Mahasiswa Farmasi UNS Ciptakan Plester Microneedle dari Tanaman Daun Afrika untuk Penderita Diabetes Melitus

Mahasiswa Farmasi UNS Ciptakan Plester Microneedle dari Tanaman Daun Afrika untuk Penderita Diabetes Melitus

UNS — Empat mahasiswa S-1 Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat inovasi pengobatan Diabetes Melitus. Inovasi tersebut menggunakan teknologi Microneedle Transdermal Patch yang berisi senyawa 11 beta dan 13 dihydrovernolide dari tanaman daun afrika. Mereka adalah Amalia Daryati, Meila Tunjung Suryaningrum, Ahmad Prakoso, dan Ikke Rahmandita.

Amalia dan timnya memanfaatkan tanaman daun afrika yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar secara lebih canggih dan praktis. Inovasi baru tersebut dilatarbelakangi karena keprihatinan rendahnya kepatuhan mengonsumsi obat bagi para penderita Diabetes Melitus.

“Kepatuhan konsumsi obat merupakan tonggak utama keberhasilan pengobatan penyakit, khususnya Diabetes Melitus. Faktor ketidaktepatan bentuk sediaan yang diberikan dan faktor lupa karena umur menjadi salah satu penyebab menurunnya kepatuhan minum obat. Sediaan yang mudah dipakai dan nyaman serta dapat memberikan efek terapi dalam jangka yang cukup panjang merupakan sebuah solusi yang sangat dibutuhkan saat ini,” jelasnya, Senin (28/11/2022).

Amalia dan timnya tersebut tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM RE) di bawah bimbingan apt. Syaiful Choiri, S.Farm., M.Pharm.Sci.

“Sistem microneedle dapat membuat obat mampu menembus lapisan stratum corneum kulit dan selanjutnya melebur sehingga zat aktif yang di dalamnya dapat keluar dari sistem dan masuk ke peredaran darah. Selain itu, senyawa yang sifatnya nonpolar dibuat menjadi sistem nanoemulsi yang dapat meningkatkan permeabilitas senyawa 11 beta dan 13 dihydrovernolide,” terangnya.

Sistem microneedle tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat utamanya pada terapi jangka panjang. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim PKM RE UNS ini menunjukkan bahwa nanopartikel patch transdermal nanoemulsi menunjukkan penurunan yang lebih baik, yaitu sekitar 60% dari kadar glukosa awal dibanding kelompok dengan patch transdermal non nanoemulsi yang hanya turun sekitar 20%. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Dosen Farmasi UNS: Pastikan Keamanan Obat Lewat KLIK

Dosen Farmasi UNS: Pastikan Keamanan Obat Lewat KLIK

UNS — Peran teknologi saat ini memudahkan masyarakat dalam melakukan pengobatan sendiri atau swamedikasi. Pengobatan secara mandiri tersebut biasanya dilakukan untuk penyakit-penyakit ringan dengan tujuan mengurangi gejala. Swamedikasi boleh dilakukan, tetapi harus dilakukan secara tepat dengan mengetahui keamanan obat yang akan dikonsumsi.

Untuk memastikan keamanan obat yang akan dikonsumsi, Dosen Program Studi (Prodi) S-1 Farmasi Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Apt. Yeni Farida, M.Sc. mengatakan ada empat hal yang harus dicek terlebih dahulu. Keempat hal yang harus dicek adalah kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa atau yang biasa disingkat dengan Cek KLIK.

Hal pertama yang harus dicek yakni kemasan obat. Masyarakat perlu memastikan kemasan dalam kondisi baik dan tidak rusak. Jika obat dalam kondisi tidak baik atau rusak, sebaiknya tidak digunakan atau minta diganti dengan kemasan yang lebih baik.

Selanjutnya, hal yang harus dipastikan adalah informasi dalam label obat. Dalam mengecek informasi dalam label, masyarakat diimbau untuk memastikan 5 O yaitu obat ini apa nama dan kandungannya, indikasi dan khasiatnya, dosis atau takarannya, cara menggunakannya, serta efek sampingnya.

Setelah mengetahui informasi dalam label obat, hal selanjutnya yang harus dicek adalah izin edar obat. Pastikan obat telah memiliki izin edar atau terdaftar secara resmi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Pengecekan izin edar obat dapat dilakukan melalui gawai masing-masing dengan mengakses laman https://cekpom.go.id,” terang Apt. Yeni Farida, Jumat (25/11/2022).

Terakhir, hal yang harus dicek sebelum mengonsumsi obat adalah tanggal kedaluwarsanya. Pastikan obat yang akan dikonsumsi tidak melewati tanggal kedaluwarsanya. Jika obat telah kedaluwarsa, sebaiknya segera singkirkan atau buang obat tersebut demi keamanan kesehatan diri. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Redaktur: Dwi Hastuti

Tim PKM-RE UNS Mengembangkan Material Teragnostik untuk Penyakit Kanker dari Limbah Ampas Kopi

Tim PKM-RE UNS Mengembangkan Material Teragnostik untuk Penyakit Kanker dari Limbah Ampas Kopi

UNS — Sejumlah  mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa kategori Riset Eksakta (PKM-RE) melakukan riset mengenai pengembangan material teragnostik untuk penyakit kanker berbasis Carbon Quantum Dots dari limbah ampas kopi. 

Adapun tim PKM-RE UNS ini terdiri dari mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang terdiri dari Chusna Nur Yuliantika yang berasal dari Program Studi (Prodi) Kimia, Diah Ayu Nurkhasanah dari Prodi Kimia, Galih Widiyanto dari Prodi Kimia, dan Niken Larasati dari Prodi Farmasi.

Sementara dalam penelitian ini melibatkan dosen Prodi Kimia UNS, Dr. rer. nat. Fajar Rakhman Wibowo, S.Si., M.Si. sebagai dosen pembimbing. Penelitian dilakukan dari bulan Juni -September 2022 bertempat di Sub Laboratorium Kimia UNS.

“Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jumlah coffee shop yang sedang menjamur akibat tren coffee shop itu sendiri. Hal ini berakibat pada meningkatnya limbah ampas kopi hasil produksi. Sayangnya limbah ampas kopi inilah yang masih belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, limbah ampas kopi mengandung carbon sejumlah ±56%,” ujar Ketua tim PKM-RE UNS, Chusna Nur Yuliantika, Selasa (27/9/2022).

Berangkat dari hal ini, maka pada penelitian ini dilakukan sintesis Carbon Quantum Dots dari limbah kopi. Carbon Quantum Dots merupakan material diagnostik yang dapat memendarkan cahaya. Carbon Quantum Dots yang kemudian dikonjugasi dengan Mesoporous Silica Nanoparticles/MSN serta Polimer Poly Allylamine Hydrochloride sebagai sistem “buka tutup” yang sensitif terhadap pH. MSN sendiri merupakan material mesoporous dengan pori yang cocok sebagai material pembawa. Adapun hal ini bertujuan agar obat dapat ditargetkan untuk dapat lepas pada pH asam atau pH sel kanker, yaitu pada pH 4.

Tim PKM-RE UNS Mengembangkan Material Teragnostik untuk Penyakit Kanker dari Limbah Ampas Kopi

Chusna Nur Yuliantika menambahkan bahwa saat ini telah berhasil dilakukan sintesis Carbon Quantum Dots sekaligus Carbon Quantum Dots yang terkonjugasi dengan material Mesoporous Silica Nanoparticles dan Poly Allylamine Hydrochloride. 

“Hasil yang diperoleh cukup baik karena ketiganya terkonjugasi dengan baik terlihat dari hasil karakterisasi yang dilakukan. Rilis obat menggunakan kurkumin dengan material hasil riset juga telah dilakukan pada pH normal dan pH kanker. Penelitian selanjutnya adalah pengujian secara in vitro untuk menguji efekasi kandidat obat terhadap sel kanker,” lanjut Chusna Nur Yuliantika.

Lebih lanjut, hingga saat ini hasil menunjukkan bahwa material teragnostik yang dikembangkan memiliki potensi yang baik. 

Tim PKM-RE UNS Mengembangkan Material Teragnostik untuk Penyakit Kanker dari Limbah Ampas Kopi

“Kami berharap dengan dilakukannya riset ini dapat membantu pengembangan diagnosis dan pengobatan kanker di Indonesia, serta meningkatkan angka kesembuhan terhadap kanker. Tentunya, ke depan masih diperlukan adanya pengembangan terhadap material yang dibuat agar lebih fleksibel penggunaanya bagi masing-masing jenis kanker,” pungkas Chusna Nur Yuliantika. Humas UNS

Reporter:  Lina Khoirun Nisa
Redaktur: Dwi Hastuti

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

UNS — Sebanyak 2.860 peminat dinyatakan lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2022, pada Kamis (23/6/2022).

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho didampingi Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus dan Kepala UPT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Prof. Hadiwiyono saat melakukan Jumpa Pers di hadapan media di Ruang Sidang 4 Gedung dr. Prakosa Rektorat, Kamis (23/6/2022) mengatakan, jumlah peminat SBMPTN UNS tahun 2022 sebanyak 53.358. Jumlah yang lolos seleksi SBMPTN UNS tahun 2022 adalah sebanyak 2.860 atau 5,36 % dari jumlah peminat. Peminat SBMPTN UNS naik sebesar 6,75 % (3.375 peminat) dari 49.983 pada tahun 2021 menjadi 53.358 pada tahun 2022. Angka Keketatan Persaingan (AKP) SBMPTN UNS naik dari 1:18 pada tahun 2021 menjadi 1:19 pada tahun 2022

“Alhamdulillah, secara nasional Universitas Sebelas Maret masuk 10 besar dengan nilai rerata UTBK tertinggi pada bidang Saintek. Peringkat ini naik dibandingkan tahun lalu yaitu dari peringkat 8 nasional pada tahun 2021 naik menjadi peringkat 7 nasional pada tahun 2022 terang Prof. Jamal.

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Jumlah 53.358 peminat SBMPTN 2022 UNS ini terdiri dari kelompok Saintek sebanyak 27.403 peminat dan kelompok Soshum sebanyak 25.955 peminat. Saintek yang lolos 1.416 orang dan Soshum yang lolos 1.444 orang. Untuk angka keketatan Saintek 1: 19 dan Soshum 1 : 18.

Terdapat sepuluh Program Studi (Prodi) dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Saintek UNS yaitu Prodi Farmasi 1:55, Kedokteran 1: 46, Informatika 1: 35, Kebidanan 1: 34, Psikologi 1:33, Ilmu dan Teknologi Pangan 1: 26, Teknik Industri 1:25, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) 1: 23, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 1: 21 dan Statistika 1: 21

Sepuluh Prodi dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Soshum UNS yaitu Prodi Manajemen 1: 47, Ilmu Komunikasi 1: 47, Hubungan Internasional 1:36, Bimbingan dan Konseling 1: 32, Akuntansi 1: 28, Sastra Inggris 1: 28, Ilmu Administrasi Negara 1: 25, Pendidikan Administrasi Perkantoran 1:23, Sosiologi 1: 22 dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Surakarta 1:20.

Pendaftar yang lolos seleksi diharapkan untuk segera melakukan tahapan selanjutnya dengan membuka laman http://spmb.uns.ac.id. Jadwal kegiatan registrasi mahasiswa baru yang lolos seleksi SBMPTN 2022 adalah sebagai berikut. Jadwal pengisian biodata pada 24-29 Juni 2022, pengumuman Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada 24-29 Juni 2022, permohonan perubahan UKT pada 24-29 Juni 2022, penetapan UKT perubahan pada 1 Juli 2022, pembayaran UKT dan registrasi online pada 24 Juni 2 Juli 2022.

“Saya ucapkan selamat kepada yang sudah diterima. Bagi yang belum diterima SBMPTN bisa mendaftar UNS melalui Seleksi Mandiri (SM) UNS jalur UTBK, Jalur Ujian Tulis, dan Jalur kelas internasional untuk Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen. Informasi mengenai persyaratan dan tata cara SM UNS Tahun 2022 dapat dilihat pada laman http://spmb.uns.ac.id,” ujar Prof. Jamal. HUMAS UNS

Reporter: Dwi Hastuti/ Bayu Aji Prasetya

Kombinasikan Temu Kunci dan Serai menjadi Antiacne Gel, Mahasiswa UNS Raih Medali Emas GloCoLiS 2022

Kombinasikan Temu Kunci dan Serai menjadi Antiacne Gel, Mahasiswa UNS Raih Medali Emas GloCoLiS 2022

UNS — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Baru saja, tiga mahasiswa dari Sekolah Vokasi (SV) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) meraih medali emas dalam kompetisi tingkat internasional. Mereka adalah Putri Indah Nurani dari Program Studi (Prodi) D-3 Farmasi SV, Millenia Trias Puspa Rukmi dari Prodi Kimia FMIPA, dan Mariyam Noor dari Prodi Farmasi FMIPA UNS.

Kompetisi yang mereka ikuti yaitu Global Competition for Life Sciences (GloCoLiS) 2022 yang berlangsung di Surabaya pada 9—12 April 2022 di Surabaya. Saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Senin (25/4/2022), Putri Indah mengatakan bahwa mereka membuat gel dari bahan aktif ekstrak temu kunci dan serai yang dibuat dalam bentuk nanopartikel.

“Namanya Antiacne Gel Innovation from Fingerroot and Lemongrass as a Solution for Maskne atau Citranda. Kombinasi temu kunci dan serai memiliki efek antibakteri yang lebih optimal dibandingkan jika terpisah. Kombinasi tersebut kami aplikasikan ke dalam bentuk sediaan gel sehingga dapat bermanfaat sebagai antiacne gel. Kami buat dalam bentuk nanopartikel sehingga memiliki efek yang lebih optimal,” jelasnya.

Putri menjelaskan bahwa ide tersebut dilatarbelakangi karena pandemi yang mengharuskan masyarakat mengenakan masker untuk menangkal droplets pembawa virus dan bakteri. Namun, di sisi lain droplet yang terjebak di dalam masker juga dapat menimbulkan masalah baru karena menyebabkan kulit yang tertutup masker menjadi lembab dan sensitif. Salah satu bakteri yang muncul dari saluran pernafasan adalah Staphylococcus aureus dan Escherichia Coli. Bakteri tersebut dapat memicu timbulnya jerawat atau yang disebut maskne.

“Serai wangi dan temu kunci memiliki aktivitas antibakteri karena ekstrak yang dihasilkan mengandung senyawa aktif seperti saponin, polifenol, flavonoid, dan minyak atsiri. Senyawa tersebut berperan mendenaturasi sel bakteri sehingga dapat merusak membran sel tanpa memperbaiki lagi. Zat aktif yang terdapat pada serai wangi dan temu kunci dapat diaplikasikan sebagai salah satu sediaan farmasi, salah satunya adalah dalam bentuk gel antiacne nano emulsi yang mana kami jadikan inovasi dalam menangani maskne,” terang Putri.

Kombinasikan Temu Kunci dan Serai menjadi Antiacne Gel, Mahasiswa UNS Raih Medali Emas GloCoLiS 2022

Putri dan timnya mengaku sangat bangga dan senang atas torehan prestasi tersebut. “Apalagi kalau me-rewind perjuangan untuk mendapat predikat tersebut memanglah butuh upaya yang cukup karena harus membagi waktu dan tenaga dengan project serta kegiatan lainnya. Semoga Citranda tidak hanya berhenti di sini, tapi suatu saat bisa dipatenkan dan dapat diproduksi serta didistribusi,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti