UNS Terjunkan 3.627 Mahasiswa Ikuti Kuliah Kerja Nyata

UNS Terjunkan 3.627 Mahasiswa Ikuti Kuliah Kerja Nyata

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerjunkan 3.627 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) KKN Tematik Membangun Desa periode Juli-Agustus 2022, pada Selasa (12/7/2022). Acara pelepasan bertempat di Halaman Gedung dr. Prakosa UNS dan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube UNS.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. mengatakan, sebanyak 3.627 mahasiswa berasal dari 11 fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB),  Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD),  Fakultas Hukum (FH), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Keolahragaan (FKOR), dan Fakultas Psikologi. Lokasi KKN ada di 3 provinsi dan 16 kabupaten yakni Jawa Tengah (12 Kabupaten), Jawa Timur (3 Kabupaten) dan Jawa Barat (1 kabupaten yakni Kabupaten Pangandaran) dengan jumlah 66 kecamatan yang terbagi menjadi 385 kelompok.   

KKN UNS terdiri dari beberapa macam program. Program ini antara lain Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) FKIP dan FKOR sebanyak 1.528 mahasiswa, KKN SMART Village Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebanyak 140 mahasiswa, KKN MBKM UNS sebanyak 84 mahasiswa, KKN Kebangsaan Program MBKM di Palangkaraya sebanyak 5 mahasiswa, KKN Reguler sebanyak 1.875 mahasiswa, KKN Data Desa Presisi yang diikuti sebanyak 225 mahasiswa yang terdiri dari 195 mahasiswa UNS dan 30 mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Selamat menjalankan dan menuntaskan misi pengabdian di daerah, ingat karena saat ini masih dalam kondisi situasi pandemi Covid-19 yang belum 100 persen hilang, kami mengharapkan agar mahasiswa KKN menjadi pelopor dalam menjalankan protokol kesehatan di lokasi KKN,” tutur Prof. Yunus.

Mahasiswa peserta KKN UNS dilepas secara simbolis oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Beliau berpesan bahwa peran dan fungsi seorang mahasiswa tidak hanya belajar dan sukses kuliah. Namun, dengan kekayaan ilmu, ide, dan keterampilan mahasiswa juga harus menjadi sosok yang aktif berkontribusi untuk kepentingan pembangunan dan kemajuan bangsa.

“Kami sangat yakin bahwa dengan kehadiran para dosen dan mahasiswa UNS yang hebat melalui program KKN Tematik ini diharapkan mampu memotivasi, mengedukasi dan sekaligus mendorong tumbuhnya potensi masyarakat dan daerah di 16 Kota/Kabupaten daerah tujuan KKN Tematik kali ini. Karena sesungguhnya hakikat pendidikan adalah untuk memartabatkan kehidupan dan memanusiakan manusia, ” ujar Prof. Jamal.

Dalam kesempatan ini, Prof. Jamal mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada 16 Kepala Daerah lokasi tujuan KKN tematik yang telah menerima kehadiran mahasiswa UNS untuk ber KKN. “Juga kepada Pimpinan Unit Pengelola KKN yang telah mempersiapkan kegiatan pelaksanaan KKN dengan baik, serta partisipasi para 157 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan seluruh mahasiswa KKN yang akan melaksanakan tugas pengabdianya di daerah masing-masing selama kurang lebih 1 bulan, saya ucapkan terima kasih dan selamat menjalankan misi pengabdianya di daerah,” ujar Prof. Jamal. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Terima Mahasiswa KKN UNS, Pemkab Purworejo Titip Pesan untuk Gali Potensi Desa

Terima Mahasiswa KKN UNS, Pemkab Purworejo Titip Pesan untuk Gali Potensi Desa

UNS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo berpesan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk turut menggali potensi desa. Hal tersebut disampaikan oleh Dewi, Pejabat Analis Kebijakan Ahli Muda Pemkab Purworejo saat penerimaan mahasiswa KKN, Selasa (18/1/2021) di Aula Pertemuan Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.

Dewi yang mewakili Pemkab Purworejo berharap dengan diterjunkannya mahasiswa KKN yang berjumlah 98 mahasiswa tersebut dapat membantu perkembangan desa.
“Sama seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri Desa PDTT tadi terkait pencapaian SDGs, monggo mahasiswa bisa bersinergi, berkolaborasi dengan pemerintah desa dan pendamping profesional di desa. Hal ini untuk menggali potensi desa sekaligus membagikan ilmu adik-adik yang didapat di kampus,” tutur Dewi.

Terdapat 10 desa di enam kecamatan yang menjadi lokasi KKN selama 45 hari ke depan di Purworejo. Kesepuluh desa tersebut adalah Desa Krandegan, Karangrejo, Kebondalem, Kaliwader, Sukowuwuh, Rowodadi, Sumberagung, Sumberejo, Binangun, dan Ngembak.

“Apabila ada program yang dilaksanakan tapi dirasa belum selesai, nanti bisa diteruskan di tahun berikutnya oleh adik-adik yang akan KKN di sini. Harapannya program tersebut selesai, tidak hanya sekali KKN saja, tetapi berkelanjutan dua sampai tiga tahun ke depan,” pesannya.

Dewi menambahkan bahwa para mahasiswa harus bisa membawa diri, ajar, dan ajur.
“Ajar maksudnya bisa belajar menerapkan ilmu yang diterima di kampus, mari diaplikasikan di lokasi KKN ini. Jadi bisa belajar di lapangan tentang kondisi di masing-masing desa. Ajur maksudnya bisa berbaur dengan masyarakat sekitar, pemerintah desa, dan kondisi yang ada,” imbuhnya.

Selain itu, Dewi juga berpesan agar mahasiswa dapat membantu dalam membentuk Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Desa (Posyantek). Terkait program-program yang akan diusung oleh mahasiswa, Dewi sangat terbuka untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihaknya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Kemendes PDTT Secara Simbolis Lepas Mahasiswa Peserta KKN Tematik UNS Membangun Desa

Kemendes PDTT Secara Simbolis Lepas Mahasiswa Peserta KKN Tematik UNS Membangun Desa

UNS — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia secara simbolis melepas keberangkatan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Membangun Desa, Selasa (18/1/2022). Dalam kesempatan ini, Menteri Desa PDTT RI, Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd., hadir secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dalam pelepasan mahasiswa KKN Tematik UNS Membangun Desa periode Februari-Juli 2022.

Dalam sambutannya, menteri yang akrab disapa Gus Halim ini menyampaikan bahwa KKN merupakan jalan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan hasil pembelajaran di kampus menjadi metode praktis bagi warga desa dan tentunya bermanfaat.

Gus Halim mencermati kekuatan lembaga pendidikan yang terletak pada kebermanfaatan ilmu bagi masyarakat. Tri Dharma Perguruan Tinggi harus bisa diterapkan pada desa-desa yang memiliki tipologi beragam.

Salah satunya ialah dharma penelitian yang harus mampu mendeteksi permasalahan yang riil dirasakan warga desa. Menurutnya, penelitian perlu diperluas cakupannya sampai pada penciptaan teknologi tepat guna.

“Dengan teknologi tepat guna diharapkan dapat membantu peningkatan nilai tambah komoditas dari desa maupun produktivitas kerja warga desa,” tutur Gus Halim.

Kemendes PDTT membentuk forum perguruan tinggi untuk desa yang dikenal dengan Pertides sebagai wujud percepatan pembangunan desa. Gus Halim menjelaskan bahwa Pertides sebagai wadah bagi kampus dalam membersamai, meningkatkan kualitas SDM, dan ekonomi desa agar tumbuh merata. Dalam upaya peningkatan tersebut, Pertides juga berupaya menjamin kelestarian budaya desa tersebut.

Gus Halim mengatakan, KKN dapat menemukan relevansi pada titik ini. menurutnya, mahasiswa dapat berperan sebagai inovator yang menyalurkan segenap keunggulan perguruan tinggi ke tengah masyarakat desa. Mahasiswa KKN juga dapat berperan sebagai penyalur invensi perguruan tinggi menuju teknologi tepat guna yang dapat membantu warga desa.

“KKN jangan hanya dimaknai sebagai kegiatan mekanis dan statis. Apalagi hanya sekadar pemenuhan SKS semata,” ujar Gus Halim.

Gus Halim mengingatkan arti penting KKN bagi perguruan tinggi, yaitu menemukan strategi komunikasi dan adaptasi teknis yang paling efektif agar invensi bisa diterima warga desa. Ini dikarenakan mahasiswa akan menemui beragam kondisi lokal desa yang mengharuskan adaptasi baik dari sisi masyarakat maupun dari sisi hasil-hasil yang dibawa dari perguruan tinggi.

Bagi Gus Halim, bagian penting yang perlu dicatat oleh mahasiswa KKN adalah harapan perubahan paradigmatik bagi desa. Terdapat 18 tujuan pembangunan berkelanjutan yang terangkum dalam SDGs Desa.

“Besar harapan kami agar KKN Tematik UNS dapat membantu percepatan pembangunan desa mencapai 18 tujuan SDGs Desa,” harapnya.

Usai pemberian arahan sekaligus secara simbolis melepas mahasiswa KKN Tematik UNS Membangun Desa, acara berlanjut pada pemakaian topi pada perwakilan mahasiswa. Pemakaian topi kepada perwakilan mahasiswa dilakukan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

KKN Tematik UNS Membangun Desa Diikuti 1.492 Mahasiswa, Rektor UNS: Menjadi Esensi Sekaligus Mandat bagi Mahasiswa

KKN Tematik UNS Membangun Desa Diikuti 1.492 Mahasiswa, Rektor UNS: Menjadi Esensi Sekaligus Mandat bagi Mahasiswa

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melepas 1.492 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UNS Membangun Desa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) periode Februari-Juli, Selasa (18/1/2022) pagi. Acara pelepasan ini bertempat di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan disiarkan secara langsung melalui Zoom Cloud Meeting & kanal Youtube UNS.

Secara khusus, mahasiswa peserta KKN Tematik UNS Membangun Desa dilepas secara simbolis oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, yang dihadiri secara daring oleh Menteri Desa PDTT RI, Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd.

Acara pelepasan mahasiswa peserta KKN Tematik UNS Membangun Desa, turut dihadiri oleh Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Bupati Karanganyar Drs. Juliatmono, M.M., Bupati Purworejo R.H. Agus Bastian, S.E., M.M., pimpinan universitas, fakultas, dan lembaga.

Dalam sambutannya, Prof. Jamal mengatakan, KKN Tematik UNS Membangun Desa menjadi esensi sekaligus mandat bagi mahasiswa dalam memadukan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama berkuliah dengan kondisi atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan sifat idealismenya, mahasiswa menjadi salah satu aset negara yang sangat penting di dalam melakukan pergerakan dan perubahan. Prof. Jamal turut mendorong peran dan fungsi mahasiswa untuk mampu berkontribusi dalam pembangunan.

“Peran dan fungsi seorang mahasiswa, tidak hanya belajar dan sukses kuliah saja, namun dengan kekayaan ilmu, ide dan keterampilanya, mahasiswa juga harus menjadi sosok yang aktif berkontribusi untuk kepentingan pembangunan dan kemajuan bangsa,” tutur Prof. Jamal.

KKN Tematik UNS Membangun Desa sebagai salah satu dari kesembilan aktifitas MBKM mengisyaratkan bahwa pembelajaran dapat terjadi dimanapun, termasuk di lingkungan masyarakat. Melalui interaksi, sinergi, dan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dengan dunia nyata, Prof. Jamal optimis bahwa akan lahir talenta-talenta muda yang akan membawa kemajuan bangsa Indonesia.

Pada periode KKN kali ini, UNS merancang empat program besar dalam pemulihan kesehatan dan ekonomi yang hingga kini masih berada di bawah bayang-bayang pandemi Covid-19. Keempat program tersebut yakni Pengembangan UMKM, Digitalisasi Sektor Produktif, Pemberdayaan Masyarakat, dan Proyek Kemanusiaan. Pemilihan program ini turut didasarkan atas masukan Pemerintah Kota/Daerah yang selama ini menjadi daerah sasaran/tujuan KKN Tematik UNS.

“Dan kamipun sependapat bahwa ada beberapa masalah serius yang saat ini sedang dihadapi pemerintah daerah, yang membutuhkan solusi tepat dalam mengatasi dampak disrupsi, baik yang disebabkan oleh Pandemi Covid -19 maupun kecanggihan teknologi informasi,” ujar Prof. Jamal.

Kehadiran mahasiswa KKN Tematik UNS ini diharapkan mampu memotivasi, mengedukasi, dan mendorong tumbuhnya potensi yang dimiliki masyarakat. Disamping itu, Prof. Jamal juga berharap, dengan adanya MBKM, mahasiswa mampu mengembangkan softskill dan passion guna dalam memecahkan persoalan yang bersifat cross sectoral dengan pendekatan ilmu yang multidisiplin.

Di akhir sambutannya, Prof. Jamal berterima kasih kepada Drs. A. Halim Iskandar selaku Menteri Desa PDTT atas kehadiran, arahan, serta kesediaan melepas secara resmi mahasiswa KKN Tematik UNS-Membangun Desa periode Februari – Juli 2022. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Bupati Karanganyar dan Bupati Purworejo atas kehadirannya dalam mewakili kepala daerah yang akan menerima mahasiswa KKN Tematik UNS.

Sambutan ditutup dengan ucapan selamat kepada Unit Pengelola KKN, dosen pembimbing lapangan, dan seluruh peserta KKN yang akan melaksanakan tugas pengabdian di daerah masing-masing selama kurang lebih 1 bulan. Tak lupa Prof. Jamal mendoakan seluruh dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa KKN dalam keadaan selamat, sehat, dan sukses selama bertugas.

KKN Tematik UNS Membangun Desa Diikuti 1.492 Mahasiswa, Rektor UNS: Menjadi Esensi Sekaligus Mandat bagi Mahasiswa

Sementara itu, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus menambahkan bahwa KKN Tematik UNS Membangun Desa melibatkan 1.492 mahasiswa dan 58 dosen pembimbing lapangan. Pada periode ini, terdapat 10 fakultas yang terlibat, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Keolahragaan (FKOR), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Sebanyak 60 persen mahasiswa UNS peserta KKN berlokasi di pulau Jawa. Terdapat 14 mahasiswa yang menjalani program KKN di luar pulau Jawa dan 6 mahasiswa yang melaksanakan KKN di Timor Leste.

“KKN Tematik Membangun Desa dalam rangka MBKM pada kali ini kita persilakan untuk menyesuaikan program-program KKN yang sesuai dengan program prioritas pembangunan desa,” ujar Prof. Yunus.
Humas UNS

Reporter: Rangga P.A.
Editor: Dwi Hastuti