Mahasiswa KKN UNS Gelar Donor Darah

Mahasiswa KKN UNS Gelar Donor Darah

UNS — Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta, Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 43 mengadakan program donor darah. Kegiatan tersebut berlangsung di Doeloerkoe Homestay, Kelurahan Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta pada Selasa (16/8/2022). 

Dalam rilis yang diterima oleh tim uns.ac.id pada Jumat (26/8/2022), Kelompok 43 KKN UNS ini berada di bawah bimbingan Dr. rernat. Nurhadi, S.Ant., M.Hum. dengan beranggotakan sepuluh orang mahasiswa yaitu Aji Wahyu Pradana, Artiwi Indah Kusuma, Azib Ikhsanudin, Chiquita Antonia Lunetta, Lina Khoirun Nisa, Lokahita Narima Purnajati, Mikhael Riffaldy Daniel Anagas, Nis Kartika Parwoko, Nur Faizah Bilqis, dan Tri Mulia Riski Ramadani.

Ketua KKN UNS Kelompok 43, Azib Ikhsanudin yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS mengatakan bahwa kegiatan donor darah ini sangat baik untuk kesehatan dan memberikan dampak positif bagi tubuh.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan bantuan berupa darah. Jadi kegiatan ini selain membuat tubuh sehat juga merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama,” ujar Azib Ikhsanudin.

Mahasiswa KKN UNS Gelar Donor Darah

Sementara itu, Penanggung Jawab Program Kerja Donor Darah, Nur Faizah Bilqis mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu unit transfusi darah yakni Palang Merah Indonesia (PMI).

“Lebih lanjut, melalui kegiatan donor darah ini kita juga ingin meningkatkan rasa kepedulian sosial supaya lebih terdorong untuk berbagi dan membantu sesama. Serta saya berharap dengan diadakan program donor darah ini dapat meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap orang lain yang membutuhkan,” tambah Nur Faizah Bilqis.

Selain itu, Lurah Kedung Lumbu, Katiman, SIP., M.Si, menuturkan bahwa donor darah adalah kegiatan yang bersifat sosial dan kemanusiaan.

Mahasiswa KKN UNS Gelar Donor Darah

“Kegiatan donor darah juga termasuk kegiatan yang menyehatkan. Karena sebelum mendonorkan darah, kita akan di cek kesehatan dahulu. Semoga kantong darah yang didapat bisa memberikan manfaat bagi yang membutuhkan,” pungkas Katiman, SIP., M.Si. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

UNS Beri Pembebasan UKT kepada Pasukan Pengibar Bendera

UNS Beri Pembebasan UKT kepada Pasukan Pengibar Bendera

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) satu semester untuk Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) UNS yang bertugas saat Upacara Kemerdekaan ke-76 RI di UNS. Pembebasan UKT tersebut sebagai apresiasi terhadap Paskibra yang sukses mengibarkan bendera merah putih.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho. “Sebagai tanda terima kasih dan apresiasi dari UNS, para Paskibra UNS dan komandan upacara dari Pramuka UNS akan kami bebaskan UKT-nya selama satu semester. Ini merupakan upaya memberikan penghargaan atas prestasinya dalam menyukseskan upacara peringatan kemerdekaan,” tutur Prof. Jamal dalam acara tasyukuran petugas upacara, Jumat (19/8/2022).

UNS Beri Pembebasan UKT kepada Pasukan Pengibar Bendera

Salah seorang Paskibra UNS, Alifia Ninta Fatiha dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menuturkan bahwa Ia senang atas apresiasi yang diberikan oleh UNS.

“Saya senang bisa mendapat pembebasan UKT satu semester, bisa meringatkan orang tua. Apalagi UKT saya Rp. 4,4 juta,” kata mahasiswa semester tiga tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Juslan, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS. Meskipun Ia merupakan penerima beasiswa KIP-K, tetapi Ia juga senang atas apresiasi yang diberikan oleh UNS kepada rekan-rekannya tersebut.

UNS Beri Pembebasan UKT kepada Pasukan Pengibar Bendera

“Saya ikut senang ketika teman-teman seperjuangan mendapat bebas UKT satu semester. Apalagi dari segi perjuangan memang keras karena latihan fisik yang harus mengejar waktu selama dua bulan. Paling lama itu mencari feel-nya karena buat mencari kekompakan itu susah. Pas akhir-akhir H-7 upacara,  adanya rencana-rencana untuk menyatukan feel kami bisa terlaksana dan akhirnya  bisa mengibarkan bendera dengan sukses,” ungkap Juslan. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Bisnis Mi Ayam Goreng Mahasiswa UNS Dapat Investasi 50 Persen dari Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Siapa Sosoknya?

Bisnis Mi Ayam Goreng Mahasiswa UNS Dapat Investasi 50 Persen dari Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Siapa Sosoknya?

UNS — Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia, menggelontorkan investasi sebesar 50 persen kepada Miyago Naknan (Mie Ayam Goreng Enak Tenan).

Miyago Naknan merupakan bisnis mi ayam goreng milik Muhammad Alfied Pandam Pamungkas, mahasiswa Program Studi (Prodi) D-3 Bahasa Mandarin Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Bisnis makanan tersebut sudah dirintisnya sejak bangku SMA dan berlanjut hingga kuliah. Setelah berjalan selama 1,5 tahun, bisnis Pandam ini akhirnya mendapat kucuran dana segar dari Bahlil.

Investasi diberikan Bahlil kepada Miyago Naknan usai dirinya mengadakan diskusi singkat di akhir kuliah umum yang digelar di Gedung Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Rabu (18/5/2022).

Awal mula Bahlil mau memberikan investasi kepada Miyago Naknan terjadi ketika ia mengundang mahasiswa UNS yang sudah merintis bisnis untuk berdialog dengannya.

Ada empat mahasiswa yang berbincang langsung dengan Bahlil, salah satunya adalah Pandam.

“Itu dulu saya rintis sejak SMA, berjualan kepada teman teman saat waktu istirahat tapi menggunakan sistem pre-order, gitu. Setelah mendaftarkan diri di UNS dan menunggu pengumuman, (saya) buka usaha ini dan tidak berekspektasi sebesar ini,” ujar Pandam ketika memperkenalkan profil Miyago Naknan kepada Bahlil.

Ia mengatakan bahwa dari hasil berjualan mi ayam goreng sudah mampu membiayai kuliah dan operasionalnya sendiri. Pandam yang mendapat kesempatan beruntung berbincang bersama Bahlil lantas menceritakan bahwa ia sudah memiliki tiga outlet Miyago Naknan. Namun, outlet yang terletak di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo memerlukan dana sekitar Rp 30 juta untuk pembangunan dua lantai.

“Jadi nanti rencana yang bawah parkiran, atas tempat makan. Karena tempatnya benar-benar di pinggir jalan dan bising,” tutur Pandam.

Mendengar pengakuan Pandam soal besarnya omzet yang ia terima, Bahlil lantas menawarkan diri menjadi investor di Miyago Naknan. Pandam yang terkejut mulanya kebingungan saat ditanya berapa harga saham yang ia tawarkan kepada Bahlil.

Namun, pada akhirnya Bahlil memutuskan berinvestasi sebesar 50 persen untuk Miyago Naknan melalui salah satu anak perusahaannya.

Saat ditemui uns.ac.id, Pandam mengaku turut juga dibantu Bahlil untuk mendapatkan perizinan BPOM, Halal, dan Paten Merek.

“Semoga ini dapat memberikan semangat kepada teman-teman yang lain, dan dapat mewujudkan Indonesia memiliki ‘dua digit’ banyaknya pengusaha di Indonesia agar dapat bersaing di kancah dunia,” ungkap Pandam.

Siapakah Pandam Sebenarnya?

Sosok Pandam sebelumnya sudah pernah diangkat oleh uns.ac.id. Namanya mulai dikenal ketika Miyago Naknan yang dirintisnya berhasil mendapatkan pendanaan Program Wirausaha Mahasiswa Vokasi (PWMV) dari Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Ditjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek.

Tidak tanggung-tanggung, dana PWMV yang diterima Pandam pada tahun 2021 mencapai Rp 10 juta. Dana ini ia gunakan untuk pengembangan Miyago Naknan.

Perlu diketahui bahwa bisnis mi ayam goreng yang digelutinya sudah dimulai sejak bulan September tahun 2020.

Dengan nama Miyago Naknan, Pandam sudah mulai berjualan mi ayam setelah lulus dari SMA. Alasannya cukup sederhana, ia ingin mengisi waktu kosongnya agar bermanfaat sembari menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru.

Dan, dari “kegabutannya” itu, ternyata Miyago Naknan berhasil mendapat respons yang sangat bagus dari masyarakat.

Kini, Miyago Naknan tidak hanya tersedia untuk makan di tempat, namun sudah dapat dipesan melalui aplikasi ojek online/ aplikasi pesan antar makanan, seperti GoFood, Grab Food, dan Shopee Food.

Bahkan, dari yang semula hanya membuka satu outlet, kini Miyago Naknan sudah mampu membuka cabang.

Miyago Naknan Pusat terletak di selatan Jembatan Bacem, tepatnya di Jalan Raya Telukan, Dusun II, Grogol, Sukoharjo. Sedangkan, cabang dari Miyago Naknan terletak di Jalan Mayor Sunaryo No. 43 Sukoharjo dan di Vokafetaria Sekolah Vokasi UNS, Tirtomoyo, Surakarta.

“Akhirnya, saya memberanikan diri untuk membuka usaha, pada pelaksanaannya di luar ekspektasi, respons masyarakat cukup bagus dan menyambut produk Miyago dengan baik. Kita berharap dapat memberikan pelayanan dan menciptakan Miyago yang enak tenan atau lezat sekali,” ujar Pandam.

Selain Pandam, terdapat tiga mahasiswa lainnya yang juga memperoleh investasi dari Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia. Mereka adalah Nathania Almira Chiesa (Pendidikan Biologi FKIP UNS angkatan 2020) dengan usaha baju dan pernak-pernik Korea, kemudian Muhammad Lutfi Choirul Ummam (Desain Interior FSRD UNS) dengan usaha barbershop dan Martha Arum Nugraheni (Alumnus Fakultas Pertanian UNS) dengan usaha pangan fungsional “Bismart”. Humas UNS

Reporter: Y.C.A Sanjaya
Editor: Dwi Hastuti

PSJ UNS Adakan Webinar Bahas Kesiapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

PSJ UNS Adakan Webinar Bahas Kesiapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

UNSPusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, Persada Solo, dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) mengadakan webinar penelitian. Kegiatan ini membahas kesiapan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 studi kasus Jepang-Indonesia bersama para pakar.

Webinar yang berlangsung pada Sabtu (19/2/2022) ini menghadirkan tiga pembicara. Mereka adalah David Virya Chen, Ph.D., seorang specially appointed researcher in Immunology Frontier Research Center, Osaka University; Asst. Prof. Miftakhul Huda, Assistant Professor di Nagoya University; dan Murni Ramli, M.Si., Ed.D.; Dosen Pendidikan Biologi UNS. Selain itu, terdapat opening remarks dari Prof. Yusli Wardianto selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan  Prof. Sajidan, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi UNS.

Dalam sambutannya, Kepala PSJ UNS, Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. “Kami berharap agar agenda kerja sama yang sudah tersusun bersama PPI Jepang dapat terwujud ke depannya,” harap Dr. Eng. Kusumaningdyah.

Sementara itu, Prof. Sajidan juga mengapresiasi kegiatan kolaborasi ini. Ia berharap, para mahasiswa di Jepang dapat terus berkontribusi bagi bangsa meskipun saat ini berada jauh dari Indonesia.

“Saya senang dengan semangat anak muda di PPI Jepang, semoga nanti setelah lulus kembali ke sini untuk membangun Indonesia sehingga bisa selevel dengan Jepang,” ungkap Prof. Sajidan.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Yusli Wardianto.

“Meksipun kita sedang berada di luar Indonesia, tapi harus selalu memberikan kontribusi bagi bangsa. Hari ini saya berharap kita mampu mengambil sintesis dari para pembiacara nanti,” harapnya.

Materi pertama disampaikan oleh David Virya Chen, Ph.D. dengan topik Covid-19 dan peran vaksin.

“Sistem imun itu ibarat kita masuk dapur. Nah, banyak komponen lain di dapur seperti gula atau air yang baru nyala ketika dibuka kerannya. Sistem imun seperti itu. Vaksin terbaik adalah komunikasi sains dan vaksin harus yang merata sebelum di-booster dan itu berlaku di semua negara,” kata David.

Kemudian, materi kedua disampaikan oleh Asst. Prof. Miftakhul Huda. Ia menyampaikan materi tentang pendidikan di Jepang selama pandemi Covid-19. Ia mengatakan bahwa saat Jepang menerapkan kedaruratan Covid-19, banyak sekolah yang belum siap 100%.

“Saat awal karena tidak ada persiapan jadi para guru tidak memberikan materi secara intensif, Sebagian hanya memberikan materi pdf dan memberi video, hanya 9% saja yang menggunakan media dua arah seperti zoom,” kata Asst. Prof. Miftakhul Huda.

Kemudian, materi terakhir yang disampaikan oleh Murni Ramli, M.Si., Ed.D. membahas tentang kesiapan dan urgensi pembelajaran tatap muka pada masa pandemi di Indonesia.

PSJ UNS Adakan Webinar Bahas Kesiapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

“Pendidikan di rumah selama masa pandemi tetap terarah dalam koridor kurikulum, aktor atau fasilitator dalam belajar mengajar dibagi dari yang awalnya didominasi oleh guru saat ini menjadi ke orang tua dan internet. Guru menggunakan aneka platform pembelajaran online mulai dari grup chat dengan guru atau wali, sampai learning management system yang kompleks,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan survei Kemdikbudristek, hanya 46% guru di Indonesia yang siap dengan kemampuan teknologi informasi sehingga terjadi gagap teknologi. Selain itu, tidak semua siswa memiliki akses internet, termasuk sarana untuk mengaksesnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Kuliah Umum S-2 Pendidikan Biologi UNS Bahas Integrasi Sains dan Seni dalam Metode Pembelajaran

Kuliah Umum S-2 Pendidikan Biologi UNS Bahas Integrasi Sains dan Seni dalam Metode Pembelajaran

UNS — Kuliah Umum Program Studi (Prodi) S-2 Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta integrasikan sains dan seni menjadi satu kesatuan topik bahasan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (29/10/2021) pagi ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.

Kuliah umum kali ini menghadirkan pakar dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Haniza Hanim binti Mohd Zain. Acara yang dipandu oleh Meika Apriyani dan Dr. Baskoro Adi Prayitno sebagai moderator tersebut dibuka dengan sambutan oleh Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Bowo Sugiharto, M.Pd. selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) S-2 Pendidikan Biologi UNS.

Kuliah Umum S-2 Pendidikan Biologi UNS Bahas Integrasi Sains dan Seni dalam Metode Pembelajaran

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Haniza membagikan pengalamannya mengajar sains dengan berbagai macam metode yang jarang dilakukan oleh dosen-dosen ilmu sains. Metode yang digunakan oleh Prof. Haniza salah satunya adalah dengan pemberian tugas berupa drama kepada mahasiswanya. Prof. Haniza mejelaskan bahwa drama tersebut bukan sekadar drama tanpa makna. Melainkan, drama tersebut diintegrasikan dengan materi Biologi seperti anatomi dan histologi. Metode lainnya adalah melalui Song and Lyrics. Dalam metode tersebut, mahasiswanya diminta untuk membuat lagu berdasarkan materi Biologi.

Kolaborasi antara sains dan seni telah diperlihatkan sebagai metode pembelajaran yang menarik. Dinilai banyak orang bertolak belakang, nyatanya ilmu sains dan seni mampu berjalan berdampingan. Kedua metode tersebut tentulah bukan hal yang biasa ditemukan di pembelajaran sains. Melalui kedua metode tersebut pula mahasiswa kemungkinan besar akan lebih tertarik untuk mengikuti pembelajaran sehingga materi dapat dipahami dengan lebih mudah oleh mahasiswa.

Ketika ditanya apa yang menginspirasi Prof. Haniza sehingga memiliki ide untuk mengintegrasikan sains dengan seni, dirinya menjawab bahwa pengalamannya sewaktu menjadi mahasiswa lah yang menginspirasinya untuk mengajarkan sains dengan cara yang tak biasa. Dirinya mengaku bahwa seni membuatnya lebih mudah memahami materi sains yang awalnya dirasa sulit.

Selain itu, integrasi seni dengan sains menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan guru ataupun dosen dalam mengatasi kejenuhan siswanya dalam belajar. Terlebih saat situasi pandemi Covid-19 dimana mobilitas dibatasi, maka seni dapat menjadi penghibur bagi siswa.

“Apabila suasana belajar tersebut menyenangkan tentulah siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih bahagia,” tutur Prof. Haniza

Kuliah Umum S-2 Pendidikan Biologi UNS Bahas Integrasi Sains dan Seni dalam Metode Pembelajaran

Pembuatan drama dan lagu saat pandemi juga masih dapat dilakukan walau siswa harus lebih memutar otak untuk tetap dapat berkolaborasi jarak jauh. Selain melalui seni, permasalahan dalam pembelajaran daring seperti mencegah adanya siswa yang mencontek saat diberikan soal dan praktikum yang tidak dapat dilakukan seperti saat sebelum pandemi juga dapat diatasi. Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian continuous assessment dalam bentuk esai, mind mapping, bridge maps, self learning module, virtual lab, dan virtual field work.

Adapun terkait kendala dalam memonitoring mahasiswa selama pembelajaran daring, selain dengan menerapkan pembelaharan yang menyenangkan dan kreatif, Prof. Haniza juga mengatasinya dengan pemberian tugas di awal pertemuan yang harus mengumpulkan di laman web Myguru dengan tenggat waktu tertentu. Apabila mahasiswa terlambat mengumpulkan tugas, maka mahasiswa tidak dapat lagi mengumpulkan tugas tersebut.

Metode yang sudah dilakukan oleh Prof. Haniza tentulah dapat menjadi contoh dan ditiru oleh praktisi-praktisi pendidikan lainnya agar pembelajaran yang dilakukan menjadi menyenangkan sehingga siswa ataupun mahasiswa mengikutinya dengan semangat dan bahagia terlebih saat pembelajaran daring.
Humas UNS

Reporter: Rangga P.A.
Editor: Dwi Hastuti