UNS Raih Tiga Penghargaan Penganugerahan Abdidaya 2022 di IPB

UNS Raih Tiga Penghargaan Penganugerahan Abdidaya 2022 di IPB

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses masuk nominasi Abdidaya tahun 2022. Penganugerahan Abdidaya merupakan puncak kegiatan Program Peningkatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) yang dilaksanakan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ajang ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI yang dihadiri oleh universitas terpilih yang sudah melaksanakan kegiatan PPK ORMAWA dari bulan Juni hingga Desember dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Hanif Fakhri Suryono, mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyuluhan Komunikasi dan Pertanian (PKP) yang terlibat dalam kegiatan ini menjelaskan beberapa tahap pelaksanaan kegiatan Abdidaya.

“Pelaksanaan kegiatan Abdidaya dimulai dari pengumpulan paparan, profil, poster, video, dan laporan akhir yang dilaksanakan hingga tanggal 28 November 2022. Selanjutnya kegiatan Abdidaya dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 11 Desember yang terdiri dari registrasi, technical meeting, pembukaan Abdidaya Ormawa, penjurian, sarasehan Ormawa, expo Abdidaya Ormawa, semiloka, dan puncak penganugerahan Abdidaya,” ujarnya dalam rilis yang diterima uns.ac.id pada Kamis (29/12/2022).

UNS mengirimkan sebanyak 24 delegasi yang terdiri dari peserta finalis Abdidaya Ormawa, Dosen Pendamping, Tim Bina Desa Center, Reviewer Internal UNS, dan Direktorat Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS pada Minggu (11/12/2022) ke IPB.  Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari tiga perwakilan Tim PPK Ormawa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian (FP), satu perwakilan Ormawa BEM FP, tiga perwakilan Tim PPK Ormawa BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), satu perwakilan BEM FEB, tiga perwakilan Tim PPK Ormawa Lingkar Studi Pena (LSP) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kebumen, dan satu Dosen Pembimbing dari Tim PPK Ormawa LSP PGSD Kebumen. Keberangkatan delegasi UNS ini didukung oleh UNS melalui Direktorat Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS.

Tim PPK Ormawa UNS memperoleh tiga penghargaan dalam ajang Penganugerahan Abdidaya yaitu Tim PPK Ormawa BEM FEB sebagai Juara Harapan 2 Kategori Sistem Pendukung Ormawa Kelas 2; Tim PPK Ormawa BEM FP sebagai Juara Harapan 3 Kategori Tim Pelaksana Kelas 2; Tim PPK Ormawa LSP PGSD Kebumen sebagai Juara Harapan 3 kategori Tim Pelaksana Kelas 1.

Hanif berharap agar prestasi yang dicapai tahun ini dapat menjadi kebanggaan bagi Tim Pelaksana Program Peningkatan Kapasitas Ormawa UNS.

“Harapannya prestasi yang telah dicapai pada tahun ini dapat menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi seluruh Tim Pelaksana PPK Ormawa UNS dan Universitas Sebelas Maret, selanjutnya ke depannya dapat dikembangkan dan ditingkatkan lagi di ajang PPK Ormawa dan Abdidaya pada tahun 2023,” harapnya. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

Himadistra FKIP UNS Raih Juara Lomba Siniar Tingkat Nasional

Himadistra FKIP UNS Raih Juara Lomba Siniar Tingkat Nasional

UNS — Prestasi di tingkat nasional kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Baru saja, tim dari Himpunan Mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Administrasi Perkantoran (Himadistra) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) meraih juara favorit lomba siniar (podcast) tingkat nasional. 

Kompetisi bertajuk Louder N Louder ini diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi (SV) Institut Pertanian Bogor (IPB) pada akhir September lalu. Sebanyak 25 tim dari berbagai perguruan tinggi turut serta dalam kompetisi ini. Saat diwawancarai, Muhammad Hilmi Sabitul Azmi salah satu anggota tim mengatakan bahwa topik yang mereka angkat dalam siniar adalah pendidikan pascapandemi dan kewirausahaan.

“Saat babak penyisihan, kami membahas tentang isu pendidikan. Mulai dari transisi kehidupan mahasiswa pascapandemi, sarana prasarana yang mampu mewadahi penyelenggaraan pendidikan secara luring hingga beragam masalah pendidikan di Indonesia. Salah satunya implementasi kurikulum yang seakan terus diganti dalam jangka waktu singkat sehingga menyulitkan sekolah di pelosok sana untuk beradaptasi,” jelas Azmi, Kamis (3/11/2022).

Sementara, pada tahap final, Azmi dan rekan-rekannya dari Himadistra mengusung siniar berjudul “Sarjana Kok Jualan, Apa Kata Orang?” 

“Bahasan podcast di tahap final ini tentang kenapa anak muda zaman sekarang itu punya mimpi jadi pengusaha tapi seakan engga mau mulai buat belajar bangun usaha dengan jualan. Masih banyak stigma kalau lulusan sarjana terus jualan itu berarti ‘gagal’,” pungkasnya. 

Ia berharap agar siniar yang dibuat oleh Himadistra ke depan akan semakin maju, berkembang, dan  menjadi sumber konten siniar yang bermanfaat. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Kelompok 2, Bangun Data Desa Kacangan Presisi Melalui Konsep Drone Participatory Mapping

Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Kelompok 2, Bangun Data Desa Kacangan Presisi Melalui Konsep Drone Participatory Mapping

UNS — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Data Desa Presisi (DDP) Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) Kelompok 2 membangun program Data Desa Kacangan Presisi. Kelompok 2 KKN DDP UNS-IPB ini di bawah bimbingan Dr. Ike Nurjuita Nayasilana, S.Si., M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UNS dan Ahmad Aulia Arsyad, S.KPm., M.Si selaku DPL dari IPB. Pembangunan program Data Desa Kacangan Presisi dilakukan sejak Senin (4/7/2022) hingga Kamis (18/8/2022) bertempat di Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Program Data Desa Presisi sendiri merupakan program penyempurnaan data desa berbasis Participatory Drone Mapping. Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB ini menggunakan teknologi berbasis drone untuk menghasilkan foto dari udara Desa Kacangan. Foto tersebut kemudian disusun dengan memanfaatkan aplikasi Argisoft.

Sofyan Sjaf, selaku pencetus program Data Desa Presisi, menjelaskan bahwa kelompok KKN ini dibagi menjadi 2 tim yaitu tim spasial dan tim sosial. Tim spasial melakukan pemetaan menggunakan drone beresolusi tinggi, pelacakan batas-batas desa, dan sarana prasarana dalam Desa Kacangan. Sementara data yang dihasilkan nantinya dimanfaatkan untuk pembuatan peta dasar, peta tematik, dan interpretasi peta.

Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Kelompok 2, Bangun Data Desa Kacangan Presisi Melalui Konsep Drone Participatory Mapping

Perwakilan mahasiswa dari tim spasial, Friska Arum Wianingdyah menjelaskan bahwa data Desa Kacangan belum sesuai dengan kondisi sebenarnya. Artinya, data desa yang ada saat ini belum presisi. Maka, mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB tersebut menambahkan bahwa melalui program Data Desa Presisi ini diharapkan dapat membantu menyempurnakan data desa menjadi presisi. Adapun untuk pengambilan data spasial dilakukan dari hasil foto drone di Desa Kacangan.

“Melalui pendekatan Participatory Drone Mapping, data Desa akan lebih baik dari segi kualitas dan realitas. Saya sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Kacangan dan masyarakat desa saat proses pengumpulan data.” ujar Friska.

Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Kelompok 2, Bangun Data Desa Kacangan Presisi Melalui Konsep Drone Participatory Mapping

Selama keberjalanan program, salah satu partisipasi masyarakat desa untuk mendukung program ini dengan keikutsertaannya dalam pendataan atau sensus. Pendataan dilakukan oleh enumerator tiap RT dan didampingi mahasiswa tim sosial sebagai supervisor. Selain pendampingan, tim sosial juga mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) kualitatif desa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menganalisis sejarah desa, pengaruh dan interaksi lembaga desa terhadap masyarakat desa, permasalahan desa, dan kejadian-kejadian periodik dalam desa.

Di sisi lain, Agung Prastyo, selaku perwakilan mahasiswa dari tim sosial, menyampaikan bahwa sensus yang dilakukan oleh enumerator menghasilkan data numerik yang presisi. Sedangkan FGD kualitatif desa menghasilkan data analitik. Objek pengumpulan datanya adalah seluruh masyarakat Desa Kacangan. Sedangkan objek pengumpulan data analitik adalah perangkat desa dan tokoh masyarakat desa.

 “Data yang dikumpulkan berupa identitas keluarga, pendidikan, lingkungan, kehidupan sosial budaya, hukum, kebutuhan sehari-hari, dan data yang berkaitan dengan profesi pekerjaan. Selain itu, kami juga mengumpulkan data kualitatif seperti alur sejarah, diagram venn pengaruh dan interaksi pemerintah desa dengan masyarakat, pohon masalah, dan kalender musim. Pendataan sensus dilakukan berdasarkan titik bangunan atau digitasi dalam peta kerja yang telah dihasilkan tim spasial. Data sensus tersebut kemudian dimasukkan dalam aplikasi Merdesa.” ujar Agung yang juga merupakan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS.

Sementara Kepala Desa Kacangan, Ladiyo mengatakan rasa bahagianya dengan adanya program Data Desa Presisi di Desa Kacangan. Karena program ini sangat membantu desa dalam menyempurnakan data berbasis teknologi sehingga menghasilkan data desa yang presisi. Selain itu, data tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat desa sesuai dengan standart sustainable development goals (SDGs).

“SDGs adalah standart kesejahteraan masyarakat internasional. Data desa yang presisi sangat mendukung SDGs karena mampu memenuhi beberapa aspek standar kesejahteraan. Kami berterima kasih kepada Kelompok 2 dari KKN DDP UNS-IPB yang telah mengabdi membangun data desa yang presisi ini. Kami juga memantau akun instagram kelompok KKN @lifeatkacangan dan mengapresiasi kinerja maksimal mahasiswa dalam membangun program Data Desa Kacangan Presisi. Melalui data desa presisi, segala bentuk kebijakan desa diharapkan lebih tepat guna dan tepat sasara,” pungkas Ladiyo. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Redaktur: Dwi Hastuti

Komisi I DP UNS Lakukan Kunjungan Kerja ke IPB dan UI

Komisi I DP UNS Lakukan Kunjungan Kerja ke IPB dan UI

UNS — Komisi I Dewan Profesor (DP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan kunjungan kerja ke Dewan Guru Besar (DGB) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI). Kunjungan kerja tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua DP UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D., Sekretaris DP UNS, Prof. Dr. Cucuk Nur Rosyidi, S.T., M.T., Sekretaris Komisi II DP UNS, Prof. Dr. Dra. Suciati, M.Pd., dan Sekretaris Komisi III DP UNS, Prof. Dr. Sumarlam, M.S.

Dalam rilis yang diterima oleh uns.ac.id pada Senin (15/8/2022), Ketua Komisi I DP UNS, Prof. Dr. Drs. Eddy Heraldy, M.Si menyampaikan kegiatan kunjungan kerja tersebut dilaksanakan pada Kamis-Jumat (4-5/8/2022).

Setibanya di IPB, Komisi I DP UNS diterima langsung oleh Rektor IPB, Prof. Dr. Arief Satria, S.P., M.Si., Ketua DGB IPB, Prof. Dr. Ir. Evy Damayanti, M.S., dan Sekretaris DGB IPB, Prof. Dr. drh. M. Agus Setiadi. Dalam kunjungan kerja tersebut, DGB dan Rektor IPB menekankan pentingnya harmonisasi antar Majelis Wali Amanat, Rektor, Senat Akademik, dan DGB untuk memajukan IPB.

Lebih lanjut, Prof. Cucuk juga menyampaikan selain bertukar informasi dengan DGB IPB, Komisi I DP UNS juga menyempatkan untuk melihat produk-produk hilirisasi riset dan melakukan tour kampus.

“Jadi selain kita saling bertukar informasi di sana, rombongan DP UNS juga menyempatkan diri untuk melihat produk-produk hilirisasi riset dan melakukan tour kampus ke Agribusiness and Technology Park dan Integrated Service Center,” ujar Prof. Cucuk.

Komisi I DP UNS Lakukan Kunjungan Kerja ke IPB dan UI

Sementara, dalam kunjungan kerja ke UI, Komisi I DP UNS diterima langsung oleh Ketua DGB UI, Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, Sekretaris DGB, beserta seluruh Ketua dan Sekretaris Komite yang ada di DGB UI. Pada kunjungan kerja tersebut, DGB UI menyampaikan tugas dan fungsi dari DGB UI, serta program kerja komite-komite yang ada. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Editor: Dwi Hastuti

Tim Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Galakkan Program Data Desa Presisi di Kemuning

Tim Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Galakkan Program Data Desa Presisi di Kemuning

UNS — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Data Desa Presisi (DDP) Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) Kelompok 13 dan Kelompok 14  menggalakkan Program Data Desa Presisi selama 45 hari, dari Senin (4/7/2022) hingga Kamis (18/8/2022) mendatang. Program ini bertempat di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Program yang dijalankan oleh 2 kelompok yaitu kelompok 13 dan kelompok 14 terdiri dari 20 Mahasiswa UNS dan 2 Mahasiswa IPB.

Program Data Desa Presisi, pemerolehan data menggunakan pendekatan Drone Participatory Mapping (DPM). Pendekatan DPM merupakan pendekatan inklusif yang menempatkan relasi antara manusia dan teknologi untuk melakukan pengumpulan data desa presisi dengan mempertimbangkan dimensi spasial, teknologi digital, partisipasi warga dan sensus. 

Adapun pemetaan wilayah yang menggunakan pendekatan DPM nantinya akan menghasilkan penampakan wilayah desa dengan resolusi yang tinggi dari view udara dan juga pemetaan spasial yang akan dibuat dalam satu dokumen khusus. Dokumen khusus tersebut berisi beberapa output peta yakni Data Digital Format Shape, Album Peta Desa, Data Numerik Spasial terkait data fasilitas umum, penggunaan lahan serta Peta Desa. Peta Desa ini terdiri atas Peta Administrasi, Peta Orthophoto, Peta Infrastruktur/Sarpras, Peta Penggunaan Lahan, Peta Topografi, dan Peta Tematik.

Di sisi lain, pelaksanaan Program Data Desa Presisi ini bertujuan untuk membangun data desa supaya memiliki tingkat akurasi dan ketepatan tinggi sehingga bisa memberikan gambaran kondisi aktual desa yang sesungguhnya.

“Program membangun Data Desa Presisi ini terdiri dari dua tahap yang meliputi pengambilan data spasial dengan menerbangkan drone untuk mengambil data berupa gambar atau foto yang diambil dari udara. Kemudian dilanjutkan dengan tahap verifikasi batas-batas desa hingga batas wilayah per Rukun Warga,” ungkap ketua KKN kelompok 13, Wisnu Waskito Aji, Senin (8/8/2022).

Perwakilan dari Kelompok 13 tersebut menambahkan dalam proses pengambilan data spasial dengan menggunakan drone yang dipiloti oleh mahasiswa KKN DDP UNS-IPB, didampingi fasilitator, Sofyan Sholeh, S.Pd. Selanjutnya, dilakukan proses pengambilan data sensus yang melibatkan warga desa, khususnya pemuda desa sebagai enumerator yang diikuti sebanyak 47 orang.

“Pengambilan data tersebut diawali dengan adanya sosialisasi dan juga pelatihan yang didampingi oleh mahasiswa yang bertempat di Kantor Kepala Desa Kemuning. Pengadaan pelatihan guna memberikan pemahaman tentang proses pengambilan data desa presisi yang menggunakan aplikasi MERDESA yang telah disusun oleh pihak IPB. Selama pelaksanaan sensus, juga didampingi oleh mahasiswa KKN DDP UNS-IPB,” lanjut Wisnu Waskito Aji.

Pada kegiatan sensus survei yang memuat beberapa poin indikator mengenai data sandang, pangan, papan, kesehatan, pekerjaan dan jaminan sosial, serta kehidupan sosial telah terintegrasi dengan menggunakan aplikasi MERDESA https://sensus.desapresisi.id.  Sementara kegiatan pengisian instrumen dalam aplikasi MERDESA diisi oleh para enumerator yang terdiri atas warga desa yang tergabung dalam wadah Karang Taruna Desa Kemuning. Para enumerator yang telah dipilih oleh Kepala Desa Dusun dilatih dan didampingi oleh Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB mengenai penggunaan aplikasi MERDESA melalui ponsel masing-masing.

Wisnu Waskito Aji juga menerangkan bahwa luaran dari Program Data Desa Presisi berupa Buku Monografi yang berisi informasi lengkap dan akurat mengenai data deskriptif kualitatif data alur sejarah desa untuk mengetahui perubahan dan juga dampaknya bagi Desa Kemuning. Juga terdapat informasi mengenai data diagram venn yang berisi tentang ragam lembaga atau organisasi serta pengaruhnya. Data Pohon Masalah yang berisi tentang akar masalah yang sedang terjadi di desa Kemuning. Terakhir yakni Data Stratifikasi dan Mobilitas sosial untuk mengetahui garis kemiskinan lokal dan faktor penyebab mobilisasi sosial.

“Dengan demikian, luaran program ini dapat menjadi acuan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan bagi pemerintah, dari tingkat pusat hingga desa, dalam menentukan arah kebijakan bagi masyarakat desa. Khususnya dapat bermanfaat bagi Desa Kemuning. Karena inovasi melalui Program Data Desa Presisi ini nantinya dapat membantu untuk mengakhiri polemik dan menjadikan pembangunan desa tepat sasaran. Dengan luaran ini pula, maka perumusan kebijakan Desa Kemuning akan lebih terarah dari sebelumnya. Sesuai dengan nama program KKN ini yaitu “presisi” yang artinya ketepatan,” tutur Wisnu Waskito Aji.

Melalui program ini Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ir. Yudi Rinanto, M.P mengatakan bahwasanya kerja sama antara tim KKN DDP UNS-IPB terkait dengan Program Data Desa Presisi perlu dilanjutkan.

Tim Mahasiswa KKN DDP UNS-IPB Galakkan Program Data Desa Presisi di Kemuning

“Serta diperluas cakupan wilayahnya di masa mendatang. Karena dengan begitu manfaat dari Program Data Desa Presisi ini dapat dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat lebih luas lagi,” ujar Dr. Yudi Rinanto.

Saat mengenalkan Program Data Desa Presisi, Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko mengatakan bahwa perangkat desa dan masyarakat Desa Kemuning sangat menyambut baik Program Data Desa Presisi dengan gembira dan tangan terbuka. Seluruh elemen pun siap berkontribusi dalam pencapaian tujuan Kelompok 13 dan Kelompok 14 KKN DDP UNS-IPB.

“Kami dengan senang hati dan terbuka dalam menyambut serta menerima kedatangan Kelompok 13 dan Kelompok 14 dari KKN DDP UNS-IPB di Desa Kemuning. Kami siap membantu jika ada kendala di lapangan. Tentunya jika cita-cita mereka tercapai, akan sangat berdampak positif bagi desa di Kemuning ini,” tutup Widyoko. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti