Mahasiswa FKIP UNS Sukses Raih Juara 2 Lomba Tepat Cepat Tingkat Nasional

Mahasiswa FKIP UNS Sukses Raih Juara 2 Lomba Tepat Cepat Tingkat Nasional

UNS — Rizki Wahyu Perdana, seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menorehkan prestasi. Ia berhasil meraih jurara 2 Lomba Tepat Cepat Tingkat Nasional pada ajang Lomba Tepat Cepat Festival Kreativitas Remaja 2022. Perlombaan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (12/8/2022).

Lomba tersebut digelar oleh TenD For Youth Indonesia dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Bangka Jakarta Selatan dalam rangka memperingati International Youth Day tahun 2022. Tema yang diusung dalam kompetisi tersebut adalah “Intergenerational Solidarity: Creating a World for All Ages“. Rizki menjelaskan bahwa sistem perlombaan terdiri dari tiga babak.

“Sesi perlombaan terdiri dari tiga babak yaitu babak penyisihan menggunakan Google Formulir, babak semifinal menggunakan Kahoot, dan babak Final menggunakan Google Formulir,” terang Rizki pada Senin (26/9/2022).

Lebih lanjut, Rizki menyampaikan bahwa ada enam juara yang diambil dalam kompetisi tersebut. Rizki juga menjelaskan mengenai materi yang diujikan dalam perlombaan tersebut.

“Materi yang diujikan adalah berupa pubertas, seksualitas, reproduksi, kesehatan dan gizi remaja, perilaku berisiko, tindakan berbahaya, kesiapan berkeluarga, tugas perkembangan dan fungsi keluarga, pengasuhan keluarga sehat, matematika dasar, bahasa, wawasan kebangsaan, dan statistik kependudukan,” kata Rizki.

Rizki menyampaikan kesannya memperoleh juara 2 pada perlombaan ini. Ia mengaku tidak menyangka akan melebihi ekspektasinya.

“Ketika diumumkan jadi juara, prediksi awal sudah mengira. Tapi tidak menyangka akan melebihi ekspektasi minimal hanya menempati peringkat ketiga karena saat final tidak hanya mahasiswa saja yang menjadi saingan, bahkan siswa SMA pun mengikuti lomba karena rentang usia nya dari 15-24 tahun,” terang Rizki.

Rizki menyampaikan pesan agar tetap berusaha ketika menekuni dan menyukai sesuatu yang menjadi minat dan bakat.

“Pesan kepada para teman-teman mahasiswa, tetaplah berusaha semaksimal mungkin ketika menekuni dan menyukai sesuatu yang menjadi minat dan bakat kalian. Karena berawal dari yang suka akan menjadi peluang terbesar dalam peningkatan potensi diri,” pungkas Rizki. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

Tim PKM-K FKIP UNS Luncurkan Produk Tas Multikapasitas Berbasis Edukasi

Tim PKM-K FKIP UNS Luncurkan Produk Tas Multikapasitas Berbasis Edukasi

UNS — Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS meluncurkan produk tas multikapasitas berbasis edukasi untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Adapun tim PKM-K FKIP UNS tersebut merupakan salah satu dari 24 tim PKM yang lolos pendanaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) dari UNS. Tim PKM-K FKIP UNS ini diketuai oleh Toni Pranada dengan beranggotakan Puspita Yulian Nindyasari, Rizka Nur Azizah, dan Ali Nur Mustofa yang keempatnya merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Geografi FKIP UNS yang dibimbing oleh Lintang Ronggowulan,S.Pd.,M.Pd.

Dalam rilis yang diterima tim uns.ac.id pada Senin (26/9/2022), Ketua Tim PKM-K FKIP UNS, Toni Pranada mengatakan bahwa gagasan produk tas yang diberi nama Ecocapsitbag datang dari melihat kondisi bumi yang memprihatinkan dengan dipenuhinya banyak sampah plastik di lingkungan sekitar.

Kondisi sampah plastik Indonesia berdasarkan data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Kementerian Kelautan mencapai angka 64 juta ton/tahun  pada tahun 2019 dan meningkat menjadi 66 juta ton pada tahun 2021. Yang mana sebanyak 3,2 juta ton dibuang ke laut. Sementara penyumbang sampah plastik utama adalah dari penggunaan kantong plastik sekali pakai berupa bungkus barang ataupun makanan.

Ironisnya pengurangan sampah plastik tidak dapat dilakukan dalam skala besar karena jumlahnya yang semakin bertambah. Maka dari itu, produk tas ini hadir sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Cukup dengan satu tas yang dapat memuat banyak barang.

“Ecocapsitbag merupakan produk tas ramah lingkungan dengan multikapasitas yang dapat disesuaikan kebutuhan di berbagai kegiatan sehingga tidak memerlukan kantong plastik tambahan,” ungkap Toni Pranada.

Produk Ecocapsitbag merupakan solusi sekaligus aksi bagi kita untuk dapat berperan langsung menyelamatkan bumi dari sampah plastik. Munculnya keprihatinan masyarakat terhadap kondisi bumi sekarang ini diharapkan dapat menjadikan produk Ecocapsitbag sebagai kebutuhan khusus.

Toni Pranada menambahkan bahwa dalam 1 tas ini memiliki 3 kapasitas yakni kecil, sedang, dan besar, yang dapat disesuaikan ukurannya dengan cara memperkecil atau memperbesar ukuran tas melalui fitur ritsleting yang tersedia.

Produk ini dihadirkan dengan menggandeng dan mempromosikan budaya lokal yakni Batik Parang yang disablon pada produk sebagai ciri khas produk lokal yang kreatif.

Lebih lanjut fitur kelengkapan utama dari produk ini adalah adanya ecoliteracy. Hal ini karena Tim PKM-K FKIP UNS menyadari bahwa edukasi mengenai sampah plastik penting diwujudkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai dampak buruk penggunaan plastik secara terus-menerus bagi lingkungan.

Adapun ecoliteracy sendiri berisi edukasi lingkungan mengenai sampah plastik yang berbasis website dan disederhanakan ke dalam bentuk QR Code. Adapun QR Code ini disablon secara langsung pada produk, sehingga konsumen dapat mengaksesnya secara langsung melalui scanning.

Sementara itu, berbagai aksi dan promosi produk Ecocapsitbag juga telah dilakukan dan implikasinya produk banyak yang laku terjual. Hal ini menunjukkan respon positif akan minat masyarakat terhadap produk yang diluncurkan. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Redaktur: Dwi Hastuti

Membanggakan! Mahasiswa UNS Sukses Raih Juara 1 Lomba International Creative Media Challenge

Membanggakan! Mahasiswa UNS Sukses Raih Juara 1 Lomba International Creative Media Challenge

UNS — Prestasi membanggakan di tingkat internasional kembali sukses diraih oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, prestasi membanggakan tersebut diraih oleh Mutiara Hana Huwaida mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS bersama Alwannuha Fatah N. mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Bangunan FKIP UNS yang sukses raih juara 1 lomba International Creative Media Challenge.

International Creative Media Challenge sendiri merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Vocational School of Universitas Sebelas Maret. Dengan memiliki dua cabang lomba, yaitu animation dan creative video, kompetisi tersebut memiliki peserta mahasiswa aktif dari seluruh dunia.

“Teknis dari kompetisi tersebut adalah peserta membuat sebuah karya animasi bisa berupa 3D, CGI, 2D, atau Stop Motion. Karya tersebut kemudian diunggah dan disiarkan melalui kanal YouTube dan media sosial. Karya dinilai secara murni oleh dewan juri tanpa melihat jumlah like ataupun interaksi postingan. Pengumuman pemenang dilaksanakan melalui akun instagram penyelenggara,” jelas Hana saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Senin (19/9/2022).

Lebih lanjut, Hana menjelaskan karya yang dilombakan terinspirasi dari landscape alam dan budaya Indonesia yang beragam. Serta filosofi kehidupannya berorientasi pada keharmonisan dan kekayaan alam Indonesia. “Dalam karya ini kami berusaha menyajikan keindahan alam Indonesia dalam bentuk 3D animasi yang realistis agar penonton dapat merasakan dan terpukau dengan keberagaman Indonesia,” jelasnya.

Setelah berhasil meraih juara 1, Hana mengaku awalnya tidak ada ekspektasi apapun mengenai kompetisi tersebut, terlebih kompetisi ini bukan berasal dari bidang keahlian mereka berdua. Hana juga berharap agar kedepannya bisa berkembang ke arah yang lebih positif dan tidak mudah menyerah begitu saja. 

“Di sini kita jadi belajar bahwa apapun bisa kita capai, tetapi perlu diingat bahwa belajar adalah dasar dari segala-galanya. Serta, harapan untuk kita semua agar kedepannya bisa selalu berkembang kearah yang lebih positif dan tidak menyerah begitu saja. Tetap semangat menghadapi masalah yang akan datang dan khususnya pada tim ini semoga juara terus di ajang manapun,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Redaktur: Dwi Hastuti

Dua Mahasiswa UNS Raih Juara Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional

Dua Mahasiswa UNS Raih Juara Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional

UNS — Prestasi di tingkat nasional kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pasalnya, dua mahasiswa UNS baru saja meraih Juara 2 dan 3 Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional. Mereka adalah Alwan Adhirajasa Yoga dari Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) dan Tegar Ramadani dari Prodi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Kompetisi ini digelar oleh Jurusan Matematika Universitas Lampung (Unila) dalam rangka peringatan Dies Natalis Jurusan Matematika Unila. Juara 2 diraih oleh Tegar Ramadani dan Juara 3 diraih oleh Alwan Adhirajasa Yoga.

Dalam lomba esai yang diikuti oleh berbagai peserta dari perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Tegar mengusung gagasan pembuatan paper bag berbahan dasar ampas tebu.

“Gagasan ini dilatarbelakangi karena ketersedian bahan baku berupa ampas tebu yang sangat melimpah. Selain itu, penggunaan plastik di Indonesia menyebabkan banyak terjadi pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, saya mencoba membuat paper bag dari ampas tebu,” jelasnya saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Kamis (15/9/2022).

Sementara, Alwan mengangkat ide pemanfaatan kontainer bekas sebagai rancangan berkelanjutan rumah tinggal ekonomis.

“Saya membuat desain rumah tinggal 2 lantai menggunakan aplikasi sketchup dari kontainer pelayaran. Jika dibandingkan mutu dan biaya dengan rumah konvensional, inovasi ini mampu menghemat hingga 49% pengeluaran,” jelas Alwan.

Tahapan yang Ia lakukan antara lain dengan mendesain rumah menggunakan software sketchup dan menghitung  volume material atau volume pekerjaan. Setelah itu, melakukan analisis perhitungan biaya menggunakan metode Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Setelah selesai, lalu dibandingkan biaya per meter dengan rumah konvensional. Pada tahap akhir, dilakukan  analisis kelayakan struktur memggunakan software SAP2000 mengacu SNI 03-1729-2019.

 “Hasilnya, penggunaan kontainer bekas mampu membuat penghematan hingga 49% dibanding rumah konvensional atau harga bangun rumah sebesar Rp. 2.802.678 per meter persegi, sedangkan rumah konvensional Rp. 3.500.000 – Rp 5.000.000 per meter persegi. Penggunaan kontainer untuk rumah juga dapat dilakukan dengan maksimal 2 tumpukan kontainer berdasarkan SNI 03-1729-2019 yang dianalisis menggunakan software SAP2000,” imbuhnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Kelompok 2, Bangun Data Desa Kacangan Presisi Melalui Konsep Drone Participatory Mapping

Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Kelompok 2, Bangun Data Desa Kacangan Presisi Melalui Konsep Drone Participatory Mapping

UNS — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Data Desa Presisi (DDP) Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) Kelompok 2 membangun program Data Desa Kacangan Presisi. Kelompok 2 KKN DDP UNS-IPB ini di bawah bimbingan Dr. Ike Nurjuita Nayasilana, S.Si., M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UNS dan Ahmad Aulia Arsyad, S.KPm., M.Si selaku DPL dari IPB. Pembangunan program Data Desa Kacangan Presisi dilakukan sejak Senin (4/7/2022) hingga Kamis (18/8/2022) bertempat di Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Program Data Desa Presisi sendiri merupakan program penyempurnaan data desa berbasis Participatory Drone Mapping. Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB ini menggunakan teknologi berbasis drone untuk menghasilkan foto dari udara Desa Kacangan. Foto tersebut kemudian disusun dengan memanfaatkan aplikasi Argisoft.

Sofyan Sjaf, selaku pencetus program Data Desa Presisi, menjelaskan bahwa kelompok KKN ini dibagi menjadi 2 tim yaitu tim spasial dan tim sosial. Tim spasial melakukan pemetaan menggunakan drone beresolusi tinggi, pelacakan batas-batas desa, dan sarana prasarana dalam Desa Kacangan. Sementara data yang dihasilkan nantinya dimanfaatkan untuk pembuatan peta dasar, peta tematik, dan interpretasi peta.

Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Kelompok 2, Bangun Data Desa Kacangan Presisi Melalui Konsep Drone Participatory Mapping

Perwakilan mahasiswa dari tim spasial, Friska Arum Wianingdyah menjelaskan bahwa data Desa Kacangan belum sesuai dengan kondisi sebenarnya. Artinya, data desa yang ada saat ini belum presisi. Maka, mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB tersebut menambahkan bahwa melalui program Data Desa Presisi ini diharapkan dapat membantu menyempurnakan data desa menjadi presisi. Adapun untuk pengambilan data spasial dilakukan dari hasil foto drone di Desa Kacangan.

“Melalui pendekatan Participatory Drone Mapping, data Desa akan lebih baik dari segi kualitas dan realitas. Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Kacangan dan masyarakat desa saat proses pengumpulan data.” ujar Friska.

Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Kelompok 2, Bangun Data Desa Kacangan Presisi Melalui Konsep Drone Participatory Mapping

Selama keberjalanan program, salah satu partisipasi masyarakat desa untuk mendukung program ini dengan keikutsertaannya dalam pendataan atau sensus. Pendataan dilakukan oleh enumerator tiap RT dan didampingi mahasiswa tim sosial sebagai supervisor. Selain pendampingan, tim sosial juga mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) kualitatif desa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menganalisis sejarah desa, pengaruh dan interaksi lembaga desa terhadap masyarakat desa, permasalahan desa, dan kejadian-kejadian periodik dalam desa.

Di sisi lain, Agung Prastyo, selaku perwakilan mahasiswa dari tim sosial, menyampaikan bahwa sensus yang dilakukan oleh enumerator menghasilkan data numerik yang presisi. Sedangkan FGD kualitatif desa menghasilkan data analitik. Objek pengumpulan datanya adalah seluruh masyarakat Desa Kacangan. Sedangkan objek pengumpulan data analitik adalah perangkat desa dan tokoh masyarakat desa.

 “Data yang dikumpulkan berupa identitas keluarga, pendidikan, lingkungan, kehidupan sosial budaya, hukum, kebutuhan sehari-hari, dan data yang berkaitan dengan profesi pekerjaan. Selain itu, kami juga mengumpulkan data kualitatif seperti alur sejarah, diagram venn pengaruh dan interaksi pemerintah desa dengan masyarakat, pohon masalah, dan kalender musim. Pendataan sensus dilakukan berdasarkan titik bangunan atau digitasi dalam peta kerja yang telah dihasilkan tim spasial. Data sensus tersebut kemudian dimasukkan dalam aplikasi Merdesa.” ujar Agung yang juga merupakan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS.

Sementara Kepala Desa Kacangan, Ladiyo mengatakan rasa bahagianya dengan adanya program Data Desa Presisi di Desa Kacangan. Karena program ini sangat membantu desa dalam menyempurnakan data berbasis teknologi sehingga menghasilkan data desa yang presisi. Selain itu, data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat desa sesuai dengan standart sustainable development goals (SDGs).

“SDGs adalah standart kesejahteraan masyarakat internasional. Data desa yang presisi sangat mendukung SDGs karena mampu memenuhi beberapa aspek standar kesejahteraan. Kami berterima kasih kepada Kelompok 2 dari KKN DDP UNS-IPB yang telah mengabdi membangun data desa yang presisi ini. Kami juga memantau akun instagram kelompok KKN @lifeatkacangan dan mengapresiasi kinerja maksimal mahasiswa dalam membangun program Data Desa Kacangan Presisi. Melalui data desa presisi, segala bentuk kebijakan desa diharapkan lebih tepat guna dan tepat sasara,” pungkas Ladiyo. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Redaktur: Dwi Hastuti