Perluas Jejaring MBKM, UNS Mengadakan Studi Banding ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali

Perluas Jejaring MBKM, UNS Mengadakan Studi Banding ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan studi banding ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali untuk saling berbagi pengalaman. Studi banding ini dilakukan pada Jumat (2/9/2022) yang bertempat di Kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Jl. Ir. H. Juanda No.1, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Dalam studi banding ini, Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho didampingi oleh Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Ahmad Yunus; Wakil Rektor Riset dan Inovasi, Prof. Kuncoro Diharjo; dekan dari beberapa fakultas, direktur, dan kabiro. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Jamal Wiwoho mengatakan bahwa tujuan UNS studi banding ke Bali berkaitan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kami mengadakan studi banding ke Dinas Kebudayaan Provinsi Bali karena Bali memiliki objek wisata dan budaya yang sangat menarik. Oleh karena itu, dalam hal yang berkaitan dengan mahasiswa, banyak program MBKM yang dapat dikerjasamakan dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, seperti magang mahasiswa,” jelas Prof. Jamal.

Banyaknya destinasi wisata dan budaya yang ada di Bali tentu membuka peluang bagi mahasiswa UNS untuk terjun langsung dalam program magang. Terlebih, UNS juga mempunyai Program Studi (Prodi) Usaha Perjalanan Wisata serta prodi-prodi lain yang dapat menunjang kemajuan industri pariwisata dan budaya di Bali.

Dinas Kebudayaan Provinsi Bali juga membuka kesempatan bagi mahasiswa UNS yang hendak melaksanakan magang di Bali. Hal tersebut dipertegas oleh Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha selaku Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

“Kami sangat welcome dengan UNS, terlebih UNS merupakan perguruan tinggi besar dan terkenal di Indonesia. Dengan senang hati, kami menerima jika ada mahasiswa UNS yang datang ke Bali dalam program MBKM. Kami punya medianya, ada museum, agenda-agenda budaya yang bisa dijadikan tempat mahasiswa untuk saling bertukar pikiran dengan seniman dan budayawan di Bali. Saya nenyambut dengan baik,” ungkap Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

UNS Jadi Tuan Rumah Webinar MSA PTNBH, Bahas Penguatan MBKM dengan Inovasi dan SMART

UNS Jadi Tuan Rumah Webinar MSA PTNBH, Bahas Penguatan MBKM dengan Inovasi dan SMART

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Webinar Majelis Senat Akademik (MSA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) pada Sabtu (26/2/2022). Webinar yang bertemakan “Penguatan MBKM dengan Inovasi dan SMART” ini terselenggara secara hybrid yang bertempat di UNS Inn Surakarta dan Zoom Cloud Meeting. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penampilan tari gambyong oleh Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (BKKT) UNS, serta dilanjutkan pembacaan doa oleh Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi, Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si., Ph.D.

Turut hadir secara langsung Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., Ketua MSA PTNBH Prof. Dr. dr. Djoko Santosa, Sp.PD. K-GH., FINASIM, Ketua Senat Akademik UNS Prof. Dr. Adi Sulistiyono, S.H., M.H., Sekretaris Senat Akademik UNS Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, M.Sc.(Hon), Ph.D.

Turut hadir pula Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Airlangga Prof. Dr. drh. Bambang Sektiari Lukiswanto, DEA., para Ketua, Sekretaris, serta Anggota Senat Akademik seluruh PTNBH Indonesia, serta Ketua APINDO Dr. Suprayitno, M.M.

Prof. Jamal Wiwoho menyambut dengan suka cita kehadiran tamu undangan baik secara luring maupun daring. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa seluruh perguruan tinggi telah mengimplementasikan paket Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara masif. Diterbitkannya MBKM menjadi sebuah mandat bagi para pimpinan perguruan tinggi berupa pemberian otonomi dalam menyiapkan mahasiswa dan lulusannya agar memiliki kompetensi unggul sesuai dengan tuntutan kebutuhan zaman.

Prof. Jamal Wiwoho menambahkan bahwa tuntutan hadirnya proses pembelajaran yang inovatif dan kreatif perlu segera dirancang dan dilaksanakan. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran yang memenuhi aspek sikap, pengetahuan, serta keterampilan secara optimal.

UNS Jadi Tuan Rumah Webinar MSA PTNBH, Bahas Penguatan MBKM dengan Inovasi dan SMART

“Kemampuan beradaptasi dan kecepatan merespon setiap perubahan merupakan kompetensi yang sedang menentukan daya saing suatu bangsa,” tutur Prof. Jamal Wiwoho.

Selain itu, melalui 8 kegiatan pembelajaran dalam MBKM, yakni pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi atau proyek independen, KKN Tematik Membangun Desa diharapkan mampu menghasilkan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

“Kami sangat berharap melalui forum webinar ini akan menjadi ajang sharing session dan bahan rujukan antar PTNBH,” harap Prof. Jamal Wiwoho.

Sambutan berikutnya disampaikan Prof. Adi Sulistiyono selaku Ketua Senat Akademik UNS sekaligus ketua panitia penyelenggara kegiatan. Pada kesempatan ini, beliau berujar bahwa tujuan dari webinar ini adalah memberikan kontribusi aktif dari MSA dalam mendukung kegiatan MBKM. Dalam webinar ini berusaha memberikan evaluasi beserta rekomendasi sebagai masukkan terkait pelaksanaan MBKM.

UNS Jadi Tuan Rumah Webinar MSA PTNBH, Bahas Penguatan MBKM dengan Inovasi dan SMART

Prof. Adi turut menegaskan bahwa tujuan MBKM adalah untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan diluar ilmu utamanya sebagai pelengkap dan bekal untuk memasuki dunia kerja dan dunia usaha. MBKM merupakan model pembelajaran yang ideal dan membutuhkan kerja sama yang sinergis antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, masyarakat, dan media.

Keberjalanan MBKM dua tahun kebelakang pun mulai menunjukkan keunggulannya. Menurut Prof. Adi, dunia pendidikan tinggi semakin terdorong untuk tidak menjadi menara gading. Namun, lebih adaptif dan fleksibel. Pendidikan tinggi juga semakin memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendalami bidangnya yang relevan dengan program studi yang diambil untuk memperkaya wawasan dan pengembangan agitasi keilmuwan. Pada dunia pendidikan, model MBKM ini juga akan mendorong dosen untuk terus meningkatkan kompetensinya. Sehingga, dosen mampu mengolaborasikan teori yang telah dipelajari, menemukan teori-teori baru, dan menulis baik dalam jurnal bereputasi maupun dalam buku-buku referensi.

Meskipun demikian, nyatanya pelaksanaan MBKM di pendidikan tinggi bukan tanpa tantangan. Prof. Adi turut menyampaikan beberapa kelemahan dari MBKM, mulai dari aspek persiapan, pelaksanaan, dan proses evaluasinya.

“Diantaranya, pada aspek persiapan, secara nasional masih terdapat perbedaan persepsi, konsep, dan implementasi MBKM secara utuh dan menyeluruh. Hal ini karena MBKM belum tersosialisasi dengan baik pada semua lini baik di lingkungan perguruan tinggi, dosen, tendik, dan mahasiswa,” terang Prof. Adit Sulistiyono.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Wakil Ketua MSA PTNBH, Prof. Dr. Sulistiowati, S.H., M.Hum., yang mengikuti keberjalanan kegiatan secara daring. Beliau menenkankan pentingnya MBKM untuk dijalankan agar perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang cerdas, unggul, kompetitif, adaptif, fleksibel, produktif, berdaya saing, dan berkarakter Pancasila. Webinar ini pun dinilai penting baginya untuk dilakukan karena dapat memberikan kontribusi yang positif dan sekaligus sebagai ajang ujung untuk pertukar pikiran di antara PTNBH.

“Sehingga dapat menghasilkna lulusan yang terbaik. Lebih siap menghadapi kebutuhan pasar kerja global yang menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai satu bidang ilmu saja. Tetapi juga harus dilengkapi ilmu lain. Serta, perlunya memiliki skill yang practical dan tepat guna,” ujar Prof. Sulistiowati.

Acara berlanjut pada pemaparan materi oleh beragam narasumber. Turut hadir pula Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., menyampaikan materi pemantik dalam webinar ini. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri dengan pembacaan kesimpulan. Humas UNS

Reporter: Rangga P.A.
Editor: Dwi Hastuti

KKN Tematik UNS Membangun Desa Diikuti 1.492 Mahasiswa, Rektor UNS: Menjadi Esensi Sekaligus Mandat bagi Mahasiswa

KKN Tematik UNS Membangun Desa Diikuti 1.492 Mahasiswa, Rektor UNS: Menjadi Esensi Sekaligus Mandat bagi Mahasiswa

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melepas 1.492 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UNS Membangun Desa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) periode Februari-Juli, Selasa (18/1/2022) pagi. Acara pelepasan ini bertempat di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan disiarkan secara langsung melalui Zoom Cloud Meeting & kanal Youtube UNS.

Secara khusus, mahasiswa peserta KKN Tematik UNS Membangun Desa dilepas secara simbolis oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI, yang dihadiri secara daring oleh Menteri Desa PDTT RI, Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd.

Acara pelepasan mahasiswa peserta KKN Tematik UNS Membangun Desa, turut dihadiri oleh Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Bupati Karanganyar Drs. Juliatmono, M.M., Bupati Purworejo R.H. Agus Bastian, S.E., M.M., pimpinan universitas, fakultas, dan lembaga.

Dalam sambutannya, Prof. Jamal mengatakan, KKN Tematik UNS Membangun Desa menjadi esensi sekaligus mandat bagi mahasiswa dalam memadukan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama berkuliah dengan kondisi atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan sifat idealismenya, mahasiswa menjadi salah satu aset negara yang sangat penting di dalam melakukan pergerakan dan perubahan. Prof. Jamal turut mendorong peran dan fungsi mahasiswa untuk mampu berkontribusi dalam pembangunan.

“Peran dan fungsi seorang mahasiswa, tidak hanya belajar dan sukses kuliah saja, namun dengan kekayaan ilmu, ide dan keterampilanya, mahasiswa juga harus menjadi sosok yang aktif berkontribusi untuk kepentingan pembangunan dan kemajuan bangsa,” tutur Prof. Jamal.

KKN Tematik UNS Membangun Desa sebagai salah satu dari kesembilan aktifitas MBKM mengisyaratkan bahwa pembelajaran dapat terjadi dimanapun, termasuk di lingkungan masyarakat. Melalui interaksi, sinergi, dan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dengan dunia nyata, Prof. Jamal optimis bahwa akan lahir talenta-talenta muda yang akan membawa kemajuan bangsa Indonesia.

Pada periode KKN kali ini, UNS merancang empat program besar dalam pemulihan kesehatan dan ekonomi yang hingga kini masih berada di bawah bayang-bayang pandemi Covid-19. Keempat program tersebut yakni Pengembangan UMKM, Digitalisasi Sektor Produktif, Pemberdayaan Masyarakat, dan Proyek Kemanusiaan. Pemilihan program ini turut didasarkan atas masukan Pemerintah Kota/Daerah yang selama ini menjadi daerah sasaran/tujuan KKN Tematik UNS.

“Dan kamipun sependapat bahwa ada beberapa masalah serius yang saat ini sedang dihadapi pemerintah daerah, yang membutuhkan solusi tepat dalam mengatasi dampak disrupsi, baik yang disebabkan oleh Pandemi Covid -19 maupun kecanggihan teknologi informasi,” ujar Prof. Jamal.

Kehadiran mahasiswa KKN Tematik UNS ini diharapkan mampu memotivasi, mengedukasi, dan mendorong tumbuhnya potensi yang dimiliki masyarakat. Disamping itu, Prof. Jamal juga berharap, dengan adanya MBKM, mahasiswa mampu mengembangkan softskill dan passion guna dalam memecahkan persoalan yang bersifat cross sectoral dengan pendekatan ilmu yang multidisiplin.

Di akhir sambutannya, Prof. Jamal berterima kasih kepada Drs. A. Halim Iskandar selaku Menteri Desa PDTT atas kehadiran, arahan, serta kesediaan melepas secara resmi mahasiswa KKN Tematik UNS-Membangun Desa periode Februari – Juli 2022. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Bupati Karanganyar dan Bupati Purworejo atas kehadirannya dalam mewakili kepala daerah yang akan menerima mahasiswa KKN Tematik UNS.

Sambutan ditutup dengan ucapan selamat kepada Unit Pengelola KKN, dosen pembimbing lapangan, dan seluruh peserta KKN yang akan melaksanakan tugas pengabdian di daerah masing-masing selama kurang lebih 1 bulan. Tak lupa Prof. Jamal mendoakan seluruh dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa KKN dalam keadaan selamat, sehat, dan sukses selama bertugas.

KKN Tematik UNS Membangun Desa Diikuti 1.492 Mahasiswa, Rektor UNS: Menjadi Esensi Sekaligus Mandat bagi Mahasiswa

Sementara itu, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus menambahkan bahwa KKN Tematik UNS Membangun Desa melibatkan 1.492 mahasiswa dan 58 dosen pembimbing lapangan. Pada periode ini, terdapat 10 fakultas yang terlibat, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Keolahragaan (FKOR), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Sebanyak 60 persen mahasiswa UNS peserta KKN berlokasi di pulau Jawa. Terdapat 14 mahasiswa yang menjalani program KKN di luar pulau Jawa dan 6 mahasiswa yang melaksanakan KKN di Timor Leste.

“KKN Tematik Membangun Desa dalam rangka MBKM pada kali ini kita persilakan untuk menyesuaikan program-program KKN yang sesuai dengan program prioritas pembangunan desa,” ujar Prof. Yunus.
Humas UNS

Reporter: Rangga P.A.
Editor: Dwi Hastuti

Fokus Inventarisasi Data Prestasi Mahasiswa, DRAK UNS Gandeng UPT Humas dan Media

Fokus Inventarisasi Data Prestasi Mahasiswa, DRAK UNS Gandeng UPT Humas dan Media

UNS — Dari tahun ke tahun prestasi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kian menanjak. Prestasi tersebut makin bertambah saat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mulai digulirkan. Hal tersebut karena MBKM memberikan ruang yang besar bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan di dalam dan di luar kampus.

Kegiatan tersebut memberikan perkembangan prestasi mahasiswa secara holistik karena mereka mendapatkan hak untuk belajar di luar program studi. MBKM dinilai memberikan dorongan dalam mencapai pengalaman yang utuh. Hal itu bertujuan agar mahasiswa mempunyai prestasi di berbagai bidang baik akademik maupun nonakademik, di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

Prestasi-prestasi mahasiswa tersebut perlu diinventarisasi supaya pihak universitas dapat memberikan apresiasi serta pembinaan di kemudian hari. Hal ini sangat diperhatikan oleh Direktorat Reputasi, Akademik, dan Kemahasiswaan (DRAK) UNS. Untuk mengoptimalkan inventarisasi tersebut, DRAK UNS menggandeng UPT Hubungan Masyarakat (Humas) dan Media dengan mengadakan diskusi terkait prestasi mahasiswa pada Kamis (13/1/2022) di UNS Inn.

Hadir dalam diskusi ini Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, perwakilan dari UPT Hubungan Masyarakat dan Media, dan sivitas akademik yang berhubungan dengan kemahasiswaan.

Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Sutanto, DEA menguraikan strategi khusus untuk menginventarisasi prestasi mahasiswa. Hal ini karena prestasi mahasiswa termasuk dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 yang menjadi acuan universitas dalam mengembangkan diri.

Fokus Inventarisasi Data Prestasi Mahasiswa, DRAK UNS Gandeng UPT Humas dan Media

“IKU 2 menjadi platform semua sivitas UNS dan merupakan salah satu rapor terkait laporan pimpinan universitas kepada Majelis Wali Amanah dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang biasanya diumumkan pada tanggal 2 Mei bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional,” kata Dr. Sutanto ketika memberikan sambutan dan arahan.

Dr. Sutanto menambahkan pendataan tersebut dapat dimulai dari tingkat lokal hingga internasional. Setelah itu, UNS juga bisa bekerja sama dengan pihak pelaksana dalam menyelenggarakan suatu kompetisi.

“Kita harus tahu dan mulai menitik prestasi-prestasi mahasiswa baik tingkat lokal hingga internasional serta berkolaborasi dalam pelaksanaannya,” kata Dr. Sutanto.

Fokus Inventarisasi Data Prestasi Mahasiswa, DRAK UNS Gandeng UPT Humas dan Media

Hal ini disambut baik oleh UPT Humas dan Media UNS. Lukman Fahmi, S.IP, M.Si selaku Koordinator Divisi Media Sosial, UPT Humas dan Media UNS mengungkapkan pihaknya siap mempublikasi semua prestasi mahasiswa UNS.
“Prestasi mahasiswa merupakan salah satu IKU prioritas bagi UNS, maka dari itu perlu kerja sama dari berbagai pihak internal kampus agar bisa bersinergi untuk meng-handle data-data prestasi mahasiswa UNS. Kami dari UPT Humas dan Media selalu siap mempublikasikan prestasi mahasiswa agar dapat lebih mengangkat nama baik UNS di masyarakat umum,” ujar Lukman. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Pembekalan Program KKN Tematik, WR I: Seyogianya Menghasilkan Aktivitas MBKM Paling Tinggi

Pembekalan Program KKN Tematik, WR I: Seyogianya Menghasilkan Aktivitas MBKM Paling Tinggi

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Unit Pengelola Kuliah Kerja Nyata (UPKKN) UNS memberikan pembekalan kepada mahasiswa terkait KKN Tematik Membangun Desa Periode Januari-Februari 2022. Pembekalan berlangsung di Gedung Auditorium UNS dan disiarkan secara langsung melalui Zoom Cloud Meeting dan Youtube UPKKN UNS, Rabu (12/1/2022).

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR I) UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., bertindak sebagai Keynote Speaker memberikan beberapa wejangan kepada mahasiswa.

Prof. Yunus menyampaikan bahwa KKN Tematik menjadi salah satu dari delapan aktivitas Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diberikan haknya kepada para mahasiswa. Upaya ini menjadi wujud rasa peduli UNS dalam membangun desa. Terdapat beragam program yang bisa dicermati dalam upaya pembangunan desa ini.

Pertama, digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keberadaan UMKM di desa-desa memiliki kontribusi positif pada perekonomian di sana. Mahasiswa UNS diajak untuk dapat turut berperan dalam pengembangan UMKM hingga dapat melakukan pemasaran secara digital. Kedua, peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Kemiskinan, tingginya angka kematian ibu saat dan pasca melahirkan, dan stunting pada anak menjadi beberapa permasalahan yang patut disoroti untuk diselesaikan. Adapun beberapa program lainnya pembangunan desa seperti pengajaran, proyek kemanusiaan, dan riset.

Menurut Prof. Yunus, terdapat perbedaan dalam pola pemberlakuan KKN Tematik Membangun Desa. Tiap-tiap program KKN akan berjalan masing-masing dan boleh jadi memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda. Kepada para mahasiswa yang hadir, Prof. Yunus juga menjanjikan adanya tim rekognisi atas setiap aktivitas atau program KKN yang dijalankan. Tidak hanya sampai di situ, program KKN Tematik Membangun Desa juga akan mendapatkan pendanaan secara reguler dari kampus.

“Program-program (KKN) yang kita kerjakan akan dibantu pendanaannya dari UNS. Satu grup program itu didanai. Oleh karena itu, Pak Rektor meminta ke kita bahwa aktivitas membangun desa ini seyogianya bisa menghasilkan aktivitas MBKM yang paling tinggi,” ujar Prof. Yunus.

Acara berlanjut dengan penyampaian materi oleh beberapa narasumber UNS. Terdapat lima topik program KKN Tematik Membangun Desa yang menjadi bahan pembekalan kepada para mahasiswa yang hadir. Kelima topik tersebut ialah Digitalisasi, Pengentasan Kemiskinan, Asistensi Mengajar, Proyek Kemanusiaan, dan Riset.

Pembekalan Program KKN Tematik, WR I: Seyogianya Menghasilkan Aktivitas MBKM Paling Tinggi

Kelima topik tersebut disampaikan oleh lima narasumber yang berbeda. Pertama, Khresna Bayu Sangka, S.E., M.M., Ph.D sebagai pemateri topik Digitalisasi. Kedua, Mei Tri Sundari, S.P., M.Si., sebagai pemateri topik Pengentasan Kemiskinan. Ketiga, Dr. Suryadi Budi Utomo, M.Si., sebagai pemateri topik Asistensi Mengajar. Keempat Dr. Revi Gama Hatta Novika, SST., M.Kes., sebagai pemateri topik Proyek kemanusiaan serta M. Zukhrufus Zaman S.P., M.P., Ph.D., sebagai pemateri topik Riset. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti