Mahasiswa HI UNS Laksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Desa Tlogolele Boyolali

Mahasiswa HI UNS Laksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Desa Tlogolele Boyolali

UNS — Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himaters) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan bakti sosial kepada masyarakat di Desa Tlogolele, Selo, Boyolali. Kegiatan yang diberi nama “Labuh Nagari” tersebut dilaksanakan pada tanggal Jumat-Minggu (14-16/1/2022).
 
Acara Labuh Nagari yang diselenggarakan oleh Himaters UNS mengusung tema “Spread Awareness, Create Togetherness”. Kegiatan ini bermula dari keinginan Ketua Himaters yakni Sanggam Napitupulu. Dirinya berkeinginan untuk membuat suatu kegiatan pengabdian masyarakat sekaligus menjadi wadah perpisahan dari satu periode kepengurusan Himaters

Ia mengaku, kesenjangan perekonomian antara masyarakat desa dan kota menjadi salah satu lahirnya gagasan tersebut.

“Kesenjangan dari segi perekonomian antara masyarakat kota dan desa menjadi salah satu alasan lahirnya ide tersebut. Belum lagi, di SDN 2 Tlogolele yang kami kunjungi masih menggunakan sistem pembelajaran tatap muka dikarenakan terkendala oleh sinyal dan tidak semua siswa memiliki gawai. Minat untuk membaca pun terbilang masih sangat rendah, sebagian besar dari mereka hanya ingin bersekolah sampai jenjang SMP atau pun SMA karena terbatasnya finansial orang tua, dari sinilah kami tertarik untuk melaksanakan pengabdian dalam bentuk mengajar, serta bakti sosial di sekolah dan desa tersebut,” tutur Rizaldi Uyun Anafi’ selaku ketua pelaksanaan acara ini kepada tim uns.ac.id pada Senin (17/1/2022).
 
Kegiatan ini mewajibkan para peserta untuk membawa paket berupa Sembako yang dibagikan kepada warga desa, serta pakaian bekas layak pakai untuk dijual murah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam tersebut mengambil fokus agenda mengajar dan bakti sosial pada hari kedua, yaitu hari Sabtu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan mekanisme kegiatan belajar mengajar.

Mahasiswa HI UNS Laksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Desa Tlogolele Boyolali

“Kami mulai mengajar pada pukul tujuh pagi hingga pukul dua belas siang, untuk materi yang diajarkan berupa pengenalan kota dan profesi, kesenian Jawa, pengenalan lingkungan dan interaksi sesama, serta masih ada beberapa materi lainnya. Sore harinya, kami membagi peserta menjadi dua kelompok, untuk kelompok pertama ditugaskan mengajar di TPA (Taman Pendidikan Alquran), sementara kelompok kedua melaksanakan kegiatan pasar murah. Baju-baju yang dijual di pasar murah sendiri kami bandrol dengan harga sepuluh ribu rupiah hingga dua puluh lima ribu rupiah,” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti sebanyak empat puluh orang peserta yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) UNS.

Labuh Nagari mendapat sambutan yang baik dari pihak SD N 2 Tlogolele serta warga desa. Mereka menilai kedatangan mahasiswa untuk mengajar dapat membuka mata dan pikiran siswa terkait posibilitas kesuksesan di masa yang akan datang. Warga bahkan mengharapkan kegiatan Labuh Nagari antara Himaters dengan Desa Tlogolele, khususnya Duluh Gumuk Rejo dapat berkelanjutan. Mereka memaparkan bahwa tidak banyak pengabdian masyarakat di Desa Tlogolele yang juga melibatkan warga dalam kegiatannya.

Mahasiswa HI UNS Laksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Desa Tlogolele Boyolali

Adapun, kendala selama kegiatan berlangsung tidak terlalu besar. Menurut Uyun, tidak semua peserta berdomisili di Kota Surakarta, sehingga ada beberapa peserta yang belum bisa mengikuti kegiatan ini secara langsung. Selain itu, adanya kendala bahasa di Desa Tlogolele yang mayoritas menggunakan bahasa Jawa krama, sementara tidak semua peserta berasal dari Jawa dan terkadang tidak terlalu paham dengan apa yang mereka katakan. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Mahasiswa FISIP UNS Raih Juara II di Ajang KMI Expo XII 2021

Mahasiswa FISIP UNS Raih Juara II di Ajang KMI Expo XII 2021

UNS — Muflih Dwi Fikri, mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih Juara 2 kategori Startup di ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XII 2021. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

KMI Expo XII 2021 merupakan puncak acara dari Program Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) yang membuka peluang bagi seluruh mahasiswa di Indonesia untuk ikut dalam berbagai jenis kegiatan kewirausahaan. Tahun ini KMI Expo XII 2021 digelar secara hybrid, yaitu luring dan daring.

Pembagian pelaksanaan KMI Expo XII 2021 ditentukan langsung oleh Kemendikbudristek. Pada pembagian tersebut, Muflih berkesempatan untuk mengikuti ajang ini secara daring.

Sebelum dinyatakan sebagai juara 2, Muflih harus bersaing melawan 350 tim dari berbagai Perguruan Tinggi melalui Program ASMI. Kemudian 350 tim tersebut diseleksi menjadi 50 besar dan Muflih masuk di dalamnya.

Sebanyak 50 besar tim yang lolos seleksi Program ASMI berhak mengikuti ajang KMI Expo XII 2021 dan memperoleh dana pengembangan dari Kemendikbudristek. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan sistem startup yang diajukan mulai dari program hingga financial.

“Kita selama masa inkubasi dikasih dana dari Kemendikbudristek. Nah, dari dana itu kita udah ngelakuin apa aja, perkembangannya gimana, progres, dan pendapatannya udah berapa, partnernya nambah atau enggak, apa yang baru, dan sebagainya,” ujar Muflih saat dihubungi oleh tim uns.ac.id pada Senin (29/11/2021).

Masa inkubasi juga menjadi masa untuk mempersiapkan materi presentasi bisnis yang akan disampaikan pada puncak acara, yaitu KMI Expo XII 2021.

“Intinya kita presentasi di sana (KMI Expo XII 2021). Persiapannya sebenarnya untuk KMI Expo XII 2021 itu cuma bikin materi presentasi bisnisnya aja. Jadi yang berat itu malah ngejalanin bisnisnya itu supaya tumbuh besar dan cepat,” imbuh Muflih.

Pada ajang KMI Expo XII 2021, Muflih mengajukan bisnis startup yang sudah dirintisnya sejak September 2020, yaitu Global Millenial Group.

Global Millenial Group merupakan sebuah platform yang berfokus pada informal education. Global Millenial Group menyediakan berbagai program pengembangan diri dengan harga terjangkau. Berbagai program tersebut di antaranya event submit, conference, competition, dan beberapa kelas seperti  digital marketing class, enterpreneur class, public relation class, public speaking class, dan lain-lain. Total program yang tersedia di Global Millenial Group adalah 28 – 30 program. Seluruh program tersebut dapat diakses dengan mudah melalui device.

“Jadi dulu kalau misalnya ikut acara-acara kayak conference, submit, kelas-kelas digital marketing itu relatif mahal dan bisanya diakses oleh orang-orang tertentu aja. Nah, kita masukin faktor teknologi di sana, kita bangun website kita, sistem kita, dan lain-lain. Kita juga tekan biayanya sehingga kita bisa hadirkan program-program itu dengan harga yang lebih murah dan terjangkau untuk semuanya. Tapi kita juga berusaha memastikan bahwa kualitasnya (program-program) itu tetap bagus. Jadi kualitasnya tidak yang sembarangan,” jelas Muflih.

Mahasiswa FISIP UNS Raih Juara II di Ajang KMI Expo XII 2021

Global Millenial Group diajukan oleh Muflih pada ajang KMI Expo XII 2021 lantaran start up tersebut sudah berjalan sejak September 2020. Bersama sejumlah kawannya, ia merintis start up tersebut. Bahkan pada April 2021, start up karya anak muda bangsa itu sudah berbadan hukum atas nama PT. Global Millenial Group.

Berdiri sejak setahun lalu, Muflih dan kawan-kawannya tertarik untuk mengembangkan networking bisnis start up mereka. Oleh karena itu, ia mengajukan Global Millenial Group untuk mengikuti ajang KMI Expo XII 2021. Selain itu, KMI Expo XII 2021 juga mewajibkan bisnis start up yang diajukan sudah berjalan minimal 6 bulan.

“Jadi agak beda konsepnya sama PKM atau karya tulis ilmiah yang berupa ide. Start up ini memang sudah harus terealisasi atau sudah harus jalan. Dan bisnis start up milik mahasiswa yang ikut ajang ini biasanya untuk skill up dan didorong supaya lebih maju,” tutur Muflih.

Berorientasi pada pengembangan networking, Muflih tidak menyangka bahwa bisnis start up-nya bersama kawan-kawannya akan keluar sebagai juara. Ia mengaku senang saat nama Global Millenial Group berada di daftar pemenang.

“Senang banget! Ya karena enggak menyangka juga soalnya sedari awal itu memang sebenarnya enggak berniat untuk juara. Juara itu cuma bonus aja karena balik lagi tujuan utamanya ingin mengembangkan start up ini melalui networking dan ilmu-ilmu baru karena di dalam program ini ada pelatihan-pelatihan juga. Tapi pas diumumin ya seneng banget, punya rasa bangga sendiri,” kata Muflih.

Kedepannya, Muflih mengaku tidak akan berhenti sampai di presetasi ini. Ia dan kawan-kawannya ingin terus mengembangkan Global Millenial Group menjadi lebih besar. Bahkan para pemuda kreatif dan inovatif ini bermimpi bisa membawa cahaya baru bagi pendidikan yang lebih inklusif untuk pemuda di Indonesia dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

“jadi kita pengen banget bisa sebesar Ruang Guru, Zenuis, dan start up pendidikan lainnya. Kita juga punya mimpi untuk jadi next unicorn dari start up pendidikan di Indonesia,” ungkap Muflih.

Bisnis start up Global Milenial Grup yang menorehkan prestasi di ajang KMI Expo XII 2021 membuktikan bahwa mahasiswa di Indonesia memiliki segudang ide yang kreatif dan inovatif. Mimpi mereka untuk berkontribusi aktif dalam dunia pendidikan semestinya mendorong pemuda Indonesia lainnya untuk turut andil dalam pembangunan bangsa. Humas UNS

Reporter: Alinda Hardiantoro
Editor: Dwi Hastuti

GR Kajian Isu Global Prodi HI UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Sragen

GR Kajian Isu Global Prodi HI UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Sragen

UNS — Grup Riset (GR) Kajian Isu Global Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka memajukan Desa Mojorejo Kecamatan Karangmalang Kabupaten Sragen menuju desa wisata yang mandiri. Kegiatan berlangsung di Madrasah Diniyah Takmiliyah “Matholi’ul Falah” Dukuh Ledok, Desa Mojorejo, Senin (1/11/2021).

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Drs. Ign. Agung Satyawan S.E., S.Ikom., M.Si., Ph.D, mengatakan bahwa kegiatan difokuskan untuk mengembangkan potensi yang ada untuk kemajuan desa. Potensi yang ada antara lain adanya Waduk Kembangan yang menjadi tempat rekreasi dan adanya keterampilan ibu-ibu yang mayoritas mantan TKI membuat anyaman tas untuk souvenir. Dua potensi ini dapat dikembangkan sebagai modal untuk menjadi Desa Wisata.

“Kami mengumpulkan ibu-ibu mantan TKI di Desa Mojorejo dan anggota UMKM dari Kecamatan Karangmalang. Desa Mojorejo sendiri merupakan salah satu Desa Migran Produktif (Desmigratif) dimana mayoritasnya adalah mantan pekerja TKI yang akhirnya kembali ke kampung halamannya,” terang Agung.

Kemudian untuk tema kegiatan ini adalah memperkenalkan pentingnya branding untuk produk industri rumahan yang dalam hal ini adalah anyaman tas. Sosialisasi pentingnya branding dan merek dibawakan oleh Aulia Suminar Ayu, S.IKom, M.IKom dosen Prodi Komunikasi FISIP UNS. Kegiatan berlangsung selama dua jam diselingi dengan diskusi dan tanya jawab.

GR Kajian Isu Global Prodi HI UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Sragen

Tim UMKM Kecamatan Karangmalang juga memberi semangat dan dorongan kepada ibu-ibu peserta kegiatan. Kegiatan ini juga mencoba untuk mensinergikan berbagai potensi secara utuh untuk membentuk visi dan misi guna memajukan Desa Mojorejo dalam satu wadah organisasi yang mencakup seluruh sumber daya dan elemen yang ada di desa.

Selain UMKM Kecamatan Karangmalang, pihak UNS berkomitmen untuk mendukung kegiatan ibu-ibu di Desa Mojorejo yang mayoritas mantan TKI untuk tetap menghasilkan produk-produk unggulan yang berdaya saing dan layak jual melalui penciptaan branding yang khas sehingga dapat menambah kesejahteraan bagi keluarga maupun masyarakat sekitar. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti