UNS Selenggarakan International Virtual Pencak Silat Championship, Peserta Berasal dari Tujuh Negara

UNS Selenggarakan International Virtual Pencak Silat Championship, Peserta Berasal dari Tujuh Negara

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengadakan International Virtual Pencak Silat Championship. Usai mendulang kesuksesan pada acara serupa tahun lalu, tahun ini UNS kembali menggelar kompetisi pencak silat tingkat internasional.

International Virtual Pencak Silat Championship II merupakan salah satu rangkaian dari Dies Natalis ke-46 UNS. Kompetisi ini dibuka secara internasional bagi perwakilan universitas atau tim nasional dari berbagai negara.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho membuka langsung acara yang berlangsung pada 24—26 Juni 2022 ini. Beliau menjelaskan bahwa kompetisi internasional ini diadakan guna mengupayakan salah satu warisan budaya takbenda Indonesia supaya dikenal lebih banyak negara. Terlebih lagi saat ini pencak silat sudah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

“Sepantasnya kita bangga dan terus berupaya agar pencak silat digemari oleh generasi-generasi muda karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri,” ujar Prof. Jamal.

UNS Selenggarakan International Virtual Pencak Silat Championship, Peserta Berasal dari Tujuh Negara

Kejuaraan ini mempertandingkan tiga kategori yakni tunggal, ganda, dan regu. Tahun ini International Virtual Pencak Silat Championship diikuti oleh peserta yang berasal dari tujuh negara. Ada 19 kontingen yang bersaing dalam kejuaraan ini yang terdiri atas 11 kontingen dari Indonesia dan 8 kontingen dari luar negeri. Total peserta mencapai 95 orang.

Kejuaraan masih dilaksanakan secara virtual mengingat pandemi di Indonesia belum usai. Beberapa kasus positif kembali bermunculan. Karena itu proses penjurian dilakukan secara virtual. Kendati demikian, hal itu tidak mengurani objektivitas juri.

Prof. Jamal berharap kejuaraan ini bisa menjadi ajang menemukan bibit unggul pencak silat. Selain itu, diharapkan pencak silat juga lebih disukai para generasi muda.

“Melalui pertandingan ini, kami berharap muncul bibit-bibit muda yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah

Editor: Dwi Hastuti