Dua Mahasiswa UNS Raih Juara Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional

Dua Mahasiswa UNS Raih Juara Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional

UNS — Prestasi di tingkat nasional kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pasalnya, dua mahasiswa UNS baru saja meraih Juara 2 dan 3 Lomba Menulis Esai Tingkat Nasional. Mereka adalah Alwan Adhirajasa Yoga dari Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) dan Tegar Ramadani dari Prodi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Kompetisi ini digelar oleh Jurusan Matematika Universitas Lampung (Unila) dalam rangka peringatan Dies Natalis Jurusan Matematika Unila. Juara 2 diraih oleh Tegar Ramadani dan Juara 3 diraih oleh Alwan Adhirajasa Yoga.

Dalam lomba esai yang diikuti oleh berbagai peserta dari perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Tegar mengusung gagasan pembuatan paper bag berbahan dasar ampas tebu.

“Gagasan ini dilatarbelakangi karena ketersedian bahan baku berupa ampas tebu yang sangat melimpah. Selain itu, penggunaan plastik di Indonesia menyebabkan banyak terjadi pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, saya mencoba membuat paper bag dari ampas tebu,” jelasnya saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Kamis (15/9/2022).

Sementara, Alwan mengangkat ide pemanfaatan kontainer bekas sebagai rancangan berkelanjutan rumah tinggal ekonomis.

“Saya membuat desain rumah tinggal 2 lantai menggunakan aplikasi sketchup dari kontainer pelayaran. Jika dibandingkan mutu dan biaya dengan rumah konvensional, inovasi ini mampu menghemat hingga 49% pengeluaran,” jelas Alwan.

Tahapan yang Ia lakukan antara lain dengan mendesain rumah menggunakan software sketchup dan menghitung  volume material atau volume pekerjaan. Setelah itu, melakukan analisis perhitungan biaya menggunakan metode Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Setelah selesai, lalu dibandingkan biaya per meter dengan rumah konvensional. Pada tahap akhir, dilakukan  analisis kelayakan struktur memggunakan software SAP2000 mengacu SNI 03-1729-2019.

 “Hasilnya, penggunaan kontainer bekas mampu membuat penghematan hingga 49% dibanding rumah konvensional atau harga bangun rumah sebesar Rp. 2.802.678 per meter persegi, sedangkan rumah konvensional Rp. 3.500.000 – Rp 5.000.000 per meter persegi. Penggunaan kontainer untuk rumah juga dapat dilakukan dengan maksimal 2 tumpukan kontainer berdasarkan SNI 03-1729-2019 yang dianalisis menggunakan software SAP2000,” imbuhnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Guru Besar UNS: Indonesia Berpeluang Kuasai Teknologi

Guru Besar UNS: Indonesia Berpeluang Kuasai Teknologi

UNS — Indonesia berpeluang untuk memacu perkembangan riset dan inovasi di bidang teknologi. Hal ini didukung dengan populasi penduduk Indonesia yang mencapai 275,77 juta jiwa hingga pertengahan 2022 sehingga memiliki pasar yang besar.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Kuncoro Diharjo mengungkapkan bahwa secara otomatis, kebutuhan berbagai jenis produk, baik dengan kandungan teknologi tinggi maupun rendah, sangat besar.

“Jika bangsa ini tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, maka mau tidak mau akan dipenuhi oleh produk impor. Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki tiga potensi sumber daya alam berkelanjutan yang begitu besar, yaitu produk hasil pertanian dan produk maritim. Hal ini sesuai dengan posisi Indonesia sebagai negara agraris dan bahari. Potensi ketiga adalah energi matahari yang bersinar sepanjang masa dengan intensitas tinggi,” jelasnya, Rabu (27/7/2022).

Guru Besar Fakultas Teknik (FT) UNS tersebut juga menambahkan bahwa peluang pengembangan teknologi untuk mendorong penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) industri untuk melakukan penguatan riset dan inovasi produk hasil pertanian dan maritim sangat dibutuhkan sepanjang masa. Bahkan kebutuhan ini sangatlah besar meskipun hanya untuk kebutuhan pasar domestik.

Selain itu, ekspor produk segar atau olahan dari hasil pertanian dan maritim juga sangat besar, khususnya ke negara-negara mitra bisnis Indonesia di Eropa, Rusia, dan Amerika. Oleh karena itu, penguasaan teknologi bidang pertanian dan maritim sudah seharusnya dilakukan secara mandiri.

“Semestinya, kedua jenis produk tersebut menjadi kebanggaan dan keunggulan dalam persaingan pasar global. Di sisi lain, sumber energi matahari yang melimpah juga berpotensi untuk mendukung kebutuhan energi bagi UMKM, industri, dan masyarakat. Potensi energi yang besar ini mampu membawa produk asli Indonesia lebih berdaya saing tinggi,” imbuhnya.

Menurutnya, tidak hanya pada bidang pertanian dan maritim yang berpeluang untuk dikembangkan secara luas dan massif. Peluang terbuka juga di berbagai bidang yang lain, seperti kesehatan, transportasi, teknologi informasi, digital marketing, dan bidang sosial humaniora lainnya.

Tantangan

Prof. Kuncoro mengakui bahwa masih banyak tantangan dalam pengembangan riset dan inovasi di Indonesia. Tantangan-tantangan tersebut seperti pentingnya penguatan pondasi kompetensi akademik lulusan yang disertai dengan memberikan kesempatan dalam pengembangan talentanya serta penguatan fasilitasi layanan riset dan inovasi baik antar periset maupun litbang/perguruan tinggi.

“Penguatan dalam pengembangan kewirausahaann atau start up bagi generasi muda sangat diperlukan. Hal ini sebagai upaya dalam penguatan daya saing produk Indonesia serta penguatan sinergi riset inovasi antar periset, antar litbang atau universitas serta dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) atau masyarakat,” kata Prof. Kuncoro.

Pada tahun 2021, Prof. Kuncoro yang juga pakar material komposit UNS beserta tim peneliti membangun sinergi riset bersama dengan PT INKA (Persero) Madiun untuk pengujian bakar gerbong kereta api skala full cabin test. Riset tersebut ditujukan untuk pengembangan material tahan api interior kereta api dalam rangka meningkatkan level jaminan keselamatan penumpang, melalui kontrol nirkabel untuk panas dan asap. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Rektor UNS Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

Rektor UNS Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

UNS — Tiga guru besar baru Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Akademik Terbuka UNS, Selasa (19/7/2022). Ketiga guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Dra. Sri Subanti, M.Si., Prof. Dr.  Yusup Subagio Sutanto, dr., Sp.P(K), FISR, FAPSR., dan Prof. Dr. Zainal Arifin, S.T., M.T. Pengukuhan tersebut dilakukan secara luring dan daring di Gedung Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.

Prof. Dr. Dra. Sri Subanti, M.Si. merupakan guru besar ke-23 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan ke-248 UNS. Sementara, Prof. Dr.  Yusup Subagio Sutanto, dr., Sp.P(K), FISR, FAPSR. merupakan guru besar ke-46 Fakultas Kedokteran (FK) dan ke-249 UNS sedangkan Prof. Dr. Zainal Arifin, S.T., M.T. merupakan guru besar ke-20 Fakultas Teknik (FT) dan ke-250 UNS.

Ketua Dewan Profesor, Prof. Suranto mengapresiasi capaian tiga profesor baru di UNS tersebut. “Apa yang dicapai rekan sejawat kami adalah prestasi yang luar biasa. Prof. Sri Subanti sedemikian sabar dan tabah beberapa kali berkasnya dikembalikan dari Jakarta tapi beliau tetap semangat dan percaya bahwa suatu hari akan menjabat guru besar. Begitu juga dengan Prof. Yusup Subagio yang merupakan profesor ber-NIDK pertama dan tercepat yang kita punyai, dalam waktu dua bulan sudah turun,” tuturnya.

Prof. Suranto juga mengucapkan apresiasi dan selamat bergabung kepada Prof. Dr. Zainal Arifin di Dewan Profesor. Apresiasi juga disampaikan oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho atas dikukuhkannya tiga guru besar baru di UNS.

“Kami patut bersyukur karena pertumbuhan jumlah guru besar baru di UNS telah menunjukan trend peningkatan yang positif meskipun masih relatif kecil. Dengan penambahan tiga orang guru besar yang baru saja dikukuhkan, maka jumlah guru besar aktif UNS mencapai 134 orang,” tutur Prof. Jamal.

Penambahan guru besar ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen dan keseriusan UNS dalam mewujudkan target proporsi ideal sesuai dengan komitmen awal ketika bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH).

Rektor UNS Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru

Prof. Jamal juga berpesan kepada tiga guru besar baru tersebut agar tidak menghabiskan seluruh waktu pengabdiannya di kelas dan laboratorium saja. Melainkan sebagai sosok intelektual yang rajin mengimplementasikan ilmu dan pengetahuanya demi kepentingan kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. 

“Jadilah juga sosok guru besar yang senantiasa mampu menjaga semangat kolegial, yakni dengan keikhlasanya mendorong dan memberikan kesempatan berkembang kepada juniornya,” harapnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

UNS Tambah Tiga Guru Besar Baru

UNS Tambah Tiga Guru Besar Baru

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menambahkan tiga guru besar baru. Tiga guru besar tersebut yaitu Prof. Dr. Dra. Sri Subanti, M.Si dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof. Dr.  Yusup Subagio Sutanto, dr., Sp.P(K), FISR, FAPSR. dari Fakultas Kedokteran (FK) dan Prof. Dr. Zainal Arifin, S.T., M.T. dari Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) UNS. Para guru besar ini akan dikukuhkan pada Selasa (19/7/2022) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram.

Prof. Dr. Dra. Sri Subanti, M.Si merupakan guru besar ke-23 FMIPA dan ke-248 UNS. Beliau akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Statistika Ekonomi dengan pidato pengukuhan berjudul “Statistika dan Peranannya Dalam Ekonomi”.

Dalam perspektif umum, sebagian besar menganggap statistika sebagai sekumpulan informasi dalam bentuk numerik sepanjang kurun waktu tertentu, seperti tingkat pengangguran bulan lalu, tingkat inflasi kuartal lalu, total pengeluaran pemerintah semester lalu, pertumbuhan output tahun lalu, dan sebagainya. Meskipun hal ini sah – sah saja, ada perspektif yang lebih baik untuk melihat statistika dalam konteks metodologi yaitu sekumpulan aktivitas untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, meringkas, mengatur, menyajikan, menganalisis dan menafsirkan informasi – informasi numerik tersebut.

Umumnya, terdapat tiga tahapan dari analisis statistika dalam penelitian ekonomi yaitu pertama, penyesuaian data agar sesuai dengan kategori analitis. Ini terjadi karena data yang tersedia untuk penelitian ekonomi tidak selalu dapat dihasilkan dari laboratorium. Kedua, analisis kepada pengelompokkan pola temporal yang berbeda. Ketiga, pengukuran dari hubungan kausalitas yang dirumuskan secara teoretis yang biasanya diawali dengan asumsi dasar yang menyatakan bahwa ada hubungan invarian yang dirumuskan oleh teori ekonomi.

“Kesemua tahapan yang baru saja kami sampaikan akan saling bergantung, dan validitas hasilnya tergantung dari  pengetahuan yang dimiliki dan penerapan metode yang tidak selalu bersifat statis,” terang Prof. Sri Subanti di sela-sela acara Jumpa Pers pengukuhan Guru Besar di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa UNS, Senin (18/7/2022).

Penerapan statistika dalam penelitian ekonomi, khususnya, telah memberikan perspektif kajian baru yang menarik untuk dikaji, sehingga keduanya perlahan berkembang dan menawarkan variasi minat studi. Dengan memanfaatkan ide dan teori bidang ekonomi, perkembangan studi yang melibatkan kedua disiplin ilmu ini diharapkan mampu menjawab tantangan dan fenomena ekonomi yang senantiasa dinamis dan diliputi ketidakpastian kedepannya.

Kemudian Prof. Dr. Yusup Subagio Sutanto, dr., Sp.P(K), FISR, FAPSR. Guru besar ke-46 FK dan ke-249 UNS. Beliau akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi dengan pidato pengukuhan berjudul “Pemanfaatan Bekicot, Kitosan dan Kulit Durian Sebagai Terobosan Baru Pencegahan Resistensi Tuberkulosis”.

Tuberkulosis (TB) sebagai global emergency merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB). Kasus TB di Indonesia masih cukup tinggi dan diperkirakan masih terdapat 845.000 kasus biasa dan 24.000 kasus TB resisten. Pada situasi pandemi Covid-19 pada tahun 2020 dari 845.000 kasus hanya terdeteksi 349.000 dan 860 kasus TB resisten. Persentase estimasi kasus TB pada tahun 2018 dan 2019 ditemukan sebesar 60%, namun pada tahun 2020 hanya ditemukan 30% kasus TB. Data terbaru tanggal 21 Oktober 2021 dari Kemenkes RI menunjukkan kasus TB di Indonesia terdapat 301 kasus per 100 ribu penduduk sehingga menempatkan Indonesia di posisi ke-3 kasus TB terbanyak tingkat global. Kemenkes menargetkan capaian 65 kasus per 100 ribu penduduk dan penurunan angka kematian hingga 6 per 100 ribu penduduk pada tahun 2030 (p2p.kemkes.go.id).

World Health Organization (WHO) menyampaikan bahwa kasus TB meningkat lagi secara global di tengah pandemi Covid-19. WHO memperkirakan bahwa sekitar 4,1 juta penderita TB belum terdiagnosis atau belum dinyatakan secara resmi, terbukti adanya peningkatan tajam dari angka 2,9 juta pada tahun 2019. Adanya pandemi Covid-19 telah memperburuk situasi bagi penderita TB, selain karena dana kesehatan yang dialihkan untuk mengatasi Covid-19, dan sulitnya akses perawatan karena adanya lockdown. Akibatnya terdapat penurunan jumlah orang yang mencari pengobatan pencegahan TB sebesar 2,8 juta pada tahun 2020 atau turun sekitar 21% dibandingkan tahun 2019. Target dunia bebas dari epidemi TB pada tahun 2030 dapat direduksi hingga 80 persen, dikhawatirkan tidak akan tercapai akibat adanya pandemi Covid-19.

“TB dapat disembuhkan dengan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang tepat, namun, akhir-akhir ini banyak ditemukan galur MTB resisten terhadap dua atau lebih OAT yang dikenal sebagai galur MDR-TB (Kemenkes RI, 2018),” ujar Prof. Yusup.

Berdasarkan hasil Riset dasar yang telah dilakukan tentang potensi dan efektivitas sediaan galenik seromukoid bekicot, kitosan, ekstrak kulit durian sebagai kandidat potensial OAT yang berbasis bahan alam atau galenik merupakan suatu  terobosan baru melalui riset berbasis ipteks.  Oleh karena itu diperlukan penelitian berkelanjutan dan holistik terkait yaitu riset terapan tentang pengembangan prototipe menjadi produk krenova terstandarisasi dan tersertifikasi yang dapat diaplikasikan di mitra pengguna atau masyarakat, serta Riset pengembangan, hilirisasi dan komersialisasi sediaan galenik OAT untuk pencegahan TB sebagai produk krenova based of knowledge melalui kerja sama dengan bidang industri farmasi.

Meskipun topik riset yang telah, sedang maupun yang akan dilakukan merupakan suatu hal sebagai suatu mimpi atau harapan untuk dapat terwujud bahwa sediaan galenik mampu menggantikan sepenuhnya sebagai OAT, namun suatu kebahagiaan bagi saya untuk dapat memberikan pemikirian sebagai bagian atau puzzle kecil yang dapat melengkapi gambaran tentang suatu terobosan baru pemanfaatan potensi sediaan galenik sebagai pendukung OAT dalam upaya pencegahan MDR-TB di Indonesia. Saya optimis dan yakin dengan dukungan semua pihak semoga hasil penelitian terkait pencegahan MDR TB dari hulu ke hilir dapat terwujud. Semoga uraian dalam pidato ini bermanfaat bagi semua pihak khususnya bidang pulmonologi dan kontribusi kekayaan intelektual di Indonesia dan khususnya bagi sivitas akademika UNS,” ujar Prof. Yusup.

Guru Besar ketiga, Prof. Dr. Zainal Arifin, S.T., M.T. merupakan guru besar ke-20 FT dan ke-250 UNS. Beliau akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin dengan pidato pengukuhan berjudul “Rekayasa Manufaktur Semikonduktor Sel Surya sebagai Material Energi Bersih Masa Depan”.

Prof. Zainal mengatakan, kebutuhan energi akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan Seiring perkembangan IPTEK dan pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan energi dunia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan sumber energi baru terbarukan, secara berkelanjutan. Hal ini juga selaras dengan bauran energi Indonesia, yang menargetkan adanya peningkatan penggunaan energi terbarukan sebesar 31% pada tahun 2050. Indonesia mempunyai potensi energi surya sebesar 207,8 GWp yang dapat dikonversi menjadi energi listrik menggunakan sel surya melalui proses photovoltaic.

Pengembangan sel surya generasi ketiga yaitu dye-sensitized solar cells (DSSC) mempunyai tantangan dalam mobilitas elektron. Mobilitas elektron dipengaruhi oleh interaksi yang terjadi antara semikonduktor dengan sensitizer dalam melakukan injeksi elektron. Mobilitas elektron yang tinggi akan meningkatkan arus listrik yang dibangkitkan oleh DSSC.

“Tantangan ini memotivasi saya, sehingga sejak kurang lebih sepuluh tahun terakhir, saya bersama tim di Laboratorium Energi Surya Fakultas Teknik UNS melakukan penelitian untuk meningkatkan efisiensi dari sel surya DSSC secara bertahap. Penelitian dilakukan dengan cara rekayasa manufaktur. Fokus penelitian saya adalah Rekayasa manufaktur pada bentuk dan struktural semikonduktor untuk meningkatkan mobilitas elektron”, terang Prof. Zainal.

Rekayasa manufaktur ini dilakukan dengan menggunakan mesin electrospinning. Mesin electrospinning yang di rancang bersama di Grup Riset Konversi Energi Terapan dan Nano Teknologi, dilakukan melalui pendanaan hibah penelitian, baik yang bersumber dari dana UNS maupun Kemendikbudristek.

Ada tiga opsi yang telah berhasil dilakukan yaitu opsi pertama adalah dengan mengubah morfologi semikonduktor menjadi nanofiber menggunakan mesin electrospinning melalui proses direct deposition. Opsi kedua adalah dengan membuat lapisan semikonduktor dua lapis, yaitu lapisan pertama yang berfungsi sebagai dye loading (DL) dan lapisan kedua sebagai light scattering (LS). Lapisan dye loading menggunakan semikonduktor nanopartikel, sedangkan lapisan light scattering menggunakan semikonduktor nanofiber. Opsi ketiga yang dilakukan yaitu merekayasa mesin electrospinning dengan double pump sehingga menghasilkan semikonduktor yang berlubang. Selain itu, juga ditemukan bahwa, dengan penambahan doping Fe, Mg dan Zn dapat memperbesar lubang semikonduktor hollow nanofiber. Ketiga opsi hasil temuan tersebut, telah terbit pada artikel jurnal ilmiah Internasional bereputasi dan juga telah dipatenkan. Temuan-temuan tersebut dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan pasokan material energi bersih masa depan. HUMAS UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Sediakan Jasa Pembuatan Desain Bangunan Gratis, Mahasiswa UNS Berbagi Manfaat melalui Civilarch Charity

Sediakan Jasa Pembuatan Desain Bangunan Gratis, Mahasiswa UNS Berbagi Manfaat melalui Civilarch Charity

UNS — Zharfa Hafizhotul Qonita, seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil mengembangkan sebuah proyek sosial bernama Civilarch Charity. Proyek sosial tersebut merupakan gerakan sosial yang menyediakan jasa desain bangunan publik yang dibutuhkan masyarakat tanpa dikenai biaya sepeser pun.

Saat berbagi kisah bersama tim uns.ac.id, Zaharfa mengaku pada bulan Ramadan tahun lalu, ia dan teman-temannya sadar akan kebutuhan masyarakat atas desain bangunan yang di dalamnya dilakukan aktivitas-aktivitas kebaikan.

“Awal mulanya adalah di Ramadan tahun 2021, saat saya dan teman-teman Civilarch mengawali membuat rintisan perusahaan Civilarch ingin membangun kegiatan yang bermanfaat di saat Ramadan, mengingat Ramadan juga banyak orang yang ingin berbagi dan melakukan kebaikan. Di samping juga kebutuhan masyarakat, pasti banyak membutuhkan sarana untuk menimba ilmu Alquran. Oleh karena itu, kita menginisiasi untuk membuat gerakan jasa desain gratis selama Ramadan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan pembangunan bangunan sosial untuk kegiatan yang bermanfaat,” terang Zharfa beberapa saat yang lalu.

Hingga kini, sudah ada empat lembaga yang menjadi penerima manfaat Civilarch Charity. Kegiatan yang mereka usung adalah mengonsep desain, berkoordinasi antarpihak, dan ikut membantu menggalang dana pembangunan bangunan yang sedang dikerjakan dengan bantuan mitra terkait.

Lebih lanjut, Zharfa berbagi kisahnya tentang suka duka yang ia alami selama menjalankan proyek Civilarch Charity.

“Mungkin positifnya itu bisa ketemu banyak masyarakat yang memiliki ide yang baik untuk lingkungan sekitarnya, punya sudut pandang yang lebih baik, dan bisa merasakan permasalahan yang ada di sekitar. Negatifnya, ya ini lebih ke tantangan sih, gimana akhirnya bisa membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat lewat bangunan yang bermanfaat, selain itu cara komunikasi juga bisa menjadi tantangan termantap,” ujar Zharfa.

Sediakan Jasa Pembuatan Desain Bangunan Gratis, Mahasiswa UNS Berbagi Manfaat melalui Civilarch Charity

Dalam waktu dekat, Civilarch Charity mengadakan pembangunan pondok tuli pada Juni—Juli. Proyek sosial yang dikelola Zharfa dan teman-temannya memegang nilai “building for all, building for civilization”. Dalam keterangannya, Zharfa menjelaskan bahwa hal ini bermakna bagaimana akhirnya mereka dapat membuat masyarakat mendapatkan bangunan sosial yang sangat bermanfaat dan juga bisa membawa perubahan bagi lingkungan yang lebih baik.

Zharfa berharap dengan hadirnya Civilarch Charity dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan desain bangunan secara gratis untuk fungsi kebermanfaatan.

“Harapannya, masyarakat bisa terbantu dengan adanya gerakan desain bangunan secara gratis karena bisa membantu merencanakan bangunan yang fungsional dan juga teratur dalam pemakaiannya, sehingga mempermudah masyarakat dalam melakukan kegiatan tersebut dan tidak kesulitan dalam pencarian dana,” terang Zharfa.

Sediakan Jasa Pembuatan Desain Bangunan Gratis, Mahasiswa UNS Berbagi Manfaat melalui Civilarch Charity

Zahrfa yang juga merupakan seorang penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Baktinusa) yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet Dhuafa (DD) yang memegang nilai cendekia. Cendekia merupakan salah satu nilai yang dipegang oleh para penerima manfaat Baktinusa. Dalam keterangan, cendekia berarti tajam pikirannya atau cepat mengerti situasi yang sedang terjadi dan pandai mencari jalan keluar. Zharfa menerapkannya dalam mengerti kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi dengan kepandaian di bidangnya yakni arsitektur.

Civilarch Charity dengan kepiawaiannya, saat ini selain berfokus mendesainkan bangunan dan menggalang dana, mereka juga membantu melalui pencerdasan di media sosial dengan slogan “pelopor kebaikan”.

“Kalau saat ini kita membantu mendesainkan dan galang dana untuk penerima manfaat, sisanya kita bantu melalui pencerdasan media sosial tentang tagline ‘pelopor kebaikan’. Juga, di akhir kita ingin sama-sama melakukan pameran akhir dengan hasil karya, juga cerita latar belakang penerima manfaat secara digital di akhir tahun,” jelas Zharfa.

Di akhir wawancara, Zharfa berpesan kepada mahasiswa untuk jangan takut jika menjadi sosok yang berbeda, selama tujuannya sama yakni kebermanfaatan untuk masyarakat yang lebih banyak.
“Setiap dari kita pasti berbeda, setiap dari kita memiliki kekuatan yang beragam, namun dari keberagaman itu justru kita bisa membuat perubahan yang lebih banyak dan bermacam. Jadi, jangan takut berbeda, pun kita juga punya tujuan yang sama untuk kebermanfataan masyarakat yang lebih banyak,” pesan Zharfa.

Sosok Zharfa dengan dedikasinya di Civilarch Charity membuktikan bahwa mahasiswa UNS mampu bergerak, berdampak, dan menginspirasi. Tentu, dengan keahlian yang dimiliki dan dikuasai. Bidang yang ia geluti di bidang arsitek, mampu mengantarkannya menjadi bermanfaat bagi sesama. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti