Kenalkan Budaya dan Pendidikan di Jepang, PSJ UNS Adakan Open Campus

Kenalkan Budaya dan Pendidikan di Jepang, PSJ UNS Adakan Open Campus

UNS — Pusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan International Office UNS dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang mengadakan open campus seri 2. Kegiatan ini berlangsung secara daring pada Sabtu (19/3/2022) melalui Zoom Cloud Meeting dan siaran langsung kanal Youtube International Office UNS.

Acara ini menghadirkan Abdul Basith Fithroni, mahasiswa magister Department of Cell Chemistry, Okayama University; Prof. Ying Chen dari School of Engineering Tohoku University; Junko Obayashi dari Okayama University; Muhammad Salman Al Farisi, Asst. Prof. Hiroshima City University; dan Muhammad Izzat Nugraha, alumnus Biological Oceanography Laboratory Tohoku University.

Turut hadir pula Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus; Kepala Departemen Riset dan Pendidikan PPI Jepang, Mercy Bientri Yunindanova, M.Si.; Kepala International Office UNS, Rino Ardhian Nugroho, Ph.D.; dan Kepala PSJ UNS, Dr. Eng. Kusumaningdyah N. Handayani.

Dalam sambutannya, Mercy Bientri Yunindanova, M.Si., yang juga merupakan dosen di Fakultas Pertanian (FP) UNS mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu momen spesial karena dapat berkolaborasi dengan tiga institusi atau lembaga.

“Spesial event ini yang akan memberikan banyak insight tentang studi di Jepang, seperti melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Lalu juga bagi para mahasiswa yang akan melanjutkan studi master dan doctoral di Jepang. Saya percaya bahwa kegiatan ini akan membawa banyak benefit bagi seluruh pihak,” ungkap Mercy.

Sementara itu, Rino Ardhian Nugroho, Ph.D. juga berharap agar kegiatan ini dapat membantu para mahasiswa yang akan menempuh studi di Jepang berdasarkan pengalaman akademik para narasumber.

“Semoga juga dapat membangun hubungan baik dengan Tohoku University dan Okayama University. Banyak lulusan universitas di Jepang yang saat ini memiliki posisi penting di UNS. Selain itu, semoga kegiatan ini dapat meningkatkan akademik internasional di antara tiga universitas ini,” tutur Rino.

Prof. Ahmad Yunus juga berharap agar kegiatan ini dapat membantu mengenalkan budaya maupun iklim akademik universitas-universitas di Jepang.

“Terdapat beberapa program untuk bisa belajar di Jepang, salah satunya dengan IISMA yang bisa diikuti oleh mahasiswa jenjang sarjana di Indonesia. Nantinya para mahasiswa akan belajar selama 1 semester di sana. Banyak kampus yang disediakan sebagai partner, termasuk Tohoku University dan Okayama University. Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi dan insight kepada generasi muda,” kata Prof. Yunus.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh seluruh narasumber. Materi-materi tersebut berupa pengenalan universitas, inbound, budaya, kegiatan akademik, dan kehidupan yang ada di Jepang. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

PSJ UNS Adakan Webinar Bahas Kesiapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

PSJ UNS Adakan Webinar Bahas Kesiapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

UNSPusat Studi Jepang (PSJ) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, Persada Solo, dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) mengadakan webinar penelitian. Kegiatan ini membahas kesiapan pendidikan di tengah pandemi Covid-19 studi kasus Jepang-Indonesia bersama para pakar.

Webinar yang berlangsung pada Sabtu (19/2/2022) ini menghadirkan tiga pembicara. Mereka adalah David Virya Chen, Ph.D., seorang specially appointed researcher in Immunology Frontier Research Center, Osaka University; Asst. Prof. Miftakhul Huda, Assistant Professor di Nagoya University; dan Murni Ramli, M.Si., Ed.D.; Dosen Pendidikan Biologi UNS. Selain itu, terdapat opening remarks dari Prof. Yusli Wardianto selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan  Prof. Sajidan, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi UNS.

Dalam sambutannya, Kepala PSJ UNS, Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. “Kami berharap agar agenda kerja sama yang sudah tersusun bersama PPI Jepang dapat terwujud ke depannya,” harap Dr. Eng. Kusumaningdyah.

Sementara itu, Prof. Sajidan juga mengapresiasi kegiatan kolaborasi ini. Ia berharap, para mahasiswa di Jepang dapat terus berkontribusi bagi bangsa meskipun saat ini berada jauh dari Indonesia.

“Saya senang dengan semangat anak muda di PPI Jepang, semoga nanti setelah lulus kembali ke sini untuk membangun Indonesia sehingga bisa selevel dengan Jepang,” ungkap Prof. Sajidan.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Yusli Wardianto.

“Meksipun kita sedang berada di luar Indonesia, tapi harus selalu memberikan kontribusi bagi bangsa. Hari ini saya berharap kita mampu mengambil sintesis dari para pembiacara nanti,” harapnya.

Materi pertama disampaikan oleh David Virya Chen, Ph.D. dengan topik Covid-19 dan peran vaksin.

“Sistem imun itu ibarat kita masuk dapur. Nah, banyak komponen lain di dapur seperti gula atau air yang baru nyala ketika dibuka kerannya. Sistem imun seperti itu. Vaksin terbaik adalah komunikasi sains dan vaksin harus yang merata sebelum di-booster dan itu berlaku di semua negara,” kata David.

Kemudian, materi kedua disampaikan oleh Asst. Prof. Miftakhul Huda. Ia menyampaikan materi tentang pendidikan di Jepang selama pandemi Covid-19. Ia mengatakan bahwa saat Jepang menerapkan kedaruratan Covid-19, banyak sekolah yang belum siap 100%.

“Saat awal karena tidak ada persiapan jadi para guru tidak memberikan materi secara intensif, Sebagian hanya memberikan materi pdf dan memberi video, hanya 9% saja yang menggunakan media dua arah seperti zoom,” kata Asst. Prof. Miftakhul Huda.

Kemudian, materi terakhir yang disampaikan oleh Murni Ramli, M.Si., Ed.D. membahas tentang kesiapan dan urgensi pembelajaran tatap muka pada masa pandemi di Indonesia.

PSJ UNS Adakan Webinar Bahas Kesiapan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

“Pendidikan di rumah selama masa pandemi tetap terarah dalam koridor kurikulum, aktor atau fasilitator dalam belajar mengajar dibagi dari yang awalnya didominasi oleh guru saat ini menjadi ke orang tua dan internet. Guru menggunakan aneka platform pembelajaran online mulai dari grup chat dengan guru atau wali, sampai learning management system yang kompleks,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan survei Kemdikbudristek, hanya 46% guru di Indonesia yang siap dengan kemampuan teknologi informasi sehingga terjadi gagap teknologi. Selain itu, tidak semua siswa memiliki akses internet, termasuk sarana untuk mengaksesnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti