Dewan Profesor Adakan FGD peran UNS sebagai Pelopor dan Benteng Pancasila

Dewan Profesor Adakan FGD peran UNS sebagai Pelopor dan Benteng Pancasila

UNS — Dewan Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini berlangsung secara luring di Ruang Jolonidi, Lor Inn Hotel Karanganyar, Kamis (9/12/2021). FGD tersebut bertujuan untuk mendiskusikan peran UNS sebagai pelopor dan Benteng Pancasila.

Dalam FGD tersebut, turut hadir Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho; Wakil Rektor Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi UNS, Prof. Sajidan; Wakil Ketua Majelis Wali Amanat UNS, Prof. Hazan Fauzi; Ketua Senat Akademik UNS, Prof. Adi Sulistiyono; dan Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Suranto.

Dalam sambutannya, Prof. Jamal mengatakan bahwa kampus sudah selayaknya memiliki komitmen untuk melaksanakan dan mengawal pembentukan karakter bangsa.

“Kampus adalah miniatur masyarakat karena terdapat berbagai orang dengan latar belakang, ras, agama, pemikiran, ideologi,  dan kepentingan berbeda yang berkumpul dalam sebuah sistem,” kata Prof. Jamal.

Rektor UNS menambahkan bahwa simbol miniatur sejati sebuah bangsa telah dihadirkan di UNS, yakni dengan hadirnya enam tempat ibadah yang saling berdekatan. Keenam tempat ibadah tersebut adalah Masjid, Gereja Katolik, Gereja Kristen, Pura, Vihara, dan Klenteng.

“Melalui pendidikan Pancasila yang benar dan kuat, kami yakin dapat mewujudkan kehidupan masyarakat kampus yang humanis dan ramah perbedaan, yang senantiasa menjunjung tinggi sikap dan nilai-nilai toleransi, tepo seliro, kebersamaan, dan kekeluargaan. 

Seusai sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Prof. Pujiyono. Dalam diskusi ini, seluruh peserta secara bergantian menyampaikan ide dan gagasannya dalam memaknai UNS sebagai Benteng Pancasila. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Prof. Hasan bahwa nilai-nilai yang ada dalam Pancasila harus diamalkan oleh seluruh sivitas akademika UNS. Implementasi tersebut dapat dilakukan dengan hal-hal kecil yang dijumpai di lingkungan baik rumah maupun lingkungan akademis.

Sementara itu, Prof. Susy Susmartini juga menyebutkan contoh implementasi Benteng Pancasila yang diterapkan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) binaannya, yaitu Voca Erudita. Meskipun anggotanya puluhan, tetapi mereka dapat tampil kompak dengan segudang prestasi. Prof. Susy mengatakan bahwa salah satu nilai yang dijunjung tinggi oleh Voca Erudita adalah kebersamaan.

Dewan Profesor Adakan FGD peran UNS sebagai Pelopor dan Benteng Pancasila

“Anggotanya banyak dan dari berbagai latar belakang. Tapi mereka bisa tampil kompak, kunci utamanya adalah kebersamaan. Jadi, sebelum ada konser atau kompetisi, mereka satu sama lain menyampaikan unek-uneknya. Pokoknya apa saja yang ngganjel silakan disampaikan ke temannya, tujuannya supaya tidak ada rasan-rasan di belakang dan bisa terus kompak,” kata Prof. Susy. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Perkuat Strategi Program Kelas Internasional, Prodi S1 Akuntansi Gelar FGD

Perkuat Strategi Program Kelas Internasional, Prodi S1 Akuntansi Gelar FGD

UNS — Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kelas Internasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/12/2021) secara hybrid, yaitu daring melalui Zoom Cloud Meeting dan luring di UNS Inn,

Sejumlah tenaga pendidik FEB UNS dari Prodi S1 Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan hadir dalam kegiatan FGD tersebut. Kegiatan FGD Kelas Internasional ini mengundang Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE, M.Acc, M.Sc, Ak dan Agung Julianto, SE,M.Si, Ph.D, Ak, CA sebagai narasumber.

Perkuat Strategi Program Kelas Internasional, Prodi S1 Akuntansi Gelar FGD

Sementara itu. Dr. Djuminah, M.Si., Ak., selaku Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik yang juga hadir mewakili Dekan FEB UNS mengatakan bahwa kegiatan FGD merupakan sebuah momen yang menarik, baik bagi tim manajemen yang melaksanakan maupun dosen sebagai pengampu. Pasalnya, mereka bisa saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola kelas internasional.

Hal serupa juga disampaikan oleh Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak. Melalui sambutannya yang mewakili Kepala Prodi S1 Akuntansi, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program UNS sebagai universitas yang berkelas dunia atau World Class University.

Perkuat Strategi Program Kelas Internasional, Prodi S1 Akuntansi Gelar FGD

“Kelas internasional menjadi bagian dari strategi universitas untuk bisa menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang punya kualitas sehingga bisa bersaing di level nasional dan internasional dengan memberikan banyak exposure dalam hal kurikulum yang sesuai standar internasional, terutama dalam berbagai macam keterampilan, kemampuan critical thinking, problem solving, communication, collaboration dan seterusnya,” jelas Taufiq Arifin.

Sebelumnya, Program Kelas International telah dilaksanakan oleh Prodi S1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan FEB UNS. Melalui Program tersebut mahasiswa mendapat kesempatan untuk memperkaya pengalaman akademisnya. Misalnya dengan mengambil double degree, yaitu 4 semester di UNS dan 4 semester sisanya di Curtin University.

“Ini kesempatan yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa gelombang 1 dari kelas internasional,” imbuhnya.

FGD Kelas Internasional diharapkan dapat menjadi wadah diskusi dalam rangka menyempurnakan program yang sudah dijalankan oleh FEB UNS, terutama mengenai strategi pengelolaan program kelas internasional. Humas UNS

Reporter: Alinda Hardiantoro
Editor: Dwi Hastuti

FSRD UNS Gelar FGD Manajemen Manusia Seni dan Akselerasi Generasi Milenial

FSRD UNS Gelar FGD Manajemen Manusia Seni dan Akselerasi Generasi Milenial

UNS — Program Studi (Prodi) Seni Rupa Murni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta adakan pembahasan terkait manajemen manusia seni dan akselerasi generasi milenial. Kegiatan ini terlaksana dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Matching Fund 2021. Berlangsung secara daring, FGD dihadiri para mahasiswa dan sivitas akademika UNS dalam Zoom Cloud Meeting, Minggu (31/10/2021).

Kepala Program Studi (Kaprodi) Seni Rupa Murni sekaligus Pelaksana Program Matching Fund 2021 FSRD UNS, Dr. Setyo Budi, M.Sn., menuturkan bahwa peran program matching fund ini dalam menghubungkan perguruan tinggi dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

“Anak-anak milenial kemudian tahu arah dan peta bagaimana menyikapi persoalan. Bukan hanya lulus tetapi bagaimana menjadi bagian yang kondusif untuk bangsa ini,” tutur Dr. Setyo Budi.

Pada kesempatan ini, Seni Rupa Murni UNS menghadirkan Guru Besar Senior Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta Prof. M. Dwi Marianto, MFA., Ph.D., sebagai pembicara FGD dan dimoderatori oleh Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn. M.Sn. dari UPT Humas dan Media UNS sekaligus dosen FSRD UNS.

Dibuka dengan hangat, Prof. Marianto mengawali pembahasan dengan topik “Mentransform Realitas Maya/Nyata Jadi Ide dan Konsep Kreatif”.

Berangkat dari poin pertama, Prof. Marianto menekankan pentingnya tentang kesadaran mahasiswa sebagai subjek dalam lingkup seni. Orang yang menempatkan dirinya sebagai subjek dinilai sadar betul bahwa sesungguhnya benar-benar berfikir dan merencana.

Tidak selamanya seseorang akan berperan sebagai subjek. Peran sebagai subjek dan objek tentu dapat berjalan secara berkesinambungan. Prof. Marianto mengalirkan diskusi pada pembahasan design thinking yang mana salah satu prosesnya adalah berempati. Proses empati memberikan kesempatan seseorang yang awalnya berposisi sebagai subjek untuk mencoba menyatu dengan objek yang diamati.
“Kala kita mencari ide, objek itu kita jadikan subjek supaya dapat ilmunya dan dapat fenomena yang bisa dimanfaatkan. Subjek dan objek ini berinteraksi,” terang Prof. Marianto

Poin penting lain adalah pentingnya suatu pengamatan yang mendalam terhadap objek. Upaya ini dilakukan guna mengungkap realita di dalamnya. Dalam poin ini, Prof. Marianto berpesan agar para mahasiswa dapat membuat karya seni yang teramati dengan beragam cara yang kreatif. Prof. Marianto dalam kesempatan ini membagikan kiat-kiat dalam memulai suatu proses kreatif.

“Kalau anda mencari sebuah ide untuk dinyatakan menjadi karya, carilah sesuatu yang berorientasi pada mimpi anda sendiri. Buatlah sesuatu yang berpijak pada passion anda atau apa yang membuat anda bergairah ketika melakukan ini,” jelasnya.

Proses kreatif kini juga telah melibatkan banyak sekali peran teknologi. Penciptaan karya seni secara manual dan digital telah mampu hadir bersamaan. Kedua metode tersebut mampu saling melengkapi dalam penciptaan suatu karya.
Humas UNS

Reporter: Rangga P. A.
Editor: Dwi Hastuti

Adakan FGD, Fakultas Teknik UNS Siapkan Pembukaan Kelas Internasional di Dua Prodi

Adakan FGD, Fakultas Teknik UNS Siapkan Pembukaan Kelas Internasional di Dua Prodi

UNS — Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap membuka kelas internasional. Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FT UNS, Dr. Techn. Ir. Sholihin As’ad dalam forum group discussion (FGD) inisiasi pembukaan kelas internasional, Kamis (15/10/2021). Saat ini, FT UNS tengah berupaya menyiapkan fasilitas maupun kurikulum untuk kelas internasional.

Rencananya, dua Program Studi (Prodi) di FT akan menjadi pilot project dalam pembukaan kelas internasional. Dalam FGD tersebut, FT menghadirkan beberapa narasumber untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam membuka program internasional. Narasumber tersebut adalah Dr. Helen Julian dari Institut Teknologi Bandung (ITB); Harijanto Setiawan, Ph.D. dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY); Bhimo R. Samudro, Ph.D. yang merupakan Kepala Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan UNS, dan Direktur Kerja Sama, Pengembangan dan Internasionalisasi UNS, Irwan Trinugroho, Ph.D.

Adakan FGD, Fakultas Teknik UNS Siapkan Pembukaan Kelas Internasional di Dua Prodi

“Pioneer-nya dari dua Prodi dulu, yakni Teknik Sipil dan Teknik Kimia. Kami berharap, nanti bisa bertambah hingga seluruh Prodi di FT membuka kelas internasional. Semoga dalam 5-6 tahun ke depan,” tutur Dr. Techn. Ir. Sholihin.

Dr. Techn. Ir. Sholihin menyebutkan bahwa terdapat dua alasan besar untuk membuka kelas internasional. Pertama, FT UNS berupaya mengemban visi misi UNS, fakultas, dan Prodi menjadi Lembaga Pendidikan berkelas internasional dengan berlandaskan nilai budaya nasional. Ia mengatakan bahwa dalam perjalanannya pasti tidak  mudah, tetapi Ia berupaya menghimpun semangat agar kelas internasional ini dapat segera dibuka.

“Kedua, kami melihat perkembangan masyarakat yang semakin terbuka dan global. Ada mobilitas tinggi antara komunitas, masyarakat dan universitas. Pembukaan program diharapkan menjadi ruang memadai sehingga mobilitas ini bisa berjalan. Setidaknya dari Atma Jaya sudah buka 22 tahun, ITB, Undip, ITS bahkan UMS sudah terlebih dahulu membuka kelas internasional. Itu sebagai contoh supaya kita bisa bergerak maju,” tambah Dr. Techn. Ir. Sholihin As’ad.

Ia menuturkan bahwa di pasar Asia, setidaknya terdapat 600-700 juta penduduk di Asia. Ini merupakan potensi yang besar apabila dapat mengambil manfaat, baik dalam hal mobilitas maupun output lulusan.

“Jumlah mahasiswa teknik di Indonesia lebih dari satu juta, kalau mahasiswa internasional mungkin beberapa saja. Saya berharap UNS berpartisipasi di sini. Kita baru mulai, butuh waktu, sesuatu tidak langsung jadi dan butuh proses. Kami dari FT berharap mulai  dua dulu, nanti baru melangkah ke Prodi lain,” tuturnya.

Ia juga berharap bahwa setiap Prodi di FT setidaknya memiliki kerja sama dengan 7-10 universitas di luar negeri dalam tempo 5 tahun ke depan. Hal ini untuk menunjang internasionalisasi Prodi, fakultas, dan universitas.

Adakan FGD, Fakultas Teknik UNS Siapkan Pembukaan Kelas Internasional di Dua Prodi

Melalui FGD ini, Dr. Techn. Ir. Sholihin berharap agar dapat menimba pengalaman dari narasumber dalam membuka kelas internasional. Saat ini, dari tujuh Prodi jenjang sarjana di FT, sudah terdapat dua Prodi yang telah terakreditasi internasional. Hal ini yang juga menjadi salah satu modal utama dalam membuka kelas internasional. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

UNS Selenggarakan FGD Inovasi Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi Perguruan Tinggi di Indonesia

UNS Selenggarakan FGD Inovasi Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi Perguruan Tinggi di Indonesia

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) tentang “Inovasi Kebijakan dan Strategi Internasionalisasi Perguruan Tinggi di Indonesia” pada Rabu (23/6/2021) secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang merupakan rektor tiga Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yaitu Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D. (Rektor Universitas Indonesia), Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. (Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas)), dan Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. (Rektor UNS) dengan moderator Irwan Trinugroho, Ph.D (Direktur Kerjasama, Pengembangan dan Internasionalisasi UNS).

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho mengatakan, tujuan diselenggarakannya FGD ini adalah sebagai ajang mendiskusikan berbagai inovasi kebijakan dan strategi pengembangan program internasionalisasi yang dijalankan di universitas sebagai salah satu upaya untuk mendorong peningkatan reputasi perguruan tinggi di level internasional.

Dalam paparannya, Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D. menyampaikan masalah dan tantangan yang dihadapi perguruan tinggi di era disrupsi. Di tengah perlintasan zaman, institusi Pendidikan tinggi menghadapi berbagai perubahan besar yang terjadi di tingkat lokal, nasional dan internasional antara lain perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, perubahan struktur sosial, ekonomi dan demografi dan revolusi industri 4.0.

“Untuk itu, perguruan tinggi diharapkan memiliki kemampuan adaptasi, fleksibilitas dan agility (kegesitan) dalam merespons setiap perubahan,” terang Prof. Ari Kuncoro.

Prof. Ari Kuncoro menambahkan, langkah-langkah pemecahan yang dapat dilakukan antara lain meningkatkan sinergi dengan perguruan tinggi lain, industri dan masyarakat, meningkatkan peranan pendidikan tinggi dalam penyelesaian masalah bangsa dan kemanusiaan, internasionalisasi bidang pengajaran, internasionalisasi penelitian, pengabdian masyarakat, serta mengembangkan tata kelola universitas kelas dunia dengan digitalisasi proses layanan.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. mengemukakan Program Internasionalisasi yang dimiliki oleh Unhas di tahun 2021 dalam menuju World Class University (WCU) berdasarkan indikator QS World University Ranking dan QS Asian University Ranking. Dalam rangka penguatan academic reputation, salah satu yang diutamakan adalah memfokuskan ke wilayah Asia melalui kolaborasi riset, konferensi, dan publikasi internasional.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan adalah memperbaiki faculty student ratio, meningkatkan citation per faculty, serta menambah jumlah mahasiswa dan dosen internasional.

Sebagai penutup, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah menargetkan PTNBH di Indonesia untuk masuk dalam 500 universitas terbaik di dunia. Ia berharap UNS bisa belajar dari UI dan Unhas dalam hal kebijakan dan inovasi internasionalisasi dalam rangka menuju World Class University. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti