Empat Mahasiswa Kimia UNS Juarai Kompetisi Riset Sawit BPDPKS Kementerian Keuangan

Empat Mahasiswa Kimia UNS Juarai Kompetisi Riset Sawit BPDPKS Kementerian Keuangan

UNS — Empat mahasiswa Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menyabet juara lomba riset sawit. Mereka adalah Fiqri Apriansyah, Agung Prakoso, Melani Puji Puspitasari, dan Syifa Hanifah. Mereka dibimbing oleh supervisor yaitu Dr.rer.nat. Fajar Rakhman Wibowo dan co-supervisor, Ozi Adi Saputra, M.Si.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)  Kementerian Keuangan. Riset sawit tingkat mahasiswa tersebut dimulai dengan mengunggah proposal pada 24 Juni 2020.

“Kemudian proposal terpilih akan didanai agar dapat melakukan penelitian selama 8 bulan, dari September 2020-April 2021. Selanjutnya dilakukan presentasi 10 finalis pada tanggal 26-27 Agustus 2021,” jelas Fiqri pada Kamis (7/10/2021).

Fiqri dan timnya mengusung riset pengembangan biomaterial penghantar obat berbasis Porous Cellulose Terfungsionalisasi dari limbah tandan kosong kelapa sawit. Ide tersebut lahir karena jumlah pengidap kanker semakin hari semakin bertambah. Pengobatan yang dilakukan sampai saat ini masih berbasis kemoterapi konvensional. Kemoterapi  ini selain membunuh sel kanker juga dapat membunuh sel-sel normal lain akibat dari pelepasan obat yang tidak tertarget dan tidak terkontrol.

“Oleh karena itu, kami memiliki gagasan untuk membuat suatu material berbasis selulosa yang bisa mengontrol pelepasan obat pada sel kanker yang sudah ditargetkan. Selain itu, selulosa yang diambil dari limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang melimpah di Indonesia, juga dapat meningkatkan nilai guna TKKS pada aplikasi biomedis,” terangnya.

Pada tahap pertama, terdapat 468 proposal yang masuk dan disaring menjadi 386 proposal yang lolos administrasi. Lalu, dipilih 30 proposal yang berkesempatan untuk didanai. Penelitian dilakukan selama 8 bulan. Di pertengahan penelitian, dilakukan Monitoring and Evaluasi (Monev). Pada tahap akhir penelitian, disaring menjadi 10 finalis yang mendapat kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Selanjutnya, ditentukan juara 1, 2, dan 3.

“Waktu lolos pendanaan, Alhamdulillah sangat bersyukur dan merasa tidak percaya. Dari ratusan proposal, kami mendapatkan kesempatan ini. Kemudian, setelah dinyatakan menjadi juara, kami sangat bersyukur dan tidak menyangka. Perasaan senang sekaligus terharu semua campur aduk menjadi satu,” ungkap Fiqri.

Mahasiswa Kimia UNS tersebut berharap agar penelitiannya tidak hanya berhenti sampai di sini.
“Masih banyak kekurangan dan hal-hal yang harus dilakukan sampai hasil penelitian kami bisa dinyatakan sebagai solusi alternatif dalam terapi pengobatan kanker karena sebelum diaplikasikan, diperlukan penelitian lebih lanjut,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti