Mahasiswa Prodi PPKn UNS Raih Juara 1 Lomba Poster Festival Muslim Nusantara 2022

Mahasiswa Prodi PPKn UNS Raih Juara 1 Lomba Poster Festival Muslim Nusantara 2022

UNS — Prestasi di kancah nasional kembali diukirkan oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Baru saja, Muhammad Nasyrur Rohman dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) meraih Juara 1 Lomba Poster Tingkat Nasional.

Kompetisi tersebut bertajuk Festival Muslim Nusantara 2022 yang mengusung tema “Menggali Kreativitas Generasi Rabbani di Era Digital”. Lomba poster tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) IMMAN Institut Bisnis Nusantara pada 24 September 2022.

Melalui posternya yang berisi tentang strategi menjadi generasi rabbani di era distrupsi ini, mahasiswa semester tujuh tersebut mampu mengalahkan berbagai peserta dari perguruan tinggi di Indonesia.

“Poster saya berjudul Generasi Rabbani Berjiwa Qur’ani di Era Distrupsi. Ada enam cara menjadi generasi rabbani, yaitu Tu’allimunal Kitab; Tadrusun; Mawahanu dan Madh’ufu; Mastakanu; Muhasabah; dan Rajaullah. Pada masa sekarang, diperlukan pondasi yang kuat agar generasi muda memiliki tujuan ketuhanan dalam setiap aktivitas yang dilakukan dengan berlandaskan Al Qur’an, baik secara pegangan, pondasi maupun secara amaliah,” jelasnya saat diwawancarai uns.ac.id, Minggu (2/10/2022).

Ide pembuatan poster tersebut berasal dari kisah Muhammad Al Fatih saat penaklukan Konstantinopel. Nasyrur menambahkan bahwa Muhammad Al Fatih layak dinamakan rabbani karena Ia telah melakukan amalan yang mendekatkan dirinya kepada Ar-Rabb (Allah Swt).

“Muhammad Al Fatih memerintahkan semua pasukannya untuk berpuasa pada siang hari dan salat tahajud pada malam hari sebelum berperang untuk meminta kemenangan kepada Allah Swt. Beliau juga merupakan sosok yang menegakkan amar makruf nahi mungkar,” imbuhnya.

Ia berharap dapat terus mengembangkan ide dan kreativitas dalam perlombaan berikutnya sehingga dapat memberikan hasil maksimal. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Pengin Lanjut S-2 di Inggris? Coba Daftar Beasiswa Chevening!

Pengin Lanjut S-2 di Inggris? Coba Daftar Beasiswa Chevening!

UNS — Setelah merampungkan studi sarjana, ada banyak pilihan yang dapat dilakukan oleh seorang lulusan. Studi lanjut adalah salah satu pilihan tersebut. Beberapa lulusan memilih untuk melanjutkan studi mereka ke luar negeri di negara-negara dengan iklim pendidikan yang bagus, seperti Inggris.

Jika tertarik melanjutkan studi S-2 di Inggris, cobalah mendaftar beasiswa Chevening. Beasiswa yang bersifat pendanaan penuh ini diberikan oleh Foreign, Commonwealth, and Development Office (FCDO) pemerintah Inggris.

Beasiswa Chevening dapat diikuti oleh masyarakat Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana. Selain itu, Chevening juga mensyaratkan pendaftar agar memiliki pengalaman kerja selama dua tahun. Para pendaftar Chevening harus memastikan diri belum pernah mendapatkan beasiswa dari pemerintah Inggris sebelumnya.

Penerima beasiswa Chevening berhak memilih universitas mana yang akan dituju selama universitas tersebut masih berada pada teritorial Inggris. Chevening juga tidak membatasi jurusan studi lanjut. Untuk itu, penerima beasiswa dapat memilih secara bebas jurusan yang akan diambil untuk studi S-2.

Network and Alumni Officer Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Raras Wulandaru mengatakan bahwa universitas-universitas di Inggris memiliki keunggulan. Pertama, universitas di Inggris memiliki ranking yang tinggi dan reputasi yang bagus. Selain itu, program S-2 di Inggris hanya dilaksanakan selama satu tahun sehingga mahasiswa S-2 tidak perlu berlama-lama tinggal di Inggris.

“Masa studi S-2 di Inggris itu hanya satu tahun saja. Kalau di Indonesia atau negara lain itu satu setengah atau dua tahun. Kalau di UK memang hanya satu tahun atau lebih tepatnya lagi 9 bulan. Jadi untuk teman-teman yang mungkin nggak pengin terlalu lama sekolahnya dan ingin cepat-cepat berkontribusi dan berkarya untuk negara asal ya sebenarnya ini paling tepat. Satu tahun, dapat gelar, bisa kembali lagi ke negara asal untuk berkontribusi,” jelasnya saat memberikan pemaparan di Ruang Werkudara, Gedung Ki Padmasusastra Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada September lalu.

Beasiswa Chevening ini akan mendanai berbagai hal untuk keperluan studi lanjut S-2 di Inggris. Pertama, Chevening akan mendanai penuh biaya kuliah di universitas. Penerima beasiswa Chevening juga akan mendapatkan dana hidup selama di Inggris serta biaya penerbangan baik menuju atau dari Inggris ke Indonesia.

Selain itu, penerima beasiswa Chevening juga akan mendapatkan akses ke kegiatan-kegiatan eksklusif dan komunitas alumni Chevening. Penerima beasiswa juga mendapatkan kesempatan magang di perusahaan di Inggris untuk beberapa jurusan seperti jurusan Media dan Komunikasi yang dapat magang di BBC. Penerima beasiswa juga mendapatkan kesempatan melakukan kegiatan kesukarelawanan.

Jika tertarik mendaftar beasiswa Chevening, saat ini pendaftaran masih dibuka sampai 1 November mendatang. Jika lolos tahap administrasi, pendaftar akan melakukan wawancara pada awal Februari hingga April 2023. Pengumuman hasil wawancara dapat diakses pada Juni 2023. Pendaftar yang dinyatakan lolos seleksi dapat melanjutkan kuliah di Inggris mulai September 2023.

Chevening tidak mensyaratkan kualifikasi kemampuan bahasa Inggris secara khusus. Pendaftar juga tidak diminta untuk melampirkan surat penerimaan (Letter of Acceptance) dari perguruan tinggi tujuan saat kali pertama mendaftar. Persyaratan lebih lanjut dapat diakses melalui laman www.chevening.org. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Redaktur: Dwi Hastuti

Mahasiswa UNS Olah Logam Tanah Jarang Zirkon menjadi Baterai Lithium-Ion

Mahasiswa UNS Olah Logam Tanah Jarang Zirkon menjadi Baterai Lithium-Ion

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengolah logam tanah jarang (LTJ) zirkon menjadi baterai lithium-ion. Mereka adalah Putri Lestari, Rhiska Aria Berliani, dan Ridwan Assabila Al-Jannata dari program Studi (Prodi) S-1 Fisika serta Erlangga Aria Pratama dari Prodi S-1 Teknik Kimia dan Desy Vita Pratiwi dari Prodi S-1 Kimia. Mereka tergabung dalam Kelompok Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset-Eksakta (PKM-RE).

Ketua tim, Puji Lestari mengatakan bahwa mineral logam tanah jarang merupakan sumber daya yang jarang ditemui di Indonesia. Salah satu mineral yang mengandung logam tanah jarang yaitu zirkon, tetapi pemanfaatannya masih kurang maksimal dalam bidang elektronika dan energi hijau, seperti anoda baterai lithium-ion.  Hal tersebut yang melatarbelakangi Puji Lestari dan tim di bawah bimbingan Dr. Eng. Hendri Widiyandari membuat inovasi ini.

“Baterai lihitum-ion yang kami buat menggunakan anoda bahan silika yang bersumber dari mineral logam tanah jarang zirkon. Ketersediaan zirkon sebagai mineral yang mengandung logam tanah jarang di alam mencapai 58% sehingga sangat disayangkan apabila belum banyak dimanfaatkan. Oleh karena itu, kami memanfaatkan zirkon sebagai sumber silika untuk anoda baterai lihitum ion,” jelas Putri Lestari kepada uns.ac.id, Kamis (29/9/2022).

Mahasiswa UNS Olah Logam Tanah Jarang Zirkon menjadi Baterai Lithium-Ion

Lebih lanjut, Putri menjelaskan bahwa baterai lithium-ion  yang dihasilkan dari bahan alam ini akan mengoptimalkan pemanfaatan zirkon sebagai logam tanah jarang yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu juga dapat memberi solusi terhadap permintaan masyarakat terhadap baterai lithium-ion. Terlebih, baterai ini memiliki performa lebih baik dan harga yang terjangkau.  Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Tim PKM-RE UNS Manfaatkan Limbah Baterai Bekas menjadi Nanopartikel Pengolah Limbah Zat Berwarna

Tim PKM-RE UNS Manfaatkan Limbah Baterai Bekas menjadi Nanopartikel Pengolah Limbah Zat Berwarna

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyulap limbah baterai bekas menjadi bahan baku pembuatan nanopartikel ZnO sebagai dekomposer zat warna. Mereka adalah Salma Endah Rohmadoni, Ayuni Fitriyaningsih, Kalimaya Qolbi Sani, dan Zidan Insa Fauzi. Keempat mahasiswa tersebut tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE).

Salma Endah Rohmadoni selaku ketua tim menuturkan bahwa urgensi dalam penelitian tersebut adalah sebagai salah satu solusi mengurangi pencemaran limbah zat warna di sungai.

“Nanopartikel ZnO-Zeolit dari baterai bekas menjadi salah satu solusi dalam mengurangi limbah baterai sekaligus mengatasi pencemaran sungai akibat limbah zat  warna Congo red. Pemilihan penggunaan ZnO dengan dopan zeolit dari baterai bekas sebagai bahan fotodegradasi limbah zat warna dinilai lebih efisien, murah, dan optimal dalam mereduksi pencemaran sungai akibat zat warna tekstil,” jelas Salma, Kamis (29/9/2022).

Lebih lanjut, mahasiswa Program Studi (Prodi) Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut menjelaskan bahwa ZnO sebagai semikonduktor memiliki sifat fotokatalitik yang stabil sehingga dapat dipakai berulang untuk penjernihan air, anti kabur, penghilang bau, dan anti bakteri.

Tim PKM-RE UNS Manfaatkan Limbah Baterai Bekas menjadi Nanopartikel Pengolah Limbah Zat Berwarna

“Selain itu, nanopartikel ZnO memiliki proses aktivasi yang sangat mudah dan sederhana. Kemudian, penambahan zeolite sebagai dopan pada ZnO mampu melindungi ZnO dari peluruhan sehingga proses fotodegradasi lebih optimal,” jelasnya.

Salma dan timnya dibimbing langsung oleh dosen pembimbing, Dr. Eng. Kusumandari. Hasil penelitian Tim PKM-RE UNS ini menunjukkan bahwa nanopartikel ZnO-Zeolit berhasil  dan mampu mendegradasi zat warna Congo red sebesar 98% dalam waktu 60 menit. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Redaktur: Dwi Hastuti

Tim PKM-K FP UNS Luncurkan Inovasi Produk Usaha PORPEN MATEWA sebagai Produk “2in1”

Tim PKM-K FP UNS Luncurkan Inovasi Produk Usaha PORPEN MATEWA sebagai Produk “2in1”

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung ke dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Program Studi (Prodi) Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) UNS meluncurkan inovasi produk usaha baru di bidang pertanian yaitu PORPEN MATEWA.

PORPEN MATEWA berupa produk “2in1” sebagai Pupuk Organik Cair (POC) sekaligus dapat dijadikan sebagai pestisida nabati untuk menyuburkan tanah dan pemberantasan hama tanaman. Produk inovasi usaha ini menjadi salah satu solusi peningkatan produksi tanaman yang dibudidayakan oleh para petani, terutama budidaya padi. Produk inovasi itu dinilai lebih aman dibanding pupuk kimia dan pestisida kimia karena dibuat 100% dari bahan-bahan organik yang berbahan dasar buah maja, limbah tempe, dan gula jawa.

Tim PKM-K FP UNS yang dibimbing oleh Dr. Ir. Muji Rahayu, S.P., M.P. ini diketuai Okta Viana Faridaturrofiah bersama anggotanya yaitu Nurin Adyanisa Fajrin,

Erna Parmelina, Eka Lutvia Ningsih, dan Novilia Romadhona, yang kesemuanya merupakan mahasiswa dari Prodi Agroteknologi.

Okta mengatakan bahwa produk PORPEN MATEWA membuka peluang pasar yang baik dan menjadi awal baru bagi mahasiswa pertanian untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan, bernilai ekonomis, dan sebagai peningkatan produktivitas hasil pertanian lebih baik lagi.

“Semoga ke depannya produk kami, PORPEN MATEWA bisa diterima masyarakat luas, khususnya petani. Karena PORPEN MATEWA jauh lebih baik dibanding dengan produk pupuk kimia dan pestisida nabati. Hal ini dikarenakan produk kami terbuat dari bahan-bahan organik yang tidak merusak lingkungan dalam waktu jangka panjang,” jelas Okta, Rabu (28/9/2022).

Okta menyebutkan bahwa produk PORPEN MATEWA tersebut mengandung buah maja, limbah tempe, dan gula jawa. Buah maja sendiri mengandung nitrogen tinggi, zat pengatur tumbuh (ZPT), dan senyawa tanin sehingga dapat menjadi pupuk organik sekaligus pestisida nabati untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Senyawa tanin memiliki rasa pahit jika bereaksi dengan protein, asam amino, dan alkaloid, sehingga rasanya yang pahit tidak disukai serangga yang menjadi hama pada tanaman. Limbah tempe mengandung unsur hara N, P, dan K, yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Gula jawa merupakan sumber makanan bagi mikroorganisme. 

Hasil Uji Laboratorium

“Produk kami juga sudah diuji kandungannya di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah FP UNS dan dihasilkan adanya kandungan C-Organik sebesar 0,81%, Bahan Organik sebesar 1,40%, N Total sebesar 0,10%, P2O5 sebesar 0,16%, K2O sebesar 0,92%, dan pH sebesar 3,75,” tutur Okta.

Lebih lanjut, Okta menambahkan bahwa PORPEN MATEWA memiliki keunggulan dan banyak manfaat. Keunggulan produk ini yaitu berdasarkan uji kandungan laboratorium, bersifat organik sehingga ramah lingkungan, ukuran kemasan sesuai kebutuhan, harga lebih murah, memiliki fungsi ganda “2in1”, dan dapat melestarikan lingkungan karena penggunaan limbah. Sedangkan, manfaatnya yaitu sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman, meningkatkan daya tahan tanaman, memacu pertumbuhan vegetatif tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman, mengendalikan hama khususnya serangga, dan dapat memengaruhi siklus perkembangbiakan hama khususnya serangga.

“Inovasi PORPEN MATEWA sebagai produk “2in1” yang memiliki kaya akan manfaat bagi tanaman hanya dibandrol dengan harga terjangkau yang dikemas ke dalam tiga ukuran yaitu dengan ukuran 500 mL seharga Rp 35.000, ukuran 1 Liter seharga Rp 55.000, ukuran 5 Liter seharga Rp 210.000, dengan diperjualbelikan secara langsung dan melalui online (Shopee, Poster, dan Instagram),” kata Okta.

Selain itu, PORPEN MATEWA yang sebagai produk “2in1”, sebagai pupuk organik cair sekaligus dijadikan pestisida nabati dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman, memang lebih difokuskan pada tanaman padi. Hal ini pun sudah diuji coba pada tanaman padi dan terbukti dapat mengurangi serangan hama serangga serta meningkatkan produktivitas tanaman padi. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Redaktur: Dwi Hastuti