Dosen FEB UNS Sampaikan Cara Pengendalian Inflasi Dalam Negeri

Dosen FEB UNS Sampaikan Cara Pengendalian Inflasi Dalam Negeri

UNS — Konflik Rusia-Ukraina beberapa waktu lalu mempengaruhi kenaikan harga pangan dan bahan bakar. Per Agustus 2022, inflasi Indonesia tercatat sebesar 4,69%. Lebih rendah dibandingkan inflasi pada bulan Juli 2022 sebesar 4,94%. Dampak inflasi sudah nyata dirasakan masyarakat. Kenaikan harga BBM yang baru saja diumumkan pemerintah sudah mulai membayangi kemungkinan inflasi akan lebih tinggi mengingat masih adanya kenaikan harga kebutuhan pokok.

Pengendalian inflasi menjadi hal yang penting untuk dilakukan pada momen ini. Karena itu, kolaborasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan MNC Trijaya FM Semarang menggelar Prime Topic Goes to Campus, Rabu (7/9/2022). Acara tersebut berupa dialog bersama DPRD Jawa Tengah. Dialog ini digelar di Ruang Werkudara Gedung Ki. Padmasusastra dengan mengambil tema “Mengendalikan Inflasi”.

Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sumanto; Kepala Biro Perekonomian Setda Jawa Tengah, Eddy S. Bramiyanto; serta Dosen Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Dr. Mulyanto, M.E.

Dosen Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Dr. Mulyanto, M.E. membeberkan 3 aspek pengendalian inflasi menurut Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), yakni aspek fungsi, aspek kondisi, dan aspek pelaku.

Dosen FEB UNS Sampaikan Cara Pengendalian Inflasi Dalam Negeri

Aspek fungsi berkaitan dengan sektor produksi, distribusi, dan konsumsi. Sektor produksi dinilai Dr. Mulyanto sebagai sektor terpenting. Produksi yang mampu mencukupi kebutuhan konsumen mencegah adanya situasi kelangkaan barang. Ia juga menjelaskan bahwa sektor konsumsi memiliki peran paling akhir dalam perannya mengendalikan inflasi.

“Konsumsi pasar ini paling akhir. Kalau punya uang dan barangnya ada, beli. Kalau tidak punya uang ya menunggu. Sehingga itu cara mengendalikan melalui fungsi,” tutur Dr. Mulyanto.

Aspek kondisi terhadap produk berkaitan dengan harga, informasi, dan stok. Ketersediaan barang menjadi hal terpenting menurut Dr. Mulyanto. Sedangkan harga barang memiliki peran paling akhir dalam aspek kondisi.

“Jadi kalau ingin harga itu tidak naik-naik ya stoknya diperbanyak. Harga akan terbentuk dari interaksi antara produksi dan konsumsi. Kalau produksinya seimbang dengan konsumsi, harganya akan pas. Semua nyaman,” jelasnya.

Aspek ketiga adalah pelaku, dimana pemerintah memiliki peran yang banyak. Peran tersebut dipegang oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bulog, dan TPID. Dari penjelasan Dr. Mulyanto, TPID memiliki peran terpenting. TPID penting untuk memberikan informasi serta berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait dalam pengendalian inflasi.

Lebih lanjut, Dr. Mulyanto menjelaskan bahwa masyarakat pada pekerjaan sektor informal menjadi kelompok rentan akan dampak inflasi. Kelompok ini umumnya memiliki pendapatan yang tidak menentu. Mereka akan mulai terdampak bila pendapatannya tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup saat inflasi terjadi.

Selama inflasi tidak diikuti dengan kesetaraan daya beli, akan ada golongan masyarakat yang terkorbankan dalam kesejahteraan.

Dosen FEB UNS Sampaikan Cara Pengendalian Inflasi Dalam Negeri

“Inflasi menjadi kebahayaan nasional ketika jumlahnya (orang) banyak dan sepakat untuk bergerak kemudian menuntut pemerintah agar tidak menaikkan harga,” imbuhnya.

Di tingkat daerah, Dr. Mulyanto menyampaikan beberapa strategi agar inflasi tetap dapat mendorong pengusaha berproduksi dan tidak memberatkan konsumen untuk membeli. Ia menjelaskan, usaha mencegah penimbunan, kelangkaan pasokan, dan pungutan liar. Selain itu upaya meningkatkan infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam menjaga rantai distribusi. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Redaktur: Dwi Hastuti

Dosen FH UNS Sampaikan Keuntungan Memiliki NIB Bagi UMKM

Dosen FH UNS Sampaikan Keuntungan Memiliki NIB Bagi UMKM

UNS — Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang juga sebagai Ketua Tim Riset Grup Hukum Administrasi dan Energi FH UNS, Dr. Fatma Ulfatun Najicha, S.H., M.H. menyampaikan pentingnya pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Keuntungan UMKM memiliki NIB mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat di luar sana. Padahal, NIB sangat penting untuk memperoleh legalitas usaha,” terang Dr. Fatma dalam awal paparannya.

Keuntungan UMKM memiliki NIB di antaranya mampu memfasilitasi pelaku usaha untuk menyimpan data perizinan dalam satu identitas. “Pelaku usaha tidak perlu membawa berkas persyaratan yang begitu banyak untuk mengurus perizinan. Cukup dengan menggunakan NIB sebagai salah satu dokumen yang dibutuhkan disertai dengan beberapa dokumen pendukung yang memang dibutuhkan. Dengan NIB, bisa mendapatkan akses untuk membuat izin lain, seperti operasional atau komersial,” terang Dr. Fatma.

Keuntungan kedua yakni mendapatkan dokumen lain. Selain mendapatkan NIB, perusahaan juga akan memperoleh berkas atau dokumen lain yang tentunya dibutuhkan. Hanya berlangsung 30 menit, pelaku UMKM akan memperoleh berbagai dokumen yang terdiri atas Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan atau Perorangan, apabila pemohon belum mempunyai, surat pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), secara otomatis terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, notifikasi kelayakan untuk mendapatkan fasilitas fiskal, surat izin usaha, misalnya untuk izin usaha di sektor perdagangan (Surat Izin Usaha dan Perdagangan (SIUP)),” jelas Dr. Fatma.

Kemudian keuntungan ketiga yakni mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan usaha. Para pelaku UMKM yang mempunyai Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) akan diberikan pendampingan oleh pemerintah atau lembaga yang berhubungan supaya usahanya bisa berkembang menjadi lebih besar. Selanjutnya keuntungan keempat memiliki NIB akan memudahkan akses pembiayaan ke lembaga keuangan bank dan non-bank. Pemilik usaha mikro dan kecil akan berkembang dan tentunya membutuhkan modal. Apabila mempunyai IUMK pelaku usaha memperoleh kemudahan dalam mengajukan pembiayaan kepada lembaga bank maupun non-bank. Permodalan tersebut bisa dipakai oleh pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.

“Keuntungan kelima yakni memudahkan pemberdayaan dari pemerintah pusat, daerah, dan lembaga lain. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun lembaga lain yang akan memberikan kemudahan kepada setiap pelaku UMKM. Pemberdayaan tersebut dilaksanakan supaya para pelaku usaha bisa mengembangkan usahanya. Serta keuntungan keenam memangkas waktu perizinan usaha. Hadirnya sistem Online Single Submission (OSS) dan NIB akan membantu proses perizinan usaha menjadi lebih cepat dan mudah,” terang Dr. Fatma.

Dr. Fatma melanjutkan bahwasanya dengan memakai sistem OSS, pelaku usaha akan mendapatkan kemudahan ketika mengurus perizinan karena persyaratan izin diseragamkan dan tak diharuskan untuk meninjau ulang dokumen. Sepanjang pelaku bisa memenuhi persyaratan yang diwajibkan, maka izin usaha bisa didapatkan dalam waktu yang lebih cepat.

“Terakhir keuntungan ketujuh yakni memiliki NIB akan memperoleh kepastian dan perlindungan dalam berusaha di lokasi yang sudah ditetapkan. Dengan mempunyai IUMK, maka para pelaku usaha kecil dan menengah akan memperoleh perlindungan secara hukum. Sehingga bisnis yang tengah dijalankan akan memberikan kepercayaan guna melaksanakan kerja sama dengan pihak lain,” kata Dr. Fatma.

Masa Berlaku NIB

Sebagaimana yang diungkapkan Dr. Fatma bahwasanya NIB berlaku selama para pelaku usaha masih menjalankan usahanya sesuai dengan   peraturan   perundangan   yang   berlaku.   Namun, pemerintah  akan mencabut NIB dan menyatakan bahwa nomor tersebut tak lagi berlaku apabila pelaku usaha ternyata melakukan penyimpangan atau menjalankan aktivitas yang tidak sesuai dengan data NIB, serta dinyatakan tidak sah atau batal berdasarkan dari putusan pengadilan dengan kekuatan hukum yang bersifat tetap.

“NIB adalah Nomor Induk Berusaha yang digunakan sebagai identitas pelaku usaha. Para pelaku usaha atau pemilik UMKM, sebaiknya segera mengurus NIB yang diterbitkan oleh lembaga OSS ini. Pembuatan NIB secara online tentu mempermudah tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan,” ucap Dr. Fatma.

Terakhir, Dr. Fatma menyampaikan bahwa pada dasarnya, pelaku usaha tidak akan mendapatkan sanksi karena tidak memiliki NIB. Namun, pelaku usaha yang tidak memiliki NIB tidak akan mendapatkan kemudahan yang dimiliki pelaku usaha yang memiliki NIB.

Dosen FH UNS Sampaikan Keuntungan Memiliki NIB Bagi UMKM

“Maka dari itu, NIB wajib dimiliki oleh seluruh pelaku usaha di Indonesia jika ia ingin bergerak dan berkembang secara legal. Karena dengan memiliki NIB, para pelaku UMKM bisa membuktikan legalitas Penanaman Modal atau Berusaha. Tentunya, NIB dapat diperoleh dengan tujuan legalitas dan mempermudah perkembangan bisnis melalui perizinan dan birokrasi. Terutama, NIB berguna untuk akses ekspor impor dan berlaku seumur hidup,” tukas Dr. Fatma. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Dosen UNS Implementasikan Hasil Pengembangan Model Multimedia Pembelajaran Interaktif untuk Guru PAUD

Dosen UNS Implementasikan Hasil Pengembangan Model Multimedia Pembelajaran Interaktif untuk Guru PAUD

UNS — Sejumlah dosen Program Studi (Prodi) PG-PAUD FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam tim pengabdian berhasil mengimplementasikan hasil pengembangan model multimedia pembelajaran interaktif bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Adapun, yang terlibat dalam tim ini adalah Dr. Upik Elok Endang Rasmani, M.Pd. selaku ketua tim pengabdian dengan anggota Dr. Siti Wahyuningsih, M. Pd., Novita Eka Nurjanah, M. Pd., dan Jumiatmoko, S. Pd., M. Pd. Mereka juga dibantu oleh beberapa asisten mahasiswa yaitu Putri Agustina, Milla Diah Putri Nazid, dan Yuanita Kristiani. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) Gugus 2 Aster yaitu di TK Warga Kecamatan Jebres Kota Surakarta yang berjumlah 8 TK yakni TK Warga Surakarta, PAUD Negeri Garuda, TK Kristen Widya Wacana II, TK Al-Islam 7, TK Siwi Peni 5, TK Masyitoh 2, PAUD Flamboyan, PAUD Cempaka.

“Pengabdian ini berlangsung sejak bulan April sampai Juli. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan kolaboratif, yaitu bekerja sama dengan mitra untuk merencanakan metode, tahap pelaksanaan, dan waktu melaksanakan pelatihan. Adapun, metode yang digunakan dalam pelatihan meliputi metode pemaparan ahli, diskusi, tanya jawab, praktik langsung, dan metode kunjung karya,” terang Dr. Upik, Sabtu (16/7/2022).

Tim pengabdian ini mengidentifikasi permasalahan yang muncul di TK Gugus 2 Aster Kecamatan Jebres. Mereka menemukan kelemahan dalam menerapkan multimedia pembelajaran interaktif dikarenakan kurangnya kemampuan guru dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Dr. Upik menerangkan bahwa fakta di lapangan menunjukkan selama ini guru hanya menggunakan multimedia pembelajaran sederhana seperti power point, media cetak, dan alat peraga edukatif sederhana.

Lebih lanjut, Dr. Upik menerangkan bahwa solusi yang mereka berikan adalah dengan mengadakan pelatihan multimedia pembelajaran interaktif bagi guru PAUD dan kepala sekolah.

“Solusi yang diberikan oleh tim pengabdian adalah dengan memberikan pelatihan multimedia pembelajaran interaktif bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini, serta kepala sekolah. Program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan hasil pengembangan model multimedia pembelajaran interaktif untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini agar guru memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai multimedia pembelajaran interaktif, sehingga mampu mengembangkan dan menerapkannya di dalam kelas,” terang Dr. Upik.

Kegiatan pengabdian ini terbagi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama yang dilakukan adalah menyusun soal pretest dan posttest untuk mengukur pemahaman guru tentang multimedia pembelajaran interaktif seperti Canva, Prezi, Google Classroom, Kinemaster, dan Scratch. Lalu, tim pengabdian menyusun instrumen angket untuk mengukur minat guru dalam merancang multimedia pembelajaran interaktif, kemudian mereka juga menyusun instrumen observasi untuk mengukur minat-minat guru terkait multimedia pembelajaran interaktif.

Pada tahap kedua yakni merencanakan dan menyusun multimedia pembelajaran interaktif yang disusun oleh guru secara kelompok dengan pendampingan. Tahap ketiga adalah pembuatan model multimedia pembelajaran interaktif secara individu dengan pendampingan. Tahap terakhir adalah pendampingan penerapan model multimedia pembelajaran interaktif. Pada tahap ini, peneliti mendatangi sekolah untuk mendampingi secara langsung penerapan model multimedia pembelajaran interaktif.

Dengan adanya penelitian ini, Dr. Upik berharap agar lembaga mitra pengabdian memiliki keterampilan dalam mengembangkan multimedia interaktif dalam kegiatan pembelajaran.

Dosen UNS Implementasikan Hasil Pengembangan Model Multimedia Pembelajaran Interaktif untuk Guru PAUD

“Semoga lembaga mitra pengabdian memiliki keterampilan dalam mengembangkan multimedia interaktif dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pada Pendidikan Anak Usia Dini,” terang Dr. Upik. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Dosen FP UNS Dampingi Kelompok Tani Kakao dan Pelaku Industri Bidang Pangan Berbasis Cokelat di Gunungkidul

Dosen FP UNS Dampingi Kelompok Tani Kakao dan Pelaku Industri Bidang Pangan Berbasis Cokelat di Gunungkidul

UNS — Dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mendampingi Kelompok Tani Kakao dan pelaku industri start-up bidang pangan berbasis olahan cokelat di Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Desa tersebut merupakan salah satu daerah penghasil Kakao di Kabupaten Gunungkidul.

Program ini dilakukan UNS selama dua tahun dengan anggota tim dari berbagai bidang ilmu. Pada tahun 2019, kegiatan dilakukan dengan bantuan pendanaan dari Kemenristek/BRIN dengan anggota Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, Dr. Sigit Prabawa, dan Mercy B. Yunindanova, M.Si. Kegiatan pada tahun 2019 berfokus pada aspek budidaya dan perawatan tanaman kakao, serta pascapanen dari buah kakao menjadi biji terfermentasi kering.

Pada tahun 2020, kegiatan dilakukan dengan bantuan pendanaan dari UNS dengan anggota Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, Guzti Fauza, Ph.D, dan Dian R. Affandi, S.TP., M.P. Kegiatan pada tahun 2020 berfokus pada aspek teknis pengolahan produk turunan kakao, termasuk ampyang cokelat, serta manajemen industri pangan yang meliputi cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB)  hygiene,  sanitasi, serta legalitas usaha.

Dosen FP UNS Dampingi Kelompok Tani Kakao dan Pelaku Industri Bidang Pangan Berbasis Cokelat di Gunungkidul

Salah satu kelompok tani kakao di daerah tersebut adalah Kelompok Tani Sidodadi yang dipimpin oleh Edy Suparjono. Sejauh ini, sebagian hasil panen kakao oleh kelompok tani dijual dalam bentuk biji kakao kering non-fermentasi atau terfermentasi dengan nilai tambah produk yang relatif kecil. Untuk meningkatkan nilai tambah produk kakao yang dihasilkan di desanya, pada Tahun 2019 para pemuda di Desa Putat mendirikan unit usaha start-up pengolahan kakao dengan nama UKM Semesta Rasa yang dipimpin oleh Panggih Triatmoko.

Para pendiri UKM Semesta Rasa ini sebenarnya adalah putra-putri dari para petani di Desa Putat. UKM ini dapat dianggap sebagai lini hilir dari Kelompok Tani Sidodadi. UKM Semesta Rasa merupakan UKM yang progresif dan aktif mengikuti berbagai perlombaan kewirausahaan, termasuk mencoba mengikuti Food Start-Up Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Tahun 2020, meskipun belum pernah menang karena masih banyaknya kendala dan perlu banyak perbaikan baik dari aspek teknis maupun menejemen.  Berdasarkan permasalahan yang kompleks tersebut dilakukan Program Kemitraan Masyarakat Kelompok Tani Kakao dan Pelaku Industri Start- Up Bidang Pangan Berbasis Olahan Cokelat di Desa Putat.

“Kegiatan pelatihan dilakukan baik secara teoritis maupun praktek. Salah satu hasil dari kegiatan ini adalah UKM Semesta Rasa bertrasnformasi menjadi UKM berbadan hukum dalam bentuk CV dengan nama CV Semesta Rasa Akselera,” terang Dr. Dimas di sela-sela acara pemaparan hasil penelitian di Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS, Kamis (7/7/2022).

Dalam kurun waktu 2 tahun, selain tranfer ilmu dari UNS ke mitra, perkenalan dengan berbagai peralatan dilakukan, dan selanjutnya peralatan tersebut diperbantukan kepada mitra. Peralatan yang diperbantukan antara lain set peralatan perawatan kebun kakao, kumbung pengering biji kakao system hybrid yang dapat memanfaatkan panas matahari dan panas dari kompor gas dan satu set peralatan pengolahan pangan. Hasil dari kegiatan ini mendapatkan apresiasi berupa best paper dalam Konferensi Nasional PKM-CSR 2021. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Dosen FP UNS Adakan Sosialisasi Reboisasi dengan Tanaman Mangga

Dosen FP UNS Adakan Sosialisasi Reboisasi dengan Tanaman Mangga

UNS — Dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Riset Grup Tanaman Pangan dan Perkebunan mengadakan sosialisasi reboisasi dengan tanaman mangga di pemukiman baru. Dalam kegiatan yang dilakukan di Tegal Asri RT 03/ RW 17, Kelurahan Banjarsari, Kota Surakarta ini menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Amara Gardenia.

Pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Prof. Supriyono dengan anggota Prof. Dr. Ir. Maria Theresia Sri Budiastuti, M.Si, Aprilia Ike Nurmalasari, S.P., M.Sc, dan Ir. Sri Nyoto, M.S.. Pada kegiatan awal, digelar sosialisasi tentang budi daya mangga. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Lurah Banjarsari, Endang Wahyuni dan Ketua KWT Amara Gardenia, Surini, dan 32 peserta lainnya.

“Hal yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini yaitu pertumbuhan pemukiman dan perumahan yang tidak terkendali sehingga menyebabkan perkembangan kota yang tidak sehat. Hal ini memiliki kecenderungan terjadi penyimpangan dalam penggunaan lahan. Konversi lahan pertanian, perkebunan, dan kehutanan sebagai ekosistem alami yang berfungsi sebagai daerah resapan berubah fungsi menjadi ekosistem urban berupa perumahan dan pemukiman,” jelas Prof. Supriyono ketika diwawancarai uns.ac.id, Rabu (6/7/2022).

Ia menambahkan bahwa salah satu dampak lingkungan yang ditimbulkan dengan berkurangnya daerah resapan air tersebut adalah terjadinya banjir dan erosi tanah. Mengingat berbagai potensi dampak lingkungan yang timbul akibat kurangnya resapan air, maka sebagai upaya dalam melakukan pengendalian tersebut dilakukan reboisasi.

Dosen FP UNS Adakan Sosialisasi Reboisasi dengan Tanaman Mangga

“Solusi yang kami tawarkan adalah reboisasi dengan tanaman mangga. Mangga merupakan tanaman hortikultura yang cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian antara 0-300 meter di atas permukaan laut sehingga cocok ditanam di wilayah Surakarta. Selain itu juga cocok untuk tumbuh di daerah dengan musim kering 2–8 bulan/tahun,” terangnya.

Prof. Supriyono juga menambahkan bahwa curah hujan yang dibutuhkan tanaman mangga antara 750—2.250 mm per tahun. Daerah dengan suhu antara 24 – 27° C merupakan tempat tumbuh yang baik untuk tanaman mangga. Tanah yang baik untuk budi daya mangga yaitu tanah gembur yang mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5—7.5.

Selanjutnya pada 7 April 2022, tim pengabdian dari Riset Grup Tanaman Pangan dan Perkebunan melakukan simulasi penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pembagian benih mangga yang berasal dari sambung pucuk. Jumlah benih mangga yang dibagikan berjumlah 100 benih mangga.

Dalam kegiatan ini, Prof. Supriyono menyampaikan bahwa masyarakat juga dapat melakukan sambung pucuk secara mandiri. Langkah pertama,  memilih batang bawah yang diameternya disesuaikan dengan besarnya batang atas. Kemudian,  batang bawah dipotong setinggi 20—25 cm dan pada batang bawah dibelah membujur sedalam atas permukaan tanah.

Dosen FP UNS Adakan Sosialisasi Reboisasi dengan Tanaman Mangga

“Sebanyak 2—2,5 cm kedua pangkal entres disayat sepanjang 2—2,5 cm hingga menyerupai huruf ‘V’ atau baji. Lalu, batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah, perhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah. Kemudian, pengikatan dengan tali plastik dari bawah ke atas agar air tidak masuk ke celah sambungan. Terakhir, sungkup dengan kantong plastik bening,” imbuhnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti