Viral di Tiktok, Aksi Bersih-Bersih Sampah oleh Mahasiswa UNS Tuai Pujian Warganet

Viral di Tiktok, Aksi Bersih-Bersih Sampah oleh Mahasiswa UNS Tuai Pujian Warganet

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam beasiswa Rumah Kepemimpinan (RK) Solo mengadakan kegiatan bersih-bersih bertajuk “Resik-Resik Solo” (RRS) di daerah Pasar Gede. Aksi bersih-bersih ini berhasil mendapatkan likes sebanyak 12,4 ribu dengan views 95,2 ribu, dan menuai komentar sebanyak 619 pada akun tiktok @khanifirsyad.

Adapun, mahasiswa UNS yang terlibat adalah Ahmad Saifudin (Bimbingan Konseling angkatan 2021), Andika Satria Yoga Suharno (Pendidikan Sejarah angkatan 2020), Arzaq Fikrian Zahrawan (Kedokteran angkatan 2020), Daffa Hilmi Fauzan (Teknik Sipil angkatan 2020), Fuad Isnaini (Pendidikan Fisika angkatan 2020), Luthfi Hakim Kurniawan (Kedokteran angkatan 2021), Muhammad Faiz Rahmadany (Kedokteran angkatan 2020), Muhammad Faris Atstsauri (Matematika angkatan 2020), Muhammad Ghinan Afkar (Sastra Arab angkatan 2020), dan Khanif Irsyad Fahmi (Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian angkatan 2018).

Daffa selaku Presiden Asrama RK menjelaskan bahwa mereka menggunakan media plastik sampah untuk memungut sampah-sampah yang berserakan di daerah Pasar Gede.

“Kita cuman nyediakan trash bag sama sarung tangan plastik seadanya. Terus, kita bagi beberapa tim untuk disebar. Di tim itu ada yang megangin trash bag-nya, ada yang ngambilin sampahnya untuk dimasukkan ke trash bag. Untuk pembagiannya, kemarin hanya di daerah sekitar tugu Pasar Gede, ada yang ke arah Pasar Gede sama ada yang di jalan-jalan sekitar tugu sampai jembatan,” terang Daffa, Jumat (3/2/2023).

Kegiatan yang terlaksana pada Jumat (27/1/2023) ini berlangsung pada pukul 22.30 WIB hingga 23.30 WIB. Daffa menjelaskan bahwa aksi bermula ketika tim RK UNS melihat banyaknya sampah berserakan saat perayaan Imlek di Pasar Gede.

“Jadi, ide kegiatan ini bermula ketika beberapa waktu sebelumnya kami main ke tempat perayaan Imlek tersebut. Kami melihat masih banyak sampah yang berserakan. Sangat disayangkan melihat acara yang meriah, tetapi di sisi lain sampahnya nggak kalah meriah. Ketika kami membahas soal hal tersebut, ada salah satu teman yang mengusulkan ide untuk melakukan aksi bersih-bersih pada tempat tersebut,” kata Daffa.

Tidak hanya menuai pujian warganet, aksi ini juga mendapatkan apresiasi dari panitia Grebeg Sudiro.

Alhamdulillah, kemarin Mas Khanif selaku supervisor kami dan juga pemilik akun Tiktok yang viral, sempat di-chat oleh perwakilan panitia Grebeg Sudiro yang mengucapkan terima kasih karena telah membantu membersihkan Pasar Gede. Beliau juga mendoakan semoga Allah membalas kebaikan kami,” kata Daffa.

Mewakili teman-temannya, Daffa berharap agar kegiatan ini dapat merangsang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sendiri.

“Harapan kami, semoga langkah kecil kami ini bisa merangsang kepedulian masyarakat luas terhadap lingkungannya sendiri. Selain itu kami juga berharap semoga kegiatan semacam ini bisa semakin marak dilakukan oleh siapa saja. Kami juga berharap dengan adanya kegiatan semacam ini jangan sampai malah menciptakan pola pikir yang semakin membenarkan membuang sampah sembarangan hanya karena ada segelintir orang yang secara sukarela membersihkan sampahnya,” harap Daffa. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

LPM Novum FH UNS Gelar Webinar Bahas Dekadensi Regulasi Perlindungan Anak

LPM Novum FH UNS Gelar Webinar Bahas Dekadensi Regulasi Perlindungan Anak

UNSLembaga Pers Mahasiswa (LPM) Novum Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar webinar Dialektika Eksternal. Dengan mengusung tema Dekadensi Regulasi Perlindungan Anak: Pelaku atau Korban yang Dilindungi, acara ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung via YouTube LPM Novum FH UNS pada Minggu (29/1/2023).

Dalam sambutannya, Dekan FH UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M., mengatakan bahwa topik ini sangat penting. Karena majunya sebuah bangsa adalah berdasarkan generasi penerus. Oleh karenanya perlindungan anak, regulasi mengenai anak sangat penting untuk pengawalan perlindungan anak itu sendiri.

“Anak adalah aset bangsa yang harus dilindungi. Anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Anak-anak kita jaga agar para generasi penerus ini dapat hidup dan tumbuh berkembang di dunia yang sesuai. Jangan sampai lagi didapati anak-anak yang menjadi korban atau pelaku perundungan,” ujar Prof. Ayu.

Prof. Ayu pun berharap webinar ini dapat memberikan pencerahan ilmu baru yang bermanfaat untuk semua.

“Mudah-mudahan seusai webinar ini dapat membawa manfaat juga bagi kemajuan perlindungan anak, dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu hukum, dan dapat mewujudkan hak-hak anak di Indonesia,” lanjut Prof. Ayu.

Dalam webinar tersebut, menghadirkan tiga pembicara. Pembicara pertama yakni Itsnainingrum Sekar Wijaya selaku Fasilitator Forum Anak Surakarta.  Itsnainingrum memaparkan materi tentang Perkembangan Kasus Pelanggaran Perlindungan Terhadap Anak.

“Hak dasar anak meliputi hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. Sementara peran yang dilakukan oleh Forum Anak dalam memberikan perlindungan berupa pendampingan sebaya serta pelopor dan pelapor,” ungkap Itsnainingrum.

Kemudian pembicara kedua oleh Dosen FH UNS, Subekti, S.H.,M.H. yang menyampaikan materi mengenai Regulasi Perlindungan Hukum Terhadap Anak.

“Sejatinya pemenuhan hak anak dan perlindungan anak adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama. Tanggung jawab orang tua, tanggung jawab pemerintah, tanggung jawab pendidik, tanggung jawab sekolah, serta tanggung jawab masyarakat,” papar Subekti, M.H.

Serta pembicara terakhir dari Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Subkomisi Pengaduan, Dian Sasmita yang juga alumnus UNS. Dian memberikan materi mengenai Sistem Perlindungan Anak dalam SPPA. Dian mengatakan bahwa makna perlindungan anak yakni melindungi anak dari segala ancaman kekerasan, penelantaran, eksploitasi dan perlakukan salah lainnnya. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Redaktur: Dwi Hastuti

Tergabung dalam Dhaharan.id, Mahasiswa UNS Gelar Bakti Sosial di Dua Tempat

Tergabung dalam Dhaharan.id, Mahasiswa UNS Gelar Bakti Sosial di Dua Tempat

UNS — Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar bakti sosial di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muqtasidhah Sragen dan Panti Asuhan Al Huda Sawit Boyolali pada Minggu (22/1/2023). Kegiatan ini melibatkan tim Dhaharan.id dan Pasukan Pasukan Badar Masjid Kotak Siti Aisyah Surakarta.

Pada bakti sosial ini, terdapat kegiatan belajar bersama membuat klepon ketela ungu, makan bersama, santunan, serta doa bersama menjelang bulan Rajab yang dipimpin oleh Ustaz Miftah selaku pengurus pondok.

Adapun, yang terlibat dalam acara ini adalah Noval Abdurrozaq (S-2 Kajian Budaya UNS), Tasya Ayu Oktayana (S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNS), Iin Muthmainnah (S-1 Agribisnis UNS), Akbar Esa (Alumnus D-3 Agribisnis UNS), Taufiq Malik (Alumnus D-3 Agribisnis UNS), Lia Warohmah (FH UNS), Riza (Alumnus Bimbingan Konseling UNS), dan Abyan Syauqi (Alumnus Ilmu Komunikasi UNS). Mereka tergabung dalam Dhaharan.id.

Tasya menjelaskan bahwa bakti sosial ini merupakan acara bulanan dari komunitas Dhaharan.id besutan mahasiswa UNS.

“Ini acara bulanan Dhaharan.id, sebuah komunitas yang concern di bidang sosial kemanusiaan. Jadi, setiap bulan acaranya berbeda dan sasarannya berbeda. Kadang di pondok, di panti asuhan, di panti lansia, di jalan menyasar pekerja jalanan, dan lain-lain,” terang Tasya kepada tim uns.ac.id, Selasa (31/1/2023).

Lebih lanjut, Tasya menjelaskan bahwa mereka tertarik mengadakan acara ini karena Ingin mengenalkan kepada anak-anak tentang makanan tradisional seperti klepon ketela ungu yang cara pembuatannya cukup mudah serta memiliki kandungan gizi yang cukup. Mewakili teman-temannya, Tasya berharap agar acara ini dapat menginspirasi anak-anak pondok dalam merintis usaha.

“Harapan kami, ini juga dapat menginspirasi anak-anak pondok yang ingin membangun usaha atau bisnis bisa dengan memulai dari hal-hal yang simpel yang ada di dekat kita. Selain itu, kami juga ingin menyapa dan memohon doa dari anak-anak yang sedang belajar Alquran di ponpes atau di panti asuhan yang insyaallah doanya mudah diijabah agar para teman baik Dhaharan dan donatur Masjid Siti Aisyah diberkahi hidupnya, lancar rezekinya, mudah dalam mencapai segala cita-citanya,” harap Tasya. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

Mahasiswa UNS Raih Medali Perak dalam Genius Madrasah Olympiad 2023

Mahasiswa UNS Raih Medali Perak dalam Genius Madrasah Olympiad 2023

UNS — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Ia adalah Rizki Wahyu Perdana yang berhasil meraih medali perak dalam Genius Madrasah Olympiad 2023 yang diselenggarakan oleh Pusat Olimpiade Sains Indonesia pada Sabtu (21/1/2023).

Lomba ini diselenggarakan secara daring dan Rizki mengaku bersyukur atas pencapaian yang ia dapatkan.

Alhamdulillah, diberikan rasa syukur ketika memenangkan lomba, tapi perlu ditingkatkan lagi, merasa senang bisa mendapatkan prestasi yang diraih, dan belum puas serta akan berusaha meningkatkan capaian prestasi yang lebih baik ke depan. Lomba olimpiade diselenggarakan daring menggunakan sarana telepon seluler atau smartphone atau menggunakan laptop atau PC yang terhubung ke internet, dan hanya bisa dilakukan pada satu perangkat saja,” jelasnya pada Kamis (26/1/2023).

Lebih lanjut, Rizki menjelaskan bahwa lomba ini adalah kompetisi yang pertama kali ia ikuti di tahun 2023. Ia ingin meningkatkan kemampuan dalam menguasai sains dan teknologi, terutama di bidang ekonomi. Pelaksanaan diselenggarakan secara daring melalui laman member.posi.id. Dalam lomba ini, untuk jenjang mahasiswa, dibagi menjadi enam mata pelajaran yakni Fisika Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, Geografi Terintegrasi, Matematika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, dan Biologi Terintegrasi. Pengerjaan soal per bidang membutuhkan waktu 90 menit yang diambil 35% dari jumlah peserta per bidang sebagai juaranya dengan rincian 5% peraih medali emas, 10% peraih medali perak, dan 20% peraih medali perunggu.

Rizki mengaku cukup gugup karena ia juga harus bersaing dengan para guru. “Kalau jatuh bangunnya sendiri, lebih kepada perasaan deg-degan karena tidak hanya bersaing dengan sesama mahasiswa tapi juga guru jenjang SMA/SMK dan sederajat. Kendalanya lebih kepada pengondisian waktu dan tempat, menyesuaikan waktu perlombaan, dan mencari tempat yang kondusif,” terangnya.

Di akhir wawancara, Rizki berharap agar mahasiswa lebih termotivasi untuk menghasilkan pencapaian.

“Harapannya adalah teman-teman mahasiswa bisa lebih termotivasi agar bisa menghasilkan capaian unggulan, baik prestasi akademik maupun nonakademik sesuai minat dan bakat yang dimiliki oleh masing-masing individu, serta maksimalkan potensi yang ada dengan wadah yang tepat yaitu berkompetisi dalam prestasi atau berkolaborasi dalam organisasi,” harapnya. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Redaktur: Dwi Hastuti

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Anggrasmanis, Karanganyar

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi FKIP UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Anggrasmanis, Karanganyar

UNS — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi (Himadiksan) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Anggrasmanis, Jenawi, Karanganyar. Kegiatan yang bertajuk “Mengabdi Desa Mitra” ini dilaksanakan setiap satu bulan sekali.

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan berupa kegiatan mengajar anak SD, permainan anak, kerajinan, dan lomba-lomba. Dikutip dari fkip.uns.ac.id, Kamis (26/1/2023) dijelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan kestabilan dan kesetaraan mutu pendidikan.

“Target yang diharapkan dari kegiatan tersebut yakni terciptanya kestabilan dan kesetaraan mutu pendidikan. Hal itu dikarenakan posisi geografis Desa Anggrasmanis yang jauh dari pusat kota dan minim sarana prasarana pendidikan sehingga menyebabkan ada perbedaan kualitas pendidikan. Melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan, harapannya kami dapat mengimplementasikan salah satu isi tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat melalui pengajaran dan pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa empati dan simpati pengurus Himadiksan terhadap masyarakat dan mempererat hubungan dengan masyarakat,” jelas terang Pengurus Himadiksan FKIP UNS, Hamdha.

Hamdha menyampaikan kesannya mengikuti kegiatan ini yakni sangat senang dan bahagia. “Kesan dari pengabdian desa mitra ini adalah senang karena kita bisa berbagi ilmu kepada anak-anak di desa dengan memberikan keceriaan kepada mereka. Kegiatan mengajar ini juga bertujuan agar mereka mengurangi penggunaan gadget dan lebih meningkatkan keterampilannya serta menambah pengalaman baru bagi anak-anak di desa Anggrasmanis,” lanjut Hamdha.

Di akhir wawancara, Hamdha turut mengutarakan harapan dari pelaksanaan pengabdian ini. “Harapannya pengabdian masyarakat di Desa Anggrasmanis ini tetap berjalan, khususnya dalam mengajar anak-anak di sana,” pungkasnya. HUMAS UNS