UPT KLI UNS Gelar Wicara Kupas Tuntas Studi di Universiti Kebangsaan Malaysia

UPT KLI UNS Gelar Wicara Kupas Tuntas Studi di Universiti Kebangsaan Malaysia

UNSUPT Kerja Sama dan Layanan Internasional (KLI)  Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan gelar wicara dengan tema “Hello UKM: IISMA Mobility and Postgraduate Study”.  Acara digelar secara luring pada Senin (26/9/2022) di Gedung Werkudara UPT Perpustakaan UNS. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa UNS yang ingin menjadikan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai kampus dalam menjalankan program International Indonesia Student Mobility Award (IISMA) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan meneruskan studi S-2 di UKM.

UPT KLI UNS Gelar Wicara Kupas Tuntas Studi di Universiti Kebangsaan Malaysia

Acara ini menghadirkan dua narasumber yakni Prof. Dr. Mohd. Fuad Mat Jali selaku Honorary Professor of Geopolitical at UKM dan Prof. Madya Dr. Novel Anak Lyndon sebagai Chairman of Social, Environmental and Developmental Sustainability Research Center (SEEDS). Gelar wicara ini juga menghadirkan Dian Cita Putri selaku moderator dan Nadhifa Nurul Arsyarayni sebagai pembawa acara, keduanya merupakan Awardee IISMA di UKM.

Acara dibuka oleh Koordinator Wilayah Amerika dan Oceania UPT KLI UNS, Feri Setyowibowo, Ph.D. Ia berpesan agar mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di UKM maupun menjadikan UKM sebagai tujuan IISMA, mulai dari sekarang harus mempersiapkan diri dengan kemampuan bahasa Inggris.

“Raih kesempatan yang ada. Jangan menunda-nunda. Prepare your English start from now,” ujar Feri.

Pembicara pertama adalah Prof. Mohd. Fuad Mat Jali. Ia memaparkan materi mengenai selayang pandang UKM beserta fasilitas-fasilitas yang ada di dalamnya. UKM pertama kali didirikan pada tahun 1970. Saat ini UKM menempati peringkat 33 di Asian University Rankings, peringkat 129 pada QS World University Ranking, dan peringkat 601-800 pada The World University Rankings.

Lebih lanjut, Prof. Mohd. Fuad menjelaskan bahwa terdapat lima bidang akademik yang terbaik di UKM. “Lima program akademik terbaik di UKM adalah Art and Humanities, Engineering and Technology, Life Science and Medicine, Natural Science, dan Social Science and Management,” terang Prof. Mohd. Fuad.

Saat ini UKM memiliki 69 program sarjana dan 481 program pascasarjana. Adapun, beberapa fasilitas yang dimiliki oleh UKM diantaranya adalah gymnasium, student service center, kafe, academic heritage museum, lapangan tenis, lapangan futsal, lapangan golf, danau, dan kolam renang.

UPT KLI UNS Gelar Wicara Kupas Tuntas Studi di Universiti Kebangsaan Malaysia

Materi selanjutnya dibawakan oleh Prof. Madya Dr. Novel Anak Lyndon. Ia juga menyampaikan pengenalan kampus UKM. Ia juga menyampaikan syarat-syarat untuk masuk ke UKM program magister. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah calon mahasiswa S-2 wajib memiliki skor IELTS minimal 6.0.

“Untuk skor IELTS, minimal 6.0. Namun jangan khawatir, bila belum memenuhi skor minimal dan Anda dinyatakan telah diterima di UKM, terdapat kursus bahasa Inggris yang kami sediakan,” terangnya.

Selain pemaparan materi dari kedua narasumber, terdapat sesi berbagi pengalaman dari Dian dan Nadhifa selaku Awardee IISMA di UKM. Dian merupakan Awardee IISMA tahun 2021, sementara Nadhifa merupakan Awardee IISMA tahun 2022 yang berangkat pada bulan Oktober mendatang. Usai pemaparan materi dan sesi berbagi pengalaman, acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

Implementasikan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, UNS Bentuk Kepengurusan Satgas PPKS

Implementasikan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, UNS Bentuk Kepengurusan Satgas PPKS

UNS — Menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2021, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan aksi nyata dalam implementasi peraturan tersebut.

Pada Rabu (31/8/2022), diadakan pertemuan pembentukan tim kepengurusan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Dalam pertemuan tersebut mengacu pada Permendikbud Nomor 30 Pasal 27 dan 28, telah disepakati struktur pengurus Satgas PPKS yang terdiri dari unsur tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di UNS. Tim Satgas PPKS UNS diketuai oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. dengan sekretaris Santi Noor Pratiwi, mahasiswa FISIP.

Dalam proses seleksi Satgas PPKS UNS, dipilih panitia pelaksana untuk kemudian disebut sebagai Pansel. Setelah melewati proses seleksi administrasi dan wawancara yang panjang, berikut terlampir susunan lengkap Satgas PPKS UNS. Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. sebagai Ketua merangkap anggota dari FISIP, Santi Noor Pratiwi sebagai sekretaris merangkap anggota dari FISIP, Siti Fadhilah Imawati, S.T. sebagai anggota dari FISIP, Bianca Bunga Saputra sebagai anggota dari FISIP, Dr. dr. Intan Suraya Ellyas, M.Or. sebagai anggota dari Fakultas Keolahragaan (FKOR), Dr. Meti Indrowati, S.Si., M.Si. sebagai anggota dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Siany Indria Liestyasari, S.Ant., M.Hum. sebagai anggota dari FKIP, Octavia Febriani Nur Kolia sebagai anggota dari Fakultas Pertanian (FP), serta Amalia Daryati sebagai anggota  dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Untuk penetapan Surat Ketetapan (SK) resmi saat ini sedang diajukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan diproses oleh Biro Sumber Daya Manusia UNS. Salah satu anggota Satgas PPKS, Amalia Daryati berharap agar pembentukan Satgas ini dapat menjadi wadah untuk melaporkan kasus kekerasan seksual.

“Kalau dari aku pribadi Satgas PPKS ini bisa jadi sebuah wadah ya, mungkin untuk fakultas-fakultas yang memang sebelumnya belum ada regulasi terkait kasus kekerasan seksual sekarang bisa jadi merasa lebih aman begitu kalau mau melapor. Karena mungkin bila melapor ke lembaga-lembaga yang mungkin bukan penunjukkan langsung dari kampus kadang merasa agak kurang kuat secara hukum begitu,” jelas Amalia.

Dalam rapat pembentukan kepengurusan Satgas tersebut, Ketua Satgas PPKS UNS, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya tim Satgas adalah untuk mengawal dan mengambil tindakan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkup kampus, sehingga dapat menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi sivitas akademika dan seluruh warga kampus.

“Terbentuknya tim Satgas ini menjadi angin segar bagi pegiat gender dan pegiat keadilan akan pelecehan dan kekerasan seksual di UNS,” ujar Prof. Ismi.

Dengan adanya lembaga yang sah dan kuat secara konstitusi diharapkan dapat mempermudah pengawalan terhadap kasus kekerasan seksual, serta dapat mencegah dan mengurangi kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus UNS. Selain itu, pembentukan tim Satgas PPKS juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan UNS yang lebih sadar terhadap isu kekerasan seksual sehingga dapat menciptakan ruang yang aman dan nyaman. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

UNS Laksanakan Uji Publik Panitia Seleksi PPKS

UNS Laksanakan Uji Publik Panitia Seleksi PPKS

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan wawancara uji publik Panitia Seleksi (Pansel) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UNS pada PPKS pada Kamis (4/8/2022). Kegiatan yang digelar secara hybrid, yaitu luring di Ruang Sidang 1 dan daring melalui aplikasi zoom meeting, dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB dengan diikuti oleh 13 peserta yang berasal dari kalangan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Dari ke-13 calon panitia seleksi ini diambil 7 nama untuk diajukan sebagai Pansel PPKS UNS tahun 2022 ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi  (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI) untuk melaksanakan tugas sebagaimana diamanatkan dalam  Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi  (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021, yang salah satunya adalah membentuk Satuan Tugas (Satgas) PPKS.

Wakil Rektor Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) UNS, Prof. Dr. Bandi, M.Si., Ak mengatakan, Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 sendiri, mengatur tentang PPKS di Lingkungan Perguruan Tinggi. Dengan dibentuknya Satgas PPKS, diharapkan dapat menciptakan lingkungan kampus yang bebas dan aman dari kekerasan seksual terhadap perempuan.

“Sebagai Instansi Pemerintah kita mengikuti apa yang menjadi Peraturan Perundangan dan Kebijakan Kementerian. Kita melaksanakan apa yang diamanahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 yang lahirnya setelah Permen dan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, serta arahan dari sosialisasi tentang pelaksanaan Permendibdudristek Nomor 30 Tahun 2021. Kadang berbeda dengan harapan kita supaya cepat, tetapi kita harus melalui prosedur-prosedur sesuai arahan di Sosialisasi Permendikbudristek 30 Tahun 2021,” terang Prof. Bandi.

UNS Laksanakan Uji Publik Panitia Seleksi PPKS

Lanjut Prof. Bandi, UNS sebenarnya sewaktu terbit Permendikbudristek sudah membentuk Satgas PPKS dengan terbitnya keputusan Rektor Nomor 1668/UN27/KP/2021 yang ditetapkan tanggal 20 September 2021. “Meski demikian kita harus mengikuti kebijakan kementerian dan esensi dari sosialisasi tentang Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 yaitu Satgas dibentuk melalui mekanisme Pansel. Oleh karena itu SK tadi akan kita cabut dengan SK Rektor baru tentang Satgas PPKS untuk UNS, yang ruhnya berbeda,” imbuh Prof. Bandi.

Untuk perbedaannya ada pada esensi kesatu ketua harus dosen, sementara SK lama ketuanya adalah tenaga kependidikan, maka harus diganti. Esensi kedua adalah ¾ dari Satgas harus wanita, ini juga belum sesuai. Lalu esensi ketiga 50% harus mahasiswa, ini juga harus diganti.

“Oleh karena itu kita akan menetapkan Satgas baru melalui pemilihan di Pansel yang sudah melalui proses akhir termasuk uji publik. Kesimpulannya adalah kita sebagai instansi pemerintah mentaati peraturan yang ada dan kita mengikuti kebijakan yang ada dari Kementerian,” pungkasnya. Humas UNS

Raih Penghargaan IKU, UNS Dapat Insentif untuk Peningkatan Mutu dan Sarpras PT

Raih Penghargaan IKU, UNS Dapat Insentif untuk Peningkatan Mutu dan Sarpras PT

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta baru saja meraih penghargaan peraih poin tertinggi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 tahun 2021 dan atas capaian posisi tertinggi (Top 10%) IKU tahun 2021 pada liga Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI). Atas capaian tersebut, UNS meraih insentif sebesar Rp 9.155.000.000.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. mengatakan, pada Senin (27/6/2022) lalu UNS meraih dua penghargaan sekaligus. “UNS meraih poin tertinggi untuk IKU 7 yaitu kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Kemudian bersama Universitas Indonesia (UI), UNS juga meraih capaian posisi tertinggi (Top 10%) IKU tahun 2021. Untuk capaian posisi tertinggi (Top 10%) IKU tahun 2021, UNS meraih insentif IKU sebesar Rp 8.155.000.000. Kemudian ditambah insentif penghargaan satu IKU Rp 1.000.000.000. Sehingga total UNS menerima Rp 9.155.000.000,” terang Prof. Jamal di Ruang UPT Humas dan Media UNS, Selasa (5/7/2022).

Dengan dana insentif tersebut, masing-masing Perguruan Tinggi (PT) bisa memanfaatkannya untuk peningkatan mutu dan sarana prasarana (sarpras) Perguruan Tinggi (PT).  Termasuk di UNS, dana intensif tersebut digunakan untuk peningkatan mutu dan sarana prasarana. “Intinya dana tersebut untuk peningkatan mutu universitas. Saya melakukan rapat koordinasi dengan dekan dan ketua lembaga di UNS terkait penggunaan dana insentif tersebut. Dana tersebut dibagi untuk universitas dan fakultas. Universitas memperoleh 60 persen dan fakultas 40 persen,” ujar Prof. Jamal.

Alokasi 40 persen untuk fakultas ini, dapat digunakan untuk perbaikan sarana prasarana penunjang perkuliahan, serta segala sesuatu untuk menunjang penilaian IKU. “Silahkan digunakan untuk perbaikan yang semuanya kita diharapkan untuk meningkatkan IKU. Sehingga untuk persiapan supaya kedepannya IKU lebih baik lagi. Ya untuk persiapanlah tahun depan, semoga dapat meraih penghargaan lagi dan meningkat,” imbuh Prof. Jamal.

Sedangkan yang alokasi 60 persen untuk universitas dapat digunakan untuk membayar langganan jurnal, langgatan IT hingga membayar gaji pegawai Non PNS. Prof. Jamal berpesan kepada sivitas akademika UNS untuk tidak lengah dengan penghargaan ini. Tantangan kedepan semakin besar, dan sistem penilaian bisa saja berubah. “Memang ada perbedaan penilaian. Kalau tahun 2020, penilaian kinerja IKU dilakukan di tahun 2021 tidak ada asesmen oleh kementerian. Tapi tahun ini berbeda, yaitu data kami kirim dulu lalu kementerian melakukan survai ulang kebenaran itu, misal IKU 1 dan IKU 7. IKU 1 dilakukan pengecekan apakah lulusan benar-benar bekerja, melanjutkan studi lanjut dan  berwirausaha. Sehingga di cek, lulusan sudah benar-benar bekerja, melanjutkan studi lanjut atau berwirausaha belum? Dan UNS 81 persen lulusan sudah bekerja, melanjutkan studi lanjut dan berwirausaha. Sehingga tidak boleh lengah,” tutur Prof. Jamal.

Di tahun sebelumnya, UNS juga meraih dana insentif dari penghargaan capaian IKU PTN tahun 2020/2021 yang juga digunakan untuk peningkatan mutu PT. “Dimana UNS tahun lalu memperoleh Rp 23.500.000.000. Tahun ini turun karena alokasi yang disiapkan dari kementerian untuk intensif IKU berbeda,” jelasnya. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

UNS — Wedangan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali hadir membahas tentang Perkembangan Terkini Pandemi & Ekonomi: Apa yang Mungkin Terjadi? Acara Wedangan IKA UNS yang telah memasuki seri ke-108 tersebut dilaksanakan pada Jumat (1/7/2022) malam melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung via YouTube Universitas Sebelas Maret.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. mengatakan bahwa acara Wedangan IKA UNS yang sudah lama tidak muncul, kini tampil dengan warna baru. Selain itu, Prof. Jamal turut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para alumni UNS atas dukungan yang telah diberikan.

“Sebelumnya UNS berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia (RI). Penghargaan pertama sebagai peraih poin tertinggi capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 7 yaitu kelas kolaboratif dan partisipatif tahun 2021. Serta penghargaan kedua atas capaian posisi tertinggi (Top 10%) IKU tahun 2021 pada liga Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Dan ini semua tak terlepas dari bantuan rekan-rekan alumni,” ucap Prof. Jamal dalam sambutannya.

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber pertama, Dosen UNS sekaligus Wakil Direktur Rumah Sakit (RS) UNS, Tonang Dwi Ardyanto dr. SpPK, Ph.D. dr. Tonang memaparkan materi tentang Covid 19: Transisi Menuju Hidup Berdampingan?

“Syarat untuk menuju transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi pertama ditandai dengan transisi komunitas berada di level 1 selama tiga bulan berturut-turut. Kemudian syarat cakupan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap dengan target jumlah penduduk >70% dari total populasi. Serta reproduction rate atau laju penularan itu 1 atau di bawah 1 selama tiga bulan berturut-turut,” lanjut dr. Tonang.

dr. Tonang menambahkan bahwa imunitas pasca infeksi dan pasca vaksinasi, dapat saling memperkuat menghadapi varian baru Covid-19. Dengan demikian, tak perlu takut dalam menghadapi Covid-19 varian baru yang muncul. Karena virus hanya bisa bermutasi ke tubuh manusia. Oleh karenanya, ketika kita sudah divaksinasi dosis lengkap, maka mutasi virus ke tubuh kita akan rendah.

Wedangan IKA UNS Seri ke-108 Bahas Perkembangan Terkini Pandemi dan Ekonomi

“Adapun sebagaimana yang disyaratkan World Health Organization (WHO), cara relaksasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 dapat dengan meningkatkan kapasitas testing agar angka positivitas terbukti menurun. Kemudian meningkatkan cakupan vaksinasi karena terbukti efektif mencegah penyebaran. Serta secara perlahan melakukan pelonggaran, bukan endemi. Karena endemi itu berarti hampir semua risiko dan tanggung jawab dikembalikan kepada masing-masing,” terang dr. Tonang.

Sementara narasumber kedua, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang saat ini menjabat sebagai Director in PWC’s Forensic Services & Financial Crime Unit Leader, Budi Santoso S.E., Ak., MForAccy, PGCS, CA, CFE, CPA (Aust.) memaparkan tentang Post-Pandemic Economic Recovery.

“Hadirnya pandemi berdampak pada semua sektor kehidupan tak terkecuali sektor ekonomi. Maka, solusi untuk mengatasinya dengan melakukan transformasi digital. Sejak tahun 2020, banyak bisnis yang telah mengubah sistem usahanya ke digital,” ujar Budi.

Namun, untuk bertransformasi ke digital masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Pertama, sebanyak 49% masyarakat Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas, belum memiliki akses internet. Maka, tantangan inilah yang harus kita perbaiki bersama.

“Oleh karena itu, untuk menciptakan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi setelah hadirnya Covid-19 pertama dengan meningkatkan investasi. Baik investasi dalam hal pendidikan, investasi kesehatan, maupun investasi yang menambah nilai. Kemudian meningkatkan revenue usaha Anda, mengurangi biaya yang tidak perlu, melakukan inovasi, dan mendukung persiapan tenaga kerja yang berkualitas,” tutup Budi. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti