Dukung Desa Tanggap Bencana: KKN UNS 331 Ciptakan QR Code #KlesemCepatTanggap

Dukung Desa Tanggap Bencana: KKN UNS 331 Ciptakan QR Code #KlesemCepatTanggap

UNS — Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung ke dalam kelompok 331 menginisiasi penciptaan QR Code yang diberi nama #KlesemCepatTanggap. Adapun penciptaan program QR Code #KlesemCepatTanggap ini diperuntukkan bagi masyarakat Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur.

Ketua KKN UNS Kelompok 331, Nasrul Alief Pratama mengatakan bahwa Desa Klesem merupakan salah satu daerah di Kabupaten Pacitan yang memiliki risiko bencana yang tinggi. Oleh karena itu KKN Kelompok 331 UNS mencanangkan program kerja utama berupa QR Code #KlesemCepatTanggap. Kegiatan ini juga selaras dengan tema KKN Kelompok 331 UNS yaitu “Mitigasi Kebencanaan Desa Klesem” melalui penerapan teknologi digital, yang dapat digolongkan sebagai digitalisasi informasi.

“Program QR Code #KlesemCepatTanggap bertujuan untuk memudahkan masyarakat Desa Klesem dalam mencari atau menghubungi nomor-nomor penting tanggap darurat yang dibutuhkan,” terang Nasrul Alief Pratama.

Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Hukum (FH) UNS tersebut berharap melalui program QR Code #KlesemCepatTanggap diharapkan bisa membantu masyarakat sekitar jika nantinya terjadi keadaan darurat.

Sementara itu QR Code #KlesemCepatTanggap berisikan informasi yang memuat nomor-nomor darurat yaitu kontak Kepala Desa, kontak Ambulance, kontak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat, kontak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, kontak tenaga kesehatan Desa Klesem, kontak Polsek Kebonagung, kontak pemadam kebakaran, juga terdapat Peta Titik dan Rute Evakuasi Bencana Tanah Longsor yang dikemas dalam sebuah link dan dapat diakses secara cepat melalui scan barcode.

Budi Siswanto, S.Pd., M.Ars selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tim KKN UNS Kelompok 331 turut memberikan dukungan positif atas program QR Code #KlesemCepatTanggap.

“Program QR Code #KlesemCepatTanggap sebagai usaha dalam pengaplikasian digitalisasi informasi. Semoga dengan adanya program ini dapat memudahkan masyarakat Desa Klesem dalam proses mitigasi bencana. Serta menambah pengetahuan masyarakat dalam penggunaan QR Code,” ujar Budi Siswanto, S.Pd., M.Ars.

Lebih lanjut dukungan penuh turut hadir dari Dianita Agustinawati selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pacitan dan Tenaga Kesehatan Desa Klesem serta Ike selaku Bidan Desa Klesem.

Muhammad Mangsuri selaku Kepala Desa Klesem berharap produk QR Code #KlesemCepatTanggap dapat membantu mitigasi bencana atas terintegrasinya nomor-nomor darurat serta peta titik dan rute evakuasi bencana longsor yang dapat diakses cepat melalui scan barcode.

Untuk mengimplementasikan program QR Code #KlesemCepatTanggap, Kelompok KKN 331 UNS melakukan sosialisasi kepada komunitas Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Desa Klesem. Pengadaan sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat paham atas penggunaan dan informasi yang tercantum dalam QR Code #KlesemCepatTanggap. Peserta yang hadir pun cukup antusias terhadap produk QR Code yang dibuat oleh mahasiswa KKN 331 UNS.

Tidak hanya menciptakan QR Code, kelompok 331 KKN UNS ini juga melaksanakan beberapa program lainnya, seperti sosialisasi mitigasi penanggulangan bencana alam pada tingkat Sekolah Dasar (SD), pemasangan rambu evakuasi, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Tlogo, dan kegiatan edukasi cegah diare yang dilaksanakan di Polindes Desa Klesem. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

FH UNS Bersama SKK Migas Adakan Kuliah Umum Peran Industri Migas Bagi Ketahanan Energi Nasional

FH UNS Bersama SKK Migas Adakan Kuliah Umum Peran Industri Migas Bagi Ketahanan Energi Nasional

UNS — Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menggelar kuliah umum pada Kamis (1/8/2022). Kegiatan berlangsung di FH UNS. Tajuk yang diangkat pada kesempatan ini adalah “Peran Industri Hulu Migas bagi Ketahanan Energi Nasional”.

Dekan FH UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M., turut menghadiri kegiatan ini. Ia menyambut baik adanya kuliah umum bersama SKK Migas – KKKS sebagai bentuk tindak lanjut kerja sama yang telah terjalin. Prof. Ayu berharap kerja sama yang terjalin dapat terus berkesinambungan dengan diadakannya kegiatan-kegiatan berikutnya.

“Kami senang bapak-bapak hadir sebagai narasumber karena ini juga merupakan bentuk pelaksanaan Indikator Kinerja Utama (IKU) kami untuk mendatangkan praktisi ke fakultas untuk memberikan penguatan dan peneguhan keilmuan bagi para mahasiswa dan dosen,” ujar Prof. Rachmi.

Acara semakin menarik dengan menghadirkan tujuh narasumber, baik praktisi maupun akademisi. Indra Zulkarnain selaku Kepala Departemen Humas SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bertindak sebagai pembicara utama. Ia menerangkan bahwa penyelenggaraan kuliah umum ini sekaligus sebagai sosialisasi industri Hulu Migas kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi.

Indra menyinggung kondisi geopolitik dunia yang kini berimbas hingga ke Indonesia. Konflik Rusia-Ukraina yang terjadi menyebabkan beberapa komoditas Rusia mengalami embargo. Padahal, saat ini Rusia menjadi negara eksportir komoditas penting seperti minyak, LNG, dan batubara. Pelarangan tersebut berdampak pada turunnya pasokan minyak dan gas yang menyebabkan kenaikan harga.

Konsumsi energi dunia saat ini masih didominasi minyak, gas, dan batubara. Indra memproyeksikan, hingga tahun 2050 peran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) akan meningkat, akan tetapi volume kebutuhan Migas juga akan meningkat. Permasalahan ada pada konsumsi minyak Indonesia yang defisit. Namun, Indra menegaskan bahwa potensi Migas Indonesia masih besar.

“Sebetulnya potensi Migas Indonesia itu masih besar. Kita punya 128 basin (red: cekungan). Nah dari 128 ini, yang kita produksi baru 20 basin,” kata Indra.

Ketahanan energi masih dapat terjaga hingga waktu mendatang. Keyakinan tersebut Indra sampaikan jika industri Hulu Migas mendapatkan investor-investor baik dari dalam maupun luar negeri.

Acara pun berlanjut dengan pemberian materi kuliah umum oleh keenam narasumber berikutnya. Kuliah umum dimoderatori oleh Dr. Fatma Ulfatun Najicha, S.H., M.H., yang merupakan Dosen Hukum Administrasi Negara FH UNS.

Enam narasumber tersebut ialah Wahyu Dono Nur Amboro selaku Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas, Hamim Tohari selaku Manager Regional Office & Relation HCML, Beta Wicaksono selaku Community Relations Supervisor Exxonmobil Cepu Limited, Amarullah selaku Officer Comrel & CID Zona 11 Pertamina EP Cepu-Subholding Upstream, Andiono Setiawan selaku Sr. Government & Stakeholder Relation Manager PC Ketapang II Ltd., Serta Dr. Ir. Bambang Manumayoso, M.H., selaku Dosen Praktisi FH UNS.

Dr. Bambang sebagai salah satu narasumber menyampaikan topik perkuliahan bertajuk “Peran Dunia Pendidikan dalam Mendukung Industri Hulu Minyak & Gas Nasional”. Kepada para mahasiswa, ia menyampaikan suatu model tripel heliks kolaborasi-sinergi. Sinergi dan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, industri, dan akademis menciptakan kecocokan inovasi dan nilai kreasi.

Model tersebut juga menerangkan bagaimana kolaborasi dan sinergi yang terbangun antara dunia akademik dan pemerintah serta dunia akademik dan industri. Kolaborasi dan sinergi antara dunia akademik dan pemerintah mendorong terus adanya riset terbaru, saran-saran berbasis analisis ilmiah, serta disiplin ilmu yang mendasari setiap kebijakan. Sedangkan kolaborasi dan sinergi antara dunia akademik dan industri berperan dalam perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi kedepan.

“Tentunya ini menjadi sangat bagus apabila tiga unsur (pemerintah, industri, dan akademik) bisa bekerja sama dan membuat value creation untuk kedepan,” tutur Dr. Bambang.

Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Kurangi Laju Perceraian, GR Hukum Islam dan Peradaban FH UNS Gelar Sosialisasi dan Pendampingan

Kurangi Laju Perceraian, GR Hukum Islam dan Peradaban FH UNS Gelar Sosialisasi dan Pendampingan

UNS — Grup Riset (GR) Hukum Islam dan Peradaban Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Sosialisasi Pendampingan Hukum Perkawinan Islam. Sosialisasi yang bekerja sama dengan Kelompok Persaudaraan Muslimah (Salimah) Surakarta  merupakan salah satu upaya mengurangi laju perceraian di masa pandemi Covid-19.

Tim GR Hukum Islam dan Peradaban FH UNS melakukan pengabdian ke majelis taklim di Masjid Hajjah Mini di Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan agar masyarakat mampu memahami dan mengimplementasikan hukum perkawinan Islam yang berlaku pada kegiatan sehari-hari dan dapat melaksanakannya dengan seimbang.

Tim GR FH UNS mengambil peran untuk ikut andil dalam upaya menekan angka perceraian di masa pandemi dengan melakukan program penguatan hukum perkawinan Islam. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu majelis taklim. Salah satu anggota Tim GR FH UNS, Nur Sulistiyaningsih, S.H.,M.H. mengatakan bahwa adanya urgensi terkait keharmonisan keluarga di masa pandemi.

“Situasi Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali kondisi ekonomi. Ketidakpastian keadaan ekonomi membuat banyak kepala keluarga kehilangan pekerjaan, sedangkan kebutuhan keluarga tidak terbendungkan. Hal ini yang menjadi salah satu faktor tingginya angka perceraian saat pandemi. Sementara itu, pihak yang melayangkan gugatan didominasi oleh kaum istri. Oleh karena itu, sangat penting untuk kembali menguatkan pemahaman dan implementasi hukum perkawinan Islam agar keluarga di Indonesia bisa menguat dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” terang Nur Sulistiyaningsih dalam rilisnya, Rabu  (31/8/2022).

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk berbagi dan bertukar pengalaman mengenai perkawinan dalam perspektif hukum Islam. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang merupakan pakar parenting dan konselor keluarga, Ustadzah Farida Nur Aini, S.Sos, Nur Sulistiyaningsih, S.H.,M.H., dan Luthfiyah Trini Hastuti, S.H.,M.H. selaku dosen FH UNS.

Kurangi Laju Perceraian, GR Hukum Islam dan Peradaban FH UNS Gelar Sosialisasi dan Pendampingan

Nur menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah kedua kalinya diselenggarakan oleh Tim GR Hukum Islam setelah sebelumnya dilaksanakan di daerah Jebres. Melalui sosialisasi dan penguatan tentang perkawinan hukum Islam di forum majelis taklim secara masif, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan penguatan untuk peserta majelis taklim.

“Kegiatan berlangsung sangat interaktif. Banyak ibu yang berkonsultasi mengenai persoalan yang dihadapinya selama masa pandemi Covid-19. Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana penguatan dalam menjalankan rumah tangga secara seimbang dan harmonis sehingga program ini dapat menjadi sarana dan upaya untuk menekan angka perceraian di Surakarta,” ungkap Nur Sulistiyaningsih. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Gelar Workshop Pengembangan Publikasi Internasional Bereputasi, FH UNS Gandeng MK RI dan BKS FH-PTN Wilayah Tengah

Gelar Workshop Pengembangan Publikasi Internasional Bereputasi, FH UNS Gandeng MK RI dan BKS FH-PTN Wilayah Tengah

UNSFakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Workshop Pengembangan Publikasi Internasional Bereputasi. Acara yang diselenggarakan secara luring pada Jumat (26/8/2022) tersebut merupakan kerja sama antara FH UNS dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) dan Badan Kerja Sama Dekan Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (BKS FH-PTN).

Workshop tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal MK RI, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H. Kehadiran Sekjen MK RI disambut langsung oleh Dekan FH UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M.

Workshop ini diadakan karena dianggap dapat memberikan kontribusi penting dalam peningkatan jumlah publikasi ilmiah. Hal tersebut dijelaskan oleh Dekan FH UNS, Prof. Ayu dalam sambutannya.

“Publikasi dalam bentuk jurnal ilmiah memiliki peranan penting sebagai salah satu indikator kemajuan perguruan tinggi. Namun, seringkali hal tersebut dilupakan terkait dengan standar pengelolaan yang memenuhi kriteria jurnal bereputasi,” ujar Prof. Ayu.

Hal tersebut yang kemudian menginisiasi FH UNS bekerja sama dengan MK RI dan BKS FH-PTN Wilayah tengah untuk menggelar workshop pengembangan jurnal, khususnya dalam bidang Ilmu Hukum. Lebih lanjut, Prof. Ayu yang juga bertindak selaku Ketua BKS FH-PTN Wilayah Tengah menambahkan bahwa berdasarkan pangkalan data terkait, terdapat 113 jurnal berasal dari Indonesia yang telah terindeks Scopus. Dari jumlah tersebut, diketahui jurnal dalam bidang hukum atau yang terkait baru sejumlah 13 jurnal.

Pentingnya pengembangan jurnal internasional bereputasi ini juga di sampaikan oleh Prof. Guntur dalam membuka kegiatan workshop yang dihadiri bukan hanya pengelola jurnal se-UNS, tapi juga hadir pula perwakilan Fakultas Hukum se-Solo Raya. Dalam sambutannya, Prof. Guntur menekankan pentingnya jurnal sebagai jendela keilmuan. Pengembangan jurnal bereputasi internasional menjadi kunci publikasi kemajuan keilmuan hukum berlandaskan nilai-nilai Pancasila kepada dunia internasional.

Workshop ini dipandu oleh Dr. Abdul Kadir Jaelani, S.H., M.H. Sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya dihadirkan dalam workshop ini, di antaranya Kepala UPT Jurnal UNS, Dr. Ir. Mujiyo, S.P., M.P.; Editor in Chief Journal ConsRev, Pan Mohamad Faiz, S.H., M.C.L., Ph.D.; Editor in Chief Journal of Robotic and Control, Dr. Ir. Iswanto; dan Sekretaris Rumah Jurnal Indonesia (RJI), Dr. Arbain, M.Pd.

Melalui paparan materi dari para narasumber, para pengelola jurnal yang hadir diharapkan memiliki pemahaman lebih terkait pengembangan jurnal. Hal tersebut merupakan bekal penting bagi pengelola jurnal untuk lebih mengembangkan lagi reputasi jurnal sebagai bentuk kemajuan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang Ilmu Hukum. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

FH UNS Terima Kunjungan Benchmarking Kurikulum OBE-MKBM dari FH UMY

FH UNS Terima Kunjungan Benchmarking Kurikulum OBE-MKBM dari FH UMY

UNS — Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan benchmarking Kurikulum Outcome-Based Education Merdeka Belajar Kampus Merdeka (OBE-MBKM) dari FH Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kunjungan ini diikuti oleh lima delegasi FH UMY yang terdiri dari Dekan, Wakil Dekan I, Kepala Program Studi (Kaprodi) Hukum, Sekretaris Program Studi Hukum, dan seorang staf FH UMY.

Kehadiran delegasi FH UMY ini diterima langsung oleh Dekan FH UNS yakni Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M. yang didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Isharyanto, S.H., M.Hum. beserta jajaran dosen dan staf lainnya.

Dalam rilis yang diterima tim uns.ac.id pada Senin (29/8/2022), dijelaskan bahwa Kurikulum OBE merupakan sistem pembelajaran yang berorientasi luaran yang memberi tumpuan kepada apa saja yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa. Dalam hal ini, Kurikulum OBE sudah terimplementasi dengan kegiatan MBKM seperti yang sudah diberlakukan di FH UNS. Harapannya, implementasi ini menjadi salah satu terobosan pendidikan yang lebih maju dan aplikatif.

Hal ini sejalan dengan maksud dan tujuan dari kunjungan yang dilakukan pada Kamis (18/8/2022) tersebut, menyusul dengan diberlakukannya Kurikulum OBE-MBKM pada FH UMY. Melalui kunjungan ini, Prof. Ayu selaku Dekan FH UNS memberikan apresiasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran ilmu hukum, baik pada FH UNS maupun FH UMY. Prof. Ayu berharap agar kegiatan ini dapat menjadi gerbang bagi sesama universitas untuk menjalin kerja sama dan membawa kemajuan keilmuan.

FH UNS Terima Kunjungan Benchmarking Kurikulum OBE-MKBM dari FH UMY

“Ke depannya, semoga kegiatan semacam ini mampu menjadi gerbang bagi sesama universitas, khususnya dalam bidang ilmu hukum untuk menjalin kerja sama dan membawa kemajuan keilmuan melalui Kurikulum OBE-MBKM. Setali tiga uang, hal ini sekaligus sebagai upaya tercapainya Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai yang telah diamanatkan program pendidikan nasional,” harap Prof. Ayu. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti