UNS Buka Jalur Mandiri Sarjana Gelombang Kedua

UNS Buka Jalur Mandiri Sarjana Gelombang Kedua

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuka pendaftaran Seleksi Mandiri (SM) gelombang kedua untuk program sarjana tahun 2021. Pendaftaran Seleksi Mandiri Jalur Ujian (SMJU) gelombang kedua dimulai pada 30 Juni hingga 10 Juli 2021 mendatang.

Kepala UPT SPMB UNS, Prof. Dr. Hadiwiyono mengatakan, SM UNS adalah jalur penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh UNS di luar jalur SNMPTN dan SBMPTN. Adapun pendaftaran gelombang kedua ini dibuka untuk SMJU yaitu Jalur seleksi yang diperuntukkan bagi lulusan SMA/MA/SMK atau yang sederajat paling lama tiga tahun terakhir. Melalui jalur ini, calon mahasiswa akan diseleksi dengan menggunakan Nilai UTBK yang dikeluarkan oleh LTMPT tahun 2021, atau Nilai Ujian Tulis (UTUL) yang diselenggarakan oleh UNS.

Untuk persyaratan mengikuti SMJU adalah mengikuti dan memiliki Nilai UTBK 2021 yang diselenggarakan LTMPT tahun 2021 atau mengikuti dan memiliki Nilai UTBK 2021 dan Ujian Tulis (UTUL) UNS tahun 2021. Lalu memiliki prestasi non akademik (jika ada), antara lain sertifikat prestasi kejuaraan bidang penalaran, minat/bakat, keagamaan, dan lainnya pada tingkat provinsi/nasional/ internasional sebagai juara 1, 2, atau 3 yang diperoleh selama masa studi di SMA/SMK/MA atau
Sertifikat Hafidzul Al-Quran (minimal 15 Juz) atau hafalan Al-Kitab yang diperoleh selama masa studi di SMA/SMK/MA.

SMJU-UTBK dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Saintek dan Soshum dengan ketentuan peserta dapat memilih dua Program Studi (Prodi) Sarjana.
Jika Prodi yang dipilih semuanya dari kelompok Saintek, dipersyaratkan peserta memiliki sertifikat hasil UTBK LTMPT kelompok ujian Saintek atau kelompok ujian Campuran. Sedangkan SMJU-UTUL dipersyaratkan peserta mengikuti ujian tulis UNS kelompok ujian Saintek.
Jika Prodi yang dipilih semuanya dari kelompok Soshum, dipersyaratkan peserta memiliki Sertifikat Hasil UTBK LTMPT kelompok ujian Soshum atau kelompok ujian Campuran. Sedangkan SMJU-UTUL dipersyaratkan peserta mengikuti ujian tulis UNS kelompok ujian Soshum.

Jika Prodi yang dipilih dari kelompok Saintek dan kelompok Soshum, dipersyaratkan peserta memiliki Sertifikat Hasil UTBK LTMPT kelompok Campuran. Sedangkan SMJU-UTUL dipersyaratkan peserta mengikuti ujian tulis UNS kelompok ujian kelompok campuran.

“Pada SMJU-UTBK maupun SMJU-UTUL Prodi Kedokteran hanya dapat dipilih oleh siswa lulusan SMA/MA jurusan IPA saja
Pada SMJU-UTUL Prodi Soshum dapat dipilih oleh siswa lulusan SMA/MA/SMK jurusan IPA dan IPS,” ujar Prof. Hadiwiyono, Rabu (30/6/2021).

Pada SMJU-UTUL untuk Prodi Saintek hanya dapat dipilih oleh siswa lulusan SMA/MA/SMK jurusan IPA kecuali Prodi Saintek antara lain Psikologi, Agribisnis, serta Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian dapat dipilih oleh siswa lulusan SMA/MA jurusan IPA dan IPS.

Biaya pendidikan mahasiswa baru yang diterima melalui Seleksi Mandiri UNS tahun 2021 terdiri atas Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI). Uang Kuliah Tunggal dipungut per semester sampai selesai masa studi (nominal UKT bervariasi untuk masing-masing program studi). Sumbangan Pengembangan Institusi dipungut sekali selama studi pada awal tahun kuliah dengan pembayaran dapat diangsur dua kali (nominal SPI bervariasi untuk setiap program studi). Bagi pemegang KIP-K yang lulus seleksi mandiri dibebaskan dari UKT dan SPI.

Untuk simulasi ujian akan dilaksanakan pada 12 dan 13 Juli 2021 dan ujian secara online akan dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Juli 2021. Hasil SMJU baik menggunakan ujian tulis maupun nilai UTBK akan diumumkan pada tanggal 19 Juli 2021. Biaya pendaftaran SMJU-UTBK LTMPT sebesar Rp 200.000 sedangkan untuk SMJU-UTUL UNS sebesar Rp 350.000. Informasi lebih lengkap tentang pendaftaran SMJU Program Sarjana UNS dapat dilihat melalui laman https://spmb.uns.ac.id. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Alumni FK UNS Bahas Penyebab Lonjakan Gelombang Kedua Covid-19

Alumni FK UNS Bahas Penyebab Lonjakan Gelombang Kedua Covid-19

UNS — Sejumlah alumni Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam IKA UNS menggelar diskusi tentang mutasi SARS-CoV-2. Diskusi tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, Rabu (19/5/2021). Kedua pemateri yang hadir diantaranya dr. M. Syahril Mansyur dan dr. Pompini Agustina. dr. M. Syahril Mansyur merupakan Direktur Utama (Dirut) RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, sementara dr. Pompini Agustina merupakan dokter yang bertugas di RSPI Sulianti Saroso. Keduanya merupakan alumni dari FK UNS.

Acara diskusi bertajuk ‘Varian Baru SARS-CoV-2, Vaksin dan Waspada Gelombang ke-2’ dilatarbelakangi oleh terjadinya lonjakan kasus gelombang kedua yang melanda beberapa negara di dunia. Lonjakan tertinggi dari kasus Covid-19 melanda negara India dan disusul oleh Filipina, Pakistan, Kazaskhtan, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sebanyak 4 dari 7 negara tersebut berada di wilayah Asia Tenggara.

dr. M. Syahril Mansyur menjelaskan adanya kemungkinan lonjakan gelombang kedua yang terjadi di Indonesia. Ia menuturkan beberapa faktor yang dapat mengakibatkan terjadinya gelombang kedua, di antaranya kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol Covid-19, pertemuan massa yang menimbulkan kerumunan, kemunculan varian yang lebih menular, dan minimnya cakupan vaksin.

Sejak Desember 2020, varian baru SARS-CoV-2 B.1.1.7 telah terdeteksi di Inggris. Varian yang sama juga telah terdeteksi di Indonesia pada Maret 2021 lalu.

“Semakin banyak infeksi di suatu populasi, semakin meningkat pula kemungkinan mutasi virus tersebut,” ujar dr. Pompini Agustina.

Selain kemunculan varian baru SARS-CoV-2 dan kewaspadaan terjadinya gelombang kedua di Indonesia, keluhan long covid yang diderita oleh penyintas Covid-19 juga perlu menjadi perhatian. dr. M. Syahril Mansyur mengungkapkan bahwa 63.5% pasien penyintas Covid-19 di Indonesia mengalami gejala long Covid, mulai dari kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, sesak napas, dan lain -lain.

“Long Covid merupakan suatu gejala yang bisa muncul dan lama hilangnya setelah seseorang itu menjadi penyintas Covid,” tutur dr. M. Syahril Mansyur.

Pengalaman mengenai gejala long Covid juga diungkapkan oleh dr. Khoirul Hadi. Alumnus FK UNS tersebut mengatakan bahwa satu bulan setelah ia dinyatakan negatif Covid-19, ia merasakan gejala long covid seperti lemas, napas tidak nyaman, dan penurunan kualitas olahraga, yakni bersepeda.

Mutasi SARS-CoV-2 menjadi tantangan bagi seluruh warga di Indonesia, baik pemerintah maupun rakyatnya. dr. M. Syahril Mansyur menuturkan bahwa pandemi Covid-19 akan berakhir ketika semua stakeholder ikut berperan dalam menjawab tantangan utama dari pandemi Covid-19. Selain mutasi SARS-CoV-2, tantangkan utama lainnya adalah penemuan vaksin, sikap masyarakat, penemuan obat, dan deteksi SARS-COV-2.

“Sebagai akademisi, kita bisa berperan dalam penemuan obat atau penemuan vaksin,” imbuh dr. M. Syahril Mansyur. Humas UNS

Reporter: Alinda Hardiantoro
Editor: Dwi Hastuti