Dosen Prodi Ilmu Teknologi Pangan FP UNS Berperan Aktif dalam Pusat Kolaborasi Riset Biomaterial Kelautan

Dosen Prodi Ilmu Teknologi Pangan FP UNS Berperan Aktif dalam Pusat Kolaborasi Riset Biomaterial Kelautan

UNS — Sejumlah dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) pada Senin–Rabu (26–28/9/2022). Acara ini bertempat di UNS Inn.

Danar Praseptiangga, Ph.D., salah satu dosen yang terlibat menjelaskan bahwa sumber daya alam Indonesia berlimpah memiliki keunggulan dan kekhasan yang tidak dimiliki negara lain.

“Potensi sumber daya alam Indonesia yang berlimpah, terutama sektor kelautan, memiliki keunggulan dan kekhasan yang tidak dimiliki oleh negara lain. Potensi ini menjadi modal dasar bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah dari pengelolaan sumber daya alam tersebut. Dalam upaya peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat tersebut, peran pengembangan riset dan inovasi menjadi sangat penting sebagai pendorong penciptaan dan peningkatan nilai tambah agar dapat menghasilkan produk yang dapat meningkatkan daya saing nasional agar lebih terarah. Maka refocusing dan konsolidasi kelembagaan riset dalam rangka efisiensi dan efektifitas sumber daya berupa manusia, infrastruktur, dan anggaran iptek menjadi salah satu prioritas utama pemerintah,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa perkembangan globalisasi yang pesat saat ini memaksa agar pelaksanaan riset dan inovasi tidak lagi dilakukan secara parsial. Namun lebih mengarah pada kerja sama nasional maupun internasional dan sinergi pelaksanaan riset dan inovasi agar lebih komprehensif, sehingga mampu mengakselerasi pencapaian hasil dari pelaksanaan riset dan inovasi tersebut.

teknologi pangan

Selain itu sangat disadari juga bahwa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat multidisiplin, sehingga melalui kerja sama pelaksanaan riset dengan berbagai pihak diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil riset dan inovasi baik berupa capaian akademik maupun manfaat lainnya bagi masyarakat.

Ketua Tim Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biomaterial Kelautan (Research Collaboration Center for Marine Biomaterials) Dr. Emma Rochima, S.Pi., M.Si. dari Universitas Padjadjaran (Unpad) menyampaikan bahwa Tim PKR ini memiliki keunggulan spesifik yang sangat diperlukan dan sesuai dengan amanat Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Adapun, tujuan dari Pusat Kolaborasi Riset Biomaterial Kelautan yaitu melaksanakan riset kolaborasi antara BRIN dengan Perguruan Tinggi yakni UNS dan Unpad, juga industri PT. Miko Bahtera Nusantara yang diharapkan mampu menjadi wadah kegiatan riset dan inovasi untuk mendorong kekuatan ekonomi nasional serta daya saing secara global dan kemandirian bangsa.

Danar yang juga merupakan anggota tim PKR Biomaterial Kelautan menerangkan bahwa untuk menindaklanjuti aktivitas kolaborasi tersebut, maka dilaksanakan DKT di UNS Inn yang dihadiri oleh para kolaborator sejumlah 16 orang dari 3 institusi yang terlibat. Danar menjelaskan bahwa acara di UNS merupakan kegiatan DKT yang ketiga.

“Acara di UNS kali ini merupakan kegiatan FGD ketiga yang berfokus pada penyusunan rencana strategis PKR dan mengevaluasi aktivitas bersama serta merencanakan tindak lanjut kegiatan PKR dalam mencapai output dan menindaklanjuti kegiatan FGD pertama yang dilaksanakan di Bandung dengan Unpad sebagai host-nya. dan yang kedua dilaksanakan di Sentul, Bogor dengan BRIN sebagai hostnya,” pungkas Danar. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

Membanggakan! Mahasiswi UNS Torehkan Prestasi pada Ajang Balap Rally

Membanggakan! Mahasiswi UNS Torehkan Prestasi pada Ajang Balap Rally

UNS — Prestasi membanggakan dalam ajang balap rally berhasil ditorehkan oleh mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, prestasi tersebut diraih oleh Qanita Syahshiyah dari Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian (FP) UNS. Baru saja, ia mendapat Juara 2 kelas F1 pada ajang perlombaan Stage Park Sprint Rally Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Barat Sprint Rally Putaran 1. 

Tak sendiri, ia memenangkan perlombaan ini bersama kakaknya, Tyara Rally Athiyyah Nabila. Dalam kompetisi tersebut, ia kali kedua turun sebagai driver bersama kakaknya. Adapun perlombaan ini digelar oleh Gazpoll Rally Team yang diselenggarakan di Stage Park Hambalang, Sentul, Bogor pada 18 – 19 Juni 2022.

Saat diwawancarai tim uns.ac.id, Qanita mengatakan bahwa dirinya baru berangkat dari Solo pada Kamis malam (16/6/2022). Padahal esok harinya, dirinya harus langsung mengikuti rangkaian perlombaan sampai hari Minggu (19/6/2022). Namun, usahanya terbayarkan karena berhasil keluar menjadi juara.

“Rasa capeknya tentu terbayarkan karena berhasil pulang membawa beberapa piala. Selain juara 2 kelas F1, kami juga berhasil meraih juara 2 tim membawa nama EuroStar Racing Team bersama Ayah dan Adikku,” ujar Qanita, Sabtu (25/6/2022).

Tak hanya itu, Qanita dan kakaknya juga mendapatkan apresiasi sebagai satu-satunya sepasang peserta wanita di perlombaan tersebut. Ia pun turut bersyukur dapat terjun ke dalam dunia balap rally ini.

Alhamdulillah, aku salah satu orang yang sangat beruntung karena bisa mendapatkan kesempatan untuk terjun di dunia balap. Karena memang nggak banyak orang bisa mendapat kesempatan yang sama,” tambah Qanita.

Membanggakan! Mahasiswi UNS Torehkan Prestasi pada Ajang Balap Rally

Selain itu, terjunnya ia ke dunia rally diakuinya memang terbilang belum lama. Baru dimulai tahun 2020, dan pada saat itu Qanita menjadi navigator ayahnya. Kemudian pada akhir tahun 2021, Qanita mulai turun sebagai driver dan kakaknya menjadi navigatornya.

Sementara itu melalui capaian ini, Qanita berharap ke depannya senantiasa dapat terus mengikuti kejuaraan ajang balap rally.

“Aku juga akan lebih sering berlatih supaya kemampuan menyetirku lebih baik lagi. Pastinya supaya bisa mencetak prestasi-prestasi baru dalam ajang balap rally,” tutup Qanita. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

UNS — Sebanyak 2.860 peminat dinyatakan lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2022, pada Kamis (23/6/2022).

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho didampingi Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus dan Kepala UPT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Prof. Hadiwiyono saat melakukan Jumpa Pers di hadapan media di Ruang Sidang 4 Gedung dr. Prakosa Rektorat, Kamis (23/6/2022) mengatakan, jumlah peminat SBMPTN UNS tahun 2022 sebanyak 53.358. Jumlah yang lolos seleksi SBMPTN UNS tahun 2022 adalah sebanyak 2.860 atau 5,36 % dari jumlah peminat. Peminat SBMPTN UNS naik sebesar 6,75 % (3.375 peminat) dari 49.983 pada tahun 2021 menjadi 53.358 pada tahun 2022. Angka Keketatan Persaingan (AKP) SBMPTN UNS naik dari 1:18 pada tahun 2021 menjadi 1:19 pada tahun 2022

“Alhamdulillah, secara nasional Universitas Sebelas Maret masuk 10 besar dengan nilai rerata UTBK tertinggi pada bidang Saintek. Peringkat ini naik dibandingkan tahun lalu yaitu dari peringkat 8 nasional pada tahun 2021 naik menjadi peringkat 7 nasional pada tahun 2022 terang Prof. Jamal.

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Jumlah 53.358 peminat SBMPTN 2022 UNS ini terdiri dari kelompok Saintek sebanyak 27.403 peminat dan kelompok Soshum sebanyak 25.955 peminat. Saintek yang lolos 1.416 orang dan Soshum yang lolos 1.444 orang. Untuk angka keketatan Saintek 1: 19 dan Soshum 1 : 18.

Terdapat sepuluh Program Studi (Prodi) dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Saintek UNS yaitu Prodi Farmasi 1:55, Kedokteran 1: 46, Informatika 1: 35, Kebidanan 1: 34, Psikologi 1:33, Ilmu dan Teknologi Pangan 1: 26, Teknik Industri 1:25, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) 1: 23, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 1: 21 dan Statistika 1: 21

Sepuluh Prodi dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Soshum UNS yaitu Prodi Manajemen 1: 47, Ilmu Komunikasi 1: 47, Hubungan Internasional 1:36, Bimbingan dan Konseling 1: 32, Akuntansi 1: 28, Sastra Inggris 1: 28, Ilmu Administrasi Negara 1: 25, Pendidikan Administrasi Perkantoran 1:23, Sosiologi 1: 22 dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Surakarta 1:20.

Pendaftar yang lolos seleksi diharapkan untuk segera melakukan tahapan selanjutnya dengan membuka laman http://spmb.uns.ac.id. Jadwal kegiatan registrasi mahasiswa baru yang lolos seleksi SBMPTN 2022 adalah sebagai berikut. Jadwal pengisian biodata pada 24-29 Juni 2022, pengumuman Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada 24-29 Juni 2022, permohonan perubahan UKT pada 24-29 Juni 2022, penetapan UKT perubahan pada 1 Juli 2022, pembayaran UKT dan registrasi online pada 24 Juni 2 Juli 2022.

“Saya ucapkan selamat kepada yang sudah diterima. Bagi yang belum diterima SBMPTN bisa mendaftar UNS melalui Seleksi Mandiri (SM) UNS jalur UTBK, Jalur Ujian Tulis, dan Jalur kelas internasional untuk Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen. Informasi mengenai persyaratan dan tata cara SM UNS Tahun 2022 dapat dilihat pada laman http://spmb.uns.ac.id,” ujar Prof. Jamal. HUMAS UNS

Reporter: Dwi Hastuti/ Bayu Aji Prasetya

Alumnus UNS Rintis Bisnis Beauteeq, Modern Fashion dengan Sentuhan Tradisional

Alumnus UNS Rintis Bisnis Beauteeq, Modern Fashion dengan Sentuhan Tradisional

UNS — Bermula dari keisengannya sembari menunggu wisuda, alumnus Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Petanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Pingkan Pashanita mendirikan bisnis fashion. Namun, yang awalnya hanya iseng berakhir menghantarkannya menekuni usaha ini sampai sekarang.

“Awalnya iseng sambil mengisi waktu kosong menunggu wisuda sekitar akhir tahun 2016. Tetapi sebelum itu juga banyak yang suka tanya kok bajunya bagus, beli atau jahit di mana?. Nah, dari situ kepikiran kenapa nggak aku jual aja produk baju seperti ini. Toh banyak yang tertarik juga waktu itu,” ucap Pingkan, Selasa (1/3/2022).

Pemilihan nama Beauteeq dari “beau” yang diambil dari kata beautiful dan “teeq” yang diambil dari kata batik. Jadi, beauteeq artinya batik yang cantik. “Meskipun, selama prosesnya beauteeq juga membuat produk selain batik supaya bisa saling melengkapi. Tetapi, tetap kembali ke tujuan utama beauteeq yaitu menghadirkan baju dengan desain modern yang diberi sentuhan tradisional,” ungkap Pingkan.

Pingkan menambahkan, keunikan Beauteeq ada pada desainnya yang fresh dan modern namun tetap meninggalkan kesan tradisionalnya. Lebih lanjut, produk Beauteeq juga didesain secara classic timeless jadi tetap terlihat bagus dari tahun ke tahun.

Pingkan mengakui, selama merintis Beauteeq lebih banyak suka yang ia dapat ketimbang dukanya. “Untuk sukanya aku nggak menyangka aja ternyata bisa menuangkan kreativitasku dan berkarya lewat industri fashion. Dapat rezeki dan hidup dari bidang yang memang aku sukai. Bisa bantu menghidupi juga orang sekitar (terutama karyawan) lewat bisnis kecil-kecilan ini,” ujar Pingkan.

Meskipun begitu, Beauteeq juga sempat terhambat di awal kemunculan pandemi Covid-19. “Saat itu cukup berat buat Beauteeq karena kebanyakan baju Beauteeq difungsikan untuk kondangan. Sedangkan waktu itu kondangan sempat tidak boleh diadakan. Omset kita tinggal 10-20% dari biasanya. Sudah hampir nggak lanjut lagi bisa dibilang. Tetapi, aku bersyukur masa-masa itu berhasil terlewati dengan baik,” lanjut Pingkan.

Kini Beauteeq sudah produksi sendiri dengan dibantu beberapa penjahit. Bagi yang tertarik membeli atau melihat koleksi Beauteeq bisa langsung mengunjungi Instagram @beauteeq atau marketplace shopee @beauteeq_atelier.

Alumnus UNS Rintis Bisnis Beauteeq, Modern Fashion dengan Sentuhan Tradisional

Terakhir, Pingkan berpesan ketika ingin memulai suatu usaha yang penting niatnya dahulu. “Fokus dan mulai aja dari yang kamu sukai. Semangat buat yang mau memulai bisnis,” pungkas Pingkan. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Rancangan Bisnis Snackbar Berbahan Ikan Milik Mahasiswa UNS Raih Juara 2 Kompetisi BMC di IPB

Rancangan Bisnis Snackbar Berbahan Ikan Milik Mahasiswa UNS Raih Juara 2 Kompetisi BMC di IPB

UNS — Rancangan bisnis snack bar ikan kembung milik mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses meraih juara 2 pada ajang Marine and Fisheries Business Model Canvas Competition 2021. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan (Himasilkan) IPB.

Tim Kembung menjadi perwakilan UNS dengan beranggotakan Naya Nulina Citawara dari Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan, Nimas Suci Kusuma dan Indah Khoirunnisa dari prodi Agribisnis.

Kepada uns.ac.id, Naya selaku ketua menjelaskan konsep produk dari paper business mereka yang berjudul “FishBar – Snack bar Ikan Kembung sebagai Diversifikasi Hasil Laut Lokal yang Kaya Manfaat”. Rancangan produk ini dipilih oleh Tim Kembung dilatarbelakangi potensi perikanan di Indonesia sangat besar, termasuk ikan kembung ini.

Mereka mencermati kalau potensi dari ikan kembung belum terolah secara maksimal. Padahal, ikan kembung ini memiliki harga yang murah. Kajian literatur yang telah dilakukan pun menunjukkan kalau kandungan gizi ikan kembung hampir menyamai ikan salmon. Selain itu, ikan kembung juga memiliki nilai autentik bagi masyarakat Indonesia.

“Ini berarti perikanan lokal yang bisa kita buat suatu produk, lalu dikemas secara praktis, murah, ekonomis, dan sehat,” tutur Naya, Jumat (31/12/2021).

Beragam keunikan dan keunggulan juga ditawarkan dari prototipe Fish bar ini. Olahan ini sangat mengutamakan unsur lokalitas sehingga Fish bar yang dibuat tidak menggunakan bahan-bahan seperti gandum dan oat. Beberapa bahan utama Fish bar diantaranya ikan kembung, kacang koro, madu, bubuk kayu manis dan lain-lain. Terkait rasa, prototipe Fish bar yang telah dibuat pun memiliki rasa yang enak.

Hadir dalam bentuk makanan ringan membuat konsumsi Fish bar lebih praktis dan dapat menjangkau segala usia. Dari hasil kajian literatur, Tim Kembung memprediksi kalau Fish bar mereka rendah kalori dan kandungan gizinya juga dapat memenuhi kebutuhan gizi orang dewasa.

Mereka juga mencermati tantangan dari bisnis ini tentang bagaimana produk Fish bar dapat disandingkan dengan produk-produk snack bar yang sudah ada. Selain itu, mempertahankan rasa asli dan menghilangkan amis dari ikan menjadi tantangan lainnya. Akan tetapi, Fish bar tetap menjadi inovasi baru yang memiliki cukup potensi. Dengan mengunggulkan lokalitas bahan pangan yang digunakan serta produksinya yang mudah dan murah.

Rancangan Bisnis Snackbar Berbahan Ikan Milik Mahasiswa UNS Raih Juara 2 Kompetisi BMC di IPB

Atas capaian prestasi ini, mereka mengaku senang dan bersyukur. Perjuangan yang telah mereka lakukan selama proses kompetisi dibayar tuntas dengan torehan sebagai juara 2 di kancah nasional. Dengan inovasi yang Tim Kembung usung, mereka berharap bisa terus mengembangkannya lebih jauh lagi.

“Harapan saya (Fish bar) bisa direalisasikan dan bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Kami bisa perkaya risetnya terlebih dahulu untuk mempersiapkan pengembangan produknya,” harap Naya. Humas UNS

Reporter: Rangga
Editor: Dwi Hastuti