Rektor UNS Resmikan Orchidarium di FMIPA

Rektor UNS Resmikan Orchidarium di FMIPA

UNS — Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho meresmikan rumah anggrek atau Orchidarium di  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Peresmian tersebut berlangsung pada Sabtu (1/10/2022) yang bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-26 FMIPA UNS.

Rumah anggrek ini didirikan sebagai tempat bernaung anggrek, terutama anggrek lokal atau endemik Indonesia. Tanaman ini memiliki keterancaman yang cukup tinggi karena tingginya alih fungsi lahan dan perburuan tanaman hias. Hal tersebut dapat ditekan melalui konservasi dan budi daya yang dilakukan oleh FMIPA melalui pendirian rumah anggrek ini.

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho mengapresiasi dan menyambut baik pendirian rumah anggrek ini. “Semoga dengan adanya rumah anggrek ini dapat menjadi wujud kontribusi FMIPA dan UNS dalam konservasi tanaman anggrek. Saya berharap, kita semua ikut berkontribusi dalam perbanyakan dan perakitan hibrida-hibrida unggul anggrek dari ancaman kepunahan,” tutur Prof. Jamal.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Rektor UNS yang didampingi Dekan FMIPA UNS, Drs. Harjana, Ph.D. serta jajaran pimpinan universitas. Selain itu, turut hadir pula Perwakilan Bank Jateng sebagai instansi mitra dalam pembangunan taman anggrek ini. Seusai pemotongan pita, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan tanaman anggrek jenis dendrodium discolor secara simbolis dari Bank Jateng kepada Rektor UNS, selanjutnya diteruskan kepada Dekan FMIPA UNS untuk dirawat dan dipelihara.

“Orchidarium didirikan sebagai upaya melengkapi komitmen FMIPA dan UNS sebagai green campus. Keberadaan taman anggrek ini tidak sekadar menjadi tempat bernaungnya anggrek spesies Indonesia, akan tetapi menjadi bagian dari upaya fakultas dalam konservasi dan pelestarian varietas anggrek unggul,” tutur Harjana.

Lebih lanjut, Harjana berkomitmen akan merawat anggrek-anggrek tersebut, terlebih FMIPA memiliki kapasitas  dan kualitas SDM untuk pengembangan dan konservasi anggrek lokal Indonesia. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Tim PKM-RE UNS Mengembangkan Material Teragnostik untuk Penyakit Kanker dari Limbah Ampas Kopi

Tim PKM-RE UNS Mengembangkan Material Teragnostik untuk Penyakit Kanker dari Limbah Ampas Kopi

UNS — Sejumlah  mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa kategori Riset Eksakta (PKM-RE) melakukan riset mengenai pengembangan material teragnostik untuk penyakit kanker berbasis Carbon Quantum Dots dari limbah ampas kopi. 

Adapun tim PKM-RE UNS ini terdiri dari mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang terdiri dari Chusna Nur Yuliantika yang berasal dari Program Studi (Prodi) Kimia, Diah Ayu Nurkhasanah dari Prodi Kimia, Galih Widiyanto dari Prodi Kimia, dan Niken Larasati dari Prodi Farmasi.

Sementara dalam penelitian ini melibatkan dosen Prodi Kimia UNS, Dr. rer. nat. Fajar Rakhman Wibowo, S.Si., M.Si. sebagai dosen pembimbing. Penelitian dilakukan dari bulan Juni -September 2022 bertempat di Sub Laboratorium Kimia UNS.

“Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jumlah coffee shop yang sedang menjamur akibat tren coffee shop itu sendiri. Hal ini berakibat pada meningkatnya limbah ampas kopi hasil produksi. Sayangnya limbah ampas kopi inilah yang masih belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, limbah ampas kopi mengandung carbon sejumlah ±56%,” ujar Ketua tim PKM-RE UNS, Chusna Nur Yuliantika, Selasa (27/9/2022).

Berangkat dari hal ini, maka pada penelitian ini dilakukan sintesis Carbon Quantum Dots dari limbah kopi. Carbon Quantum Dots merupakan material diagnostik yang dapat memendarkan cahaya. Carbon Quantum Dots yang kemudian dikonjugasi dengan Mesoporous Silica Nanoparticles/MSN serta Polimer Poly Allylamine Hydrochloride sebagai sistem “buka tutup” yang sensitif terhadap pH. MSN sendiri merupakan material mesoporous dengan pori yang cocok sebagai material pembawa. Adapun hal ini bertujuan agar obat dapat ditargetkan untuk dapat lepas pada pH asam atau pH sel kanker, yaitu pada pH 4.

Tim PKM-RE UNS Mengembangkan Material Teragnostik untuk Penyakit Kanker dari Limbah Ampas Kopi

Chusna Nur Yuliantika menambahkan bahwa saat ini telah berhasil dilakukan sintesis Carbon Quantum Dots sekaligus Carbon Quantum Dots yang terkonjugasi dengan material Mesoporous Silica Nanoparticles dan Poly Allylamine Hydrochloride. 

“Hasil yang diperoleh cukup baik karena ketiganya terkonjugasi dengan baik terlihat dari hasil karakterisasi yang dilakukan. Rilis obat menggunakan kurkumin dengan material hasil riset juga telah dilakukan pada pH normal dan pH kanker. Penelitian selanjutnya adalah pengujian secara in vitro untuk menguji efekasi kandidat obat terhadap sel kanker,” lanjut Chusna Nur Yuliantika.

Lebih lanjut, hingga saat ini hasil menunjukkan bahwa material teragnostik yang dikembangkan memiliki potensi yang baik. 

Tim PKM-RE UNS Mengembangkan Material Teragnostik untuk Penyakit Kanker dari Limbah Ampas Kopi

“Kami berharap dengan dilakukannya riset ini dapat membantu pengembangan diagnosis dan pengobatan kanker di Indonesia, serta meningkatkan angka kesembuhan terhadap kanker. Tentunya, ke depan masih diperlukan adanya pengembangan terhadap material yang dibuat agar lebih fleksibel penggunaanya bagi masing-masing jenis kanker,” pungkas Chusna Nur Yuliantika. Humas UNS

Reporter:  Lina Khoirun Nisa
Redaktur: Dwi Hastuti

Implementasikan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, UNS Bentuk Kepengurusan Satgas PPKS

Implementasikan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, UNS Bentuk Kepengurusan Satgas PPKS

UNS — Menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2021, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan aksi nyata dalam implementasi peraturan tersebut.

Pada Rabu (31/8/2022), diadakan pertemuan pembentukan tim kepengurusan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Dalam pertemuan tersebut mengacu pada Permendikbud Nomor 30 Pasal 27 dan 28, telah disepakati struktur pengurus Satgas PPKS yang terdiri dari unsur tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di UNS. Tim Satgas PPKS UNS diketuai oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. dengan sekretaris Santi Noor Pratiwi, mahasiswa FISIP.

Dalam proses seleksi Satgas PPKS UNS, dipilih panitia pelaksana untuk kemudian disebut sebagai Pansel. Setelah melewati proses seleksi administrasi dan wawancara yang panjang, berikut terlampir susunan lengkap Satgas PPKS UNS. Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. sebagai Ketua merangkap anggota dari FISIP, Santi Noor Pratiwi sebagai sekretaris merangkap anggota dari FISIP, Siti Fadhilah Imawati, S.T. sebagai anggota dari FISIP, Bianca Bunga Saputra sebagai anggota dari FISIP, Dr. dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or. sebagai anggota dari Fakultas Keolahragaan (FKOR), Dr. Meti Indrowati, S.Si., M.Si. sebagai anggota dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Siany Indria Liestyasari, S.Ant., M.Hum. sebagai anggota dari FKIP, Octavia Febriani Nur Kolia sebagai anggota dari Fakultas Pertanian (FP), serta Amalia Daryati sebagai anggota  dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Untuk penetapan Surat Ketetapan (SK) resmi saat ini sedang diajukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan diproses oleh Biro Sumber Daya Manusia UNS. Salah satu anggota Satgas PPKS, Amalia Daryati berharap agar pembentukan Satgas ini dapat menjadi wadah untuk melaporkan kasus kekerasan seksual.

“Kalau dari aku pribadi Satgas PPKS ini bisa jadi sebuah wadah ya, mungkin untuk fakultas-fakultas yang memang sebelumnya belum ada regulasi terkait kasus kekerasan seksual sekarang bisa jadi merasa lebih aman begitu kalau mau melapor. Karena mungkin bila melapor ke lembaga-lembaga yang mungkin bukan penunjukkan langsung dari kampus kadang merasa agak kurang kuat secara hukum begitu,” jelas Amalia.

Dalam rapat pembentukan kepengurusan Satgas tersebut, Ketua Satgas PPKS UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya tim Satgas adalah untuk mengawal dan mengambil tindakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkup kampus, sehingga dapat menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi sivitas akademika dan seluruh warga kampus.

“Terbentuknya tim Satgas ini menjadi angin segar bagi pegiat gender dan pegiat keadilan akan pelecehan dan kekerasan seksual di UNS,” ujar Prof. Ismi.

Dengan adanya lembaga yang sah dan kuat secara konstitusi diharapkan dapat mempermudah pengawalan terhadap kasus kekerasan seksual, serta dapat mencegah dan mengurangi kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus UNS. Selain itu, pembentukan tim Satgas PPKS juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan UNS yang lebih sadar terhadap isu kekerasan seksual sehingga dapat menciptakan ruang yang aman dan nyaman. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

UNS Kembali Gelar Donor Darah Rutin Bertempat di FMIPA

UNS Kembali Gelar Donor Darah Rutin Bertempat di FMIPA

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar kegiatan Donor darah pada Jumat (9/9/2022). Kegiatan donor darah yang digelar atas kerja sama Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS dengan DWP Unit Pelaksana (UP) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS, Medical Center UNS, Korps Sukarela (KSR) UNS, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta ini bertempat di Gedung C FMIPA UNS.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho S.H., M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan donor darah yang rutin dilaksanakan UNS di setiap bulannya ini merupakan bukti bahwa UNS tidak hanya selalu mengejar prestasi, tetapi UNS juga tidak pernah lupa akan kepedulian sosial.

“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan bukti bahwa di samping kita selalu mengejar prestasi, kita tidak pernah lupa dengan kepedulian sosial. Kita tidak akan pernah lupa bahwa keberadaan kita juga bermanfaat untuk orang lain, karena banyak orang mengatakan setetes darah kita akan sangat bermanfaat untuk yang membutuhkan,” pungkas Prof. Jamal.

Lebih lanjut, Prof. Jamal juga meyakini bahwa di setiap bulannya sivitas akademika UNS akan mendarmabaktikan sebagian kemampuannya untuk kemasyarakatan dan untuk kepentingan umat, salah satunya melalui kegiatan donor darah ini.

Dalam sambutan lain Dekan FMIPA UNS, Drs. Harjana, M.Si., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa kegiatan donor darah yang digelar di FMIPA UNS ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyongsong Dies Natalis ke-26 FMIPA UNS.

“Pada September ini donor darah rutin UNS digelar di FMIPA, karena sebentar lagi FMIPA UNS akan merayakan dies natalis yang ke-26, sehingga kegiatan donor darah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan pertama yang diselenggarakan untuk menyongsong Dies Natalis ke-26 FMIPA UNS,” tutur Harjana.

Selain itu, Harjana juga menambahkan bahwa nantinya akan ada 13 kegiatan untuk memeriahkan Dies Natalis ke-26 FMIPA UNS. Diantaranya FMIPA mengabdi, bakti sosial kesehatan dan farmasi, dan FMIPA mengajar.

“Terima kasih atas kerja keras panitia yang telah sukses menggelar donor darah, karena sampai tadi malam laporannya yang mendaftar online ada 120 pendonor. Sehingga saya perlu apresiasi juga yang sudah menggerakkan sivitas akademika FMIPA UNS untuk melakukan kegiatan kemanusiaan menyumbangkan darahnya,” ujar Harjana menutup sambutannya. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Redaktur: Dwi Hastuti

Tim Riset Grup Prodi Matematika UNS Mengadakan Pelatihan Digital Marketing Olahan Jamur di Jatirejo, Karanganyar

Tim Riset Grup Prodi Matematika UNS Mengadakan Pelatihan Digital Marketing Olahan Jamur di Jatirejo, Karanganyar

UNS — Riset Grup Program Studi (Prodi) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut berupa pelatihan digital marketing melalui Instagram sebagai alternatif peningkatan penjualan produk olahan jamur di Desa Jatirejo, Jumapolo, Kabupaten Karanganyar.

Dosen yang tergabung dalam tim riset tersebut antara lain Dr. Dewi Retno Sari, Dr. Sutanto, S.Si., DEA, Dra. Purnami Widyaningsih, M.App.Sc., Nughthoh Arfawi Kurdhi, Ph.D., dan Ririn Setiyowati, S.Si., M.Sc.

“Di Dusun Mungon-Mojodipo terdapat beberapa petani jamur yang tergolong aktif sebagai penggerak pemberdayaan jamur. Tercatat ada 11 petani jamur yang aktif, masing-masing dengan 4 petani jamur tiram dan 7 jamur kuping. Sekali panen jamur tiram berkisar 10-20 kg untuk setiap petani. Dalam satu periode penanaman selama 5-6 bulan dapat dilakukan 6-8 kali panen,” jelas Dr. Dewi Retno Sari, Minggu (21/8/2022).

Ia menambahkan bahwa jamur tiram dapat dipanen 4-5 hari setelah tumbuhnya calon jamur, Sementara, jamur kuping sekali panen 15-30 kg untuk setiap petani dan jamur kuping dapat dipanen 3-4 minggu setelah terbentuknya calon jamur. Namun, jamur yang dijual oleh petani Desa Jatirejo masih dalam bentuk mentahan sehingga memiliki harga jual rendah.  Selain itu, masyarakat juga belum mulai mengolah jamur menjadi variasi produk olahan jamur yang berdaya jual tinggi.

“Selain pemasaran hasil produksi yang kurang maksimal karena penurunan permintaan pasar saat masa pandemi, pemasarannya pun belum dilakukan secara luas melalui platform jejaring sosial. Oleh karena itu diperlukan branding dan digital marketing dalam skala luas. Olahan dari hasil panen yang berlimpah diharapkan dapat bernilai ekonomis lebih tinggi. Brand olahan jamur tersebut diberi nama JARE JAMUR,” imbuhnya.

Dr. Dewi Retno Sari menjelaskan bahwa dalam digital marketing, salah satu hal yang harus dikuasai adalah Marketing Platform (MP). Selain itu, kemasan produk juga menjadi salah satu faktor yang menarik pembeli. Oleh karena itu sangat penting bagi produsen untuk memaksimalkan fungsi kemasan sebagai alat  untuk menyampaikan informasi tentang produk kepada konsumen dan menjadi media untuk promosi.

Melalui digital marketing ini, Dr. Dewi berharap agar penjualan produk olahan jamur di Desa Jatirejo dapat semakin meningkat. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti