DP UNS Merilis Buku ‘The Disruption of Covid-19 in Indonesia’, Diterbitkan oleh Cambridge Scholars Publishing

DP UNS Merilis Buku ‘The Disruption of Covid-19 in Indonesia’, Diterbitkan oleh Cambridge Scholars Publishing

UNS — Dewan Profesor (DP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta merilis sebuah karya berupa buku berjudul “The Disruption of Covid-19 in Indonesia” yang diterbitkan oleh Cambridge Scholars Publishing (CSP), Inggris. Buku ini merupakan sumbangan pemikiran 13 Profesor UNS dari berbagai disiplin ilmu dengan Prof. Hywel Coleman dari The University of Leeds, U.K sebagai editor penasehat.

Buku ini merupakan kumpulan hasil penelitian dan kajian empiris dari berbagai disiplin ilmu, antara lain bidang sosial, budaya, politik, ekonomi, hukum, kedokteran, pendidikan dan lingkungan tentang musibah pandemi Covid-19 yang telah dirasakan oleh masyarakat dunia. Di sisi lain, buku ini juga merupakan terobosan kreatif inovatif berbagai model penanganan musibah yang berakar dari pengetahuan, tradisi, teknologi, dan budaya lokal untuk mengimbangi perspektif barat yang selama ini mendominasi.

Ketua DP UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa DP UNS memiliki komitmen besar ikut serta aktif mencari solusi terhadap berbagai permasalahan bangsa dan seluruh umat manusia dengan cara mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis keunggulan budaya nasional. “Saya terus mendorong semua anggota DP UNS untuk cancut taliwanda ‘bersegera mengerjakan tugas dan bekerja sama dengan segenap kemampuan yang dimiliki’ untuk meningkatkan rekognisi UNS sebagai Perguruan Tinggi berkelas dunia,” terang Prof. Suranto dalam rilisnya, Jumat (16/9/2022).

Prof. Suranto berharap supaya buku ini dapat dibaca dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Dunia.

Tujuan dari dirilisnya buku ini adalah untuk mendorong percepatan pemulihan dan kebangkitan dari keterpurukan pandemi Covid-19 yang selaras dengan semangat nasional ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’.

Adapun Para Profesor UNS yang berkontribusi dalam penulisan buku ini adalah Prof. Adi Sulistiyono, Prof. Izza Mafruhah, Prof. Wisnu Untoro, Prof. Hunik Sri Runing Sawitri, Prof. Chatarina Muryani, Prof. Diah Kristina, Prof. Winny Astuti, Prof. Adi Prayitno, Prof. Slamet Subiyantoro, Prof. Sariyatun, Prof. Leo Agung Sutimin, Prof. Suranto Tjiptowibisono, dan Prof. Pranoto. Humas UNS

Reporter: Adisti Daniella
Redaktur: Dwi Hastuti

Dewan Profesor Gelar Diskusi Tentang UNS Benteng Pancasila

Dewan Profesor Gelar Diskusi Tentang UNS Benteng Pancasila

UNSDewan Profesor (DP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Panitia Kerja (Panja) UNS Benteng Pancasila menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dengan tema “UNS sebagai Pelopor dan Benteng Pancasila” pada Jumat (19/8/2022) di UNS Inn. Kegiatan DP ini merupakan acara DKT putaran ke-5 dengan menghadirkan narasumber Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan Mantan Deputi Pengkajian dan Materi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Dr. Adji Samekto, serta Dosen Filsafat sekaligus Mantan Kepala Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dr. Heri Santoso.

Acara dibuka langsung oleh Ketua DP UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. DKT ini merupakan bagian dari program kerja DP UNS untuk mendukung UNS yang telah mendeklarasikan diri sebagai Kampus Pelopor dan Benteng Pancasila. Prof. Suranto dalam sambutannya menyatakan bahwa saat ini UNS telah membuktikan diri sebagai Kampus Pelopor dan Benteng Pancasila.

“UNS telah membuktikan diri sebagai Kampus Pelopor dan Benteng Pancasila dengan adanya enam tempat ibadah bagi enam pemeluk agama resmi di Indonesia di kampus UNS. Namun demikian hal ini perlu diperkuat lagi dengan konsep dan pemikiran yang akademis tentang UNS sebagai Pelopor dan Benteng Pancasila,” terangnya.

Dalam hal ini, sebagai Ketua Panja UNS Benteng Pancasila, Prof. Dr. Triyanto, S.H, M.Hum. menyatakan bahwa luaran dari DKT ini adalah Naskah Akademik UNS sebagai Pelopor dan Benteng Pancasila. Saat diskusi tersebut, Prof. Adji Samekto selaku narasumber menyampaikan materi tentang tantangan dalam reaktualisasi implementasi nilai-nilai Pancasila. Prof. Adji Samekto menyatakan bahwa dalam pembahasan ideologi Pancasila perlu dikaitkan dengan perubahan zaman dengan pendekatan induktif yang berawal dari kenyataan-kenyataan di masyarakat dan dilakukan dengan objektifikasi yang dapat dilakukan oleh kampus.

Dewan Profesor Gelar Diskusi Tentang UNS Benteng Pancasila

Begitu pula dengan Dr. Heri Santoso selaku Mantan Kepala Pusat Studi Pancasila UGM yang mengingatkan agar kampus tidak terjebak pada jargon-jargon Pancasila supaya tidak menjadi boomerang. UNS sebagai Pelopor dan Benteng Pancasila harus dibuktikan dengan karya-karya nyata tentang Pancasila oleh seluruh sivitas akademika UNS di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah seorang peserta DKT, Prof. Doddy Setiawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menyatakan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus memperhatikan kondisi mahasiswa sekarang yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Prof. Doddy menyampaikan bahwa anak-anak sekarang adalah generasi yang melek dengan teknologi, sehingga penanaman nilai-nilai Pancasila harus dengan pendekatan teknologi. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Komisi I DP UNS Lakukan Kunjungan Kerja ke IPB dan UI

Komisi I DP UNS Lakukan Kunjungan Kerja ke IPB dan UI

UNS — Komisi I Dewan Profesor (DP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan kunjungan kerja ke Dewan Guru Besar (DGB) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI). Kunjungan kerja tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua DP UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D., Sekretaris DP UNS, Prof. Dr. Cucuk Nur Rosyidi, S.T., M.T., Sekretaris Komisi II DP UNS, Prof. Dr. Dra. Suciati, M.Pd., dan Sekretaris Komisi III DP UNS, Prof. Dr. Sumarlam, M.S.

Dalam rilis yang diterima oleh uns.ac.id pada Senin (15/8/2022), Ketua Komisi I DP UNS, Prof. Dr. Drs. Eddy Heraldy, M.Si menyampaikan kegiatan kunjungan kerja tersebut dilaksanakan pada Kamis-Jumat (4-5/8/2022).

Setibanya di IPB, Komisi I DP UNS diterima langsung oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Arief Satria, S.P., M.Si., Ketua DGB IPB, Prof. Dr. Ir. Evy Damayanti, M.S., dan Sekretaris DGB IPB, Prof. Dr. drh. M. Agus Setiadi. Dalam kunjungan kerja tersebut, DGB dan Rektor IPB menekankan pentingnya harmonisasi antar Majelis Wali Amanat, Rektor, Senat Akademik, dan DGB untuk memajukan IPB.

Lebih lanjut, Prof. Cucuk juga menyampaikan selain bertukar informasi dengan DGB IPB, Komisi I DP UNS juga menyempatkan untuk melihat produk-produk hilirisasi riset dan melakukan tour kampus.

“Jadi selain kita saling bertukar informasi di sana, rombongan DP UNS juga menyempatkan diri untuk melihat produk-produk hilirisasi riset dan melakukan tour kampus ke Agribusiness and Technology Park dan Integrated Service Center,” ujar Prof. Cucuk.

Komisi I DP UNS Lakukan Kunjungan Kerja ke IPB dan UI

Sementara, dalam kunjungan kerja ke UI, Komisi I DP UNS diterima langsung oleh Ketua DGB UI, Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, Sekretaris DGB, beserta seluruh Ketua dan Sekretaris Komite yang ada di DGB UI. Pada kunjungan kerja tersebut, DGB UI menyampaikan tugas dan fungsi dari DGB UI, serta program kerja komite-komite yang ada. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Editor: Dwi Hastuti

Dewan Profesor UNS Gelar Webinar Bahas Kode Etik

Dewan Profesor UNS Gelar Webinar Bahas Kode Etik

UNS — Komisi II Dewan Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Webinar dan Lokakarya dengan tema Mengawal Integritas Dewan Profesor dengan Kode Etik. Kegiatan tersebut digelar secara luring dan daring di Ruang Sidang 2 Gedung Dr. Prakosa UNS, Rabu (13/7/2022).

Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya mengatakan, Kode Etik Dewan Profesor dibuat dengan tujuan menjaga martabat dan kredibilitas anggota Dewan Profesor serta mengarahkan anggota dalam melaksanakan setiap tugas dan kewajibannya. Ruang lingkup Kode Etik Dewan Profesor meliputi Kode etik kebebasan untuk menyampaikan berpendapat, Kode Etik tata tertib rapat, dan Kode Etik yang berkaitan dengan interaksi anggota Dewan Profesor.

Dewan Profesor UNS Gelar Webinar Bahas Kode Etik

Dalam rangka menegakkan Kode Etik Anggota Dewan Profesor perlu ditetapkan suatu “Tim Kehormatan” yang menjalankan fungsi pemeriksaan dan memutus dugaan pelanggaran perilaku maupun ucapan mengenai hal-hal yang diwajibkan, dilarang, atau tidak patut dilakukan oleh Anggota Dewan Profesor dan perangkat pendukung Dewan Profesor. “Maka dari Komisi II Dewan Profesor UNS sedang dalam proses penyusunan untuk mengusulkan Peraturan Dewan Profesor tentang Tim Kehormatan Dewan Etik Dewan Profesor. Dalam rangka melakukan evaluasi dan penyempurnaan dari sosialisasi kode etik dan telaah tim kehormatan kode etik dewan profesor, komisi II Dewan Profesor UNS menyelenggarakan Lokakarya dan Webinar dengan tema Mengawal Integritas Dewan Profesor dengan Kode Etik,” terang Prof. Suranto.

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. yang diwakili oleh Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. menyampaikan bahwa etika dalam berprofesi merupakan hal yang sangat penting keberadaannya. Karena etika ini yang akan menuntun seseorang untuk bekerja menjalankan tugasnya dengan baik. Orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Akan tetapi tanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi, profesi dapat dengan mudahnya disalahgunakan. Apalagi sosok Profesor yang diibaratkan sebagai guru, yakni digugu dan ditiru, sehingga harus bisa menjadi teladan dalam lisan, maupun dalam perbuatan.

Demikian juga, ketika seorang Profesor mengajar, tentu akan terjadi transfer dari dosen kepada mahasiswa. Muatan transfer ternyata tidak hanya ilmu yang menyangkut mata kuliah yang diajarkan saja, tetapi sampai transfer perilaku atau akhlak. Oleh karena itu, seorang Profesor tidak hanya sekadar menyiapkan ilmu dan pengetahuan yang relevan dengan kehidupan masa depan saja, melainkan pula harus mampu memberikan keteladanan kepada peserta didiknya tentang nilai-nilai luhur dalam kehidupan. Dan yang perlu dipahami oleh sejawat Profesor, bahwa tugas berat yang diembanya adalah membangun peradaban. Dipundak Profesorlah integritas moral dan keilmuanya dipertaruhkan. Sehingga layak kiranya jika komitmen seorang Profesor yang berupa kejujuran, keberanian, kepercayaan, penghormatan dan tanggungjawab harus menjadi marwah yang patut dan selayaknya untuk dipegang teguh.  Karena bagaimanapun juga integritas adalah ciri dari manusia pembelajar.

“Saya sangat setuju, bahwa kode etik Dewan Profesor harus dimaknai sebagai sebuah panduan yang akan menjaga integritas, martabat dan kredibilitasnya, supaya seluruh tugas, fungsi dan tanggungjawab terhadap ketatapamongan UNS dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga Webinar ini akan menghasilkan masukan dan rekomendasi penting bagi kepentingan penguatan tugas pokok dan fungsi organ Dewan Profesor UNS di masa depan,” terang Prof. Kuncoro.

Dalam webinar dan lokakarya ini menghadirkan dua penelaah yaitu Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, S.H.,M.A. yang merupakan Dewan Profesor Universitas Indonesia (UI) dan Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. Dewan Profesor UGM. Prof. Harkristuti menyampaikan mengenai pentingnya integritas akademik dalam setiap proses belajar mengajar karena berkaitan dengan integritas intelektual. Dalam mencapai pembelajaran dan keterampilan yang tepat, maka kewajiban tiap anggota komunitas akademik mentaati prinsip-prinsip etis tentang integritas intelektual, kebebasan akademik dan penghormatan terhadap hak-hak orang lain.

Dewan Profesor UNS Gelar Webinar Bahas Kode Etik

Sedangkan, Prof. Dr. Sigit Riyanto, S.H., LL.M. yang merupakan Dewan Profesor UGM menyampaikan bahwa guru besar itu statusnya dosen, tetapi berbeda karena jabatan fungsional tertinggi. “Esensinya adalah dosen, tetapi otoritasnya yang berbeda sebagai seorang guru besar, meskipun saat ini lebih fleksibel. Sebagai dosen, maka kode etik tersebut juga menjadi bagian dari kode etik dosen,” terang Prof. Sigit. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Dewan Profesor UNS Selenggarakan Evaluasi Kinerja 2022

Dewan Profesor UNS Selenggarakan Evaluasi Kinerja 2022

UNS — Rapat Evaluasi Kinerja Dewan Profesor (DP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyampaikan beberapa laporan dan usulan dari masing-masing komisi. Rapat berlangsung selama dua hari, Jumat (24/6/2022) hingga Sabtu (25/6/2022). Bertempat di Tawangmangu. Rapat Evaluasi Kinerja dibuka langsung oleh Ketua DP UNS, Prof. Drs. Suranto, M.Sc., Ph.D.

Pada kesempatan itu, Prof. Suranto menyampaikan tujuan penyelenggaraan kegiatan rapat. Pertama, beliau menuturkan bahwa ini menjadi langkah dini dalam mengetahui potensi kinerja yang mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Kedua, diskusi dalam rapat dapat membantu menemukan cara terbaik dalam mengatasi kendala yang ada. Hal tersebut agar program-program kinerja tetap dapat diwujudkan sampai akhir tahun 2022. Terakhir, rapat ini bertujuan menyiapkan kegiatan anggaran tahun 2023.

Komisi I DP UNS melaporkan kinerjanya tentang pemberian pertimbangan kenaikan jabatan kepada calon guru besar dan lektor kepala. Dalam laporan tersebut, bahwa hingga Juni 2022, DP UNS sudah memberikan pertimbangan kenaikan jabatan kepada lima orang calon guru besar dan tujuh calon lektor kepala. Bahkan, dua Surat Keputusan (SK) guru besar tersebut telah turun. Berikutnya, Komisi I DP UNS juga melaporkan pelaksanaan kegiatan webinar dengan topik akselerasi percepatan guru besar untuk dosen yang sudah lektor kepala. Terakhir, laporan yang disampaikan mengenai agenda Benchmarking ke Dewan Guru Besar PTNBH.

Dalam rapat ini, Komisi I DP UNS mengusulkan beberapa rancangan kegiatan pada 2023. Kegiatan tersebut antara lain pemberian pertimbangan kenaikan jabatan kepada para calon guru besar dan lektor kepala; Benchmarking Komisi I ke Dewan Profesor PTNBH, yakni ITS dan Unair; Webinar akselerasi percepatan Guru Besar untuk dosen yang sudah Lektor Kepala; dan Webinar Penulisan Artikel Non Fiksi untuk Media Massa.

Dewan Profesor UNS Selenggarakan Evaluasi Kinerja 2022

Komisi II DP UNS melaporkan capaian mereka dalam menyempurnakan Kode Etik DP. Rancangan tersebut pun telah disahkan menjadi Kode Etik Dewan Profesor tahun 2022. Berikutnya, mereka melaporkan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) pembahasan konsep Tim Kehormatan Kode Etik DP. Komisi II DP UNS juga melaporkan kegiatan FGD Kelompok Kerja (Pokja) 1 tentang Telaah Peraturan Rektor No. 64 Tahun 2020, yaitu organisasi dan tata kerja unsur dibawah rektor.

Adapun laporan Rapat Koordinasi (Rakoor) untuk pelaksanaan Sosialisasi Kode Etik Dewan Profesor tahun 2022 yang dibarengi dengan Telaah Tim Kehormatan Kode Etik Dewan Profesor dengan tajuk “Mengawal Integritas Dewan Profesor dengan Kode Etik”. Terakhir, laporan terkait persiapan studi banding berkaitan dengan “Kode Etik & Tim Kehormatan Kode Etik Dewan Profesor”.

“Komisi II DP UNS siap untuk terus aktif dalam mengembangkan pemikiran dan memberikan masukan kepada organ UNS terkait pengembangan UNS,” terang Prof. Suranto.

Dalam rapat tersebut, mereka memaparkan 3 poin, yakni memberikan masukan internalisasi SOTK UNS untuk penguatan manajemen internal, telaah dan rekomendasi untuk berpartisiasi dalam penguatan riset dan inovasi menuju entrepreneur university, serta pengusulan kajian keilmuan baru untuk memecahkan persoalan bangsa dengan interdisipliner, diantaranya “Master Program Sustainable Technologies & Business for Skin & Leather Industry” dan “Medical Engineering”.

Komisi terakhir, Komisi III DP UNS, menyampaikan laporan terkait webinar nasional yang bertema “Penguatan Identitas: Menjaga Integritas Moral Dan Etika Sivitas Akademika”. Webinar ini mengangkat 4 sub tema penting, yakni “Mengawal Integritas Moral Sivitas Akademika”, “Strategi Pembentukan Identitas Sivitas Akademika di Era Budaya Global”, “Tanggung Jawab Etika Moral di Kalangan Sivitas Akademika dalam Menjawab Permasalahan Bangsa” dan “Penguatan Identitas Moral Sivitas Akademika Melalui Sportivitas dan Prestasi”.

“Sesungguhnya kinerja Dewan Profesor UNS relatif baik dalam merealisasikan program, namun dalam konteks input dan kesiapan kegiatan per termin perlu didorong. Dari sisi pelaksanaan dan pelaporan harus menjadi terdepan, tetapi dalam konteks penganggaran perlu terus ditingkatkan,” ungkap Prof. Suranto. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti