PKM UNS Gelar Serangkaian Kegiatan untuk Meningkatkan Performa UMKM

PKM UNS Gelar Serangkaian Kegiatan untuk Meningkatkan Performa UMKM

UNS — Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang merupakan peer group Pusat Studi Halal Research Center and Services (HRCS) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret menggelar webinar nasional izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikasi halal. Kegiatan ini dalam rangka membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperoleh sertifikat dari lembaga resmi.

Webinar tersebut diinisiasi sebagai wadah diskusi bagi para pelaku UMKM untuk memperoleh informasi terkait jenis-jenis produk yang harus memiliki izin BPOM, alur memperoleh sertifikat BPOM dan halal dari LPPOM MUI, serta sharing pengalaman antar pelaku UMKM.

Pihak UNS, diwakili oleh narasumber Dr. Ari Diana dan Dr. Ir. Choiroel Anam membagikan informasi tentang pendampingan untuk memperoleh sertifikat halal yang disediakan oleh HRCS LPPM UNS. Selain itu, juga pelayanan terhadap uji produk tertentu yang dapat dilakukan oleh UPT Laboratorium Terpadu UNS.

“Kemunculan nama-nama usaha baru juga semakin ramai menghiasi pasar online maupun offline. Kemampuan seperti membangun kepercayaan konsumen dan citra perusahaan agar semakin dikenal oleh masyarakat tentu perlu dilakukan oleh setiap pelaku usaha. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengusahakan perolehan sertifikat dari lembaga resmi seperti BPOM dan LPPOM MUI sebagai jaminan terhadap kualitas produk,” kata Dr. Muhammad Cahyadi, Ketua PKM dalam webinar yang berlangsung pada Sabtu (11/9/2021).

PKM UNS Gelar Serangkaian Kegiatan untuk Meningkatkan Performa UMKM

Sementara itu, Dr. Agr. Sc. Ernoiz Antriyandarti juga dihadirkan untuk membahas langkah-langkah mengelola modal, mengatur arus pemasukan dan pengeluaran, serta tips and trik memasuki bisnis di era digital. Selain kegiatan webinar, diadakan juga pendampingan secara intensif terhadap salah satu UMKM binaan UNS yang memproduksi frozen food (es gabus), yaitu es gabus 90’an.

Pendampingan tersebut berupa pendampingan untuk memperoleh sertifikat halal, pembuatan video profil usaha untuk membantu promosi, dan pelatihan desain kemasan produk yang dilakukan oleh Nidyah Widyamurti, S.Sn., M.Ikom.

Beberapa poin penting dalam pelatihan desain kemasan yaitu kesesuaian yang harus dimiliki desain kemasan dengan brand image perusahaan dan target pasar, serta rekomendasi model kemasan untuk produk.

“Kami berharap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dapat bermanfaat bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi secara praktik juga dapat diaplikasikan untuk mengembangkan dan memajukan usaha para pelaku UMKM,” imbuh Dr. Cahyadi. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

PSPP UNS Gelar Deklarasi dan Diskusi Kaum Muda Pancasila

PSPP UNS Gelar Deklarasi dan Diskusi Kaum Muda Pancasila

UNS — Pusat Studi Pengamalan Pancasila (PSPP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan acara Deklarasi dan Diskusi Kaum Muda Pancasila dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021. Acara dihadiri pimpinan UNS, di antaranya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, Ketua Dewan Profesor Prof. Suranto Tjiptowibisono, Ketua Senat Akademik Prof. Adi Sulistiyono, Sekretaris Senat Akademik Prof. Ari Handono Ramelan, Wakil Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Prof. Hasan Fauzi, Sekretaris MWA Prof. Tri Atmojo Kusmaryadi dan Dekan Fakultas Keolahragaan (FKOR), Dr. Sapta Kunta Permana di Ruang Sidang 2 Gedung dr. Prakosa UNS, Sabtu (31/10/2021).

Dalam sambutannya Kepala PSPP UNS, Prof. Dr. Leo Agung S. mengatakan bahwa acara Deklarasi dan Diskusi Kaum Muda Pancasila ini sebagai upaya untuk mengenang Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Di samping itu, acara ini juga sebagai upaya menyelaraskan semangat pemuda Indonesia masa kini dengan pemuda saat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

PSPP UNS Gelar Deklarasi dan Diskusi Kaum Muda Pancasila

Selanjutnya, acara dibuka oleh Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Suranto yang mengatakan bahwa Sumpah Pemuda menyadarkan kita untuk meninggalkan ego kedaerahan, tetapi perlu mengedepankan nilai ke-Indonesia-an. “Di samping itu, kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud komitmen UNS sebagai Benteng Pancasila yang terbukti secara material ada enam tempat ibadah di UNS,” terang Prof. Suranto.

Acara dilanjutkan dengan Deklarasi Kaum Muda Pancasila UNS dengan pembacaan Ikrar Panca Karsa Pancasila secara bersama-sama. Adapun bunyi deklarasi Ikrar Panca Karsa Pancasila sebagai berikut. ‘Kami kaum muda Pancasila UNS kampus pelopor dan benteng Pancasila berikrar: pertama, siap menjaga dan mempertahankan Pancasila sebagai satu-satunya Ideologi bangsa dan negara Indonesia. Kedua, siap menjaga dan melaksanakan UUD 1945. Ketiga siap menjunjung tinggi asas bhinneka tunggal ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Keempat siap menjaga dan mempertahankan keutuhan negara kesatuan republik Indonesia. Kelima siap mendukung dan melaksanakan segala upaya pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Tindaklanjut Pancasila

PSPP UNS Gelar Deklarasi dan Diskusi Kaum Muda Pancasila

Dalam kesempatan tersebut, dilanjutkan dengan acara Diskusi Kaum Muda Pancasila dengan Pembicara Dadan Adi Kurniawan S.Pd., M.A.(Peneliti PSPP UNS), Nur Fatah Abidin, S.Pd., M.Pd.(Peneliti PSPP UNS) dan Zakky Musthofa Zuhad (Presiden BEM UNS) serta Moderator Aulia Fatimatuz Zahra (Dirjen Kaderisasi Mahasiswa BEM UNS).

Menurut pandangan Dadan Adi Kurniawan, S.Pd., M.A (Peneliti PSPP UNS) bahwa memperingati Sumpah Pemuda tidak cukup jika hanya memperingati dan mengingat. Peringatan dijadikan sebuah refleksi, tetapi yang penting adalah tindak lanjut atau implementasi atas apa yang dilakukan. “Kita harus belajar dari Sumpah Pemuda dan belajar sejarah sumpah pemuda, mengambil ruh dan spirit Sumpah Pemuda untuk ke depannya,” ujar Dadan.

Sebaliknya, Nur Fatah Abidin, S.Pd, M.Pd (Peneliti PSPP UNS) mengatakan bahwa konsepsi Pancasila dalam kehidupan masyarakat itu bersifat dinamis. Pancasila tidak hanya sebagai ideologi tetapi juga sebagai nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga generasi muda perlu sadar bahwa pada setiap zaman generasi muda selalu membawa perubahan.

Sedangkan, menurut Zakky Mustofa Zuhad (Presiden BEM UNS) mengatakan bahwa Sumpah Pemuda adalah simbol persatuan yang membicarakan mengenai komitmen antar pemuda. Pemuda adalah yang mempunyai keresahan terhadap negaranya. Melihat dari 1928, pemuda merasakan keresahan mengenai persatuan yang mana pada saat itu masih terpecah-pecah. Ketika ia tidak memiliki keresahan, maka tidak ada rasa ingin bergerak menuju kebermanfaatan. Ketika ada suatu permasalahan, pemuda tergerak untuk menyelesaikan. “Pancasila bukan hanya sekadar kata-kata, tapi harus tumbuh mengakar di masyarakat. Semoga Pancasila tetap dijadikan narasi dan implementasi yang tumbuh mengakar,” ujar Zakky. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

UNS-UUM Adakan Kerja Sama Lagi

UNS-UUM Adakan Kerja Sama Lagi

Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Universiti Utara Malaysia (UUM) melakukan penandatangan memorandum of understanding (MoU) di Ruang Sidang Rektor Kantor Pusat Gedung dr. Prakosa, Rabu (4/5/2016). Pihak UUM diwakili Ahmad Zaharuddin Sani, sedangkan pihak UNS diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Widodo Muktiyo. Pihak UNS diwakili Widodo karena Rektor UNS Ravik Karsidi sedang berdialog dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya untuk membicarakan beberapa hal, salah satunya tentang perluasan kampus yang nantinya akan mengambil lahan milik Kementerian LHK.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Widodo Muktiyo, Kepala Pusat Studi Asia Tenggara Ig. Agung Satyawan, Perwakilan dari UUM Ahmad Zaharuddin Sani, dan Kepala LPPM UNS Sulistyo Saputro saat Agung dan Zaharuddin tanda tangani MoU.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Widodo Muktiyo dan Kepala LPPM UNS Sulistyo Saputro saat dampingi Kepala Pusat Studi Asia Tenggara Ig. Agung Satyawan dan Perwakilan dari UUM Ahmad Zaharuddin Sani tanda tangani MoU.

Penandatanganan tersebut berkaitan dengan riset-riset di bidang Asia Tenggara. Selain itu, juga terkait dengan Pusat Studi Asia Tenggara di LPPM UNS yang dikepalai Ig. Agung Satyawan dan Pusat Studi Pemikiran Dr. Mahatir Mohamad di UUM.

Widodo Muktiyo berikan kenang-kenangan kepada Zaharuddin berupa pata wilayah Indonesia dengan corak batik.

Widodo Muktiyo berikan kenang-kenangan kepada Zaharuddin berupa peta wilayah Indonesia dengan corak batik.

Widodo mengungkapkan bahwa seiring dengan adanya MEA, menurutnya kajian risetnya tidak hanya sekedar nuansa sosial budaya tapi juga bisa politik dan ekonomi. Sedangkan Zaharuddin, mengucapkan terima kasih kepada UNS karena bersedia untuk melakukan kerja sama lagi mengingat kerja sama antara UNS dan UUM sudah berjalan lama sebelumnya di bidang kajian bangsa-bangsa melayu di UNS. Dia juga berharap bahwa kesalahan atau mungkin hal-hal yang belum berkembang di perjanjian yang lalu bisa menjadi pelajaran.[] (dodo.red.uns.ac.id)