Prodi D-3 Teknik Informatika SV UNS Ikuti InaRI Expo 2022

Prodi D-3 Teknik Informatika SV UNS Ikuti InaRI Expo 2022

UNS — Program Studi (Prodi) D-3 Teknik Informatika (TI) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta turut ambil bagian dalam Indonesia Research and Innovation (InaRI) Expo 2022. Acara yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini diadakan di Gedung ICC, Cibinong Science Center, Jawa Barat pada 27—30 Oktober lalu.

InaRI Expo merupakan ruang ekspresi apresiasi bagi para periset, inovator, dan inventor yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat dan negara. InaRI Expo 2022 mengusung tema “Digital, Blue, & Green Economy: Riset dan Inovasi untuk Kedaulatan Pangan dan Energi”. Melalui tema ini, BRIN ingin mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi guna mewujudkan ekonomi yang berbasis digital, berwawasan lingkungan, dan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

Prodi D-3 Teknik Informatika SV UNS Ikuti InaRI Expo 2022

UNS yang diwakili oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS didukung beberapa peneliti. “Salah satunya adalah Tim VR dari D3 Teknik Informatika (TI) Sekolah Vokasi. Dalam acara empat hari tersebut, tim D-3 TI menampilkan produk-produk VR terbaru seperti ViRa – Virtual Reality untuk Game Panahan, VR Edukasi dan Game Penanganan Bencana Banjir, Game Math Kabur, dan VR untuk edukasi Pemadam Kebakaran,” terang Dosen D-3 TI SV UNS, Fendi Aji Purnomo, S.Si., M.Eng.

Prodi D-3 Teknik Informatika SV UNS Ikuti InaRI Expo 2022

InaRI Expo 2022 diiikuti sebanyak 239 peserta. Para peserta pameran terdiri atas perwakilan BUMN, perwakilan BUMD, Asean-India Startup Festival, perwakilan Negara G20, perusahaan swasta nasional, perguruan tinggi (PT), startup binaan BRIN, dan sekolah-sekolah peserta National Young Inventors Award (NYIA).

Prodi D-3 Teknik Informatika SV UNS Ikuti InaRI Expo 2022

Ruang pameran UNS cukup didatangi oleh banyak orang. Beberapa di antaranya tertarik dengan berbagai VR yang telah dikembangkan oleh tim D-3 TI. Para tamu dari luar negeri juga menyinggahi ruang pameran UNS dan berdiskusi lebih lanjut mengenai produk-produk yang dipamerkan. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Redaktur: Dwi Hastuti

Prodi S-1 Pendidikan Biologi UNS Gelar Pendidikan Konservasi untuk Sekolah di Kawasan Ekologi Khusus SMAN 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan

Prodi S-1 Pendidikan Biologi UNS Gelar Pendidikan Konservasi untuk Sekolah di Kawasan Ekologi Khusus SMAN 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan

UNS — Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan masih menyisakan ekosistem hutan alami yang dikelola dalam format Kawasan Ekologi khusus (KEK) atau yang biasa disebut dengan National Nature Heritage. Sebagai kawasan nonkonservasi, kawasan tersebut sangat rentan terhadap kerusakan hutan jika kesadaran masyarakat pemangku hutan terbilang rendah. Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan konservasi kelompok, peneliti di bidang biosystematics and ecological system studies yang berasal dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa implementasi pendidikan konservasi untuk sekolah di kawasan ekologi khusus yaitu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung dari bulan April 2022 dan berakhir pada Minggu (30/10/2022).

Kegiatan pengabdian ini didanai oleh skim hibah Program Penguatan Grup Riset dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS. Kegiatan pengabdian berupa implementasi desain pembelajaran kreatif yang melibatkan elemen manajemen sekolah, guru, dan siswa di SMAN 1 Petungkriyono.

Adapun, kegiatan yang dilaksanakan meliputi perencanaan bersama antara manajemen sekolah dengan guru untuk mengembangkan model pembelajaran dengan tujuan spesifik konservasi, pengembangan model, media pembelajaran kreatif dengan tujuan peningkatan kesadaran konservasi, dan implementasi pembelajaran di kelas. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan secara luring tersebut memberikan manfaat kepada manajemen sekolah dan guru terkait dengan beberapa model dan media pembelajaran kreatif.

Prodi S-1 Pendidikan Biologi UNS Gelar Pendidikan Konservasi untuk Sekolah di Kawasan Ekologi Khusus SMAN 1 Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan

Kegiatan pengabdian juga bermanfaat mendifusikan materi konservasi untuk menginisiasi kesadaran konservasi pada siswa SMA selaku generasi pemangku hutan selanjutnya. Puguh Karyanto, Ph.D., sebagai salah satu Dosen Prodi Pendidikan Biologi menjelaskan bahwa indikator capaian pembelajaran yang ditetapkan dapat menginisiasi kesadaran awal konservasi.

“Indikator capaian pembelajaran yang ditetapkan dapat menginisiasi kesadaran awal konservasi yang ditunjukkan dengan kesiapan perubahan perilaku setelah pembelajaran. Kesiapan berperilaku konservasi yang positif tersebut ditunjukkan melalui pengukuran kesiapan berperilaku konservasi atau intention to behave aligned with conservation yang diukur dengan skala NEP yang dikembangkan oleh Dunlap,” terang Puguh.

Menurut Puguh, kegiatan berjalan dengan sangat baik dengan tingkat antusias manajemen sekolah, guru, dan siswa yang tinggi. Kebermanfaatan berkelanjutan berupa media pembelajaran berbasis smart application creator untuk sekolah disediakan serta dapat diakses setiap waktu melalui tautan yang telah dibuat pada https://tsknuri.000webhostapp.com/story_html5.html. Humas UNS

Reporter : Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur : Dwi Hastuti

UNS Sukses Selenggarakan Youth International Conference for Global Health 2022

UNS Sukses Selenggarakan Youth International Conference for Global Health 2022

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menyelenggarakan konferensi internasional yang bertajuk ‘Youth International Conference For Global Health 2022’, pada Sabtu (17/9/2022). Konferensi internasional tersebut merupakan hasil kerja sama Pusat Studi Demokrasi dan Ketahanan Nasional (Pusdemtanas) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNS dengan Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNS.

Tajuk utama yang diangkat serta menjadi tema besar pembahasan pada konferensi ini yaitu ‘Strengthening a Comprehensive Global Health Architecture To Realize World Collaboration in Facing A Pandemic’.  Adapun tajuk tersebut dikupas dengan sangat lengkap oleh Dr. Sergio Da Lobo, WHO Consultant from Timor Leste sebagai keynote speaker, serta tiga narasumber yaitu dr. Tonang Dwi Aryanto, Ph.D., Viddy Firmandiaz, dan Dr. Sunny Ummul Firdaus. Keberjalanan konferensi dan diskusi ini menjadi sangat interaktif yang dipimpin oleh Rachma Indriyani, LL.M., Ph.D. sebagai moderator.

Konferensi ini diikuti oleh Mahasiswa Internasional UNS meliputi Timor Leste, Egypt, Bangladest, Sudan, Nigeria, Suriname, Chad, Algeria, Izwanda, Yaman, Turkmenistan, Uganda, Suriah dan mahasiswa S-1 UNS serta mahasiswa umum universitas di Indonesia. Kegiatan ini diawali dengan adanya laporan ketua pelaksana yang disampaikan oleh R Prihandjojo Andri Putranto, dr., M.Si. Dilanjutkan dengan adanya opening remark yang disampaikan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. dan Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus. M.S. yang sekaligus membuka konferensi tersebut secara resmi.

UNS Sukses Selenggarakan Youth International Conference for Global Health 2022

Setelah penyampaian opening remarks, dilanjutkan dengan adanya keynote speaker yang disampaikan oleh Dr. Sergio Da Lobo, dimana beliau menjelaskan mengenai adanya kondisi Covid-19 selama dua sampai tiga tahun ini yang mengejutkan dunia terkhusus dengan adanya dampak sosial ekonomi dan dampak kesehatan yang besar.

“Sehingga dengan adanya pengalaman usaha pencegahan dan penanganan yang besar pada penyebaran Covid-19 menjadikan adanya pembelajaran untuk menciptakan adanya konstruksi global penanganan pandemi mulai dari kebijakan pemerintah, sistem penanganan kesehatan yang sesuai, kerja sama antar masyarakat maupun antar negara serta adanya kebijakan pada sistem ekonomi finansial,” ujar Dr. Sergio Da Lobo.

Pemaparan materi inipun disambung dengan materi bertopik mengenai “Learning from the Past for Possible Next Pandemi” yang disampaikan oleh dr. Tonang Dwi Ardyanto, Ph.D. Adapun materi tersebut memberikan penjelasan mengenai sejarah penyebaran pandemi di dunia, perkembangan kasus pandemi Covid-19, pembelajaran selama pandemi Covid-19, serta menjelaskan langkah apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi kemungkinan munculnya pandemi selanjutnya.

Selanjutnya dengan adanya pembelajaran mengenai permasalahan hukum yang terjadi selama penyebaran Covid-19 pada masyarakat Indonesia, menjadi dasar Dr. Sunny Ummul Firdaus memberikan pemaparan materi mengenai roadmap hukum pelaksanaan vaksinasi wabah penyakit yang mencakup penyelesaian dan rekomendasi atas lima permasalahan yang terjadi. Diantaranya yaitu mengenai payung hukum penelitian pengembangan vaksin, penolakan vaksin oleh masyarakat, pengelolaan dan distribusi vaksin Covid-19, jaminan kualitas vaksin, dan target vaksinasi Covid-19.

UNS Sukses Selenggarakan Youth International Conference for Global Health 2022

“Adapun konsep ideal yang dapat diterapkan guna mengatasi hal tersebut yaitu melakukan pembenahan substansi hukum, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, membuat strategi komunikasi dan targeting masyarakat, melakukan evaluasi permasalahan hukum, membuat payung hukum penjaminan uji klinis vaksin dan koordinasi dengan stakeholder terkait,” terang Dr. Sunny.

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi internasional yang dilaksanakan ini akan memberikan nilai kebaruan dalam bidang edukasi, inovasi kesehatan yang lebih baik, dan memberikan kontribusi positif pada lingkungan kehidupan masyarakat guna menghadapi pandemi selanjutnya.

“Hal tersebut dapat dilihat dari adanya berbagai ide dan inovasi yang dituangkan oleh partisipan konferensi melalui paper ilmiah yang dibuat berdasarkan masing-masing sub tema. Adapun paper ilmiah yang sudah dipresentasikan ini nantinya juga akan dipublikasi pada proceeding terindeks Atlantis Press,” tutur Prof. Jamal.

Dengan adanya kegiatan konferensi ini, dr. Andri Putranto selaku ketua pelaksana berharap kegiatan ini dapat memberikan sumbangsih keilmuan yang besar. Khususnya guna mempersiapkan upaya pencegahan maupun penanganan di berbagai sektor kehidupan yang akan terdampak oleh adanya perkembangan pandemi.

UNS Sukses Selenggarakan Youth International Conference for Global Health 2022

“Dengan adanya ide dan inovasi yang disampaikan pada konferensi ini tentu akan menjadi novelty dan rekomendasi tersendiri bagi Indonesia dan negara lain untuk mempersiapkan kebijakan dan upaya penguatan pada bidang kesehatan global serta dapat mendorong adanya upaya kerja sama internasional. Dan kesuksesan konferensi ini tak lepas dari dukungan dan support dari BPD Bank Jateng,” pungkas dr. Andri. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Redaktur: Dwi Hastuti

Kenalkan Musik Keroncong Kepada Generasi Muda, UNS Gelar Festival Keroncong Milenial

Kenalkan Musik Keroncong Kepada Generasi Muda, UNS Gelar Festival Keroncong Milenial

UNS — Pusat Studi Demokrasi dan Ketahanan Nasional (Pusdemtanas) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Biro Akademik dan Kemahasiswaan UNS menggelar acara UNS Festival Keroncong Milenial 2022. Acara tersebut digelar di Ballroom Indraprastha UNS Inn, Jumat (9/9/2022) malam dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Universitas Sebelas Maret.

Hadir dalam acara tersebut Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho beserta jajaran Wakil Rektor UNS, perwakilan dari Senat Akademik UNS, dekan, dosen, perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) UNS, serta turut diramaikan dengan kehadiran mahasiswa UNS dari perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Fakultas dan Mahasiswa Umum.

Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho menyampaikan apresiasinya kepada penyelenggara atas digelarnya UNS Festival Keroncong Milenial 2022. “Ini merupakan salah satu bentuk realisasi visi UNS untuk jadi universitas berbudaya. Keroncong merupakan budaya asli kita yang digandrungi oleh generasi yang sudah agak sepuh. Sekarang ini, marilah kita gaungkan bersama bahwa keroncong juga bisa dimiliki dan disukai adik-adik mahasiswa yang sangat milenial ini,” lanjut Prof. Jamal. 

Sedangkan Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Sunny Ummul Firdaus menyampaikan bahwa keroncong dipilih karena ingin mencoba mewujudkan ketahanan nasional yang dimulai dari UNS, terkhusus para mahasiswa sebagai pilarnya. “Keroncong bukan hanya milik orang tua tapi juga milik kaum milenial, keroncong milik kita bersama,” tutur Dr. Sunny.

Kenalkan Musik Keroncong Kepada Generasi Muda, UNS Gelar Festival Keroncong Milenial

Dr. Sunny menambahkan bahwa UNS Festival Keroncong Milenial ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan jenis musik khas Indonesia kepada kawula muda khususnya mahasiswa UNS. Dimana dengan adanya perkembangan zaman tentu mendorong adanya pengembangan instrument dan aransemen pada lagu terbaru dengan melakukan aransemen keroncong. Dengan adanya hal ini harapannya kawula muda dapat mengenal musik keroncong melalui lagu kontemporer atau lagu yang sedang trend saat ini. Tak ketinggalan, jajaran pimpinan dan mahasiswa UNS pun turut berpartisipasi untuk menyanyikan lagu modern dengan aransemen keroncong. Salah satunya yaitu adanya lagu Bengawan Solo, lagu legendaris dan lekat unsurnya dengan Kota Surakarta yang dilantunkan oleh Rektor UNS.

Selain adanya parade lantunan keroncong, dalam acara ini juga terdapat acara pemberian penghargaan dan beasiswa. Pemberian penghargaan yang dimaksud yaitu adanya penghargaan 77 Karya Mahasiswa UNS yang terdiri atas 7 Karya Individu Mahasiswa UNS dan 7 Karya Tim Mahasiswa UNS. Adapun karya tersebut terdiri atas Karya Pengabdian Masyarakat, Panel Arsitektur Agrowisata, Literature Review, Poster, Paduan Suara, Atlet Keolahragaan, Pelestarian Budaya, dan Gerakan Peduli Kucing Kampus. Selain itu dalam acara ini juga terdapat adanya pemberian beasiswa kepada mahasiswa terpilih oleh Yayasan Ikatan Alumni UNS dan BPD Bank Jateng.

Kenalkan Musik Keroncong Kepada Generasi Muda, UNS Gelar Festival Keroncong Milenial

Dr. Sunny menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan pihak yang terlibat menyukseskan perhelatan tersebut. Tak lupa Dr. Sunny juga menyampaikan apresiasi tertinggi kepada pemusik dan mahasiswa yang berpartisipasi melestarikan jenis musik keroncong sebagai musik yang erat kaitannya dengan budaya Jawa agar nantinya dapat bersama-sama menjaga dan melestarikan guna keberlangsung budaya asli Indonesia kedepannya. Humas UNS

Reporter: Adisti Daniella
Redaktur: Dwi Hastuti

PPKwu UNS Terapkan Service Bluprint Desa Wisata Batik di Desa Pilang, Sragen

PPKwu UNS Terapkan Service Bluprint Desa Wisata Batik di Desa Pilang, Sragen

UNS — Tim Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan topik service blueprint. Kegiatan ini  diadakan pada Senin, (5/9/2022) bertempat di Ruang Rapat Desa Pilang, Sragen. Sementara kegiatan FGD ini turut dihadiri oleh perangkat desa, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan tokoh masyarakat Desa Pilang.

Acara dibuka secara resmi oleh Susantiningrum, S.Pd., S.E., M.A.B. selaku ketua Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS. Adapun pelaksanaan FGD dipimpin oleh Ketua Penelitian sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UNS, Dr. Lv Ratna Devi Sakuntalawati, M.Si. Dr. Ratna menjelaskan bahwa service blueprint merupakan penggambaran desain layanan secara menyeluruh di desa wisata.

“Selama ini Desa Pilang banyak dikunjungi oleh kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum. Akan tetapi, kunjungan wisata di Desa Pilang, belum pernah dilakukan evaluasi alur layanan maupun penanganan karakter layanan yang dianggap rawan gagal. Padahal perluasan segment untuk magang dan pelatihan sedang dalam perencanaan. Pembuatan skema service blueprint menjadi inovasi yang menjawab permasalahan dalam pelayanan wisata,” ujar Dr. Ratna.

Kemudian Anggota Penelitian pertama sekaligus Ketua PPKwu LPPM UNS dan Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Susantiningrum, S.Pd., S.E., M.A.B. menyampaikan bahwasanya selama FGD penyampaian materi diawali dari penjelasan pada setiap bagian-bagian dalam alur service blueprint yang terdiri dari bukti fisik, tindakan pelanggan, pengelola tempat wisata (administrator dan instruktur), aktivitas pemilik rumah produksi, dan proses dukungan.

“Pada setiap bagian-bagian ini turut dijabarkan pula rentetan aktivitas yang dilakukan antara pelanggan dengan penyedia jasa wisata serta sarana yang diperlukan dalam menunjang aktivitas wisata,” ungkap Susantiningrum, S.Pd., S.E., M.A.B.

Sementara Anggota Penelitian kedua sekaligus Dosen FKIP UNS, Nur Rahmi Akbarini, S.Pd., M.Pd. turut senang karena kegiatan FGD berjalan atraktif, konstruktif, dan komunikatif.

Kemudian Anggota penelitian ketiga sekaligus Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS, Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn., menerangkan bahwa hasil akhir dari pelaksanaan FGD ini didapati bahwa diperlukan adanya pembagian skema service blueprint berdasar segment yang dituju.

“Hal ini dikarenakan pada setiap segment mendapati perlakuan serta kebutuhan yang berbeda, sehingga alur pelayanan perlu dipisahkan. Pembuatan skema service blueprint akan dijadikan acuan oleh penyelenggara jasa wisata di Desa Pilang dalam melayani pengunjung yang akan berwisata,” tutur Dyah Yuni Kurniawati, S.Sn., M.Sn.

Adapun Ketua BUMDes Pilang Berdikari, Sutomo juga memaparkan materi tentang permasalahan pelayanan wisata. Sebagaimana yang diungkapkannya, permasalahan yang dihadapi adalah tidak terstrukturnya pembagian peran antar penyedia jasa wisata, yaitu pemilik rumah produksi, UMKM, dan BUMDes.

“Pada skema alur pelayanan juga turut dijelaskan hal-hal yang dapat dikategorikan sebagai titik rawan gagal, yaitu aktivitas dalam kegiatan wisata yang berpotensi tidak dapat dilakukan, dimana pelaksanaannya menyesuaikan kondisi dan situasi di lapangan. Adapun hasil identifikasi titik rawan gagal yang didapatkan dari hasil FGD antara lain penjemuran kain hasil pewarnaan, pembelian souvenir di booth pendhapa, makan siang, dan perjamuan akhir dengan closing drink diikuti penyampaian kesan dan pesan sebelum meninggalkan Desa Pilang,” tutup Sutomo. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti