Brahmahardhika FKIP UNS Gelar Donor Darah untuk Masyarakat Umum

Brahmahardhika FKIP UNS Gelar Donor Darah untuk Masyarakat Umum

UNS — Brahmahardhika Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar Donor Darah dengan mengusung tema “Setetes Darah Sejuta Harapan”. Acara ini dibuka untuk mahasiswa UNS dan masyarakat umum bertempat di lobi gedung D FKIP UNS dengan menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan rilis yang diterima tim uns.ac.id Kamis (30/12/2021), Ketua Brahmahardhika, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan program rutin yang sebenarnya diadakan tiga bulan sekali, namun baru terlaksana bulan ini karena pandemi Covid-19. 

“Sebagai wujud dari pengabdian kami terhadap masyarakat. Donor darah yang dilaksanakan kali ini merupakan kegiatan donor darah yang pertama dari Brahmahardhika dalam periode kepengurusan 2021/2022,”  kata Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal mengatakan bahwa peserta yang dapat mendonorkan darah adalah masyarakat secara umum sekitar UNS yang menurut PMI masuk kriteria bisa donor.

“Untuk yang donor darah sendiri itu diperbolehkan dari masyarakat umum, entah itu dari masyarakat FKIP seperti mahasiswa, dosen, karyawan, staf, maupun masyarakat umum yang ingin melakukan donor darah,” terangnya.

Dengan terlaksananya kegiatan donor darah pada Jumat (24/12/2021) ini, Iqbal berharap mampu membuka hati masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama.

“Semoga masyarakat lebih terbuka lagi hatinya atau mungkin bisa lebih peduli satu sama lain bahwa di luar sana masih banyak orang-orang yang membutuhkan kita, salah satunya lewat donor darah ini,” ungkapnya. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Dukung UNS sebagai Kampus Inklusif, HMP PKh UNS Gelar Kegiatan Belajar Bahasa Isyarat

Dukung UNS sebagai Kampus Inklusif, HMP PKh UNS Gelar Kegiatan Belajar Bahasa Isyarat

UNS — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Khusus (Pkh) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan Belajar Bahasa Isyarat (BEBAS) yang dilaksanakan secara berkala mulai dari minggu pertama bulan November hingga minggu ketiga bulan Desember tahun ini. Acara ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh HMP PKh.

Kelas belajar bahasa isyarat ini dibagi menjadi dua yakni belajar bahasa isyarat dasar dan bahasa isyarat lanjutan. Penanggung jawab masing-masing yaitu Yasmine dan Annisa Wiguna. Kelas belajar bahasa isyarat menyasar mahasiswa dan umum dengan tujuan mengajarkan bahasa isyarat kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Studi (Prodi) PKh dan masyarakat umum agar dapat berkomunikasi dengan teman tuli.

Acara ini dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting. Kelas dilaksanakan selama tujuh pertemuan yang meliputi latihan bersama dengan tentor dimulai pada minggu pertama sampai minggu keenam. Kemudian, pada pertemuan ketujuh atau minggu terakhir, peserta mengikuti tes yang telah disiapkan oleh panitia untuk mengukur sejauh mana kemampuan mereka dalam berbahasa isyarat.

Ketua HMP PKh FKIP UNS, Ryandiasta berharap agar acara ini dapat membuat banyak orang memahami bahasa isyarat.

“Harapannya, semakin banyak orang yang paham tentang bahasa isyarat sehingga dapat berkomunikasi dengan teman tuli,” jelas Ryan, Kamis (30/12/2021).

Ryan juga menjelaskan rencana yang ingin dilaksanakan di tahun berikutnya.

 “Semoga kelas BEBAS ini terus diselenggarakan dan semakin banyak kuotanya. Mengingat semakin banyak orang di luar PKh yang berminat dengan acara ini, tapi sangat disayangkan karena kuota terbatas. Selain itu, semoga pandemi cepat berakhir sehingga kelas BEBAS dapat dilaksanakan secara luring,” pungkas Ryan. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Bangun Sikap Positif Mahasiswa, Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNS Gelar Webinar

Bangun Sikap Positif Mahasiswa, Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNS Gelar Webinar

UNS — Program Studi (Prodi) Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar dengan mengusung tema “Menjadi Mahasiswa yang Berperan Not Baperan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting pada Minggu (26/12/2021).

Webinar dibuka dengan sambutan oleh Nur Rahmi Akbarini, S.Pd., M.Pd selaku perwakilan dari Kepala Program Studi (Kaprodi) PAP FKIP UNS. Dalam sambutannya, ia berharap agar webinar ini dapat membuat mahasiswa menjadi pihak yang berperan di manapun berada.

“Harapannya setelah adanya webinar ini, Anda bisa menjadi mahasiswa yang bisa berperan baik di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun bagi bangsa, dan negara kita,” jelas Nur dalam sambutannya.

Pembicara pertama yang dihadirkan adalah Nuzulul Ilma, ia tergabung dalam Alehra Research Project for BPJS Ketenagakerjaan. Pada kesempatan ini, Ilma menyampaikan materi bertajuk “Baperan dan Berperan di Lingkup Mahasiswa”.

“Kalau ngomongin soal peran, semua manusia tidak lepas dari yang namanya peran. Peran kita sebagai hamba, anak, mahasiswa, dan banyak lagi peran yang melekat dalam diri kita. Bahkan, manusia dapat dibilang multiperan karena kita punya banyak peran dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan,” jelas Ilma.

Bangun Sikap Positif Mahasiswa, Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran UNS Gelar Webinar

Ilma juga menjelaskan tentang dampak negatif apabila seseorang tidak dapat mengelola emosi negatif, yakni berpengaruh pada kesehatan mental dan sulit bekerja sama. Lebih lanjut, ia memberikan solusi yang dapat dilakukan untuk belajar mengelola emosi, yaitu dengan melakukan journaling, olahraga, dan meditasi.

Pembicara kedua adalah Arwan Gunawan yang merupakan guru ahli pertama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kersana. Arwan menyampaikan materi dengan tema “Menjadi Mahasiswa Baperan atau Berperan”.

“Baperan disebabkan karena ketidaksesuaian antara real self dan ideal self,” jelas Arwan.

Arwan menyebutkan beberapa cara untuk mengatasi fenomena membawa perasaan (baper) di kalangan mahasiswa, yakni dengan mulai belajar mencintai diri sendiri, berhenti menunda-nunda pekerjaan, bersyukur dan membuang kebiasaan mengeluh, mengisi waktu luang dengan hal bermanfaat, membangun energi positif dalam diri, dan selalu percaya bahwa apa yang dilakukan pasti ada hikmahnya. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Visiting Lecture Prodi PGSD UNS Hadirkan Dosen Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia

Visiting Lecture Prodi PGSD UNS Hadirkan Dosen Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia

UNS — Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan “Visiting Lecture Techno Educare #2”. Kegiatan ini turut mengundang Dr. Mazarul Hasan Mohamad Hanapi selaku Dosen Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Tanjong Malim, Malaysia. Acara berlangsung melalui Zoom Cloud Meeting dan turut disiarkan melalui kanal Youtube PGSD FKIP UNS.

Dr. Mardiyana, M.Si., selaku Dekan FKIP UNS dalam sambutannya menekankan pentingnya mempelajari kemajuan teknologi pada era revolusi industri 4.0 ini. Pandemi Covid-19 menuntut semua pihak untuk dapat memanfaatkan teknologi di semua lini, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran. Harapan besar untuk terjalinnya pertukaran mahasiswa dan dosen antara FKIP UNS dan UPSI juga disampaikan Dr. Mardiyana.

“Sangat bagus kalau adik-adik mahasiswa bisa belajar secara langsung. Sehingga tidak hanya belajar ilmunya saja tetapi bagaimana belajar budaya di Malaysia. Praktik-praktik baik yang ada di Malaysia saya kira bisa dipelajari secara langsung,” ucap Dr. Mardiyana, Selasa (21/12/2021).

Acara berlanjut pada pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Mazarul Hasan. Ia menyampaikan peran penting dari teknologi dalam meningkatkan tingkat pemahaman belajar siswa. Kehadiran teknologi tentu menarik minat siswa untuk belajar.

Berbagai macam fitur pembelajaran berbasis teknologi memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda untuk siswa. Teknologi membuka pemikiran kritis siswa terkait cara penyampaian pendidikan terkini. Kelebihan lain yang ditawarkan adalah penyelenggaraan waktu pembelajaran yang lebih fleksibel.

Dalam membangun pembelajaran berbasis digital, Dr. Mazarul Hasan mendorong seluruh pelaksana kegiatan pembelajaran memanfaatkan berbagai bentuk aplikasi yang tersedia. Di Malaysia, beberapa aplikasi seperti Google Classrom, Schoology, Edmodo, dan lainnya lazim digunakan sebagai sarana kegiatan belajar mengajar. Gambaran pembelajaran berbasis digital pun perlu untuk mengalami penyesuaian. Upaya ini diambil untuk menarik minat siswa dalam belajar.

Terdapat dua tantangan utama yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, yaitu keterampilan teknis dan perubahan sikap. Permasalahan teknis dapat diminimalisir dengan penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran berbasis digital yang cukup.

Visiting Lecture Prodi PGSD UNS Hadirkan Dosen Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia

“Kendala yang paling sulit untuk terlaksananya pembelajaran digital di sekolah adalah berkaitan dengan kemampuan murid itu sendiri. Sebab, di Malaysia, tidak semua orang tua itu mampu menyediakan kemudahan-kemudahan untuk anak-anak mereka,” terang Dr. Mazarul Hasan.

Tantangan berikutnya adalah perubahan sikap siswa yang berkaitan dengan proses adaptasinya. Adaptasi terhadap penggunaan teknologi dinilai memerlukan waktu yang berbeda bagi setiap orang. Menurut Dr. Mazarul Hasan, tidak semua orang mampu beradaptasi tepat waktu walaupun fasilitas penunjang yang diberikan telah tersedia.

Dr. Mazarul Hasan menutup pemaparannya dengan mendorong pengembangan kajian yang berkenaan dengan penggunaan teknologi dalam penyelenggaraan pembelajaran. Hal ini karena norma kehidupan yang berlangsung dalam dunia pendidikan telah ikut berubah seiring masuknya teknologi di dalamnya. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Himadistra FKIP UNS Bagikan Tips Manajemen Waktu

Himadistra FKIP UNS Bagikan Tips Manajemen Waktu

UNS — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran (Himadistra) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar secara daring melalui Zoom Cloud Meeting pada Sabtu (20/11/2021). Webinar ini mengusung tema “Pentingnya Manajemen Waktu dalam Kehidupan Mahasiswa”.

Webinar dibuka secara langsung oleh Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M.Si. selaku Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan. Dalam sambutannya, Prof. Slamet menyampaikan pentingnya waktu.

“Waktu itu kalau tidak dimanfaatkan, ibaratnya seperti pedang yang akan mengbunuh kita. Waktu itulah yang akan membentuk, menempa, dan mendorong kita untuk menulis tinta emas di lembaran kita masing-masing. Siapapun yang menghargai dan disiplin, mampu mengelola waktu dengan sebaik-baiknya maka akan mendapatkan hasil yang terbaik,” ucap Prof. Slamet dalam sambutannya.

Himadistra FKIP UNS Bagikan Tips Manajemen Waktu

Acara ini menghadirkan Roulina Br Sihaloho, S.Pd. selaku pembicara pertama yang menyampaikan materi bertajuk “Manajemen Waktu: Memulai atau Menyesal”. Roulina menyampaikan apa itu manajemen waktu.

“Manajemen waktu adalah pengaturan diri dalam menyikapi waktu seefektif dan seefisien mungkin dengan melakukan penjadwalan, memiliki kontrol atas waktu, membuat skala prioritas, keinginan yang terorganisir, dan tidak menunda-nunda pekerjaan,” jelas Roulina.

Menurutnya, dengan melakukan manajemen waktu, seseorang dapat meningkatkan keteraturan hidup, percaya diri, dan lebih disiplin. Dalam memanajamen waktu, tentu terdapat hambatan-hambatan yang ditemukan seperti enggan keluar dari zona nyaman, ajakan nongkrong, media sosial, adanya kegiatan yang mendadak, dan lingkungan belajar.

“Seseorang yang memiliki manajemen waktu yang baik akan memiliki sifat kreatif, inovatif, kualitas hidup, dan kepribadian yang baik,” terang Roulina.

Himadistra FKIP UNS Bagikan Tips Manajemen Waktu

Selanjutnya, materi disampaikan oleh Riana Isti Muslikhah, M.Pd. selaku dosen di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Riana memaparkan materi dengan tajuk “Manajemen Waktu bagi Mahasiswa”. Menurutnya, semua orang memiliki persediaan waktu yang sama.

“Kita semua mempunyai persediaan waktu yang sama. Beberapa orang dalam situasi kerja yang sama, dapat menghasilkan waktu dalam kondisi yang sama pula, namun prestasi yang dihasilkan tentu akan berbeda. Waktu yang terlewat tidak akan kembali lagi. Umumnya, waktu digunakan pada pekerjaan yang disenangi semata,” ungkap Riana.

Selanjutnya, Riana menyampaikan materi mengenai pentingnya manajemen waktu, manfaat manajemen waktu, dan skala prioritas. Pemaparan dari Riana diakhiri dengan sesi tanya jawab. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita

Editor: Dwi Hastuti