FK UNS Lepas 40 Wisudawan Dokter Spesialis Periode Agustus 2022

FK UNS Lepas 40 Wisudawan Dokter Spesialis Periode Agustus 2022

UNS — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melepas 40 lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada periode Agustus 2022 pada Kamis (25/8/2022). Acara diselenggarakan secara luring yang bertempat di Auditorium FK UNS serta disiarkan melalui kanal Youtube FK UNS.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S.; Dekan FK UNS, Prof. Dr. dr. Reviono, Sp. P(K); para wakil dekan; Direktur RSUD Moewardi Surakarta; Dr. dr. Cahyono Hadi, Sp.OG(K)., S.H.; Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta, dr. R. Safil Rudiarto H, Sp.Rad, MM.; Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS, dr. Tonang Dwi Aryanto, Sp.PK(K), Ph.D.; para Kepala Prodi Pendidikan Dokter Spesialis FK UNS; serta perwakilan dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FK UNS.

Acara pelepasan yang diikuti 40 peserta didik PPDS FK UNS berasal dari delapan Program Studi (Prodi). Sepuluh orang diantaranya merupakan penerima Beasiswa Tugas Belajar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI). FK UNS pun telah meluluskan sebanyak 313 lulusan penerima beasiswa tersebut.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Paramasari Dirgahayu, Ph.D., selaku Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FK UNS, 40 orang peserta pelepasan terdiri dari empat orang wisudawan dari Program Studi (Prodi) Anestesiologi dan Reanimasi, tiga orang wisudawan dari Prodi Ilmu Bedah, sepuluh orang wisudawan dari Prodi Ilmu Penyakit Dalam, tiga orang wisudawan dari Prodi Jantung dan Pembuluh Darah, tiga orang wisudawan dari Prodi Orthopaedi dan Traumatologi, sebelas orang wisudawan dari Prodi Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, dua orang wisudawan dari Prodi Ilmu Kesehatan Anak, serta empat orang wisudawan dari Prodi Radiologi.

Adhelia Kusuma Wardhani, dr., Sp.PD., Brilliant Van Fitof Songso Rhomado, dr., Sp.PD., Meutia Halida, dr., Sp.PD., Salma Asri Nova, dr., Sp.PD., menjadi lulusan dengan IPK tertinggi pada pelepasan kali ini. Mereka merupakan lulusan Prodi Ilmu Penyakit Dalam yang memperoleh IPK yang sama, yakni 3.93. Meutia Halida, dr., Sp.PD., juga menjadi lulusan dokter spesialis termuda. Dokter kelahiran Kebumen itu berusia pada saat lulus 30 tahun 7 bulan.

Selain itu, Prodi Radiologi menjadi prodi dengan rata-rata lama studi tercepat, yaitu 3 tahun 6 bulan. Hingga saat ini, FK UNS telah melepaskan sebanyak 1.556 orang dokter spesialis sejak awal berdirinya.

Dalam sambutannya, Dekan FK UNS, Prof. Reviono mengingatkan akan banyaknya tantangan ke depan. Kesuksesan dalam menghadapi tantangan tersebut ditentukan oleh tiga hal. Pertama, profesionalisme yang mana para dokter spesialis mampu menguasai kompetensi dengan sungguh-sungguh. Kedua, integritas setiap dokter spesialis dalam melayani masyarakat dengan bertanggung jawab. Terakhir, dokter spesialis perlu membangun serta memperbanyak jejaring dan silaturahmi dengan rekan maupun pihak lain.

FK UNS Lepas 40 Wisudawan Dokter Spesialis Periode Agustus 2022

“Kami sudah berusaha sekuat mungkin untuk memberikan bekal yang cukup (kepada para dokter spesialis) untuk berkarya di mana saja,” tutur Prof. Reviono.

Prof. Yunus selaku Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS berpesan untuk senantiasa memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Beliau juga mendorong seluruh prodi di UNS untuk memiliki akreditasi internasional.

FK UNS Lepas 40 Wisudawan Dokter Spesialis Periode Agustus 2022

“Kedepan memang perkembangan ilmu pengetahuan tidak bisa kita remehkan, berkembang sangat cepat dan selalu dituntut untuk menyetarakan dengan kualitas internasional,” ujar Prof. Yunus. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Wedangan IKA UNS Seri 111 Bahas Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI

Wedangan IKA UNS Seri 111 Bahas Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI

UNS — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI), acara Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta seri ke-111 mengangkat tema Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung lewat YouTube Universitas Sebelas Maret pada Jumat (12/8/2022) malam.

Mewakili Rektor UNS, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus mengatakan bahwa pengambilan tema kali ini sangat baik.

“Dengan refleksi akan menjadikan kita intropeksi untuk memberikan yang terbaik lagi bagi Indonesia kedepannya. Menghadirkan narasumber hebat para alumni UNS yang telah berkontribusi untuk pembangunan bangsa Indonesia. Semoga dari pemikiran narasumber pada diskusi malam ini dapat bermanfaat bagi kita semua,” ujar Prof. Yunus dalam sambutannya.

Narasumber pertama Ir. Bambang Sutrisno menyampaikan bahwa menumbuhkan semangat bersatu adalah suatu hal yang dapat menjadikan Negara Indonesia memiliki daya tawar tinggi. Karena dengan persatuan akan berdampak pada kemakmuran negara dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Kemudian Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan bahwa untuk merawat kebangsaan, dapat dilakukan dengan membangun branding positif dalam bernegara sekaligus membuat strategi marketing pada sektor yang kita kelola.

Wedangan IKA UNS Seri 111 Bahas Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI

Selanjutnya Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) – Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI), dr. Mohammad Syahril membawakan materi tentang  Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia.

“Refleksi 77 tahun kemerdekaan Indonesia, kita tak boleh melupakan dari segi perspektif kesehatan. Karena kita memiliki peran yang penting untuk turut memastikan bahwa generasi berikutnya sehat, berpendidikan, produktif, mandiri, dan berkeadilan. Hal ini kita lakukan dengan meningkatkan kesehatan ibu, anak, keluarga berencana, dan kesehatan reproduksi; mempercepat perbaikan gizi masyarakat; memperbaiki pengendalian penyakit; gerakan masyarakat hidup sehat; serta memperkuat sistem kesehatan dan pengendalian obat dan makanan,” tutur dr. Mohammad Syahril.

Wedangan IKA UNS Seri 111 Bahas Refleksi 77 Tahun Kemerdekaan RI

Sementara Ir. Hariyadi Sukamdani menyampaikan dari sisi ekonomi. Bahwa kita harus senantiasa kerja keras supaya bisa tumbuh lebih besar dengan memanfaatkan sumber daya dan kekayaan yang dimiliki.

Dekan Fakultas Hukum (FH) UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani merefleksi dari prespektif hukum. Kemudian narasumber terakhir Drs. Mohamad Toha yang mengungkapkan gagasannya dari prespektif pendidikan.

“Melalui pendidikan kita bisa menancapkan nilai luhur bangsa Indonesia kembali. Dengan demikian, apapun tantangannya kita akan mampu untuk menghadapinya,” tutup Drs. Mohamad Toha. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Kemenpora Raih Hattrick Predikat WTP dari BPK, Rektor UNS Beri Selamat

Kemenpora Raih Hattrick Predikat WTP dari BPK, Rektor UNS Beri Selamat

UNSKementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tahun ini mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Predikat WTP tersebut diraih selama tiga tahun berturut-turut oleh Kemenpora. Atas prestasi ini, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho memberi apresiasi.

Apresiasi dan ucapan selamat tersebut disampaikan langsung oleh Prof. Jamal saat pembukaan Charity Golf Turnament yang diadakan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UNS pada Minggu (24/7/2022). Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali hadir dan membuka acara.

“Saya tentunya mengucapkan selamat kepada Pak Menpora Zainudin Amali yang tahun ini dinobatkan oleh BPK mendapatkan apresiasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ujar Prof. Jamal.

Dalam acara yang diadakan di Royale Jakarta Golf Club, Jakarta Timur tersebut, Prof. Jamal menyampaikan bahwa predikat yang diraih Kemenpora merupakan wujud transparansi. Hal tersebut merupakan hasil kinerja Kemenpora yang mempraktikkan good governance selama ini.

“Predikat ini membuktikan bahwa tata kelola kementerian ini, utamanya didalam tata kelola keuangan dan aset itu memenuhi persyaratan-persyaratan yang dijadikan indikator-indikator good coorporate government yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibility dan fairness,” urai Prof. Jamal.

Lebih lanjut, Prof. Jamal mengatakan bahwa tidak banyak kementerian yang berhasil meraih predikat tersebut. Ini membuktikan bahwa kinerja Kemenpora benar-benar patut diacungi jempol. Selain itu, predikat ini merupakan raihan ketiga kalinya (hattrick) sehingga sangat berharga.

“Sekali lagi saya apresiasi tinggi dan ucapkan selamat serta turut senang dan bangga karena Kemenpora memperoleh WTP ini. Karena tidak banyak kementerian yang membuat hattrick-lah kira-kira begitu untuk mendapatkan apresiasi WTP ini,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Charity Golf Tournament IKA UNS Kembali Digelar, Menpora Buka Turnamen secara Langsung

Charity Golf Tournament IKA UNS Kembali Digelar, Menpora Buka Turnamen secara Langsung

UNS — Charity Golf Tournament kembali digelar oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Minggu (24/7/2022). Turnamen golf yang sedianya diselengggarakan tiap tahun ini sempat terhenti selama pandemi Covid-19 merebak. Tahun ini akhirnya Charity Golf Tournament IKA UNS mulai digelar kembali.

Turnamen ini dilaksanakan di Royale Jakarta Golf Club, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Dalam turnamen tersebut, hadir secara langsung Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali. Menpora sekaligus membuka turnamen ini secara simbolis dengan pemukulan bola asap. Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso tampak mendampingi Menpora saat membuka acara.

“Pagi ini untuk golf bersama IKA UNS, sebagaimana permintaan panitia saya mendoakan semuanya bisa hole in one,” ujar Menpora.

Saat membuka, Menpora memberi wejangan agar peserta menikmati turnamen golf ini. Beliau juga mengingatkan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.

“Semua doanya untuk yang terbaik. Dan terakhir silakan bermain dengan enjoy dan gembira serta junjung tinggi sportivitas. Selamat menikmati golf gembira untuk IKA UNS. Dengan bacaan basmalah saya nyatakan dimulai golf gembira IKA UNS,” buka Menpora.

Rektor UNS, Prof. Jamal mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Menpora dalam turnamen ini. Prof. Jamal mengatakan bahwa kehadiran Menpora dapat membangkitkan semangat berolahraga.

“Beberapa saat yang lalu waktu beliau di Solo, saya juga meminta kepada Pak Menteri agar Pak Menteri kerso untuk membuka acara IKA UNS Golf Tournament ini yang sempat terhenti. Dan Alhamdulillah Pak Menteri senang dan hari ini hadir dengan membangkitkan semangat akan pentingnya berolahraga,” kata Prof. Jamal.

Prof. Jamal juga mengungkapkan bahwa kehadiran Menpora merupakan wujud dedikasinya dalam dunia olahraga. Hal itu memunculkan kegembiraan bagi segenap sivitas akademika UNS.

“Saya sangat senang, ini juga menunjukkan bahwa kepedulian Menpora Zainudin Amali terhadap dunia olahraga khususnya olahraga golf ini sangat bagus dan luar biasa,” tutur Prof. Jamal. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

UNS — Fenomena stem cell atau sel punca belakangan ini ramai diperbincangkan khususnya dalam dunia kedokteran. Hal ini karena stem cell berperan penting dalam tubuh manusia untuk mengganti sel-sel dalam tubuh yang mengalami kerusakan dengan diganti menjadi sel-sel yang baru. Selain itu, stem cell juga menjanjikan harapan kesembuhan total bagi penderita penyakit degeneratif seperti stroke, Alzheimer, diabetes mellitus, Parkinson, maupun gagal jantung.

Menanggapi fenomena yang tengah hangat di masyarakat ini, Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta seri 109 mengangkat tema Stem Cell: Untuk Indonesia Sehat. Adapun acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung via YouTube Universitas Sebelas Maret, Jumat (15/7/2022).

Mewakili Ketua IKA UNS, Ketua Bincang Aksi dan Advokasi Kesehatan IKA UNS sekaligus Wakil Direktur Rumah Sakit (RS) UNS, dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK(K)., Ph.D., FISQua mengatakan bahwa dua alumni UNS yang dihadirkan pada acara ini akan memberikan pencerahan tentang stem cell.

“Dengan demikian kita bisa mendapatkan informasi yang tepat mengenai stem cell dan dapat mengambil keputusan yang rasional terkait stem cell. Semoga melalui kegiatan Wedangan IKA UNS ini dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat akan fenomena stem cell,” kata dr. Tonang.

dr. Tonang melanjutkan bahwa kegiatan Wedangan IKA UNS seri 109 ini juga sebagai sumbangsih untuk Indonesia dari para alumni UNS khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat dan kesehatan bangsa.

Ketua Dewan Pakar IKA UNS sekaligus Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI), Dr. Amir Yanto, S.H., M.M., M.H., mengucapkan ini adalah acara dewan pakar untuk yang pertama kalinya.

“Dengan menghadirkan narasumber dua alumni UNS yang ahli tentang stem cell ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman utuh terkait topik tersebut. Semoga acara Wedangan IKA UNS ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Dr. Amir Yanto.

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

Narasumber pertama Prof. Dr. dr. Ferdiansyah Mahyudin, Sp.OT (K) memaparkan materi tentang Mengenal Stem Cell (Sel Punca): Sumber, Jenis, Terapi & Metabolitnya. Prof. Ferdiansyah mengatakan bahwa secara definisi stem cell atau sel punca merupakan sel spasial ditubuh manusia yang dapat memperbanyak dirinya sendiri dan juga dapat menjadi berbagai jenis sel seperti sel otak, ginjal, jantung, dan tulang.

“Sementara stem cell memiliki 3 mekanisme kerja setelah diberikan kepada penderita yang membutuhkan. Pertama memiliki kemampuan berubah menjadi sel pada target yang dituju. Kedua memproduksi berbagai jenis protein untuk memfasilitasi penyembuhan pada berbagai penyakit. Ketiga melakukan modifikasi sistem kekebalan tubuh,” jelas Prof. Ferdiansyah.

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

Prof. Ferdiansyah menambahkan banyak klinik yang telah menawarkan terapi sel punca namun sayangnya tidak didukung oleh ilmu pengetahuan saat ini. Maka dari itu, sebelum melakukan terapi sel punca harus mencari terapi sel punca yang terbukti aman dan efektif, berhati-hati pula terhadap penawaran terapi sel punca tanpa adanya perizinan dan registrasi dari regulator, mengecek dokter yang mengerjakan terapi sel punca harus sesuai dengan bidang ilmunya.

Kemudian narasumber kedua Divisi Reumatologi, Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Dr. dr. Arief Nurudhin, Sp.PD, KR, FINASIM menyampaikan tentang Stem Cell dan Metabolitnya: Harapan Terapi Masa Depan.

Sebagaimana yang diungkapkannya fenomena stem cell karena kemunculan Dolly the Sheep tahun 1997 yang menyebabkan peneliti di seluruh dunia mulai berspekulasi bahwa stem cell dapat digunakan untuk membuat jaringan manusia. Kemudian penelitian mengenai stem cell di dunia terus berkembang sampai dengan produk metabolitnya hingga saat ini.

Dr. Arief menjelaskan bahwa di Indonesia sendiri, stem cell juga sudah mendapat perhatian. Hadirnya Pandemi Covid-19 juga dimanfaatkan pada peneliti dan klinisi untuk mengkaji terkait stem cell dan metabolitnya sebagai terapi.

“Terapi Mesenchymal Stem cell (MSC) dan Exosome menjadi salah satu alternatif dalam upaya treatment penanganan dan penanggulangan pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil pengujian, pasien Covid-19 dengan kategori infeksi berat dan kritis yang mendapatkan terapi MSC tersebut 2,5 kali survive dibanding pasien yang tidak diterapi MSC,” tutur Dr. Arief.

Wedangan IKA UNS Seri 109 Bahas Fenomena Stem Cell

Sebagaimana yang diungkapkannya, telah dilakukan uji klinis multicenter stem cell untuk mengobati pasien Covid-19, mengakibatkan meningkatnya minat dan perhatian pada terapi stem cell. Seiring dengan terus berjalannya penelitian stem cell di Indonesia, pemerintah juga telah membuat regulasi khusus mengenai stem cell.

“Adapun untuk regulasi sel punca di Indonesia telah diatur melalui Permenkes No 833/2009 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Sel Punca, Permenkes No 604/2010 Tentang Komnas Sel Punca di Kemkes untuk memberikan saran dalam kebijakan atau penyusunan pedoman kepada Menkes, serta Permenkes No 32/2018 Tentang Pelayanan Kesehatan untuk Terapi Punca atau Terapi Sel,” tutup Dr. Arief. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti