Mahasiswa Agribisnis UNS Raih Juara 2 Lomba Business Proposal Competition Tingkat Nasional

Mahasiswa Agribisnis UNS Raih Juara 2 Lomba Business Proposal Competition Tingkat Nasional

UNS — Prestasi di tingkat nasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Baru saja, tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Fakultas Pertanian (FP) UNS meraih juara 2 business proposal competition. Mereka adalah Mahdaviqia Dharmawan, Natasya Erischa Pranadita, dan Zakki Millati Asna.

Kompetisi yang berlangsung pada 18 Juli—13 Agustus 2022 tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Prodi Teknik Logistik Institut Teknologi Telkom (ITT) Purwokerto. Mahdaviqia Dharmawan atau yang kerap disapa Davi mengatakan bahwa Ia dan timnya mengusung ide bisnis Bernama My Craft.

“My Craft adalah platform yang menghubungkan antara pelaku UMKM kerajinan tangan dengan pasar internasional secara langsung. Platform ini akan menyediakan wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk kerajinan tangan dan menjadi penghubung pembeli dari luar negeri dengan kemudahan proses administrasi ekspor,” jelasnya kepada uns.ac.id, Senin (15/8/2022).

Pada tahap awal, seluruh peserta mengumpulkan proposal bisnis untuk dinilai oleh juri. Kemudian, dipilih 5 finalis dari 40-an peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk masuk ke tahap final.

Ide bisnis ini muncul setelah Davi dan timnya melihat data ekspor kerajinan tangan asal Indonesia yang cenderung stagnan dari tahun ke tahun. Hal ini diperparah dengan sedikitnya UMKM yang sudah masuk pada ekosistem digital sehingga menyebabkan terhambatnya proses pemasaran produk UMKM ke pasar internasional.

“Jika dilihat dari data, UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB Indonesia. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong pelaku UMKM menciptakan produk berstandar ekspor sehingga tidak hanya PDB yang bertambah tetapi juga devisa negara ikut naik,” jelasnya.

Davi mengaku sangat senang ketika timnya diumumkan mendapat juara 2 dalam kompetisi ini.
“Mendapat juara 2 dalam business proposal competition bidang bisnis ekspor sangat membanggakan bagi kami. Rasanya senang dan terharu juga ketika ide kami disambut positif oleh para juri. Terlebih, ini merupakan kompetisi pertama kami dalam perlombaan proposal bisnis. Terima kasih kepada teman, dosen, dan seluruh sivitas akademika yang sudah membantu dalam proses penyusunan bisnis proposal ini,” ungkapnya.

Davi dan timnya berharap dapat terus menyalurkan ide serta gagasannya dalam perlombaan-perlombaan lain.

“Kami juga berharap dengan adanya prestasi ini dapat memberikan dampak positif bagi kinerja UNS dan memotivasi rekan lainnya untuk turut berprestasi, baik di kancah nasional maupun internasional,” pungkas mahasiswa semester lima tersebut. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Usung CNC Mobile Application, Mahasiswa UNS Berhasil Raih Silver Medal dan Peroleh Special Award

Usung CNC Mobile Application, Mahasiswa UNS Berhasil Raih Silver Medal dan Peroleh Special Award

UNS — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, dipersembahkan oleh Dji Hanafit, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS; Rakel Junetty, mahasiswa Prodi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS; Ramandha Ayu Damayathy, mahasiswa Prodi Kimia Fakultas Teknik (FT) UNS; Rezza Mahardika Putra Prasetyo, mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Mesin FKIP UNS; serta Zalfaa Azalia Pursita, mahasiswa Prodi Pendidikan Khusus FKIP UNS.

Dengan mengusung CNC Mobile Application, kelima mahasiswa UNS ini berhasil meraih silver medal dan memperoleh special award dalam ajang World Science Environment Engineering Competition yang diselenggarakan oleh Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia dan Indonesian Young Scientist Association (IYSA).

Saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Selasa (2/8/2022), Dji Hanafit menyampaikan CNC Mobile Application merupakan aplikasi pembelajaran untuk mata pelajaran Computer Numerical Control (CNC) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan permesinan yang ia rancang bersama timnya di bawah bimbingan Taufik Wisnu Saputra, S.Pd., M.Pd.

“Aplikasi ini berfokus pada peningkatan minat belajar siswa terhadap kode-kode pemrograman CNC. Aplikasi ini dilengkapi juga dengan modul yang telah dikembangkan oleh tim. Selain itu, aplikasi ini sudah diujikan di beberapa SMK di Solo. Hasilnya menunjukkan aplikasi ini dapat membantu meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran CNC,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dji Hanafit juga menyampaikan rasa senangnya selain bersyukur telah berhasil meraih silver medal dan memperoleh special award. “Rasa senang dari mulai mempersiapkan hingga memutuskan untuk melombakan aplikasi CNC ini yaitu kita bisa belajar mengembangkan suatu produk yang bisa memberikan manfaat untuk membantu seseorang dalam menuntut ilmu, khususnya siswa SMK jurusan permesinan,” pungkasnya.

Setelah berhasil meraih silver medal dan memperoleh special award, Dji Hanafit berharap CNC Mobile Application ini dapat dikembangkan dengan lebih baik lagi. Sehingga nantinya aplikasi tersebut dapat digunakan oleh siswa SMK di wilayah yang lebih luas dan dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran CNC. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Editor: Dwi Hastuti

Cerita Qanita, Mahasiswi FP UNS yang Memilih Terjun Dunia Balap Rally

Cerita Qanita, Mahasiswi FP UNS yang Memilih Terjun Dunia Balap Rally

UNS — Dunia balap, biasanya identik dengan laki-laki. Namun, siapa sangka bahwa Mahasiswi Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Qanita Syahshiyah telah menekuni dunia balap rally sejak tahun 2020.

Pada saat itu ia mengawali terjun dunia balap rally dengan menjadi navigator Ayahnya. Kemudian pada akhir tahun 2021, Qanita mulai turun sebagai driver bersama kakaknya, Tyara Rally Athiyyah Nabila yang menjadi navigatornya.

Meskipun Qanita terbilang belum lama dalam dunia balap rally, tetapi sebelumnya Qanita telah berhasil meraih Juara 1 kategori Retro di Pertamax Turbo Sprint Rally dan Juara 2 grup R3 di Meikarta Sprint Rally. Kedua perlombaan tersebut ia raih pada tahun 2020. Serta baru-baru ini ia bersama kakaknya berhasil menyabet Juara 2 kelas F1 pada ajang perlombaan Stage Park Sprint Rally Kejurda (Kejuaraan Daerah) Jawa Barat Sprint Rally Putaran 1. Serta Juara 2 tim dengan membawa nama EuroStar Racing Team bersama Ayah dan Adiknya.

“Awalnya aku takut untuk turun sebagai driver dan nyetir mobil balap. Tapi karena aku diajarin dan terus di support orang tua dan lingkunganku, akhirnya aku memberanikan diri untuk turun dan lanjut terus sampai sekarang,” ucap Qanita saat dihubungi tim uns.ac.id, Sabtu (25/6/2022).

Meskipun begitu dirinya terus berlatih untuk mengembangkan keterampilannya, dan pastinya untuk bisa meraih prestasi baru dalam perlombaan balap rally.
Selain itu, Qanita yang memiliki tujuan untuk bisa menghidupkan kembali kategori wanita di dunia balap Indonesia ini, mengaku banyak suka duka yang telah ia alami.

“Kalau sukanya pasti banyak banget. Mulai dari adrenaline rush yang aku rasain setiap turun ke track, ketemu orang baru dan bisa kenal banyak banget orang-orang hebat di dunia otomotif dan rally, bisa berprestasi, mengunjungi tempat-tempat baru yang punya keindahannya masing-masing, pengalamannya, dan banyak banget ‘suka’ lain yang nggak bisa aku sebutin satu-satu. Kalau dukanya terkadang saat harus kembali menghadapi tugas-tugas yang tertinggal selama beberapa hari aku pergi. Tapi menurutku selama ikut balapan sangat-sangat worth it yang didapat. Karena belum tentu aku bisa mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang sama kalau nggak ikut turun,” jelas Qanita.

Sementara itu menurut Qanita setiap kejuaraan balap rally itu unik dan memiliki kesan tersendiri. Misalnya saja saat harus menghadapi track-track baru, wiper yang tidak menyala ketika hujan, bahkan mobilnya pernah tersangkut di tanah pembatas jalan.

“Tetapi yang pasti setiap rally itu sangat berkesan. Karena selalu ada dukungan orang tua, keluarga, om-om mekanik, helper di tim, sampai panitia yang juga memberikan support dan apresiasi lebih karena aku peserta wanita,” lanjut Qanita.

Terakhir, Qanita pun berpesan untuk jangan takut mengambil kesempatan atau mencoba hal baru.

“Karena kesempatan itu belum tentu datang lagi dan kita nggak akan tahu kesempatan itu bisa membawa kita sejauh apa. Semangat terus ya untuk kakak-kakak dan adik-adik mahasiswa UNS,” pungkas Qanita. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Membanggakan! Mahasiswa UNS Raih Juara 1 Lomba Poster Tingkat Internasional

Membanggakan! Mahasiswa UNS Raih Juara 1 Lomba Poster Tingkat Internasional

UNS — Prestasi membanggakan di tingkat internasional kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, prestasi membanggakan diraih Bayu Aji Prasetya, mahasiswa Program Studi (Prodi) S2 Kajian Budaya Sekolah Pascasarjana UNS bersama Rizka Lailatul Rohmah, alumnus D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi (SV) UNS.

Dengan mengusung informasi mengenai bahaya industri rokok, Bayu dan Rizka berhasil meraih juara 1 lomba poster tingkat internasional yang diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Student Federation-African Regional Office (IPSF-AfRO).

Saat diwawancarai oleh uns.ac.id pada Rabu (22/6/2022), Rizka menyampaikan alasan mengikuti lomba tersebut karena mereka sudah concern dengan world no tobacco day campaign. “Awalnya memang kami sudah lumayan concern dengan no tobacco day campaign. Beberapa kali kami juga membuat kampanye bukan hanya berupa poster, namun juga video dan infografis,” ujarnya.

Sedangkan mengenai isi posternya, Bayu menjelaskan poster tersebut mengusung informasi bahayanya industri rokok yang dipetakan menjadi 4, yaitu bahaya sampah atau limbah yang dihasilkan oleh industri rokok, bahaya industri rokok terhadap polusi, bahaya industri rokok terhadap kelestarian lingkungan hutan, dan bahaya industri rokok dalam hal penggunaan energi.

“Pertama sampah, jadi salah satu sampah yang sering dijumpai adalah sampah akibat industri rokok, termasuknya putung rokok. Kedua polusi, industri rokok menyebabkan polusi udara karena adanya bahan kimia yang digunakan saat memproduksi rokok. Ketiga membahayakan kelestarian lingkungan hutan, karena industri rokok membutuhkan pohon-pohon yang mana bisa menyebabkan penebangan. Keempat industri rokok memerlukan energi yang besar, berdasarkan data JTI pada tahun 2017 industri rokok menggunakan lebih dari 2.600 Gigawatts Hours (GWH) energi dan pada tahun 2018 menggunakan lebih dari 2.500 GWH energi,” jelas Bayu.

Bayu dan Rizka tidak menyangka akan berhasil meraih juara 1. Namun saat Kantor Pusat IPSF yang berada di Belanda mengumumkan bahwa Bayu dan Rizka telah berhasil meraih juara 1 lomba poster yang diselenggarakan oleh IPSF-AfRO pada Selasa (31/5/2022), mereka mengaku sangat senang dan bersyukur. Bayu dan Rizka berharap dengan kemenangan tersebut bisa menjadi pacuan untuk bisa lebih berprestasi dan lebih berani untuk mencoba, serta dengan poster tersebut masyarakat luas dapat teredukasi mengenai bahayanya industri rokok. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Editor: Dwi Hastuti

Mahasiswa UNS Sukses Raih Medali Emas pada Ajang WYIE di Negeri Jiran

Mahasiswa UNS Sukses Raih Medali Emas pada Ajang WYIE di Negeri Jiran

UNS — Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses mengantongi medali emas pada ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2022 yang diadakan oleh The International Invention, Innovation, and Technology Exhibition (ITEX) secara luring di Kuala Lumpur City Center (KLCC) . Mereka adalah Nugroho Hasan dari Fakultas Pertanian (FP), Ahmad Rifki Hardiansyah dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Rifqi Amrulah Fatah dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB), serta Luluk Aristiani dan Lutfi A dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). Mereka dibimbing oleh Dr. Sutanto, S.Si., DEA yang merupakan seorang Dosen Program Studi (Prodi) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNS.

Atas pencapaian ini, saat diwawancarai tim uns.ac.id, Hasan mengaku senang. Ia juga menceritakan suka dukanya ketika menginjakkan kaki di Negeri Jiran tersebut.

“Perasaannya senang karena di tingkat akhir kuliah bisa ke luar negeri pertama dan menang. Sukanya bisa ke luar negeri pertama kali bareng teman sekelompok sih setelah pandemi berlangsung dan bisa dapat gold medal, serta di Malaysia ketemu nasi padang dan sebelum pulang pemiliknya ultah jadi makan gratis, di Malaysia kotanya rapi dan jadi senang jalan kaki. Dukanya tentunya harus banyak tidur di luar karena penghematan,” ungkap Hasan, Selasa (21/6/2022).

Pada ajang ini, mereka berhasil membuat karya dengan mengombinasikan batik dan dunia modern. Mereka ingin membuka ruang baru bagi perekonomian batik di Solo.

“Latar belakang lomba karena merupakan temuan dari PKM RSH tahun lalu yang melihat pengrajin batik di Laweyan sepi pembeli karena pandemi Covid-19, sehingga kami ingin membuka ruang baru untuk perekonomian batik di Solo. Di sisi lain, banyak anak muda yang malu memakai batik karena motif sudah kuno, sehingga kami mengombinasikan dengan modernisasi yaitu tema metaverse,” jelas Hasan.

Untuk mengikuti lomba yang dilaksanakan pada Kamis-Jumat (26-27/5/2022) tersebut, Hasan dan teman-temannya membutuhkan persiapan selama empat bulan untuk pembuatan desain batik hingga proses cetaknya. Saat itu terdapat 200 peserta yang berasal dari delapan negara.

Ke depan, Hasan berharap agar mahasiswa UNS dapat pergi ke luar negeri untuk mengikuti lomba.

“Harapannya ke depan, banyak mahasiswa UNS yang bisa ke luar negeri ikut lomba,” pungkas Hasan. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti