Delegasi UNS Raih Tiga Medali dalam Ajang ON-MIPA Tingkat Nasional

Delegasi UNS Raih Tiga Medali dalam Ajang ON-MIPA Tingkat Nasional

UNS — Delegasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil membawa pulang tiga gelar juara dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA) 2022. Raihan tersebut yaitu Medali Perunggu Bidang Kimia, Perunggu Bidang Biologi, dan Honorable Mention Bidang Kimia. 

Perunggu Bidang Kimia diraih oleh Achmad Nurul Yaqin dari Program Studi (Prodi) Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK), Medali Perunggu Bidang Biologi disabet oleh Jonathan Daniel Sulastyo dari Prodi Kedokteran, dan Honorable Mention Bidang Kimia diperoleh Zulfi Adam Adiby.

Gelaran ON-MIPA 2022 berlangsung selama empat hari sejak 19—22 September 2022 di Universitas Brawijaya.

Jonathan Daniel Sulastyo mengaku senang ketika diumumkan meraih medali perunggu.

“Kaget dan tidak menyangka dapat memperoleh medali di ON-MIPA ini karena soal-soalnya susah dan saingannya juga berat-berat,” tuturnya saat diwawancarai uns.ac.id, Rabu (9/11/2022).

Ia menyiapkan diri dengan latihan mengerjakan soal-soal tahun sebelumnya serta melakukan review materi. Selain itu, Jonathan juga berdiskusi dengan dosen dan teman-temannya mengenai materi-materi biologi. Mahasiswa semester tiga tersebut berharap dapat memberikan hasil yang lebih baik di tahun depan.

Hal senada juga disampaikan oleh Zulfi Adam Adiby, peraih Honorable Mention bidang Kimia. Ia merasa senang dan tidak menyangka dapat memperoleh predikat Honorable Mention. Terlebih, Ia merasa bahwa persiapan dalam mengikuti kompetisi ini masih kurang maksimal. Dalam mempersiapkan diri di ajang ini, Ia lebih banyak belajar mandiri dan menyiapkan mental. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

UNS — Sebanyak 2.860 peminat dinyatakan lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2022, pada Kamis (23/6/2022).

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho didampingi Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus dan Kepala UPT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Prof. Hadiwiyono saat melakukan Jumpa Pers di hadapan media di Ruang Sidang 4 Gedung dr. Prakosa Rektorat, Kamis (23/6/2022) mengatakan, jumlah peminat SBMPTN UNS tahun 2022 sebanyak 53.358. Jumlah yang lolos seleksi SBMPTN UNS tahun 2022 adalah sebanyak 2.860 atau 5,36 % dari jumlah peminat. Peminat SBMPTN UNS naik sebesar 6,75 % (3.375 peminat) dari 49.983 pada tahun 2021 menjadi 53.358 pada tahun 2022. Angka Keketatan Persaingan (AKP) SBMPTN UNS naik dari 1:18 pada tahun 2021 menjadi 1:19 pada tahun 2022

“Alhamdulillah, secara nasional Universitas Sebelas Maret masuk 10 besar dengan nilai rerata UTBK tertinggi pada bidang Saintek. Peringkat ini naik dibandingkan tahun lalu yaitu dari peringkat 8 nasional pada tahun 2021 naik menjadi peringkat 7 nasional pada tahun 2022 terang Prof. Jamal.

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Jumlah 53.358 peminat SBMPTN 2022 UNS ini terdiri dari kelompok Saintek sebanyak 27.403 peminat dan kelompok Soshum sebanyak 25.955 peminat. Saintek yang lolos 1.416 orang dan Soshum yang lolos 1.444 orang. Untuk angka keketatan Saintek 1: 19 dan Soshum 1 : 18.

Terdapat sepuluh Program Studi (Prodi) dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Saintek UNS yaitu Prodi Farmasi 1:55, Kedokteran 1: 46, Informatika 1: 35, Kebidanan 1: 34, Psikologi 1:33, Ilmu dan Teknologi Pangan 1: 26, Teknik Industri 1:25, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) 1: 23, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 1: 21 dan Statistika 1: 21

Sepuluh Prodi dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Soshum UNS yaitu Prodi Manajemen 1: 47, Ilmu Komunikasi 1: 47, Hubungan Internasional 1:36, Bimbingan dan Konseling 1: 32, Akuntansi 1: 28, Sastra Inggris 1: 28, Ilmu Administrasi Negara 1: 25, Pendidikan Administrasi Perkantoran 1:23, Sosiologi 1: 22 dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Surakarta 1:20.

Pendaftar yang lolos seleksi diharapkan untuk segera melakukan tahapan selanjutnya dengan membuka laman http://spmb.uns.ac.id. Jadwal kegiatan registrasi mahasiswa baru yang lolos seleksi SBMPTN 2022 adalah sebagai berikut. Jadwal pengisian biodata pada 24-29 Juni 2022, pengumuman Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada 24-29 Juni 2022, permohonan perubahan UKT pada 24-29 Juni 2022, penetapan UKT perubahan pada 1 Juli 2022, pembayaran UKT dan registrasi online pada 24 Juni 2 Juli 2022.

“Saya ucapkan selamat kepada yang sudah diterima. Bagi yang belum diterima SBMPTN bisa mendaftar UNS melalui Seleksi Mandiri (SM) UNS jalur UTBK, Jalur Ujian Tulis, dan Jalur kelas internasional untuk Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen. Informasi mengenai persyaratan dan tata cara SM UNS Tahun 2022 dapat dilihat pada laman http://spmb.uns.ac.id,” ujar Prof. Jamal. HUMAS UNS

Reporter: Dwi Hastuti/ Bayu Aji Prasetya

Siapkan Dokter yang Pandai Berbahasa Jawa, Mahasiswa UNS Hadirkan Doctor Javanese Minicamp

Siapkan Dokter yang Pandai Berbahasa Jawa, Mahasiswa UNS Hadirkan Doctor Javanese Minicamp

UNS — Mahasiswa kerap kali diidentikkan sebagai agen perubahan. Ia diharapkan mampu membuat dampak-dampak positif yang ada di masyarakat. Hal tersebut dijawab oleh Ariva Syiva’a, seorang mahasiswa Program Studi Profesi Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Berangkat dari panggilan hati, ia mendirikan Doctor Javanese Minicamp.

Doctor Javanese Minicamp merupakan sebuah gerakan sosial yang berfokus pada dokter muda UNS untuk belajar bahasa Jawa yang dibentuk pada tanggal 17 Januari 2022 lalu. Ketika ditemui tim uns.ac.id pada Selasa (24/5/2022), Ariva berbagi cerita bahwa tak sedikit rekan mahasiswanya yang merasa bingung ketika berhadapan dengan pasien yang berbahasa Jawa.

“Tak sedikit rekan mahasiswa yang tengah berpraktik di RSUD dr. Moewardi mengeluh kebingungan ketika dihadapkan dengan pasien berbahasa Jawa. Berangkat dari keresahan akan minimnya kemampuan berbahasa Jawa di kalangan tenaga kesehatan yang mayoritas akan bekerja di pulau Jawa, program ini hadir untuk memfasilitasi mahasiswa, khususnya calon dokter, agar tidak kesulitan dalam memahami keluhan pasien,” ungkap Ariva.

Siapkan Dokter yang Pandai Berbahasa Jawa, Mahasiswa UNS Hadirkan Doctor Javanese Minicamp

Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara mahasiswa Prodi Kedokteran FK UNS dengan mahasiswa, serta alumni Prodi Pendidikan Bahasa Jawa UNS yang bernama Komunitas Si Ojan. Lebih lanjut, Ariva menjelaskan bahwa adanya Doctor Javanese Camp ini juga terinspirasi dari pepatah Jawa.

“Terinspirasi dari pepatah ‘wong Jawa aja nganti ilang jawane’ yang berarti orang Jawa seharusnya memiliki kemauan untuk melestarikan ciri khas yang menjadi jati dirinya sebagai orang Jawa, saya terpantik untuk membantu rekan-rekan tenaga kesehatan agar bersama-sama kembali memunculkan figur dokter yang halus dan sopan, tercermin salah satunya dengan bahasa yang halus dan penuh tata krama pada saat melayani pasien,” jelas Ariva.

Program ini menyasar mahasiswa Prodi Kedokteran UNS, baik mahasiswa preklinik maupun dokter muda. Selain menghasilkan figur dokter yang bisa berbahasa Jawa serta menjunjung tata krama, Doctor Javanese Minicamp juga turut andil dalam menangani kesehatan masyarakat. Ariva dan kawan-kawannya pernah menggelar bakti sosial bagi masyarakat di Desa Pereng, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten pada bulan Maret lalu. Kegiatan yang terselenggara antara lain adalah penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, konsultasi dengan dokter spesialis berpengalaman, cek tekanan darah, cek asam urat, kolesterol, dan cek gula darah secara gratis.

Adapun, program belajar bahasa Jawa yang terdapat dalam program Doctor Javanese Camp adalah bimbingan kelas bahasa Jawa secara intensif sebanyak tiga sesi. Fokus kelas bahasa dibagi menjadi keterampilan anamnesis, penyuluhan, dan menjadi pewara. Usai mengikuti rangkaian kelas bahasa, para peserta akan mengikuti bakti sosial di Galpentjil Heritage di Desa Pereng sebagai sarana implementasi ilmu yang telah didapatkan. Implementasi kegiatan telah terlaksana pada bulan Maret lalu, sedangkan untuk periode berikutnya, Ariva mengatakan kegiatan akan hadir kembali pada bulan November 2022.

Sebagai inisiator Doctor Javanese Camp, Ariva berharap agar program ini dapat terus berkembang.

“Harapannya, program ini dapat terus berkembang dan mencetak dokter dambaan yang piawai memahami keluhan masyarakat berbahasa Jawa, terutama lansia,” kata Ariva.

Siapkan Dokter yang Pandai Berbahasa Jawa, Mahasiswa UNS Hadirkan Doctor Javanese Minicamp

Di tengah kepadatan jadwal sebagai mahasiswa kedokteran, Ariva mengaku bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan program ini adalah beban akademik dan kesibukan lain yang cukup banyak dengan waktu yang terbatas. Namun, sebagai penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Baktinusa) oleh Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD), dirinya terus mencoba berpegang teguh pada prinsip melayani yang menjadi salah satu karakter yang ditanamkan pada penerima manfaat Baktinusa.

Pada akhir wawancara, Ariva berpesan agar mahasiswa kedokteran tetap aktif mengasah kemampuan berbahasa Jawa.

“Tetaplah aktif mengasah skill berbahasa Jawa untuk menolong pasien yang membutuhkan. Tidak hanya sekadar memberikan perawatan fisik kepada mereka, tapi lebih dari itu bisa berbagi kasih, semangat, dan harapan dengan bahasa yang akrab dengan keseharian pasien,” pungkas Ariva.

Sosok Ariva membuktikan bahwa sivitas akademika UNS mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan adanya agen perubahan ke arah yang positif. Kehadirannya membawa angin segar dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya menjadi pribadi yang profesional, namun juga menerapkan welas asih dalam melayani pasiennya. Selain itu, ia juga turut melestarikan aspek penting dalam budaya Jawa yakni melestarikan bahasa Jawa. Perempuan yang juga menggemari tembang Jawa ini, menyematkan slogan dalam proyek sosialnya, yakni becik anggone matur, bagas waras ugi makmur. Hingga kini, Ariva dengan program Doctor Javanese Camp miliknya terus berupaya memberikan latihan bahasa Jawa pada calon dokter juga berbagi kebermanfaatan bagi masyarakat di Desa Pareng. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Kolaborasi Tiga Prodi, Effleurage Robot Karya Mahasiswa UNS Raih Medali Emas dalam Ajang Internasional

Kolaborasi Tiga Prodi, Effleurage Robot Karya Mahasiswa UNS Raih Medali Emas dalam Ajang Internasional

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali ukir prestasi di kancah internasional. Kali ini, prestasi tersebut diraih oleh tim kolaborasi tiga Program Studi (Prodi), yaitu Kebidanan, Kedokteran, dan Teknik Mesin. Mereka sukses menyabet medali emas kategori World Young Inventors Exhibition di ajang International Invention, Innovation, and Technology Exhibition (ITEX) Malaysia, Senin (14/2/2022).

Anggota tim yang terlibat antara lain Hafida Salsabila, Tri Rahmaji, Sukmo Utomo Abdillah Amin, Muzakiya Lailatul Karima, Hasna Fatin Hanifah, Muhammad Dzaky Musyaffa, Muhana Fawwazy Ilyas, Muhammad Dzaki Darmawan, Inas Nuha Mumtazah, Hanifah Fathimatuzzahrah, Gading Nasywaa Aji Azzahra, Shastri Cahyaningtyas, Hidayat Fatahillah. Tim ini mendapat bimbingan Dr. Revi Gama Hatta Novika, SST., M.Kes dan Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D dalam proses pengembangannya.

Dr. Revi Gama Hatta Novika, SST., M.Kes, selaku dosen pembimbing mengatakan bahwa pembuatan prototipe produk awalnya didanai dari Hibah MBKM, yang kemudian mendapatkan dukungan dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia untuk pengembangan produk tersebut. Produk ini bernama Effleurage Robot, yaitu inovasi untuk pengurang rasa nyeri pada ibu yang sedang mengalami kontraksi inpartu atau menjelang proses persalinan.

Dr. Revi mendiskusikan ide ini bersama Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D, Rufidah Maulina, SST., M.Sc, Siti Nurhidayati, S.S.T., M.Keb, dan Nurul Jannatul Wahidah, S.ST., M.Kes, serta para mahasiswanya.

“Ide tersebut dilatarbelakangi adanya ibu hamil yang terkonfirmasi  Covid-19 sehingga yang biasanya ibu hamil yang akan bersalin bisa ditemani keluarga untuk memberikan massage lembut (effleurage massage) guna meminimalkan rasa nyeri akibat kontraksinya. Namun, pada kondisi terkonfirmasi Covid-19 pasti membutuhkan teman untuk menggantikan tugas keluarga tersebut,” terang Dr. Revi, Kamis (24/2/2022).

Effleurage Robot merupakan robot kursi yang dapat melakukan pijat effleurage dengan usapan kuat, halus, dan lembut dibagian panggul ibu hamil untuk mengurangi rasa nyeri. Effleurage Robot juga dapat meringankan pekerjaan pendamping persalinan ibu hamil. Robot ini memiliki fitur yang mudah disesuaikan dengan kenyamanan pengguna, seperti dapat digunakan sembari berjalan, duduk, hingga berbaring. 

Kolaborasi Tiga Prodi, Effleurage Robot Karya Mahasiswa UNS Raih Medali Emas dalam Ajang Internasional

Penelitian untuk melihat efektivitas penggunaan Effleurage Robot ini sempat dilakukan di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) pada ibu hamil yang melakukan persalinan kala 1. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengurangan rasa nyeri yang signifikan. Sehingga, penggunaan Effleurage Robot pada ibu hamil yang sedang melakukan persalinan kala 1 sangat efektif.

Hafida Salsabila, selaku koordinator mahasiswa mengaku dapat banyak sekali pengalaman dan banyak belajar dari keikutsertaan pada hibah seperti ini. Inovasi ini sudah pernah diikutsertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), kompetisi Esai Internasional, dan Hibah MBKM. Hingga pada akhirnya, di kompetisi yang sekarang mereka mampu meraih medali emas pada kategori Tertiary School dengan subtema Biotechnology and Health.

“Kami dari kebidanan dan kedokteran hanya bisa berimajinasi tentang suatu alat, tetapi untuk mewujudkan alat tersebut sangat membutuhkan keahlian dari teman-teman teknik mesin. Sehingga proses perakitan berjalan lancar dan bisa menjadi alat yang sekarang ini dapat digunakan,” tutur Hafida, Kamis (24/2/2022).

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Malaysian Invention & Design Society (MINDS) sejak 1989 dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara. ITEX adalah platform bagi para peneliti untuk mempresentasikan penemuan dan inovasi mereka kepada komunitas bisnis yang tertarik untuk mengkomersialkan penemuan baru dan selalu diikuti oleh universitas, lembaga penelitian, penemu individu, penemu muda, dan perusahaan. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Video Edukasi Pencegahan Stunting Karya Mahasiswa FK UNS Sukses Raih Juara 1 Nasional

Video Edukasi Pencegahan Stunting Karya Mahasiswa FK UNS Sukses Raih Juara 1 Nasional

UNS — Tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sampaikan pentingnya pencegahan stunting melalui video kreatif. Tidak hanya sampai di situ, karya video kreatif mereka mendulang apresiasi dengan menjuarai Health Video Competition yang diselenggarakan oleh Gerakan Sosial Cegah Stunting, sebuah gerakan yang diusung oleh Kantor Staf Presiden (KSP) RI.

Tim mahasiswa UNS keluar sebagai juara 1 dalam kompetisi ini. Ketiga mahasiswa UNS tersebut adalah Reza Pahlevi Prastawa, Elizabeth Yuaninda, dan Marsa Zaidan. Mereka berhasil menjadi yang terbaik dari 20 tim yang turut ikut serta.

Gelaran kompetisi oleh Gerakan Sosial Cegah Stunting turut menggandeng AMSA dan CIMSA Indonesia, organisasi mahasiswa kedokteran yang ada di Indonesia. Tema kompetisi saat itu adalah “Nutrition – Good Nutrition for A Better Generation”.

Reza menjelaskan, keikutsertaan mereka dalam kompetisi ini bukan semata meraih juara. Namun, ini didasari atas kepedulian terhadap permasalahan stunting.

“Tidak hanya untuk mencari kemenangan, tapi juga bagaimana bisa didengarkan oleh masyarakat dengan mudah. Dengan tersentuh. Bagaimana (masyarakat) bisa terenyuh ketika melihat videonya,” terang Reza, Rabu (16/2/2022).

Tim mahasiswa UNS mencoba memberikan pemahaman mudah mengenai pentingnya menjaga kesehatan terutama pada anak yang baru lahir. Beragam hal mereka sampaikan kepada masyarakat dalam video ini. Berangkat dari definisi stunting, penyebab stunting, prevalensi, peran orang tua dalam menjaga gizi anak, serta langkah konkret dalam pencegahan stunting itu sendiri.

Dibuatnya video ini tentu mengusung pesan tersendiri pagi pemirsanya. Bukan hanya sebagai mahasiswa, Reza dan rekan-rekannya berusaha menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan gagasan soal permasalahan stunting agar lebih dipahami secara luas.

“Kami mengikuti lomba karena ini kolaborasi dari KSP yang mana merupakan stakeholder ataupun pemerintah yang sangat dekat dan sangat-sangat kita harapkan untuk mendengarkan suara dari pemuda ataupun mahasiswa mengenai stunting ini,” tutur Reza.

Menurut reza, sosialisasi yang telah berjalan baik dari pemerintah hingga tenaga kesehatan jangan sampai terhenti di situ saja. Para mahasiswa khususnya di bidang ilmu kesehatan turut memiliki andil dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Peran kita sebagai pemuda, sekaligus mahasiswa kesehatan, juga penting untuk menyuarakan dan membantu orang-orang atau pihak-pihak yang sudah peduli dengan permasalahan kesehatan di Indonesia,” ujarnya. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

#prestasi.mhs.uns
#produk.mhs.uns