LSP UNS Selenggarakan Sertifikasi Bidang Kesenian

LSP UNS Selenggarakan Sertifikasi Bidang Kesenian

UNS — Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (PTLK), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbutristek) dan LSP P2 Kebudayaan bekerja sama dengan LSP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan sertifikasi bidang kesenian. Acara ini digelar di Aula Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS pada Selasa (19/7/2022) dengan 4 skema, yaitu Skema Pelukis, Skema Pekeramik, Skema Pegrafis, dan Skema Kurator.

Kegiatan dibuka oleh M. Ikbal selaku Kepala Tata Usaha Direktorat PTLK, mewakili Direktur PTLK dan Ketua LSP P2 Kebudayaan serta Manajer Sertifikasi LSP UNS, Prof. Dr. Ir. Purwanto, M.S. Kegiatan ini diikuti oleh 30 asesi dengan rincian 11 orang mengikuti skema pelukis, 8 orang mengikuti skema kurator, 6 orang mengikuti skema pekeramik, dan 5 orang mengikuti skema pegrafis. Metode sertifikasi yang dilakukan menggunakan uji kompetensi dan uji portofolio. Persebaran peserta berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Gorontalo, dengan latar belakang dari kalangan akademisi, praktisi, dan mahasiswa.

“Sertifikasi kesenian sendiri bertujuan sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga bidang kesenian yang terstandar, terstruktur, dan terukur, yang diakui profesionalitas dan keahliannya yang meliputi pengetahuan, keterampilan, serta sikap,” ujar M. Ikbal.

Sementara itu, Manajer Sertifikasi LSP UNS, Prof. Dr. Ir. Purwanto, M.S. menambahkan, terdapat beberapa asesor yang menguji proses uji sertifikasi. Mereka adalah Adam Wahida (skema Pelukis), A. Sudjud Dartanto (Skema Kurator), Devy Ferdianto (Skema Pegrafis), Hary Mahardika (Skema Pekeramik), dan Angga Distanu R (Skema Pelukis). Setelah uji sertifikasi, para asesor melakukan sidang pleno bersama LSP P2 Kebudayaan dan LSP P1 UNS. “Ini dilakukan untuk menentukan pengajuan sertifikat kompetensi ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi para asesi yang dinyatakan kompeten,” ujar Prof. Purwanto. Humas UNS

Reporter: Adisti Daniella Maheswari
Editor: Dwi Hastuti

PSJ UNS Adakan Webinar Bahas Kesiapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

PSJ UNS Adakan Webinar Bahas Kesiapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

UNSPusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, Persada Solo, dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) mengadakan webinar penelitian. Kegiatan ini membahas kesiapan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 studi kasus Jepang-Indonesia bersama para pakar.

Webinar yang berlangsung pada Sabtu (19/2/2022) ini menghadirkan tiga pembicara. Mereka adalah David Virya Chen, Ph.D., seorang specially appointed researcher in Immunology Frontier Research Center, Osaka University; Asst. Prof. Miftakhul Huda, Assistant Professor di Nagoya University; dan Murni Ramli, M.Si., Ed.D.; Dosen Pendidikan Biologi UNS. Selain itu, terdapat opening remarks dari Prof. Yusli Wardianto selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan  Prof. Sajidan, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi UNS.

Dalam sambutannya, Kepala PSJ UNS, Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. “Kami berharap agar agenda kerja sama yang sudah tersusun bersama PPI Jepang dapat terwujud ke depannya,” harap Dr. Eng. Kusumaningdyah.

Sementara itu, Prof. Sajidan juga mengapresiasi kegiatan kolaborasi ini. Ia berharap, para mahasiswa di Jepang dapat terus berkontribusi bagi bangsa meskipun saat ini berada jauh dari Indonesia.

“Saya senang dengan semangat anak muda di PPI Jepang, semoga nanti setelah lulus kembali ke sini untuk membangun Indonesia sehingga bisa selevel dengan Jepang,” ungkap Prof. Sajidan.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Yusli Wardianto.

“Meksipun kita sedang berada di luar Indonesia, tapi harus selalu memberikan kontribusi bagi bangsa. Hari ini saya berharap kita mampu mengambil sintesis dari para pembiacara nanti,” harapnya.

Materi pertama disampaikan oleh David Virya Chen, Ph.D. dengan topik Covid-19 dan peran vaksin.

“Sistem imun itu ibarat kita masuk dapur. Nah, banyak komponen lain di dapur seperti gula atau air yang baru nyala ketika dibuka kerannya. Sistem imun seperti itu. Vaksin terbaik adalah komunikasi sains dan vaksin harus yang merata sebelum di-booster dan itu berlaku di semua negara,” kata David.

Kemudian, materi kedua disampaikan oleh Asst. Prof. Miftakhul Huda. Ia menyampaikan materi tentang pendidikan di Jepang selama pandemi Covid-19. Ia mengatakan bahwa saat Jepang menerapkan kedaruratan Covid-19, banyak sekolah yang belum siap 100%.

“Saat awal karena tidak ada persiapan jadi para guru tidak memberikan materi secara intensif, Sebagian hanya memberikan materi pdf dan memberi video, hanya 9% saja yang menggunakan media dua arah seperti zoom,” kata Asst. Prof. Miftakhul Huda.

Kemudian, materi terakhir yang disampaikan oleh Murni Ramli, M.Si., Ed.D. membahas tentang kesiapan dan urgensi pembelajaran tatap muka pada masa pandemi di Indonesia.

PSJ UNS Adakan Webinar Bahas Kesiapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

“Pendidikan di rumah selama masa pandemi tetap terarah dalam koridor kurikulum, aktor atau fasilitator dalam belajar mengajar dibagi dari yang awalnya didominasi oleh guru saat ini menjadi ke orang tua dan internet. Guru menggunakan aneka platform pembelajaran online mulai dari grup chat dengan guru atau wali, sampai learning management system yang kompleks,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan survei Kemdikbudristek, hanya 46% guru di Indonesia yang siap dengan kemampuan teknologi informasi sehingga terjadi gagap teknologi. Selain itu, tidak semua siswa memiliki akses internet, termasuk sarana untuk mengaksesnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Dorong UNS Jadi WCU, BEM UNS Adakan Talkshow Seration Series 2021

Dorong UNS Jadi WCU, BEM UNS Adakan Talkshow Seration Series 2021

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta saat ini sedang getol meningkatkan performa untuk masuk dalam jajaran World Class University (WCU). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS menangkap animo itu dan mendorong agar UNS segera masuk dalam jajaran WCU. Salah satu dorongan yang diberikan oleh BEM UNS yakni dengan berinisiatif mengelar World Class University (WCU) Talkshow dalam rangkaian Sebelas Maret (Semar) Elaboration (Seration) Series 2021.

WCU Talkshow digelar secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting pada Mingu (28/11/2021). Acara daring tersebut diikuti oleh puluhan peserta baik dari UNS maupun dari luar UNS. Presiden BEM UNS, Zakky Musthofa Zuhad menyampaikan harapannya agar UNS segera mencapai WCU sesuai yang ditargetkan secepatnya. Selain itu, Zakky juga menyampaikan bahwa Seration Series 2021 merupakan ajang bagi mahasiswa untuk bertindak secara global.

“Ini wadah kita sebagai mahasiswa untuk think globally, act locally. Kita terus mendorong UNS agar segera mencapai WCU dengan tindakan atau aksi yang dapat kita usung dengan baik,” ucap Zakky.

Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat Sajidan, M.Si. juga hadir secara daring dalam acara ini. Prof. Sajidan mengapresiasi langkah inisiatif yang dilakukan oleh BEM UNS bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan, Kerjasama, dan Internasionalisasi UNS.

Dorong UNS Jadi WCU, BEM UNS Adakan Talkshow Seration Series 2021

Menurut Prof. Sajidan, ide yang dimunculkan BEM UNS luar biasa. Prof. Sajidan berharap setelah acara ini berlangsung, BEM UNS dapat memberikan rekomendasi terkait langkah apa saja yang bisa dilakukan UNS untuk mencapai target WCU.

“Ini ide luar biasa untuk berdiskusi bagaimana kondisi yang ada di Asia dan Eropa. Tujuannya memperoleh strategi yang komprehensif dari berbagai universitas yang sudah lebih dulu masuk ke jajaran WCU. Setelah mengadakan Seration ini kami harap BEM dapat memberikan rekomendasi komprehensif kepada kami bagaimana strategi yang dapat kami tempuh untuk menuju WCU,” tutur Prof. Sajidan.

Talkshow tersebut menghadirkan dua pembicara utama serta satu bintang tamu. Dua pembicara utama yakni Atase Pendidikan dan Kebudayan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jerman, Prof. Ardi Marwan dan Tim Ahli World Class University Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Prof. Wawan Gunawan.

Dorong UNS Jadi WCU, BEM UNS Adakan Talkshow Seration Series 2021

Selain itu, Talkshow ini juga menghadirkan dr. Nadhira Nuraini Afifa, M.P.H. sebagai bintang tamu. dr. Nadhira merupakan alumni Harvard University. Pada pertengahan 2020 lalu, penerima beasiswa LPDP tersebut membuat banyak orang Indonesia berdecak kagum karena dia dipercaya untuk menyampaikan pidato di wisuda Harvard University.

WCU Talkshow ini merupakan acara puncak dari rangkaian Seration Series 2021. Sebelum ini, ada beberapa acara pendahulu yakni visit study BEM UNS dengan beberapa universitas di luar negeri secara daring. Beberapa universitas yang telah dikunjungi BEM UNS secara daring yakni Universiti Putra Malaysia dan Bangor University, Britania Raya. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah

Editor: Dwi Hastuti

UNS jadi Tuan Rumah Kontes Robot Terbang Indonesia 2021

UNS jadi Tuan Rumah Kontes Robot Terbang Indonesia 2021

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menjadi tuan rumah Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2021. Laga final kompetisi tersebut akan berlangsung pada 15-20 November mendatang di Gedung Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. KRTI merupakan lomba yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Sebagai tuan rumah, KRTI 2021 diketuai langsung oleh Prof. Dody Ariawan dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) UNS. Ia mengatakan bahwa dalam KRTI tahun ini, akan ada empat divisi yang dilombakan.

“Empat divisi tersebut adalah Divisi Racing Plane (RP), Divisi Fixed-Wing (FW), Divisi Vertical Take-off and Landing (VTOL), dan Divisi Technology Development (TD). Setiap divisi yang dilombakan juga mempunyai tema yang berbeda karena lebih spesifik,” tuturnya.

Divisi RP bertemakan F.A.T (Fast And on Track), tercepat dan pada lintasan yang berbentuk angka delapan (figure-of-eight). Kemudian, divisi FW mengangkat tema Pengiriman Paket Darurat pada Wilayah Karantina. Lalu, divisi VTOL mengusung tema QR-code based Fast Response and Accurate Shipment Delivery. Terakhir, divisi TD bertemakan Innovate UAV Technology.

“Pesertanya ada 163 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Baik dari Sumatera, Batam, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku Utara,” imbuhnya.

Selain menjadi tuan rumah, tim UNS juga berhasil meloloskan empat tim ke tahap final KRTI 2021. Mereka adalah tim Shankara pada divisi VTOL, tim Ernesti pada divisi RP, tim Bamantara pada divisi FW, dan tim Prigi Baswara pada divisi TD. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti