Kurangi Laju Perceraian, GR Hukum Islam dan Peradaban FH UNS Gelar Sosialisasi dan Pendampingan

Kurangi Laju Perceraian, GR Hukum Islam dan Peradaban FH UNS Gelar Sosialisasi dan Pendampingan

UNS — Grup Riset (GR) Hukum Islam dan Peradaban Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Sosialisasi Pendampingan Hukum Perkawinan Islam. Sosialisasi yang bekerja sama dengan Kelompok Persaudaraan Muslimah (Salimah) Surakarta  merupakan salah satu upaya mengurangi laju perceraian di masa pandemi Covid-19.

Tim GR Hukum Islam dan Peradaban FH UNS melakukan pengabdian ke majelis taklim di Masjid Hajjah Mini di Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan agar masyarakat mampu memahami dan mengimplementasikan hukum perkawinan Islam yang berlaku pada kegiatan sehari-hari dan dapat melaksanakannya dengan seimbang.

Tim GR FH UNS mengambil peran untuk ikut andil dalam upaya menekan angka perceraian di masa pandemi dengan melakukan program penguatan hukum perkawinan Islam. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu majelis taklim. Salah satu anggota Tim GR FH UNS, Nur Sulistiyaningsih, S.H.,M.H. mengatakan bahwa adanya urgensi terkait keharmonisan keluarga di masa pandemi.

“Situasi Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali kondisi ekonomi. Ketidakpastian keadaan ekonomi membuat banyak kepala keluarga kehilangan pekerjaan, sedangkan kebutuhan keluarga tidak terbendungkan. Hal ini yang menjadi salah satu faktor tingginya angka perceraian saat pandemi. Sementara itu, pihak yang melayangkan gugatan didominasi oleh kaum istri. Oleh karena itu, sangat penting untuk kembali menguatkan pemahaman dan implementasi hukum perkawinan Islam agar keluarga di Indonesia bisa menguat dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” terang Nur Sulistiyaningsih dalam rilisnya, Rabu  (31/8/2022).

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk berbagi dan bertukar pengalaman mengenai perkawinan dalam perspektif hukum Islam. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang merupakan pakar parenting dan konselor keluarga, Ustadzah Farida Nur Aini, S.Sos, Nur Sulistiyaningsih, S.H.,M.H., dan Luthfiyah Trini Hastuti, S.H.,M.H. selaku dosen FH UNS.

Kurangi Laju Perceraian, GR Hukum Islam dan Peradaban FH UNS Gelar Sosialisasi dan Pendampingan

Nur menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah kedua kalinya diselenggarakan oleh Tim GR Hukum Islam setelah sebelumnya dilaksanakan di daerah Jebres. Melalui sosialisasi dan penguatan tentang perkawinan hukum Islam di forum majelis taklim secara masif, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan penguatan untuk peserta majelis taklim.

“Kegiatan berlangsung sangat interaktif. Banyak ibu yang berkonsultasi mengenai persoalan yang dihadapinya selama masa pandemi Covid-19. Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana penguatan dalam menjalankan rumah tangga secara seimbang dan harmonis sehingga program ini dapat menjadi sarana dan upaya untuk menekan angka perceraian di Surakarta,” ungkap Nur Sulistiyaningsih. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Dosen FKOR UNS Beri Pendampingan Pembelajaran PJOK Inklusif

Dosen FKOR UNS Beri Pendampingan Pembelajaran PJOK Inklusif

UNS — Grup Riset Kajian Olahraga Berkebutuhan Khusus Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan pendampingan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) Inklusif, Sabtu (2/7/2022). Kegiatan ini ditujukan bagi guru PJOK SMP negeri dan SMP swasta penyelenggara pendidikan inklusif di Kota Surakarta. SMP Negeri 6 Surakarta menjadi lokasi penyelenggaraan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Hibah Grup Riset (HGR) UNS ini.

Febriani Fajar Ekawati, S.Pd., M.Or., Ph.D., selaku ketua pengabdian menjelaskan bahwa pendampingan tersebut berkaitan dengan pendidikan inklusif secara umum serta khusus pada pembelajaran PJOK. Mereka juga mengundang pakar pendidikan inklusif UNS, yakni Dr. Joko Yuwono, M. Pd.

Antusiasme peserta kegiatan sangat tinggi. Ini karena menurut para guru belum pernah diberikan pembekalan tentang pendidikan inklusif pada pembelajaran PJOK. Adanya praktik pembelajaran PJOK inklusif juga menjadi bagian yang ditunggu-tunggu para peserta.

“Mereka berharap kita memberikan follow up kegiatan yang lebih ke praktik mengajarnya. Karena kita masih bicara sampai perangkat pembelajaran saja. Pembelajaran khususnya PJOK di SMP,” ujar Febriani.

Dosen FKOR UNS Beri Pendampingan Pembelajaran PJOK Inklusif

Anggota program pengabdian ini antara lain Dra. Ismaryati, M.Kes., Tri Winarti Rahayu, S.Pd., M.Or., Drs. Budhi Satyawan, M.Pd., Drs. Bambang Wijanarko, M.Kes. dan Dr. Deddy Whinata Kardiyanto., S.Or., M.Pd.

Masih banyaknya permasalahan guru PJOK dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK SMP Kota Surakarta dalam kegiatan mengajar PJOK inklusif menjadi latar belakang pelaksanaan pendampingan ini. Rata-rata peserta didik penyandang disabilitas tersebut diberikan tugas lain seperti mencatat atau merangkum materi. Proses pembelajaran PJOK seharusnya mengembangkan keterampilan motorik, kebugaran jasmani, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, kecerdasan emosi dan sportivitas.

PKM HGR yang dilaksanakan tersebut mengambil fokus pada pembangunan manusia dan daya saing bangsa. Mengambil tajuk “Pendampingan Pembelajaran PJOK Inklusif untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru PJOK SMP di Surakarta”, PKM HGR ini bertujuan memberikan informasi tentang pendidikan inklusif dalam mata pelajaran PJOK. Selain itu, mereka juga memberikan pendampingan pembuatan perangkat dan praktik dalam pembelajaran PJOK secara inklusif.

Dosen FKOR UNS Beri Pendampingan Pembelajaran PJOK Inklusif

Metode pelaksanaan dilakukan dengan sosialisasi materi tentang pendidikan inklusif pada mata pelajaran PJOK. Sesi berlanjut dengan pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran. Tahap akhir kegiatan berupa pendampingan praktik pembelajaran PJOK secara inklusif. Humas UNS

Reporter: Rangga P.A.
Editor: Dwi Hastuti

Dosen FP UNS Adakan Sosialisasi Reboisasi dengan Tanaman Mangga

Dosen FP UNS Adakan Sosialisasi Reboisasi dengan Tanaman Mangga

UNS — Dosen Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Riset Grup Tanaman Pangan dan Perkebunan mengadakan sosialisasi reboisasi dengan tanaman mangga di pemukiman baru. Dalam kegiatan yang dilakukan di Tegal Asri RT 03/ RW 17, Kelurahan Banjarsari, Kota Surakarta ini menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) Amara Gardenia.

Pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Prof. Supriyono dengan anggota Prof. Dr. Ir. Maria Theresia Sri Budiastuti, M.Si, Aprilia Ike Nurmalasari, S.P., M.Sc, dan Ir. Sri Nyoto, M.S.. Pada kegiatan awal, digelar sosialisasi tentang budi daya mangga. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Lurah Banjarsari, Endang Wahyuni dan Ketua KWT Amara Gardenia, Surini, dan 32 peserta lainnya.

“Hal yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini yaitu pertumbuhan pemukiman dan perumahan yang tidak terkendali sehingga menyebabkan perkembangan kota yang tidak sehat. Hal ini memiliki kecenderungan terjadi penyimpangan dalam penggunaan lahan. Konversi lahan pertanian, perkebunan, dan kehutanan sebagai ekosistem alami yang berfungsi sebagai daerah resapan berubah fungsi menjadi ekosistem urban berupa perumahan dan pemukiman,” jelas Prof. Supriyono ketika diwawancarai uns.ac.id, Rabu (6/7/2022).

Ia menambahkan bahwa salah satu dampak lingkungan yang ditimbulkan dengan berkurangnya daerah resapan air tersebut adalah terjadinya banjir dan erosi tanah. Mengingat berbagai potensi dampak lingkungan yang timbul akibat kurangnya resapan air, maka sebagai upaya dalam melakukan pengendalian tersebut dilakukan reboisasi.

Dosen FP UNS Adakan Sosialisasi Reboisasi dengan Tanaman Mangga

“Solusi yang kami tawarkan adalah reboisasi dengan tanaman mangga. Mangga merupakan tanaman hortikultura yang cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian antara 0-300 meter di atas permukaan laut sehingga cocok ditanam di wilayah Surakarta. Selain itu juga cocok untuk tumbuh di daerah dengan musim kering 2–8 bulan/tahun,” terangnya.

Prof. Supriyono juga menambahkan bahwa curah hujan yang dibutuhkan tanaman mangga antara 750—2.250 mm per tahun. Daerah dengan suhu antara 24 – 27° C merupakan tempat tumbuh yang baik untuk tanaman mangga. Tanah yang baik untuk budi daya mangga yaitu tanah gembur yang mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5—7.5.

Selanjutnya pada 7 April 2022, tim pengabdian dari Riset Grup Tanaman Pangan dan Perkebunan melakukan simulasi penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pembagian benih mangga yang berasal dari sambung pucuk. Jumlah benih mangga yang dibagikan berjumlah 100 benih mangga.

Dalam kegiatan ini, Prof. Supriyono menyampaikan bahwa masyarakat juga dapat melakukan sambung pucuk secara mandiri. Langkah pertama,  memilih batang bawah yang diameternya disesuaikan dengan besarnya batang atas. Kemudian,  batang bawah dipotong setinggi 20—25 cm dan pada batang bawah dibelah membujur sedalam atas permukaan tanah.

Dosen FP UNS Adakan Sosialisasi Reboisasi dengan Tanaman Mangga

“Sebanyak 2—2,5 cm kedua pangkal entres disayat sepanjang 2—2,5 cm hingga menyerupai huruf ‘V’ atau baji. Lalu, batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah, perhatikan agar kambium entres bisa bersentuhan dengan kambium batang bawah. Kemudian, pengikatan dengan tali plastik dari bawah ke atas agar air tidak masuk ke celah sambungan. Terakhir, sungkup dengan kantong plastik bening,” imbuhnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Grup Riset UNS Beri Pelatihan Penyusunan Dilemma Stories untuk Guru Kimia SMA

Grup Riset UNS Beri Pelatihan Penyusunan Dilemma Stories untuk Guru Kimia SMA

UNS — Grup Riset Kimia Analitik, Lingkungan, dan Pembelajaran Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberi pelatihan guru kimia SMA wilayah Solo Raya, Sabtu (25/6/2022). Kegiatan diikuti 35 guru kimia SMA yang terdiri dari, 10 guru kimia SMA dari Solo, 6 guru kimia SMA dari Karanganyar, 10 guru kimia SMA dari Sukoharjo, dan 9 guru kimia SMA dari Boyolali.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UNS. Tajuk kegiatan yang diusung yakni “Pelatihan Penyusunan Dilemma Stories pada Pembelajaran Kimia Berbasis Transformative Learning untuk Guru Kimia SMA”. Tim pelaksana pelatihan ini antara lain Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D.; Lina Mahardiani, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D; Dr. Budi Hastuti, M.Si.; Dr. Endang Susilowati, M.Si.; Dr. Nanik Dwi Nurhayati, M.Si.; dan Dr. rer.nat. Wirawan Ciptonugroho, M.S.

Potensi siswa dalam memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari cocok bila dikembangkan dengan transformative learning atau pembelajaran transformatif. Pembelajaran jenis ini dilakukan oleh seorang pendidik dalam mengubah persepsi, pendapat, sikap, pola pikir, dan minat siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran transformatif dalam pembelajaran kimia adalah Dilemma Stories.

Strategi pembelajaran dilemma story dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran dengan penyesuaian isi pada kurikulum bidang studi yang bersifat kontekstual. Bentuk cerita yang yang disajikan dengan strategi ini menimbulkan perdebatan atau diskusi. Cerita memancing adanya solusi yang paling tepat untuk dilakukan dengan melalui analisis teori.

Prof. Sulistyo memaparkan bahwa dalam menyusun dilemma stories dapat dibuat semenarik mungkin dengan memperhatikan beberapa hal. Pertama, pola penyusunan pembuka cerita memberikan pengenalan singkat mengenai situasi. Kedua, yakni inti cerita disajikan permasalahan dan pilihan-pilihan yang dapat diambil oleh siswa. Terakhir, adanya penutup dengan memberikan pertanyaan yang mengarahkan pada perdebatan atau diskusi.

“Proses diskusi mengenai dilemma stories dapat membantu peserta didik memperoleh learning skill abad 21, yaitu critical thinking, creativity, communication, dan collaboration,” tutur Prof. Sulistyo.

Hal tersebut sangat dimungkinkan mengingat peserta didik akan melakukan analisis teori terhadap isu-isu yang diberikan berdasarkan pokok pengetahuan sesuai topik. Selain itu, siswa melakukan eliminasi terhadap pilihan-pilihan yang kurang sesuai dan menyimpulkan pilihan mana yang paling tepat disertai dengan hasil analisis dan pembahasannya.

Pelatihan ini mendapatkan tanggapan positif dari para guru SMA selaku peserta. Mereka melihat ini sebagai suatu strategi baru yang menarik untuk diimplementasikan. Peserta didik dapat mengaitkan dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu contoh penerapan yang diajarkan pada materi larutan penyangga adalah dilema merokok. Merokok bagi sebagian orang dapat memberikan manfaat untuk mengurangi rasa kantuk dan menghilangkan kebosanan. Namun, kandungan rokok berdampak pada kesehatan dan dapat dihubungkan dengan keseimbangan asam basa pH darah.

Materi lain yang dicontohkan adalah koloid. Koloid dihubungkan dengan kegiatan industri. Industri sebagai penggerak ekonomi masyarakat nyatanya terdapat negatif yang ditimbulkan, antara lain asap buangan sebagai polusi udara sehingga berbahaya bagi kesehatan.

Di akhir acara, peserta diberikan penugasan untuk membuat satu dilemma stories original dengan memilih suatu topik bebas. Cerita tersebut harus dapat dihubungkan dengan materi kimia SMA oleh para guru. Penyusunan cerita menggunakan perencanaan yang sudah dirancang oleh tim PKM. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Dosen UNS Berikan Pengenalan Industri Baterai Lithium-Ion kepada Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah 4 Surakarta

Dosen UNS Berikan Pengenalan Industri Baterai Lithium-Ion kepada Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah 4 Surakarta

UNS — Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Grup Riset Material Maju dan Energy Storage Fakultas Teknik (FT) UNS memberikan pengenalan industri baterai Lithium-Ion (Li-Ion) kepada guru dan siswa SMK Muhammadiyah 4 Surakarta pada Selasa (7/6/2022). Kegiatan tersebut merupakan pengabdian masyarakat yang bertujuan mengenalkan secara langsung mini plant baterai Li-Ion di Pusat Unggulan Ipteks – Perguruan Tinggi (PUI-PT) Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS.

Dihadiri oleh 14 orang yang terdiri dari 11 siswa jurusan Kimia Industri dan 3 Guru SMK Muhammadiyah 4 Surakarta, kegiatan ini diawali dengan sambutan dari ketua pelaksana, Tika Paramitha, S.T., M.T. “Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yakni meningkatkan kompetensi Guru dan siswa mengenai proses sintesis material aktif baterai Li-Ion dan fabrikasi sel silinder baterai Li-Ion,” ujarnya.

Dosen UNS Berikan Pengenalan Industri Baterai Lithium-Ion kepada Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah 4 Surakarta

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tata tertib dan prosedur keselamatan kerja di Laboratorium PUI-PT Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS yang meliputi penggunaan bahan-bahan kimia di laboratorium, simbol keselamatan kerja, serta Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Sebelum memasuki sesi penyampaian materi inti, peserta diberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal terhadap baterai Li-Ion.

Sesi penyampaian materi dilakukan oleh Ketua Grup Riset Material Maju dan Energy Storage FT UNS, Dr. Ir. Endah Retno Dyartanti, M.T. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan baterai Li-Ion mengenai tipe dan aplikasinya, bentuk baterai Li-Ion, komponen penyusun baterai Li-Ion, metode sintesis material aktif baterai Li-Ion (katoda) dan teknik fabrikasi baterai Li-Ion (sel silinder).

Setelah pemaparan materi mengenai baterai Li-Ion, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke mini plant material aktif PUI-PT Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS. Pada sesi ini, peserta diberikan demo sintesis material aktif katoda NMC metode kopresipitasi skala laboratorium dengan bahan baku nikel sulfat, mangan sulfat, kobalt sulfat, dan litium karbonat.

Dosen UNS Berikan Pengenalan Industri Baterai Lithium-Ion kepada Guru dan Siswa SMK Muhammadiyah 4 Surakarta

Kunjungan juga dilakukan ke mini plant sel silinder baterai Li-Ion PUI-PT Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS. Pada sesi ini, peserta ditunjukkan alat-alat yang digunakan untuk fabrikasi sel silinder baterai Li-Ion. Siswa diberikan kesempatan untuk mengoperasikan beberapa peralatan seperti alat coating elektroda pada foil, mesin rolling press untuk pemadatan lapisan elektroda, alat pemotong lapisan elektroda sesuai ukurannya, alat pengelasan untuk menyambung ujung elektroda dengan plat nikel dan aluminium, dan alat grooving untuk memberikan uliran pada casing baterai Li-Ion.

Setelah pemaparan materi dan kunjungan ke mini plant PUI-PT Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS, peserta diberikan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan oleh narasumber. Tak hanya itu, peserta juga diminta mengisi kuesioner mengenai penilaian pelaksanaan kegiatan dan saran yang membangun untuk kegiatan selanjutnya. Mengakhiri acara tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba sepeda listrik dengan sumber energi dari baterai Li-Ion hasil produksi mini plant PUI-PT Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Editor: Dwi Hastuti