Tim SS-07 Bearnes UNS Juarai National Tender Competition YCE 2021

Tim SS-07 Bearnes UNS Juarai National Tender Competition YCE 2021

UNS — Tim SS-07 Bearnes berhasil harumkan nama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada ajang Young Civil Engineer (YCE) 2021 Universitas Jember. Tim ini terdiri dari mahasiswa D-3 Teknik Sipil angkatan 2020 Sekolah Vokasi (SV) UNS. Mereka adalah Faqih Faisal Arian, Tahta Alfinal Huda, dan Fachrizal Wisnu Wisuda. Mereka berhasil meraih juara 3 untuk kategori lomba National Tender Competition. Kompetisi tender sendiri merupakan kegiatan penawaran yang bertujuan untuk menyeleksi, mendapatkan, menetapkan serta menunjukkan perusahaan mana yang paling pantas dan layak untuk mengerjakan suatu paket pekerjaan.

Kepada uns.ac.id, Faqih menjelaskan alur keikutsertaan mereka dalam YCE 2021. Pada tahap awal, mereka disuguhkan soal terkait pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Teknik Universitas Jember setinggi 6 lantai dengan luas lahan 5.000 m2 dan luas bangunan 2.208,8 m2. Mereka dituntut membuat inovasi yang cocok untuk pekerjaan konstruksi bangunan gedung pada masa pandemi seperti sekarang ini.

“Kami mengangkat inovasi Building Information Modelling (BIM) dengan aplikasi Naviswork dimana inovasi ini memiliki implementasi akses yang mudah menggunakan HP dan tablet sehingga mengurangi risiko untuk mengulang pekerjaan dan penularan Covid-19,” terang Faqih, Selasa (21/12/2021).

Visualisasi yang mudah dipahami dan hemat waktu menjadi keuntungan lain yang ditawarkan Tim SS-07 Bearnes. Mereka juga mengangkat tema lean construction ‘konstruksi ramping’ yang nantinya akan mempercepat pengerjaan proyek. Hasil perhitungan mereka menunjukkan pembangunan gedung tersebut membutuhkan waktu 163 hari kerja dengan biaya 23,3 miliar dengan PPN 10%.

Perencanaan tersebut disusun tim SS-7 Bearnes dalam sebuah dokumen tender. Dokumen ini memuat penawaran teknis yang disertai dengan site layout, inovasi, strategi, metode pelaksanaan, penjadwalan, hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Terdapat juga penawaran harga dan rekapitulasi Bill of Quantities (BoQ) proyek tersebut.

Raihan prestasi ini membuat anggota tim senang dan bersyukur. Perjuangan selama satu bulan berbuah hasil yang menggembirakan. Sebelum pelaksanaan lomba mereka sempat mengikuti pelatihan bersama Komunitas Semar Solid, komunitas lomba bagi mahasiswa D-3 Teknik Sipil UNS. Hingga mereka mampu tembus sebagai salah satu finalis dan bersaing dengan tim perguruan tinggi lain, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Politeknik Negeri Semarang, dan Politeknik Negeri Banyuwangi.

Apa yang tim SS-07 Bearnes dapatkan kali ini menjadi pemacu untuk hasil yang lebih baik kedepannya. Mereka akan belajar dari setiap pengalaman dan ingin menjadi lebih baik lagi kedepannya.

“Untuk harapannya, kami tentu ingin mengikuti lomba-lomba lagi kedepannya. Semoga kedepanya harapan kami atau target kami yaitu bisa memperoleh juara satu,” ujar Faqih. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Membanggakan! Tim FH UNS Berhasil Sabet Juara 1 Debat Konstitusi

Membanggakan! Tim FH UNS Berhasil Sabet Juara 1 Debat Konstitusi

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tak henti-hentinya menyumbangkan prestasi bagi almamater tercinta. Kali ini tim mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UNS yang berkompetisi dalam Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia XIV Tahun 2021 berhasil memboyong juara 1.

Prestasi tersebut berhasil diraih tim FH UNS usai mengungguli tim asal Universitas Sumatera Utara (USU) dalam final Debat Konstitusi yang digelar oleh Mahkamah Konstitusi (MK) RI di Hotel Four Season, Jakarta, Kamis (25/11/2021) malam.

Tim FH UNS yang membanggakan tersebut terdiri dari Oktafiyana, Gresia Putri Damayanti, dan Salwa Husna Sekai Suryawi. Ketiganya merupakan mahasiswa Program Sudi (Prodi) S-1 Ilmu Hukum FH UNS angkatan 2019.

Perjuangan tim FH UNS dalam menjuarai kompetisi debat ini tentu tidaklah main-main. Sebab, ketiganya harus bersaing dengan 138 tim dari sejumlah perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Ada pun, sebanyak 126 tim lolos pada tahap seleksi awal. Dan dari jumlah ini, tim yang lolos penilaian tahap eliminasi sebanyak 24 tim. Selanjutnya, 24 tim yang lolos tahap eliminasi saling berhadapan dan menyisakan dua tim terbaik untuk berlaga di final, yaitu UNS dan USU.

Saat dihubungi uns.ac.id pada Minggu (28/11/2021), salah satu anggota tim FH UNS, Salwa menceritakan perjuangan di balik ketatnya persaingan dalam Debat Konstitusi tahun ini.

Salwa mengatakan, Debat Konstitusi yang diikuti oleh timnya merupakan kompetisi yang sangat bergengsi bagi mahasiswa FH di seluruh Indonesia.

Meski cara mendaftarnya cukup mudah, tapi Salwa dan rekan-rekannya harus melalui seleksi dari Komunitas Debat Fakultas Hukum (KDFH) UNS untuk mencari tiga mahasiswa terbaik untuk mewakili FH UNS di Debat Konstitusi tahun ini.

“Persiapan untuk lomba ini terbilang singkat karena jangka waktu pendaftarannya cukup terbatas. Namun, kami tentu mempersiapkan sematang mungkin untuk kompetisi ini, seperti pemberkasan atau pun bahan dari berbagai sumber, jurnal, konsultasi ke dosen, alumni KDFH UNS, maupun pengurus KDFH yang lain yang berkaitan dengan mosi yang akan dibedah,” ujar Salwa.

Ia menambahkan, timnya juga melakukan latihan debat dibantu mentor dari KDFH UNS. Sedangkan, untuk proses pemberkasan, ketiganya dibantu oleh tim riset KDFH UNS.

Selama persiapan, Salwa mengatakan tantangan terberat yang harus dilalui timnya adalah mencari argumen yang kuat dengan waktu yang cukup singkat.

Selain itu, mereka juga melakukan pengambilan video pemaparan esai yang harus dilakukan tanpa kesalahan satu pun.

“Lomba Debat Konstitusi MK sistem seleksi nasional menggunakan esai dan presentasi video. Kemudian, tim FH UNS lolos pada babak tersebut,” terangnya.

Usai melewati tahap itu, tim FH UNS langsung berhadapan dengan tim dari UIN Raden Intan Lampung dan Universitas Tarumanegara di babak penyisihan.

Babak ini berhasil dilibas ketiganya dengan baik dan berhasil lolos menjadi juara grup. Setelah masuk ke babak perempat final, tim FH UNS bertemu dengan tim dari Universitas Udayana. Dan hasilnya, lagi-lagi tim FH UNS menang dengan nilai 4-1.

Tren kemenangan tim FH UNS kembali berlanjut di babak semifinal. Oktafiyana, Gresia, dan Salwa harus menghadapi tim Universitas Syiah Kuala yang pada tahun sebelumnya merupakan juara 2 Debat Konstitusi.

Alhamdulillah kami menang dan lolos ke babak final. Kami langsung untuk final, mulai dari memberkas mosi, latihan speech, hingga konsultasi materi-materi” ujar anggota tim FH UNS lainnya, Gresia.

Di babak final saat bertemu tim dari USU, tim FH UNS disuguhkan Mosi debat bertajuk “Pemberlakuan Karantina Wilayah/ Lockdown Saat Kasus Covid-19 Meningkat”.

Dan, babak ini berhasil dilalui ketiganya dengan baik sehingga layak menyandang juara 1 Debat Konstitusi.

Dengan prestasi yang diraih, Oktafiyana, Gresia, dan Salwa ingin perjuangan mereka dapat menambah pengetahuan dan melatih diri. Mereka juga ingin prestasinya menginspirasi mahasiswa FH UNS lainnya untuk bermental juara.

“Harapannya adalah menambah pengetahuan dan melatih diri untuk terus berkembang serta membanggakan KDFH UNS, FH UNS, dan tentu saja UNS,” pungkas anggota tim FH UNS lainnya, Oktafiyana. Humas UNS

Reporter: Y.C.A Sanjaya
Editor: Dwi Hastuti

Inovasi Media Pembelajaran Berbasis IT Karya Tim Arunika UNS Raih Juara 2 dalam ITC 2021

Inovasi Media Pembelajaran Berbasis IT Karya Tim Arunika UNS Raih Juara 2 dalam ITC 2021

UNS — Tim Arunika Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses raih juara 2 pada lomba media pembelajaran berbasis IT. Torehan prestasi tersebut mereka dapatkan setelah mengikuti ajang Information Technology Competition 2021. Tim ini beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Administrasi Perkantoran (PAP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Mereka adalah Muhammad Hilmi Sabitul Azmi, Mahendra Arya Wisnu P., Rahmi Riyani.

Kepada uns.ac.id Azmi menjelaskan media pembelajaran yang Tim Arunika usung ini yaitu mengolaborasikan aspek belajar dan bermain. Pada prinsipnya, siswa diarahkan menuju pos-pos tertentu. Metode ini dikenal juga dengan istilah go to your post.

“Kami membuat sebuah media pembelajaran yang memang terintegrasi dengan multi platform dengan berbagai website dan aplikasi. Kami membuat sebuah media pembelajaran yang berbasis teknologi yang bisa diaplikasikan selama pandemi,” terang Azmi, Senin (29/11/2021).

Umumnya, metode belajar seperti ini dilaksanakan secara luring. Tim Arunika melakukan modifikasi pada metode ini sehingga dapat dilaksanakan secara daring. Mereka mengintegrasikan beberapa aplikasi utama dalam menunjang pembelajaran seperti Google Drive, QR Code Scanner, dan QR Code Generator. Adapun aplikasi pendukung seperti Canva atau Corel Draw untuk pembuatan desain.

Dalam pelaksanaannya, siswa akan diberikan sebuah soal dalam bentuk poster yang berisikan kumpulan QR Code di dalamnya. Beberapa QR Code tersebut merupakan pos-pos yang disediakan secara acak. Siswa diminta untuk menentukan urutan pos yang tepat dengan dibantu beberapa petunjuk yang diberikan oleh gurunya. Setiap pos memiliki petunjuknya masing-masing yang akan mengarahkan para siswa menuju pos selanjutnya.

“Jadi, media pembelajaran ini adalah permainan sebetulnya. Siswa tidak merasa lagi belajar tapi merasa lagi bermain. Menjadi detektif dan menyelesaikan masalah,” tutur Azmi.

Walaupun media pembelajaran berbasis IT ini mereka rancang untuk siswa pendidikan sekolah dasar, Tim Arunika menilai bahwa itu juga dapat dipakai di semua jenjang. Selama siswa mampu mengoperasikan teknologi, maka media ini dapat dipakai. Selain itu, media pembelajaran milik Tim Arunika ini juga dapat menjadi rekomendasi bagi mahasiswa yang akan melakukan kegiatan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP). Hal-hal baru yang ada ditawarkan media ini akan cocok dibawakan kepada siswa.

Azmi juga membagikan tips supaya media pembelajaran ini dapat digunakan secara optimal. Yang pertama, mulailah dengan niat. Selain itu, kreativitas dalam membuat desain yang menarik walau sederhana. Serta keuletan dalam menggunakan aplikasi-aplikasi utama penunjang pembelajaran ini.

Inovasi Media Pembelajaran Berbasis IT Karya Tim Arunika UNS Raih Juara 2 dalam ITC 2021

Atas pencapaian yang telah diraih ini, mereka mengaku senang dan bangga. Walaupun pesaingnya merupakan mahasiswa tingkat akhir, mereka tetap yakin dan serius dalam berkompetisi. Mereka juga berterima kasih kepada dosen pembimbing dan Prodi PAP UNS yang turut berkontribusi dalam raihan prestasi ini.

“Karena dipersiapannya juga kami tidak main main, kami serius. Dalam bimbingan dosen juga serius. (perwakilan) UNS kan yang disebut bukan timnya Azmi, tapi kan disebutnya tim UNS. Ada kebanggaan tersendiri,” tutur Azmi.

Kedepannya mereka berharap dapat menggunakan media pembelajaran ini ketika melaksanakan PLP. Lebih luas lagi, media pembelajaran ini juga dapat bermanfaat bagi guru-guru sebagai inovasi atau pilihan alternatif dalam pengajaran di kelas. Media pembelajaran ini diyakini dapat memberikan suasana baru dan tidak membuat siswa cepat bosan.

Ajang yang Tim Arunika UNS ikuti ini digagas oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Bertajuk Informatiion Technology Competition (ITC) 2021, perlombaan ini memberikan wadah bagi mahasiswa FKIP se-Indonesia untuk merancang media pembelajaran berbasis IT. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Mahasiswa FISIP UNS Raih Juara II di Ajang KMI Expo XII 2021

Mahasiswa FISIP UNS Raih Juara II di Ajang KMI Expo XII 2021

UNS — Muflih Dwi Fikri, mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih Juara 2 kategori Startup di ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XII 2021. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

KMI Expo XII 2021 merupakan puncak acara dari Program Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) yang membuka peluang bagi seluruh mahasiswa di Indonesia untuk ikut dalam berbagai jenis kegiatan kewirausahaan. Tahun ini KMI Expo XII 2021 digelar secara hybrid, yaitu luring dan daring.

Pembagian pelaksanaan KMI Expo XII 2021 ditentukan langsung oleh Kemendikbudristek. Pada pembagian tersebut, Muflih berkesempatan untuk mengikuti ajang ini secara daring.

Sebelum dinyatakan sebagai juara 2, Muflih harus bersaing melawan 350 tim dari berbagai Perguruan Tinggi melalui Program ASMI. Kemudian 350 tim tersebut diseleksi menjadi 50 besar dan Muflih masuk di dalamnya.

Sebanyak 50 besar tim yang lolos seleksi Program ASMI berhak mengikuti ajang KMI Expo XII 2021 dan memperoleh dana pengembangan dari Kemendikbudristek. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan sistem startup yang diajukan mulai dari program hingga financial.

“Kita selama masa inkubasi dikasih dana dari Kemendikbudristek. Nah, dari dana itu kita udah ngelakuin apa aja, perkembangannya gimana, progres, dan pendapatannya udah berapa, partnernya nambah atau enggak, apa yang baru, dan sebagainya,” ujar Muflih saat dihubungi oleh tim uns.ac.id pada Senin (29/11/2021).

Masa inkubasi juga menjadi masa untuk mempersiapkan materi presentasi bisnis yang akan disampaikan pada puncak acara, yaitu KMI Expo XII 2021.

“Intinya kita presentasi di sana (KMI Expo XII 2021). Persiapannya sebenarnya untuk KMI Expo XII 2021 itu cuma bikin materi presentasi bisnisnya aja. Jadi yang berat itu malah ngejalanin bisnisnya itu supaya tumbuh besar dan cepat,” imbuh Muflih.

Pada ajang KMI Expo XII 2021, Muflih mengajukan bisnis startup yang sudah dirintisnya sejak September 2020, yaitu Global Millenial Group.

Global Millenial Group merupakan sebuah platform yang berfokus pada informal education. Global Millenial Group menyediakan berbagai program pengembangan diri dengan harga terjangkau. Berbagai program tersebut di antaranya event submit, conference, competition, dan beberapa kelas seperti  digital marketing class, enterpreneur class, public relation class, public speaking class, dan lain-lain. Total program yang tersedia di Global Millenial Group adalah 28 – 30 program. Seluruh program tersebut dapat diakses dengan mudah melalui device.

“Jadi dulu kalau misalnya ikut acara-acara kayak conference, submit, kelas-kelas digital marketing itu relatif mahal dan bisanya diakses oleh orang-orang tertentu aja. Nah, kita masukin faktor teknologi di sana, kita bangun website kita, sistem kita, dan lain-lain. Kita juga tekan biayanya sehingga kita bisa hadirkan program-program itu dengan harga yang lebih murah dan terjangkau untuk semuanya. Tapi kita juga berusaha memastikan bahwa kualitasnya (program-program) itu tetap bagus. Jadi kualitasnya tidak yang sembarangan,” jelas Muflih.

Mahasiswa FISIP UNS Raih Juara II di Ajang KMI Expo XII 2021

Global Millenial Group diajukan oleh Muflih pada ajang KMI Expo XII 2021 lantaran start up tersebut sudah berjalan sejak September 2020. Bersama sejumlah kawannya, ia merintis start up tersebut. Bahkan pada April 2021, start up karya anak muda bangsa itu sudah berbadan hukum atas nama PT. Global Millenial Group.

Berdiri sejak setahun lalu, Muflih dan kawan-kawannya tertarik untuk mengembangkan networking bisnis start up mereka. Oleh karena itu, ia mengajukan Global Millenial Group untuk mengikuti ajang KMI Expo XII 2021. Selain itu, KMI Expo XII 2021 juga mewajibkan bisnis start up yang diajukan sudah berjalan minimal 6 bulan.

“Jadi agak beda konsepnya sama PKM atau karya tulis ilmiah yang berupa ide. Start up ini memang sudah harus terealisasi atau sudah harus jalan. Dan bisnis start up milik mahasiswa yang ikut ajang ini biasanya untuk skill up dan didorong supaya lebih maju,” tutur Muflih.

Berorientasi pada pengembangan networking, Muflih tidak menyangka bahwa bisnis start up-nya bersama kawan-kawannya akan keluar sebagai juara. Ia mengaku senang saat nama Global Millenial Group berada di daftar pemenang.

“Senang banget! Ya karena enggak menyangka juga soalnya sedari awal itu memang sebenarnya enggak berniat untuk juara. Juara itu cuma bonus aja karena balik lagi tujuan utamanya ingin mengembangkan start up ini melalui networking dan ilmu-ilmu baru karena di dalam program ini ada pelatihan-pelatihan juga. Tapi pas diumumin ya seneng banget, punya rasa bangga sendiri,” kata Muflih.

Kedepannya, Muflih mengaku tidak akan berhenti sampai di presetasi ini. Ia dan kawan-kawannya ingin terus mengembangkan Global Millenial Group menjadi lebih besar. Bahkan para pemuda kreatif dan inovatif ini bermimpi bisa membawa cahaya baru bagi pendidikan yang lebih inklusif untuk pemuda di Indonesia dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru.

“jadi kita pengen banget bisa sebesar Ruang Guru, Zenuis, dan start up pendidikan lainnya. Kita juga punya mimpi untuk jadi next unicorn dari start up pendidikan di Indonesia,” ungkap Muflih.

Bisnis start up Global Milenial Grup yang menorehkan prestasi di ajang KMI Expo XII 2021 membuktikan bahwa mahasiswa di Indonesia memiliki segudang ide yang kreatif dan inovatif. Mimpi mereka untuk berkontribusi aktif dalam dunia pendidikan semestinya mendorong pemuda Indonesia lainnya untuk turut andil dalam pembangunan bangsa. Humas UNS

Reporter: Alinda Hardiantoro
Editor: Dwi Hastuti

Rancang Jembatan Tipe Arc-Truss, Tim Semar Mustaqiim UNS Sabet Juara 1 Nasional D’Village 10th Edition

Rancang Jembatan Tipe Arc-Truss, Tim Semar Mustaqiim UNS Sabet Juara 1 Nasional D’Village 10th Edition

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses raih prestasi tingkat nasional dalam ajang D’Village 10th Edition. Tim perwakilan UNS, Semar Mustaqiim, mengukuhkan diri sebagai juara pertama pada kategori Bridge Construction Competition. Anggota tim tersebut adalah Dimas Luvi Zuniatama, Faza Bagus Fauzan, dan Mario Hendrawan, mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) UNS.

Bridge Construction Competition sendiri diselenggarakan sebagai wadah pengembangan kompetensi calon-calon insinyur teknik sipil dengan berkompetisi di bidang perencanaan jembatan yang kuat dan ekonomis.

Kepada uns.ac.id, Dimas menjelaskan Jembatan Bhima Juwana, nama jembatan tersebut, menggunakan kombinasi bentuk jembatan tipe arch dan tipe truss. Hal ini dilakukan agar timbul kesan estetik dari jembatan yang didesain. Selain itu, tipe Arch-Truss berpengaruh pada pendistribusian beban ke lengkung jembatan. Tipe ini juga meminimalisir adanya buckling.

Tim Semar Mustaqiim merancang jembatan tersebut untuk dibangun di jalan Sudirman Sel 1, Bumirejo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Dalam desainnya, lokasi ini dipilih untuk menggantikan jembatan lama yang sudah tua dan rentan terjadi masalah.

“Bentuk arch itu seperti busur, bentuk truss merupakan bentuk geometri segitiga yang saling tersusun. Dari kedua geometri ini, kami gabungkan sehingga jembatan memiliki busur tetapi masih ada kombinasi bentuk segitiga di desain jembatannya,” terang Dimas, Jumat (26/11/2021).

Rancang Jembatan Tipe Arc-Truss, Tim Semar Mustaqiim UNS Sabet Juara 1 Nasional D'Village 10th Edition

Desain jembatan mereka telah memperhatikan pemilihan elemen dan pemilihan geometri mana yang dinilai cocok. Hal tersebut mengingat kompetisi ini mengharapkan peserta mendesain jembatan yang kuat tetapi efisien.

Tim Semar Mustaqiim juga telah memperhitungkan keamanan jembatan ini melalui analisis struktur. Dari setiap elemen baja yang didesain, mereka buat hitungan guna menghindari adanya kegagalan pada beragam kondisi. Dimas menjelaskan, mereka menganalisis secara manual pada kondisi tekuk, lentur, geser dan lain-lain. Mereka juga memperkuat kebenaran hitungan dengan pemodelan menggunakan perangkat lunak.

Dalam pelaksanaannya, metode sliding dipilih dengan mempertimbangkan optimalisasi untuk jembatan yang dibuat. Metode ini dilakukan dengan menggeser secara lateral jembatan tersebut dengan menggunakan roller dan peralatan lain. Metode ini dinilai cocok dikarenakan tidak membutuhkan bangunan tower crane yang terlalu banyak.

Mereka cukup senang ketika berhasil meraih juara 1. Banyak hal yang telah dikorbankan dibayar tuntas dengan raihan yang yang membanggakan ini. Apresiasi dan rasa terima kasih turut diberikan kepada seluruh pihak yang telah membantu kesuksesan Tim Semar Mustaqiim, khususnya kepada Dr. Eng. Halwan Alfisa Saifullah, S.T., M.T. selaku dosen pembimbing.

Rancang Jembatan Tipe Arc-Truss, Tim Semar Mustaqiim UNS Sabet Juara 1 Nasional D'Village 10th Edition

“Intinya terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu kami, khususnya dosen pembimbing kami Pak Halwan Alfisa. Semoga kedepannya semakin banyak teman-teman yang bisa mendapatkan juara seperti kami dan bisa membanggakan kampus UNS kita,” tutur Dimas.

Bridge Construction Competition yang mengusung tema “Innovation of a Durable and Economic Bridge Design for Sustainable Infrastructure Development” adalah sub kegiatan dari D’Village 10th Edition berupa rangkaian acara perlombaan dan entertaiment. Pengumuman pemenang kategori ini disampaikan melalui Instagram, @dvillage_its pada Kamis (4/11/2021). Humas UNS

Reporter: Rangga P. A.
Editor: Dwi Hastuti