Tim Dosen UNS Lakukan Benchmarking Kewirausahaan di Universitas Ma Chung dan Universitas Brawijaya

Tim Dosen UNS Lakukan Benchmarking Kewirausahaan di Universitas Ma Chung dan Universitas Brawijaya

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui tim dosen pendamping kewirausahaan mahasiswa melakukan benchmarking di Universitas Ma Chung dan Universitas Brawijaya. Kedatangan 15 Dosen UNS pada Senin (21/11/2022) tersebut disambut baik di kedua perguruan tinggi.

UNS yang berstatus PTNBH tengah mengembangkan potensi mahasiswa di bidang kewirausahaan. Kepada uns.ac.id, Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn. selaku perwakilan tim dosen menjelaskan bahwa kedua belah pihak perguruan tinggi saling berbagi dan berdiskusi terkait pengolahan kewirausahaan mahasiswa.

“Tujuan benchmarking adalah untuk bagaimana meningkatkan kewirausahaan mahasiswa sehingga tujuan UNS yang bertaraf PTNBH ini bisa tercapai. Kedua belah pihak ini sharing dan diskusi memaparkan bagaimana strategi maupun sistem dalam pengolahan kewirausahaan mahasiswa baik di universitas Ma Chung maupun di Universitas Brawijaya,” terang Dyah Yuni Kurniawati, M.Sn.

Kunjungan rombongan UNS yang diketuai oleh Susantiningrum,S.Pd, SE, MAB. disambut baik oleh Universitas Ma Chung dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Ma Chung, Sahala Manalu, SE., MM. Turut hadir pula Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Universitas Ma Chung, Dr. Anna Triwijayati, SE., M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Ma Chung, Dr. Ir. Stefanus Yufra M. Taneo. MS., M.Sc., Kepala Program Studi Manajemen Bisnis Universitas Ma Chung, Uki Yonda Asepta, SE., MM., jajaran dosen dan perwakilan mahasiswa.

Pada kesempatan ini, tim Dosen UNS mengetahui bahwa semua prodi di Universitas Ma Chung terdapat mata kuliah Kewirausahaan. Tim Dosen UNS pun mendapatkan informasi terkait tahapan dalam entrepreneurial experience Universitas Ma Chung. Kemudian, Universitas Ma Chung mempresentasikan beberapa usaha mahasiswa yang kini tengah dikembangkan. Tim Dosen UNS juga menyampaikan program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) UNS. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan penyerahan vandel dan foto bersama.

Pada kesempatan kunjungan tim Dosen UNS yang kedua, Dyah Yuni menyampaikan bila Universitas Brawijaya berorientasi sebagai universitas berbasis entrepreneur. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa di masing-masing perguruan tinggi.

“Kalau di UB (orientasinya) adalah wirausaha akademi dan mendeklarasikan diri sebagai universitas berbasis entrepreneur,” ujarnya.

Tim Dosen UNS Lakukan Benchmarking Kewirausahaan di Universitas Ma Chung dan Universitas Brawijaya

Benchmarking yang dilakukan UNS di kedua universitas tersebut diharapkan memunculkan sinergi antar sistem dalam internal kampus. Adapun kewirausahaan yang dirintis oleh mahasiswa dapat berdampak juga bagi para lulusan nantinya

“Jadi, kami melakukan studi banding di kedua universitas itu dengan harapan nantinya UNS bersinergi dengan sistem yang baik sehingga bisa ada integrasi. Kewirausahaan bagi mahasiswa sendiri berdampak pada output atau lulusan dari UNS sendiri,” pungkas Dyah Yuni K, M.Sn. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Redaktur: Dwi Hastuti

Sasar Ekspor ke Prancis, UNS Adakan Expo Kewirausahaan

Sasar Ekspor ke Prancis, UNS Adakan Expo Kewirausahaan

UNS — Direktorat Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Expo Kewirausahaan (KWU) UNS 2022. Expo kali ini dilaksanakan secara daring di Solo Technopark pada 30 Juni hingga 2 Juli 2022.

Kali ini Expo KWU UNS mengangkat tema “De Java à Paris” atau “Saking Jawi Datheng Paris”. Tema tersebut diambil karena kali ini expo kewirausahaan menyasar target ekspor ke Prancis.

Paris menjadi target pasar kali ini sebab menindaklanjuti gebrakan yang telah dilakukan oleh Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka beberapa waktu lalu. Awal Juni kemarin, Gibran memperkenalkan Solo di Paris dengan mengadakan arak-arakan di Jalan Ravioli, Paris, Prancis menggandeng penyanyi kenamaan asal Indonesia, Anggun C. Sasmi.

Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Dr. Sutanto, S.Si. DEA. menyayangkan jika langkah fenomenal Wali Kota Surakarta tersebut tidak diikuti dengan gerak seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, UNS yang merupakan salah satu perguruan tinggi di Kota Surakarta memberikan sumbangsih dengan mengadakan expo ini.

“Maksud kita hari ini adalah melanjutkan agenda Mas Wali di Paris. Kemarin respons masyarakat sana sudah sangat baik. Nama Indonesia sudah muncul dan orang-orang Prancis membicarakan kota kami. Kami mencari lagi produk-produk di Solo, Ngawi, dan sekitarnya. Produk-produk nanti dinilai dan dikuratori kemudian kita carikan sponsor untuk membeli produk itu. Kita carikan sponsor untuk mengapalkan ke sana, kemudian sampai di galeri yang ada di Prancis,” jelas Dr. Sutanto pada soft opening Expo KWU UNS pada Kamis (30/6/2022).

Hal ini juga disambut baik oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Surakarta, Wahyu Kristina. Beliau yang termasuk delegasi Solo saat mengadakan acara di Paris kemarin mengapresiasi Expo KWU UNS. Menurut beliau ini merupakan bentuk dukungan konkret masyarakat atas agenda Pemerintah Kota Surakarta.

“Saya menyampaikan pesan Mas Wali. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dalam rangka meraih QPI, UNS mengembangkan produk kemahasiswaan, UKM, dan desa-desa binaan yang ditampilkan di Expo bekerja sama dengan La Maison de I’indonesie,” tutur Kristina.

Expo ini menampilkan produk-produk dari mahasiswa UNS, UMKM binaan UNS, dan desa binaan UNS. Produk-produk tersebut akan dikurasi oleh empat kurator yakni pemilik La Maison de I’Indonesie, Mathieu Mergans; pemilik UD. Berlawalata Solo; importir produk Indonesia di Prancis, Diana; dan Wakil Kamar Dagang Indonesia, Liliek Setiawan, S.E.

Produk-produk yang lolos kurasi akan diuji coba untuk diekspor ke Paris. UNS akan membantu mencarikan sponsor pembeli sampel dan ongkos pengiriman ke Paris. Dengan demikian, produk-produk tersebut dapat memasuki pasar Paris dan para pemilik produk akan menindaklanjuti ekspor tersebut secara mandiri.

Selain pameran, Expo ini akan diisi beberapa kegiatan. Beberapa kegiatan yakni workshop mahasiswa pembangun kewirausahaan desa, workshop pengembangan produk kewirausahaan mahasiswa, dan persembahan tiap UKM atau organisasi kemahasiswaan di UNS. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

UNS Gelar Expo Produk Kewirausahaan Mahasiswa

UNS Gelar Expo Produk Kewirausahaan Mahasiswa

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Produk Kewirausahaan Mahasiswa yang dikemas dalam Program Wirausaha Baru Mahasiswa Wibawa #1. Expo Wibawa #1 ini di gelar di Solo Paragon, 24 hingga 26 Juni 2022.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Studi Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS, Susantiningrum, S.Pd., S.E., M.A.B.mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan pendampingan, monitoring dan evaluasi Program Wibawa #1 yang telah dilaksanakan pada tahun 2021 lalu. Pada Program Wibawa Sesion 1 telah berhasil menginisiasi 85 kelompok usaha yang keseluruhannya terdiri 433 orang mahasiswa dari berbagai fakultas. Kelompok bidang usaha tersebut terdiri dari 13 kelompok bidang fashion, 30 kelompok kriya, 4 kelompok budidaya, 21 kelompok kuliner, 14 jasa, 1 bahan bakar dan 2 Budidaya.

Pada gelar produk perdana ini, diikuti oleh 51 usaha yang hadir secara fisik, dan 7 usaha mengikuti pameran dengan virtual berupa penayangan video kegiatan usaha dan produk yang ditawarkannya. Sisanya yang belum dapat berkontribusi pada kegiatan expo dikarenakan kendala teknis serta lokasi usaha yang berada di luar eks karesidenan Surakarta.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan produk-produk kreativitas mahasiswa UNS kepada masyarakat luas, khususnya melalui promosi secara luring untuk bersama-sama kembali menggeliatkan perekonomian daerah dan nasional pasca pandemi Covid 19. Semoga Langkah baik ini memberikan manfaat yang baik pula bagi masyarakat, bangsa dan negara tercinta, sebagaimana slogan UNS yaitu mangesthi luhur ambangun negari,” terang Susantiningrum.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan UNS, Drs. Agus Rohman Pratomo menyampaikan bahwa expo ini adalah momen yang sangat membanggakan. “Kami sangat bangga kepada peserta yang mengikuti gelar produk di Solo Paragon. Kami berharap mahasiswa yang mengikuti wirausaha di UNS semakin banyak dan lulusan UNS banyak yang menjadi wirausaha,” terang Agus Rohman Pratomo.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo membuka Expo Wibawa #1. Dalam sambutannya Prof. Kuncoro mengatakan bahwa program ini sangat potensial untuk dikembangkan supaya dapat menciptakan wirausaha muda. “Ini membuktikan bahwa produk-produk dari UNS hadir di masyarakat,” ujar Prof. Kuncoro.

Prof. Kuncoro berpesan kepada para mahasiswa yang mengikuti Program Wibawa #1 untuk melakukan alpha testing dan beta testing. “Nah, karena sedang expo di Solo Paragon, lalu Ketika ada pengunjung maka lakukan alpha testing. Alpha testing ini minta tes kepada masyarakat, lalu kalau kurang bisa disempurnakan. Sedangkan beta testing lebih dari itu, tidak sekadar mencicipi tapi dimintai pendapat atau masukan,” imbuh Prof. Kuncoro.

UNS Gelar Expo Produk Kewirausahaan Mahasiswa

Kemudian setelah melakukan alpha testing dan beta testing, terus tingkatkan kualitas dan selalu berinovasi supaya mampu bersaing di pasar. “Kegiatan wirausaha ini tidak hanya bermanfaat untuk para mahasiswa, namun juga sejalan dengan program UNS terkait dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) satu dan dua. IKU pertama yaitu lulusan mendapat pekerjaan yang layak, upah di atas UMR, menjadi wirausaha, atau melanjutkan studi. Lalu IKU kedua mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, magang, proyek desa, mengajar, riset, berwirausaha, dan pertukaran pelajar,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti