-ide yang terpikirkan saat itu, ide tersebut dapat muncul dari manapun dan dapat dieksekusi kapan pun. Setelah brainstorming, selanjutnya adalah mengidentifikasi masalah.

“Identifikasikan masalah dari berbagai sudut pandang. Pada tahap ini harus dibuat batasan antara apa yang dibahas dan tidak agar tulisan kita spesifik dan tidak melebar kemana-mana. Setelah itu, cari data dan fakta pendukung, buat solusi, bangun kerangka berpikir, dan konsultasi serta eksekusi,” pungkasnya dalam webinar yang berlangsung pada Sabtu (17/7/2021).

Kemudian, materi berikutnya disampaikan oleh Atina Rahmawati, Ia memaparkan mengenai cara menulis karya tulis beserta tips dan triknya.

“Syarat penulisan karya tulis ilmiah itu harus logis, ditulis secara sistematis, objektif, dan etis  atau dapat mencakup sikap ilmiah. Lalu, struktur karya ilmiah terdiri atas judul, abstrak, pendahuluan, kajian pustaka, metode penulisan, pembahasan, penutup, daftar pustaka, dan lampiran,” terangnya.

Tingkatkan Iklim Menulis, BEM FT UNS Adakan Webinar Kepenulisan

Ia memberikan tips dalam menentukan judul, hendaknya judul mampu menggambarkan keseluruhan isi, deskriptif, dan inovatif. Biasanya, penggunaan singkatan atau akronim dapat menjadi poin yang menarik pada judul. Lalu, pada bagian abstrak harus bisa menggambarkan secara singkat karya tulis yang telah dibuat. Oleh karena itu, jangan memperbanyak latar belakang pada abstrak karena jumlah karakter pada abstrak sendiri juga terbatas.

“Cara menulis yang baik bisa diawali dengan visualisasi dan penjelasannya detail, great branding, dan runtut. Berikutnya alur dari umum ke khusus, gunakan data yang memperkuat argumentasi serta yakin karyamu adalah solusi yang paling tepat. komponen lain yang penting adalah menuliskan kebaruan, menggunakan PUEBI, buat grafik atau tabel agar lebih mudah dipahami, dan lakukan parafrase,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti