Ciptakan Alat Penyaring Limbah Cair Tahu, Mahasiswa UNS Raih Medali Emas di Ajang I2ASPO 2021

Ciptakan Alat Penyaring Limbah Cair Tahu, Mahasiswa UNS Raih Medali Emas di Ajang I2ASPO 2021

UNS — Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil memperoleh medali emas dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2021  yang diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kompetisi ini diikuti oleh 14 negara dengan juri dari dalam dan luar negeri. Selain medali emas, tim juga memperoleh Special Award dari Yayasan Prestasi Pendidik Indonesia (YPPI). Penyerahan medali dilangsungkan di Surabaya pada Selasa (14/12/2021) lalu.

Tim yang terdiri dari empat orang, Rakel Junetty (Prodi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)), Fatata A’izza Rosyada (Prodi Matematika FMIPA), Millenia Trias Puspa Rukmi (Prodi Kimia FMIPA) dan Dji Hanafit (Prodi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)) membuat karya yang diberi nama  Green-Ma (Utilization of biofilter and manganese greensand for tofu wastewater filtration system). Sebuah alat yang dapat memfilter limbah cair tahu sebelum dibuang ke sungai.

Adapun latar belakang dibuatnya alat tersebut karena melihat kondisi sosial di daerah tempat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), dimana limbah cair tahu langsung dibuang ke sungai, sedangkan limbah cair tersebut memiliki kandungan yang cukup berbahaya apabila dibuang tanpa melalui filtrasi terlebih dahulu.

“Kami prihatin melihat kondisi sosial di daerah tempat KKN, dimana limbah cair tahu langsung dibuang ke sungai, padahal  limbah cair tersebut memiliki kandungan yang cukup berbahaya dibuang tanpa melalui filtrasi terlebih dahulu,” ujar Rakel Junetty dikutip dari mipa.uns.ac.id, Senin (27/12/2021).

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh tim ini sebelum memasuki invention talk, diantaranya adalah pengumpulan paper, poster dan PPT. Kemudian sebelum sesi penjurian meraka harus mendaftarkan untuk tampil di invention talk. Dan mereka bersyukur karena bisa lolos seleksi dan  bisa mempresentasikan karyanya di acara invention talk tersebut.

Ciptakan Alat Penyaring Limbah Cair Tahu, Mahasiswa UNS Raih Medali Emas di Ajang I2ASPO 2021

Rasa syukur dan bahagia dirasakan oleh Rakel Junetty dan tim atas perolehan prestasi ini. “Saya dan tim merasa bersyukur atas pencapaian tersebut dan tentunya bahagia, karena ini merupakan lomba offline pertama selama masa pandemi. Kami berharap agar karya yang kami teliti ini dapat terus bisa berkembang dan bisa bermanfaat bagi para industri tahu secara umum,” terang Rakel.

Ada beberapa alasan mengapa Rakel dan tim tertarik mengikuti ajang ini. Diantaranya adalah untuk menambah relasi dan pengalaman dikarenakan ini event internasional yang diikuti oleh 14 negara dengan dewan juri berasal dari dalam dan luar negeri. Di samping itu, karena ini ajang berbentuk invention (pameran), jadi cukup menarik digunakan sebagai momen menunjukkan karya yang diharapkan bisa dikomersilkan.

Tim yang terdiri dari empat orang ini, menurut Rakel sangat proporsional, karena terdiri dari 3 program studi yang semuanya berperan aktif dan menjalankan project. Untuk desain dan rancang alatnya dipercayakan kepada Dji Hanafit, mahasiswa dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin FKIP. Sementara untuk uji beberapa kandungan dalam limbah cair tahu dilakukan oleh Millenia Trias Puspa Rukmi dari Prodi Kimia FMIPA. Untuk optimasi alat dan biayanya oleh Rakel dan Fatata dari Prodi Matematika FMIPA. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Unit Pengelola Jurnal FKIP UNS Gelar Webinar Pelatihan dan Publikasi PTK

Unit Pengelola Jurnal FKIP UNS Gelar Webinar Pelatihan dan Publikasi PTK

UNS — Unit Pengelola Jurnal (UPJ) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar rangkaian kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah dari hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikemas dalam bentuk webinar bertajuk “Webinar Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas dan Publikasi PTK”. Acara digelar pada Sabtu (13/11/2021) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FKIP UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa revolusi ilmiah di bidang pendidikan sangat bermanfaat dan penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Revolusi ilmiah memberikan dorongan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui kemampuan riset dan menulis. Hal tersebut tentunya sangat penting dan bermanfaat bagi dunia pendidikan kita. Penulisan karya ilmiah akan mengawali kultur sebagai periset dan penulis,” ungkap Prof. Slamet.

Dimoderatori oleh Dr. Bramastia, M.Pd. selaku Dosen Pascasarjana FKIP UNS, webinar ini menghadirkan tiga narasumber. Narasumber pertama adalah Dr. Drs. Yuli Bangun Nursanti, M.Pd. Ia merupakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri yang memaparkan mengenai dasar hukum penulisan PTK dan tujuannya.

Unit Pengelola Jurnal FKIP UNS Gelar Webinar Pelatihan dan Publikasi PTK

“Dasar hukum penulisan penelitian tindakan kelas adalah Permen PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Adapun, tujuan peraturan ini adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran melalui riset. Sebagai contoh guru mempelajari cara siswa belajar dalam kaitannya dengan cara guru mengajar atau pengembangan model pembelajaran,” papar Dr. Yuli

Narasumber kedua adalah Dr. Farida Nurhasanah, M.Pd. Ia merupakan Dosen Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNS. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan mengenai pentingnya seorang guru melaksanakan PTK.

“Ada empat alasan mengapa seorang guru harus melaksanakan PTK. Pertama adalah tuntutan profesionalisme sebagaimana tertuang dalam Permen PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Kedua, sebagai replikasi yang meliputi teori, konteks dan metodologi. Ketiga, sebagai bukti dan rekam jejak karena pengalaman tersebut terdokumentasikan dalam bentuk karya ilmiah. Keempat, sebagai jembatan antara akademisi dan praktisi,” jelas Dr. Farida

Unit Pengelola Jurnal FKIP UNS Gelar Webinar Pelatihan dan Publikasi PTK

Narasumber yang ketiga adalah Woro Sri Hastuti, M.Pd. Ia merupakan Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dalam pemaparannya, ia menjelaskan mengenai manfaat PTK.

“Penelitian tindakan kelas memiliki empat manfaat bagi seorang guru. Manfaat yang pertama adalah memperbaiki proses pembelajaran di kelas untuk mendapatkan hasil yang lebih berkualitas. Kedua, sebagai tindakan nyata yang diyakini lebih baik dari yang biasa dilakukan. Ketiga, memecahkan permasalahan nyata dalam kelas. Terakhir, memperbaiki mutu pembelajaran sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan,” jelas Woro. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Tim Sains FKIP UNS Adakan Webinar Edukasi Sains untuk Anak Usia Dini

Tim Sains FKIP UNS Adakan Webinar Edukasi Sains untuk Anak Usia Dini

UNS —  Tim Sains untuk Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa Webinar Edukasi Sains untuk Anak Usia Dini pada Senin (22/11/2021). Tim pengabdian ini terdiri dari Kistantia Elok Mumpuni, S.Pd., M.Pd., Vera Sholeha, S.Pd., M.Pd., dan Endri Sintiana Murni, S.Pd., M.Pd.

Tim pengabdian berasal dari kalangan dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), dan Prodi Pendidikan Seni Rupa. Pemilihan tim dengan latar belakang ilmu yang berbeda dimaksudkan untuk memberikan edukasi yang tepat bagi orang tua dalam pembelajaran sains untuk anak.

Webinar ini dilaksanakan dalam empat seri yakni pembelajaran sains anak usia dini, keterampilan proses sains dan menyusun kegiatan sains sederhana di rumah, seni dan sains, serta berbagi pengalaman berkegiatan sains di rumah. Adapun, latar belakang memperoleh ide ini diperoleh atas ketidaktepatan persepsi mengenai sains dan anak usia dini. Kegiatan ini dimaksudkan agar orang tua paham bagaimana cara menyampaikan konsep sains dan mampu mendampingi anak belajar di rumah.

“Ide pengabdian ini dilatarbelakangi dengan persepsi kurang tepat bahwa sains merupakan salah satu cabang ilmu yang dianggap sulit dan belum cocok untuk anak usia dini,” kata Vera Sholeha, pemateri pertama dalam webinar ini.

Vera melanjutkan pemaparannya mengenai contoh sains yang dekat dengan kehidupan anak.

“Sains sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak sebagai contoh, anak bermain pasir dengan menyaring. Ini merupakan contoh fisika tentang pemisahan berdasarkan ukuran dan berat butir-butir pasir. Kegiatan anak yang lain seperti melihat pelangi, katak berkorek, membuat teh, dan bermain lempar tangkap bola juga berhubungan dengan sains. Konsep sains dapat dipahami anak jika dijelaskan dengan bahasa sederhana,” paparnya.

Tim Sains FKIP UNS Adakan Webinar Edukasi Sains untuk Anak Usia Dini

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan seri dua yang disampaikan Kristiana Elok Mumpuni, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan materi tentang penyusunan sains sederhana di rumah.

“Pemahaman sains dapat dicapai dengan pengamatan dan praktikum sains. Hal yang dipertimbangkan dalam pembelajaran sains antara lain usia anak, tema belajar sains, metode belajar, alat dan bahan, serta kemampuan pendamping yakni orang tua. Sains tidak harus dipelajari di laboratorium dengan alat canggih, tetapi dapat dipelajari di rumah dengan alat bahan yang ada di sekitar,” terangnya.

Selanjutnya, materi seni dan sains disampaikan oleh Endri Sintiana Murni, S.Pd., M.Pd. yang memaparkan keterkaitan seni dan sains, serta kebermanfaatannya dalam pengenalan sains untuk anak.

“Anak dapat mengekspresikan dirinya secara bebas, menghubungkan apa yang ada dalam pikiran mereka dalam bentuk hasil karya. Laporan hasil sains bisa ditulis dalam bentuk karya seni. Misal, menggambarkan hasil temuan setelah menanam biji kacang hijau dari hari pertama sampai ke sepuluh. Ini seni dan biologi. Contoh lain adalah bunyi yang dihasilkan dari ketukan gelas bisa menghasilkan aransemen musik. Ini merupakan kombinasi fisika dan seni,” jelas Endri.

Pemaparan seri terakhir ditutup dengan berbagi pengalaman kegiatan sains di rumah bersama anak. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

PKM UNS Gelar Serangkaian Kegiatan untuk Meningkatkan Performa UMKM

PKM UNS Gelar Serangkaian Kegiatan untuk Meningkatkan Performa UMKM

UNS — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang merupakan peer group Pusat Studi Halal Research Center and Services (HRCS) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret menggelar webinar nasional izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal. Kegiatan ini dalam rangka membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperoleh sertifikat dari lembaga resmi.

Webinar tersebut diinisiasi sebagai wadah diskusi bagi para pelaku UMKM untuk memperoleh informasi terkait jenis-jenis produk yang harus memiliki izin BPOM, alur memperoleh sertifikat BPOM dan halal dari LPPOM MUI, serta sharing pengalaman antar pelaku UMKM.

Pihak UNS, diwakili oleh narasumber Dr. Ari Diana dan Dr. Ir. Choiroel Anam membagikan informasi tentang pendampingan untuk memperoleh sertifikat halal yang disediakan oleh HRCS LPPM UNS. Selain itu, juga pelayanan terhadap uji produk tertentu yang dapat dilakukan oleh UPT Laboratorium Terpadu UNS.

“Kemunculan nama-nama usaha baru juga semakin ramai menghiasi pasar online maupun offline. Kemampuan seperti membangun kepercayaan konsumen dan citra perusahaan agar semakin dikenal oleh masyarakat tentu perlu dilakukan oleh setiap pelaku usaha. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengusahakan perolehan sertifikat dari lembaga resmi seperti BPOM dan LPPOM MUI sebagai jaminan terhadap kualitas produk,” kata Dr. Muhammad Cahyadi, Ketua PKM dalam webinar yang berlangsung pada Sabtu (11/9/2021).

PKM UNS Gelar Serangkaian Kegiatan untuk Meningkatkan Performa UMKM

Sementara itu, Dr. Agr. Sc. Ernoiz Antriyandarti juga dihadirkan untuk membahas langkah-langkah mengelola modal, mengatur arus pemasukan dan pengeluaran, serta tips and trik memasuki bisnis di era digital. Selain kegiatan webinar, diadakan juga pendampingan secara intensif terhadap salah satu UMKM binaan UNS yang memproduksi frozen food (es gabus), yaitu es gabus 90’an.

Pendampingan tersebut berupa pendampingan untuk memperoleh sertifikat halal, pembuatan video profil usaha untuk membantu promosi, dan pelatihan desain kemasan produk yang dilakukan oleh Nidyah Widyamurti, S.Sn., M.Ikom.

Beberapa poin penting dalam pelatihan desain kemasan yaitu kesesuaian yang harus dimiliki desain kemasan dengan brand image perusahaan dan target pasar, serta rekomendasi model kemasan untuk produk.

“Kami berharap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dapat bermanfaat bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi secara praktik juga dapat diaplikasikan untuk mengembangkan dan memajukan usaha para pelaku UMKM,” imbuh Dr. Cahyadi. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Peneliti FKIP UNS Sosialisasikan Hasil Penelitian Komik Edukatif Berbasis Kearifan Lokal tentang Pemertahanan Pangan Nonberas

Peneliti FKIP UNS Sosialisasikan Hasil Penelitian Komik Edukatif Berbasis Kearifan Lokal tentang Pemertahanan Pangan Nonberas

UNS — Tim peneliti yang berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan diseminasi hasil penelitian yang bertajuk “Pengembangan Komik Edukatif Berbasis Kearifan Lokal tentang Pemertahanan Pangan Nonberas kepada Guru SD Kecamatan Tawangmangu”. Penelitian yang melibatkan lima mahasiswa UNS tersebut mendapatkan dana dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNS tahun 2020 dan 2021 pada skema penelitian unggulan. Kegiatan lokakarya dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut, diikuti sebanyak 15 peserta yang meliputi pengawas, penilik sekolah, dan perwakilan guru Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Tawangmangu.

Dr. Sumarwati, M.Pd. dosen Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia yang menjadi ketua tim penelitian menjelaskan bahwa tujuan diseminasi ini agar para guru ikut andil melestarikan kearifan lokal mengenai pertahanan pangan nonberas.

“Tujuan diseminasi ini agar para guru ikut melestarikan kearifan lokal tentang pemertahanan pangan nonberas dengan mengintegrasikannnya dalam pembelajaran formal, sehingga tidak punah,” ujar Sumarwati kepada tim uns.ac.id beberapa saat yang lalu.

Kegiatan penelitian dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar. Kepala Koordinator wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Tawangmangu, Heru Dwi Nugroho, M.Pd. memberi pengarahan kepada para guru agar dapat menggunakan komik dari tim dalam pembelajaran budaya lokal. Ia juga berterima kasih kepada Tim Peneliti FKIP UNS yang senantiasa bersinergi bersama Disdikbud Kabupaten Karanganyar maupun Kecamatan Tawangmangu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Adapun, pada sesi pemaparan materi yang digelar pada Kamis (16/9/2021), di Ruang Pertemuan Pondok Asri Hotel dan Resto Tawangmangu, acara inti dibuka oleh Dr. Sukarno dengan menyampaikan materi tentang karakteristik pembelajaran tematik terpadu berbasis budaya lokal. Materi kedua disampaikan Dr. Sumarwati tentang muatan materi empat seri komik berbasis kearifan lokal tentang pemertahanan pangan nonberas di Tawangmangu, sedangkan Dr. Atikah Anindyarini memberi contoh skenario pembelajaran tematik terpadu dengan media komik edukatif yang dikembangkan oleh tim peneliti. Adapun, empat seri komik yang berhasil dikembangkan berjudul Narotama: Pembawa Pembaruan, Prabu Baka dan Putut Tetuka, Petualang Naro dan Tama: Ada Cerita dan Upacara Bersih Desa, juga Petualang Naro dan Tama: Dapat Ilmu Baru. Materi komik mencakup beberapa hal seperti cerita rakyat, upacara tradisi, makanan tradisional dari jagung, reog Pancot, gamelan thok prol, sistem pertanian sayur dan palawija di lahan terasering, sistem tanam tumpang sari, sistem panen, rumah adat, dan obat herbal. Seluruh peserta mendapatkan empat komik tersebut, bahkan semua SD di Tawangmangu yang berjumlah 33 sekolah mendapatkannya secara gratis.

Setelah penyampaian materi, peserta berlatih membuat rancangan pembelajaran tematik terpadu berbasis budaya lokal dengan media komik. Berdasarkan hasil latihan tersebut, dapat dinyatakan bahwa semua peserta mampu membuat rancangan pembelajaran sesuai kriteria. Selain itu, hasil pretes dan postes menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta tentang kearifan lokal Tawangmangu dan strategi mengintegrasikannya dalam pembelajaran sesuai tema maupun subtema secara terpadu antarmata pelajaran.

Lebih lanjut, Sumarwati berharap agar para gurui mampu mengintegrasikan ilmu sains dan kearifan lokal.

“Dengan demikian, harapan tim peneliti agar ilmu sains dan kearifan lokal dapat saling melengkapi dalam pemanfaatannya dan dapat terealisasi,” pungkas Sumarwati. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti