Implementasikan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, UNS Bentuk Kepengurusan Satgas PPKS

Implementasikan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, UNS Bentuk Kepengurusan Satgas PPKS

UNS — Menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2021, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan aksi nyata dalam implementasi peraturan tersebut.

Pada Rabu (31/8/2022), diadakan pertemuan pembentukan tim kepengurusan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Dalam pertemuan tersebut mengacu pada Permendikbud Nomor 30 Pasal 27 dan 28, telah disepakati struktur pengurus Satgas PPKS yang terdiri dari unsur tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di UNS. Tim Satgas PPKS UNS diketuai oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. dengan sekretaris Santi Noor Pratiwi, mahasiswa FISIP.

Dalam proses seleksi Satgas PPKS UNS, dipilih panitia pelaksana untuk kemudian disebut sebagai Pansel. Setelah melewati proses seleksi administrasi dan wawancara yang panjang, berikut terlampir susunan lengkap Satgas PPKS UNS. Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. sebagai Ketua merangkap anggota dari FISIP, Santi Noor Pratiwi sebagai sekretaris merangkap anggota dari FISIP, Siti Fadhilah Imawati, S.T. sebagai anggota dari FISIP, Bianca Bunga Saputra sebagai anggota dari FISIP, Dr. dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or. sebagai anggota dari Fakultas Keolahragaan (FKOR), Dr. Meti Indrowati, S.Si., M.Si. sebagai anggota dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Siany Indria Liestyasari, S.Ant., M.Hum. sebagai anggota dari FKIP, Octavia Febriani Nur Kolia sebagai anggota dari Fakultas Pertanian (FP), serta Amalia Daryati sebagai anggota  dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Untuk penetapan Surat Ketetapan (SK) resmi saat ini sedang diajukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan diproses oleh Biro Sumber Daya Manusia UNS. Salah satu anggota Satgas PPKS, Amalia Daryati berharap agar pembentukan Satgas ini dapat menjadi wadah untuk melaporkan kasus kekerasan seksual.

“Kalau dari aku pribadi Satgas PPKS ini bisa jadi sebuah wadah ya, mungkin untuk fakultas-fakultas yang memang sebelumnya belum ada regulasi terkait kasus kekerasan seksual sekarang bisa jadi merasa lebih aman begitu kalau mau melapor. Karena mungkin bila melapor ke lembaga-lembaga yang mungkin bukan penunjukkan langsung dari kampus kadang merasa agak kurang kuat secara hukum begitu,” jelas Amalia.

Dalam rapat pembentukan kepengurusan Satgas tersebut, Ketua Satgas PPKS UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya tim Satgas adalah untuk mengawal dan mengambil tindakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkup kampus, sehingga dapat menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi sivitas akademika dan seluruh warga kampus.

“Terbentuknya tim Satgas ini menjadi angin segar bagi pegiat gender dan pegiat keadilan akan pelecehan dan kekerasan seksual di UNS,” ujar Prof. Ismi.

Dengan adanya lembaga yang sah dan kuat secara konstitusi diharapkan dapat mempermudah pengawalan terhadap kasus kekerasan seksual, serta dapat mencegah dan mengurangi kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus UNS. Selain itu, pembentukan tim Satgas PPKS juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan UNS yang lebih sadar terhadap isu kekerasan seksual sehingga dapat menciptakan ruang yang aman dan nyaman. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

Prodi Agroteknologi UNS Gelar Kuliah Umum Aplikasi Bioteknologi Pertanian

Prodi Agroteknologi UNS Gelar Kuliah Umum Aplikasi Bioteknologi Pertanian

UNS — Program Studi (Prodi) Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) UNS menyelenggarakan kuliah umum tentang bioteknologi, Rabu (31/8/2022). Dr. Atmitri Sisharmini, S.Si., M.Si., didapuk menjadi narasumber. Ia merupakan peneliti di Pusat Riset Tanaman Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dekan FP UNS, Prof. Dr. Ir. Samanhudi, S.P., M.Si., IPM, ASEAN Eng., dalam sambutannya mengapresiasi langkah Prodi Agroteknologi menggelar kuliah umum ini. Ia menuturkan bahwa perkembangan bioteknologi di dunia internasional sangat pesat.

“Untuk mengantisipasi ke depan terkait ketersediaan bahan pangan nasional dikaitkan dengan pertambahan jumlah penduduk yang terus terjadi dan dihubungkan juga dengan semakin berkurangnya lahan atau sawah pertanian tentu memerlukan terobosan atau inovasi yang tinggi di bidang bioteknologi,” ujar Prof. Samanhudi.

Dalam Zoom Cloud Meeting yang dihadiri lebih dari 150 orang, Dr. Atmitri memberikan kuliah umum bertajuk “Aplikasi Bioteknologi di Bidang Pertanian”. Kuliah umum kali ini juga menjadi salah satu Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Kegiatan 1 yang digelar FP UNS.

Dr. Atmitri menjelaskan bahwa terdapat dua tipe bioteknologi, yakni bioteknologi klasik dan modern. Bioteknologi modern, berkaitan dengan topik kuliah umum, adalah aplikasi dari teknik perekayasaan genetik yang meliputi teknik asam nukleat in vitro dan fusi sel dari dua jenis atau lebih organisme di luar kekerabatan taksonomis.

Teknik Bioteknologi Rekayasa Genetika dalam Dunia Pertanian

Dalam bidang pertanian, rekayasa genetika digunakan para praktisi untuk mengatasi sexual barrier/incompatibility. Selain itu Dr. Atmitri menambahkan, rekayasa genetika turut berguna mengatasi tidak adanya sumber gen dari plasma nutfah tanaman.

“Teknologi rekayasa genetika dapat diaplikasikan untuk menghasilkan benih dan pangan yang berkualitas,” tutur Dr. Atmitri.

Tanaman biotek memberikan kontribusi besar dalam dunia pertanian. Dalam pemaparannya, Dr. Atmitri menjelaskan bahwa tanaman biotek mampu meningkatkan produktivitas tanaman atau hasil panen. Tanaman biotek juga mampu mengurangi aplikasi fungisida dan pestisida sehingga metode ini dinilai ramah lingkungan. Tanaman biotek mengurangi efek gas rumah kaca yang menjadi penyebab perubahan iklim, mempertahankan keanekaragaman hayati, hingga meningkatkan kesejahteraan petani.

“Tanaman tahan terhadap hama sehingga frekuensi penyemprotan (pestisida) menjadi berkurang. Tentunya ini biaya produksi pertanian juga semakin berkurang sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas Dr. Atmitri.

Beberapa tanaman Produk Rekayasa Genetika (PRG) telah dilepas di Indonesia. Dr. Atmitri memberikan contoh diantaranya tebu transgenik toleran kekeringan di Jember, kentang bio granola tahan hama hawar daun, tomat tahan Tomato Yellow Leaf Curl Virus (TYLCV) dan Cucumber Mozaic Virus (CMV), padi mekongga PRG yang efisien terhadap penyerapan pupuk nitrogen.

Teknik Bioteknologi Genome Editing

Dr. Atmitri menyampaikan bahwa genome editing merupakan sebuah metode yang menarget sekuen DNA di dalam genome suatu organisme sehingga dapat disisipi, diganti, atau dihapus dengan bantuan enzim nuclease yang berfungsi sebagai gunting molekuler.

Teknik pengeditan genom memiliki beberapa kelebihan. Sifat tanaman akan lebih presisi karena hanya gen target yang termutasi. Teknik ini juga memiliki regulasi yang tidak sulit terkait produk luarannya. Proses pengerjaan diklaim lebih cepat untuk mendapat tanaman homozigot. Hal tersebut juga berdampak pada penghematan biaya.

Beberapa contoh tanaman hasil pengaplikasian genome editing di luar negeri yaitu tomat tinggi Gamma-aminobutyric Acid (GABA) untuk mengurangi tekanan darah serta jamur anti browning

Di Indonesia sendiri para praktisi telah melahirkan tanaman padi tahan rebah (semidwarf), cabai tahan geminivirus, jeruk tahan Huang Long Bing (HLB), serta pengembangan tanaman padi yang efisien penggunaan kalium.

“Bioteknologi terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman, tanaman tahan cekaman abiotik dan biotik, dan peningkatan kualitas tanaman pertanian. Bioteknologi mempunyai prospek besar untuk perbaikan tanaman pertanian,” pungkas Dr. Atmitri.

Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Redaktur: Dwi Hastuti

Mahasiswa Agribisnis UNS Raih Juara 2 Lomba Business Proposal Competition Tingkat Nasional

Mahasiswa Agribisnis UNS Raih Juara 2 Lomba Business Proposal Competition Tingkat Nasional

UNS — Prestasi di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Baru saja, tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian (FP) UNS meraih juara 2 business proposal competition. Mereka adalah Mahdaviqia Dharmawan, Natasya Erischa Pranadita, dan Zakki Millati Asna.

Kompetisi yang berlangsung pada 18 Juli—13 Agustus 2022 tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Prodi Teknik Logistik Institut Teknologi Telkom (ITT) Purwokerto. Mahdaviqia Dharmawan atau yang kerap disapa Davi mengatakan bahwa Ia dan timnya mengusung ide bisnis Bernama My Craft.

“My Craft adalah platform yang menghubungkan antara pelaku UMKM kerajinan tangan dengan pasar internasional secara langsung. Platform ini akan menyediakan wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk kerajinan tangan dan menjadi penghubung pembeli dari luar negeri dengan kemudahan proses administrasi ekspor,” jelasnya kepada uns.ac.id, Senin (15/8/2022).

Pada tahap awal, seluruh peserta mengumpulkan proposal bisnis untuk dinilai oleh juri. Kemudian, dipilih 5 finalis dari 40-an peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk masuk ke tahap final.

Ide bisnis ini muncul setelah Davi dan timnya melihat data ekspor kerajinan tangan asal Indonesia yang cenderung stagnan dari tahun ke tahun. Hal ini diperparah dengan sedikitnya UMKM yang sudah masuk pada ekosistem digital sehingga menyebabkan terhambatnya proses pemasaran produk UMKM ke pasar internasional.

“Jika dilihat dari data, UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB Indonesia. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pelaku UMKM menciptakan produk berstandar ekspor sehingga tidak hanya PDB yang bertambah tetapi juga devisa negara ikut naik,” jelasnya.

Davi mengaku sangat senang ketika timnya diumumkan mendapat juara 2 dalam kompetisi ini.
“Mendapat juara 2 dalam business proposal competition bidang bisnis ekspor sangat membanggakan bagi kami. Rasanya senang dan terharu juga ketika ide kami disambut positif oleh para juri. Terlebih, ini merupakan kompetisi pertama kami dalam perlombaan proposal bisnis. Terima kasih kepada teman, dosen, dan seluruh sivitas akademika yang sudah membantu dalam proses penyusunan bisnis proposal ini,” ungkapnya.

Davi dan timnya berharap dapat terus menyalurkan ide serta gagasannya dalam perlombaan-perlombaan lain.

“Kami juga berharap dengan adanya prestasi ini dapat memberikan dampak positif bagi kinerja UNS dan memotivasi rekan lainnya untuk turut berprestasi, baik di kancah nasional maupun internasional,” pungkas mahasiswa semester lima tersebut. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Kembangkan Potensi Pertanian Organik, HM Pelita UNS Dampingi Para Petani di Gentungan, Karanganyar

Kembangkan Potensi Pertanian Organik, HM Pelita UNS Dampingi Para Petani di Gentungan, Karanganyar

UNS — Dewasa ini pertanian organik semakin digandrungi masyarakat. Konsumen nasi organik yang semakin banyak membuat permintaan beras organik meningkat. Hal ini dapat menciptakan peluang bagi para petani organik untuk mengembangkan pertanian mereka.

Hal itulah yang menjadi fokus Himpunan Mahasiswa Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (HM Pelita) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS Surakarta. Melalui program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tim yang terdiri atas 10 orang ini membuat proyek di desa dengan judul “Pengembangan Potensi Pertanian Organik Berbasis Kearifan Lokal di Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar”.

Tim HM Pelita menjalin kerja sama dengan Tani Mulyo 1 yang berada di Desa Gentungan. Kelompok tani ini dipilih karena mereka memiliki sertifikat LSO sejak tahun 2011. Tani Mulyo 1 juga dikenal sebagai pelopor pertanian organik di Kabupaten Karanganyar. Tingkat produksi padi organik di Desa Gentungan juga cukup tinggi, yaitu 4 hingga 6 ton per hektar. Namun, tingkat produksi yang tinggi belum bisa diimbangi dengan pemasaran produk yang baik. Inilah yang membuat HM Pelita memilih Tani Mulyo 1 sebagai mitra untuk didampingi.

Tim MBKM HM Pelita yang diketuai oleh Muhammad Ivan Rizki dibentuk sejak Januari 2022. Mereka melakukan survei terlebih dulu sebelum memulai kegiatan. Berdasarkan hasil survei, sejumlah kegiatan diperlukan untuk meraih tujuan mengembangkan pertanian organik di desa tersebut. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan yakni sejak Januari hingga Juli 2022.

“Adanya kegiatan MBKM ini membuat mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmunya dalam pembelajaran di luar kampus, salah satunya dalam bentuk proyek membangun desa yang mengangkat isu pertanian berbasis kearifan lokal,” ujar Ivan.

Kegiatan MBKM di Desa Gentungan diawali dengan pembukaan dan sosialisasi program kepada masyarakat pada 19 Maret 2022. Adapun kegiatan yang sudah dilakukan yaitu lomba kreasi tanam, agroedukasi (paket tanam, paket rawat, paket pupuk organik, dan paket panen), ekonomi kreatif dengan kearifan lokal, dan gerakan menghias desa.

HM Pelita juga melakukan beberapa sosialisasi untuk memberikan informasi tambahan kepada petani dan masyarakat. Salah satunya ialah pelatihan dan sosialisasi pengendalian hama tikus menggunakan burung tyto alba. Langkah ini sebagai upaya mengendalikan hama menggunakan cara alami atau organik dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Selain itu, HM Pelita juga mengadakan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK Desa Gentungan untuk membuat produk olahan dari beras. Berdasarkan sosialisasi pada 23 Mei 2022 tersebut, ibu-ibu PKK setempat sepakat mengolah beras menjadi intip dan gethuk lindri.

Kembangkan Potensi Pertanian Organik, HM Pelita UNS Dampingi Para Petani di Gentungan, Karanganyar

Tim MBKM Pelita juga mengadakan Festival Memedi Sawah sejak tanggal 5 hingga 23 Juni 2022. Festival yang mengusung tema “Kolaborasi Pertanian Tempo Dulu dan Pertanian Modern” tersebut merupakan hasil kolaborasi antara HM Pelita, Pokdarwis Embung Setumpeng, Kelompok Tani Mulyo I, dan Kans.ID.

Puncak kegiatan MBKM HM Pelita yakni Festival Panen Raya Padi Organik yang dilaksanakan selama dua hari yakni pada 19—20 Juni 2022. Acara yang bertempat di Alun-Alun Tani Ngampel dan kawasan wisata Embung Setumpeng tersebut diisi dengan agenda jalan sehat, wayang tingklung Ki Kenci Wisnu Aji, dan Kirab Memedi Sawah pada hari petama.

Sementara itu, hari kedua diisi dengan kirab tumpeng, lomba kreasi tumpeng, seni musik angklung, pertunjukan reog, dan peresmian tol sawah. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Karanganyar, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian Karanganyar, Kepala Dinas Pariwisata Karanganyar, Camat Mojogedang, BPP Mojogedang, dan dosen-dosen UNS.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto melakukan panen raya secara simbolis di persawahan yang ada di Desa Gentungan. Usai melakukan panen raya secara simbolis, Rober Christanto membagikan 60 tumpeng berukuran kecil dan dua tumpeng berukuran besar kepada warga serta pengunjung wisata Embung Setumpeng.

Pendampingan yang dilakukan HM Pelita melalui MBKM ini direspons positif oleh masyarakat. Pembina Kelompok Tani Mulyo I mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada HM Pelita karena mendapat informasi dari berbagai program yang dibuat. Jejaring masyarakat desa juga lebih luas dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut. Selain itu, Desa Gentungan bisa dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.

“Kegiatan yang dilaksanakan  ini sebagai upaya dan berkaitan dengan cita-cita kami selaku masyarakat Desa Gentungan untuk mewujudkan agrowisata edukasi tahun 2025. MBKM memang oke,” ujarnya.

Kesuksesan kegiatan MBKM HM Pelita tidak terlepas dari bantuan dosen pembimbing yakni Dr. Ir. Sugihardjo, M. S. Peran para anggota tim yaitu Alfika Aninda Wahyuni, Anggun Melvana Audria, Berlian Noor Kirana, Iva Candra Oktavira, Muhammad Fikri Arifuddin, Nathania Fredlina Shaffa H, Nur Latifah, Syafiq Dzaky Al Amin, dan Yuhibbu Noor Hudan juga besar untuk keberhasilan program. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

KSI FP UNS Adakan Sosialisasi dan Penguatan Kelembagaan kepada Masyarakat Desa Menjing, Karanganyar

KSI FP UNS Adakan Sosialisasi dan Penguatan Kelembagaan kepada Masyarakat Desa Menjing, Karanganyar

UNS — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKOK) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut berupa sosialisasi dan penguatan kelembagaan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Kelompok Tani Ternak, dan Karang Taruna di Desa Menjing, Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (30/7/2022) yang diikuti oleh 20 peserta. Ketua Tim PPKOK, Tri Kurnianingsih mengatakan bahwa ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan frekuensi antara tim PPKOK KSI dengan masyarakat Desa Menjing.

“Kami undang perwakilan berbagai komponen masyarakat sehingga program yang dijalankan dapat memberikan kebermanfaatan bersama. Program pemberdayaan masyarakat yang kami usung bertema ‘peningkatan ekonomi masyarakat Desa Menjing melalui pengembangan zero cattle waste dan budidaya vertiminaponik terintegrasi’ di Desa Menjing. Kegiatan ini juga mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat,” jelas Tri Kurnianingsih.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini berjalan dengan lancar. Turut hadir pula Kepala Desa Menjing, Ahmad Supardi dan Ketua Karang Taruna Desa, Budi. Seusai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program PPKOK KSI yang terdiri dari 3 sub program utama, yaitu zero cattle waste, vertiminaponik serta budi daya maggot BSF. Setelah pemaparan program, kemudian dilakukan Forum Group Discussion (FGD) bersama masyarakat setempat.

KSI FP UNS Adakan Sosialisasi dan Penguatan Kelembagaan kepada Masyarakat Desa Menjing, Karanganyar

“Kesepakatan forum yang didapatkan pada FGD kemudian dilanjutkan dengan pengesahan program kerja PPKOK KSI oleh Kepala Desa Menjing. Acara selanjutnya yakni pembentukan serta penguatan kelembagaan. Masing-masing perwakilan elemen masyarakat dibagi ke dalam 3 kelompok sesuai dengan sub program yang telah dipaparkan untuk menjaga koordinasi pada tahap pelaksanaan program,” imbuh Tri Kurnianingsih.

Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi dan penguatan kelembagaan ini mampu meningkatkan kerja sama dan menyelaraskan langkah antara tim PPKOK KSI dengan masyarakat Desa Menjing.

KSI FP UNS Adakan Sosialisasi dan Penguatan Kelembagaan kepada Masyarakat Desa Menjing, Karanganyar

“Semoga program yang akan dilaksanakan dapat berkelanjutan. Banyaknya partisipasi masyarakat dari berbagai elemen juga diharapkan dapat membangun koordinasi yang sistematis. Kerja sama yang baik ini semoga dapat menyukseskan program pemberdayaan sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Menjing,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti