Tiga Mahasiswa FK UNS Borong Juara dalam World Cancer Day Competition Kompak FK Universitas Udayana

Tiga Mahasiswa FK UNS Borong Juara dalam World Cancer Day Competition Kompak FK Universitas Udayana

UNS — Prestasi membanggakan kembali hadir dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pada Sabtu (12/2/2022), tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Kedokteran baru saja memborong Juara 2 dan Juara Favorit Lomba Poster Nasional. Mereka adalah Tyasno Koeshermanto, Vina Sari Nugrahaning Widi, dan Tamara Maulidya.

Kompetisi dengan tajuk World Cancer Day Competition (WCDC) 2022 ini diselenggarakan oleh Komunitas Mahasiswa Peduli Kanker (Kompak) FK Universitas Udayana (Unud). Poster yang mereka usung berisi edukasi pencegahan kanker paru.

“Selain itu, kami juga ingin meningkatkan  kewaspadaan masyarakat terhadap kanker paru ini. Jadi, di dalam poster juga terdapat informasi mengenai gejala dan faktor risiko (kelompok rentan) yang harus diwaspadai,” jelas Tyasno, Senin (14/2/2022).

Lebih lanjut, Tyasno menjelaskan bahwa faktor risiko kanker paru antara lain usia di atas 40 tahun, memiliki kebiasaan merokok, memiliki riwayat penyakit paru, terpapar bahan kimia karsinogenik, dan memiliki riwayat keluarga yang terkena kanker.

Mereka mengatakan alasan memilih membuat poster berisi informasi tentang kanker paru karena pada 2020,  insidensi atau kasus baru kanker paru pada populasi pria di Indonesia menempati peringkat pertama.

“Bahkan angka kematian kanker paru di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata di Asia dan dunia. Selain itu, kanker paru-paru ini terdeteksi ketika sudah stadium 3 atau 4 yang ditandai dengan munculnya gejala. Untuk stadium 1 dan 2 biasanya tidak ada gejala, walaupun ada gejala pun biasanya hanya batuk ringan sehingga masyarakat sering kali menyepelekan batuk,” tambahnya.

Oleh karena itu, mahasiswa semester 6 tersebut ingin menekankan upaya preventif terhadap kanker paru ini, khususnya pada orang-orang yang mempunyai faktor risiko kanker paru.

Tiga Mahasiswa FK UNS Borong Juara dalam World Cancer Day Competition Kompak FK Universitas Udayana

Saat diumumkan meraih juara 2 dan predikat poster favorit pada Sabtu (12/2/2022), mereka mengatakan sangat senang dan tidak menyangka. Terlebih, mereka berhasil mengalahkan 59 peserta dalam kompetisi ini sekaligus memborong dua gelar.

“Apalagi tim lain, poster dan presentasinya bagus-bagus. Semoga ke depannya dapat terus mengembangkan ide dan kreativitas yang kami miliki sehingga melalui gagasan yang ada di poster dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Tyasno.

Tyasno berharap, melalui poster edukasi pencegahan ini, angka kejadian terhadap kanker akan menurun, terutama kanker paru sebagai penyebab  kematian nomor 1 dari seluruh jenis kanker yang ada. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Mahasiswa UNS Juara 1 Lomba Debat Nasional Amoeba 2021

Mahasiswa UNS Juara 1 Lomba Debat Nasional Amoeba 2021

UNS — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pasalnya, tiga mahasiswa UNS berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Debat Nasional Amoeba 2021 yang diselenggarakan untuk memperingati Pekan Kesadaran Antimikroba Dunia (World Antimicrobial Awareness Week) atau yang sering disebut WAAW. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Rizal Galih Pradana dari Program Studi (Prodi) Psikologi 2018, Sekar Khoiri Nismara dari Prodi Teknik Sipil 2019, dan Steven Leonard dari Prodi Kedokteran 2019. Pada ajang ini pula, Rizal berhasil meraih penghargaan sebagai pembicara terbaik.

Lomba ini diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Center for Indonesian Medical Student Activities (CIMSA) Indonesia, World Health Organization (WHO) Indonesia, dan Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia. Terselenggara secara daring, kompetisi dilaksanakan melalui media Zoom Cloud Meeting. Teknis perlombaan dilakukan dengan seleksi administrasi karena harus ada minimal dua mahasiswa dari Fakultas Kedokteran (FK). Kemudian, tim yang lolos seleksi administrasi berhak mengikuti babak penyisihan sebanyak tiga pertandingan. Setelah itu, empat tim terbaik hasil babak penyisihan maju ke semifinal empat besar. Pemenang di semifinal memperebutkan juara satu dan dua. Tim yang kalah di semifinal memperebutkan juara tiga. Adapun, pemilihan pembicara terbaik dilakukan dengan menjumlahkan nilai pembicara di babak penyisihan dan diambil yang tertinggi.

Lomba yang mengusung tema besar “Penggunaan Antimikroba secara Bijak dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Kesehatan Hewan” ini berlangsung selama tiga hari pada hari Jumat-Minggu (19-21/11/2021). Penutupan dan pengumuman dilaksanakan pada Rabu (24/11/2021). Dalam mengikuti ajang ini, mereka dibimbing oleh Wuji Anggraini, S.S., M.Pd. yang juga merupakan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Student English Forum (SEF) UNS.

Rizal mengaku senang dan bersyukur atas perolehan prestasi ini.

“Tentunya senang dan bersyukur ya, Alhamdulillah bisa menang di lomba yang boleh dibilang bergengsi karena level penyelenggaranya dari kementerian. Hal yang paling mengagetkan adalah kami berhasil menang 7-0 di babak grand final dan mendapat penghargaan best speaker karena kami hanya fokus tiap babak saja dan tidak terlalu memikirkan gelar juara, apalagi best speaker,” ungkap Rizal kepada tim uns.ac.id.

Tentu, dalam meraih prestasi ini, terdapat hambatan yang mereka rasakan, seperti Rizal yang sedang tidak sehat pada saat lomba berlangsung dan bertemu dengan tim lain yang lebih kuat.

“Sebenarnya waktu lomba kemarin aku lagi kurang fit sih kondisinya karena lagi diare dan juga kurang enak badan tapi, aku tetep usaha buat maksimal dan Alhamdulillah Sekar sama Steven juga banyak bantuin. Apalagi kayak tim kami ketemu sama tim kuat terus dari babak penyisihan satu sampai grand final dan menangnya itu yang tipis-tipis terus gitu karena debatnya ketat,” jelas Rizal.

Ke depan Rizal berharap agar bisa lebih termotivasi dalam mengembangkan keterampilan debatnya sekaligus membagikan pengalamannya seputar debat kepada orang lain. Ia juga berharap agar timnya dapat menang pada kompetisi lainnya.

“Harapan untuk diriku sendiri semoga bisa lebih termotivasi untuk mengembangkan kemampuan debat dan sharing ke orang lain yang mau belajar. Kemudian, untuk tim semoga bisa menang lagi di kompetisi lainnya dan lebih paham lagi tentang resistensi antimikroba sehingga mampu menyebarkan informasi ke para generasi muda,” pungkas Rizal. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

KA-FK UNS Adakan Lomba Cipta Logo

KA-FK UNS Adakan Lomba Cipta Logo

Kaprodi Kedokteran UNS, dr. Maryani

Guna mendapatkan logo organisasi, Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran (KA-FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan lomba cipta logo untuk mahasiswa aktif program studi (prodi) Kedokteran. Kompetisi ini berlangsung sejak awal Januari 2015 dan berakhir pada Sabtu, 7 Februari 2015. “Lomba cipta logo ini diadakan karena belum adanya logo resmi dari KA-FK UNS,” terang Kaprodi Kedokteran UNS, dr. Maryani, Senin (9/2/2015).

Peserta lomba adalah semua mahasiswa aktif prodi Kedokteran UNS. “Agar para mahasiswa prodi Kedokteran dapat memberikan kontribusi kepada KA-FK dan menumbuhkan rasa kekeluargaan, maka pesertanya adalah semua mahasiswa prodi Kedokteran UNS,” tutur dr. Maryani  yang juga merupakan alumni FK UNS angkatan 1985.

“Logo-logo yang sudah masuk akan diseleksi oleh 6 orang dewan juri. Penilaian logo didasarkan pada beberapa aspek, diantaranya segi keindahan desain dan segi makna yang terkandung di dalamnya,” jelas dr. Maryani mengenai kriteria penilaian.

Pengumuman pemenang akan dilaksanakan saat acara serah jabatan kepengurusan KA-FK UNS. Pemenang akan diumumkan saat acara serah jabatan kepengurusan KA-FK yang rencananya akan dilaksanakan di gedung pascasarjana UNS lantai 6. Nantinya akan dipilih satu pemenang utama yang berhak mendapatkan uang sebesar Rp1,5 juta dan dua nominasi terbaik yang berhak mendapatkan hadiah hiburan.

“Selain acara serah jabatan kepengurusan KA-FK dan pengumuman pemenang lomba karya cipta logo KA-FK, juga akan diadakan diskusi panel dengan mahasiswa prodi Kedokteran, sehingga diharapkan menjadi sarana tukar pikiran dan berbagi pengalaman,” pungkas dr. Maryani. [azaria.red.uns.ac.id]