PPKwu LPPM UNS Adakan FGD Progam Desa Wisata Batik di Pilang Sragen

PPKwu LPPM UNS Adakan FGD Progam Desa Wisata Batik di Pilang Sragen

UNS — Tim Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Program Desa Wisata Batik di Pilang Sragen. Topik yang didiskusikan dalam FGD tersebut mengenai blueprint pelayanan pariwisata dan kewirausahaan berbasis masyarakat. Kegiatan FGD dilaksanakan secara luring bertempat di Balai Desa Pilang, Kamis (14/7/2022).

Ketua Penelitian sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan  Politik (FISIP) UNS, Dr. Lv Ratna Devi Sakuntalawati, M.Si., mengatakan bahwa Tim PPKwu LPPM UNS akan meneliti Desa Wisata Pilang dengan judul penelitian Kewirausahaan Berbasis Masyarakat pada Perintisan Desa Wisata Batik Pilang, Desa Pilang, Kabupaten Sragen.

“Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pilang Berdikari belum memiliki service blueprint. Padahal service blueprint sangat diperlukan sebagai upaya untuk menggambarkan desain layanan secara menyeluruh di desa wisata. Maka dari itu, BUMDes Pilang Berdikari perlu membuat service blueprint sebagai evaluasi alur layanan maupun penanganan karakter layanan yang dianggap rawan gagal,” terang Dr. Ratna.

Dr. Ratna menambahkan tujuan BUMDes telah ditentukan dalam Peraturan Desa Pilang Nomor 1 Tahun 2017. Tujuan ini memiliki kesamaan pada sebagian unsur pembentuk kewirausahaan berbasis masyarakat. Namun, dari segi pengelolaannya masih berbasis individu, dalam artian dikelola lembaga saja.

“Padahal kami melihat tata kelola yang dilakukan BUMDes seharusnya melibatkan masyarakat. Oleh sebab itu hal ini perlu diteliti, bagaimana keberjalanan kewirausahaan berbasis masyarakat di BUMDes Desa Pilang,” ujar Dr. Ratna.

Dr. Ratna menjelaskan kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberjalanan kewirausahaan berbasis kemasyarakatan di BUMDes desa Pilang. Dengan luaran yang ditargetkan adalah perbaikan tata kelola berdasarkan kewirausahaan berbasis individu menuju kewirausahaan berbasis masyarakat dengan mengacu pada hasil penelitian tentang keberjalanan kewirausahaan berbasis masyarakat saat ini.

Selanjutnya Anggota Penelitian pertama sekaligus Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Susantiningrum, S.Pd.,S.E., M.A.B menjelaskan bahwasanya Program Desa Wisata sebagai upaya pengembangan ekonomi kawasan yang bertolak dari potensi ekonomi, industri rakyat, dan seni budaya setempat yang dikemas dalam kegiatan pariwisata. Dengan kata lain, desa wisata adalah salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Sementara Anggota Penelitian kedua sekaligus Dosen FKIP UNS, Nur Rahmi Akbarini, S.Pd., M.Pd., memaparkan bahwa Desa Wisata Pilang lebih mengunggulkan pada potensi industri batik yang sudah ada sebelum menjadi desa wisata. Peluang ini pun yang juga telah ditangkap oleh BUMDes Berdikari yang pada tahun 2020 merencanakan pengembangan desa menjadi desa wisata batik.

“PPKwu LPPM UNS bersama BUMDes Pilang Berdikari telah mempersiapkan perencanaan pendirian Desa Wisata Batik Pilang sejak 2021. Salah satu usaha yang sudah terealisasi dalam perencanaan pendirian Desa Wisata Batik Pilang adalah tersusunnya strategi pemasaran Business Model Canvas (BMC),” lanjut Nur Rahmi Akbarini, M.Pd.

Kemudian Anggota Penelitian ketiga sekaligus Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn., menerangkan bahwa Program Desa Wisata Batik Pilang ini akan berfokus pada wisata edukasi yang merupakan salah satu usaha dari BUMDes Pilang Berdikari.

Adapun Ketua BUMDes Pilang Berdikari, Sutomo turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PPKwu LPPM UNS atas Program Desa Wisata Batik di Pilang ini.

“Terima kasih telah datang ke sini untuk membantu mendukung desa kami terkait pengembangan desa wisata,” tutup Sutomo. Humas UNS

Reporter:  Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti