UNS Canangkan Kerja Sama dengan Kansas State University

UNS Canangkan Kerja Sama dengan Kansas State University

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mencanangkan kerja sama dengan Kansas State Univesity, Amerika Serikat. Kedua belah pihak sedang dalam penjajakan kemungkinan kerja sama dengan melakukan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) pada Rabu (10/8/2022) di Taiwan Corner, UPT Perpustakaan UNS.

Dalam diskusi tersebut hadir secara langsung Cary Chappell, instructor and curriculum chair Kansas State University, Amerika Serikat. Kehadiran Cary disambut baik oleh jajaran pengelola di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kerja sama dan Layanan Internasional (KLI). Beberapa pihak dari UPT KLI yang hadir yakni Koordinator Wilayah Amerika dan Oceania, Feri Setyowibowo; Koordinator Wilayah Asia dan Timur Tengah, Dr. Anif Jamaluddin; Koordinator Wilayah Eropa dan Afrika, Dimas Rahadian, Ph.D.

Diskusi juga dihadiri oleh perwakilan dosen program studi (prodi) Bahasa Inggris UNS. Prodi D-3 Bahasa Inggris diwakili oleh Nur Saptaningsih, M.Hum., S-1 Sastra Inggris diwakili oleh Dr. Fitria Akhmerti Pramasista, S.S., M.A., dan S-2 Bahasa Inggris, Dr. Nur Arifah Drajati, M.Pd.

UNS Canangkan Kerja Sama dengan Kansas State University

Koordinator Wilayah Amerika dan Oceania, Feri Setyowibowo menyambut baik ajakan kerja sama Kansas State University dengan UNS. Ajakan tersebut akan ditindaklanjuti lebih jauh apa saja yang dapat dikerjasamakan antara dua belah pihak.

“Ini kesempatan kerja sama yang bagus. Mari kita diskusikan lebih jauh apa saja yang kira-kira dapat dibuat kerja sama untuk memajukan universitas masing-masing,” ujar Feri.

Sementara itu, Cary Chappell juga sangat antusias dengan kerja sama ini. Cary mengatakan bahwa UNS dan Kansas State University sudah menjalin kerja sama secara tidak langsung sejak 2018 lalu. Pada 2019 lalu mahasiswa dari Fakultas Pertanian juga pernah magang di sana untuk melakukan penelitian. Namun, rencana kerja sama antara UNS dan Kansas State University buyar karena pandemi Covid-19.

UNS Canangkan Kerja Sama dengan Kansas State University

“Pandemi merusak hubungan yang sebelumnya sempat terjalin. Untuk itu, kami mencoba untuk memperbaiki hubungan dengan menjajaki kerja sama lagi sehingga animo mahasiswa internasional kembali meningkat,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut Cary menyebutkan beberapa skema kerja sama yang dapat dikerjasamakan. Skema-skema tersebut di antaranya kursus singkat (short course), kursus daring (online course) dengan angka kredit, kursus daring (online course) tanpa angka kredit, conversation class with native speakers, dan beasiswa bagi mahasiswa internasional. Cary juga tidak menutup kemungkinan skema-skema kerja sama lainnya. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

UNS — Sebanyak 2.860 peminat dinyatakan lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2022, pada Kamis (23/6/2022).

Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho didampingi Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ahmad Yunus dan Kepala UPT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNS, Prof. Hadiwiyono saat melakukan Jumpa Pers di hadapan media di Ruang Sidang 4 Gedung dr. Prakosa Rektorat, Kamis (23/6/2022) mengatakan, jumlah peminat SBMPTN UNS tahun 2022 sebanyak 53.358. Jumlah yang lolos seleksi SBMPTN UNS tahun 2022 adalah sebanyak 2.860 atau 5,36 % dari jumlah peminat. Peminat SBMPTN UNS naik sebesar 6,75 % (3.375 peminat) dari 49.983 pada tahun 2021 menjadi 53.358 pada tahun 2022. Angka Keketatan Persaingan (AKP) SBMPTN UNS naik dari 1:18 pada tahun 2021 menjadi 1:19 pada tahun 2022

“Alhamdulillah, secara nasional Universitas Sebelas Maret masuk 10 besar dengan nilai rerata UTBK tertinggi pada bidang Saintek. Peringkat ini naik dibandingkan tahun lalu yaitu dari peringkat 8 nasional pada tahun 2021 naik menjadi peringkat 7 nasional pada tahun 2022 terang Prof. Jamal.

Sebanyak 2.860 Peminat Dinyatakan Lolos SBMPTN UNS 2022

Jumlah 53.358 peminat SBMPTN 2022 UNS ini terdiri dari kelompok Saintek sebanyak 27.403 peminat dan kelompok Soshum sebanyak 25.955 peminat. Saintek yang lolos 1.416 orang dan Soshum yang lolos 1.444 orang. Untuk angka keketatan Saintek 1: 19 dan Soshum 1 : 18.

Terdapat sepuluh Program Studi (Prodi) dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Saintek UNS yaitu Prodi Farmasi 1:55, Kedokteran 1: 46, Informatika 1: 35, Kebidanan 1: 34, Psikologi 1:33, Ilmu dan Teknologi Pangan 1: 26, Teknik Industri 1:25, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) 1: 23, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 1: 21 dan Statistika 1: 21

Sepuluh Prodi dengan keketatan tertinggi pada Kelompok Soshum UNS yaitu Prodi Manajemen 1: 47, Ilmu Komunikasi 1: 47, Hubungan Internasional 1:36, Bimbingan dan Konseling 1: 32, Akuntansi 1: 28, Sastra Inggris 1: 28, Ilmu Administrasi Negara 1: 25, Pendidikan Administrasi Perkantoran 1:23, Sosiologi 1: 22 dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Surakarta 1:20.

Pendaftar yang lolos seleksi diharapkan untuk segera melakukan tahapan selanjutnya dengan membuka laman http://spmb.uns.ac.id. Jadwal kegiatan registrasi mahasiswa baru yang lolos seleksi SBMPTN 2022 adalah sebagai berikut. Jadwal pengisian biodata pada 24-29 Juni 2022, pengumuman Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada 24-29 Juni 2022, permohonan perubahan UKT pada 24-29 Juni 2022, penetapan UKT perubahan pada 1 Juli 2022, pembayaran UKT dan registrasi online pada 24 Juni 2 Juli 2022.

“Saya ucapkan selamat kepada yang sudah diterima. Bagi yang belum diterima SBMPTN bisa mendaftar UNS melalui Seleksi Mandiri (SM) UNS jalur UTBK, Jalur Ujian Tulis, dan Jalur kelas internasional untuk Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen. Informasi mengenai persyaratan dan tata cara SM UNS Tahun 2022 dapat dilihat pada laman http://spmb.uns.ac.id,” ujar Prof. Jamal. HUMAS UNS

Reporter: Dwi Hastuti/ Bayu Aji Prasetya

FIB UNS Dipercaya sebagai Penyelenggara Diklat Teknis Pejabat Fungsional Penerjemah Seluruh Indonesia

FIB UNS Dipercaya sebagai Penyelenggara Diklat Teknis Pejabat Fungsional Penerjemah Seluruh Indonesia

UNS — Menapak lebih lanjut kerja sama yang sudah terjalin dengan Sekretariat Kabinet (Setkab) Republik Indonesia (RI), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Diklat Teknis (Diknis) Penyusunan dan Penerjemahan Karya Ilmiah selama satu pekan pada Minggu (19/6/2022) hingga Sabtu (25/06/2022) di Nava Hotel Tawangmangu. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta yang terdiri dari beberapa perwakilan penerjemah dari instansi kementerian, badan, dan pemerintah kota di Indonesia.

Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FIB UNS, Prof. Dr. Tri Wiratno, M.A. menyampaikan laporan kegiatan dengan menyapa para peserta. Prof. Tri juga menjabarkan tujuan kegiatan Diknis ini dirancang.

“Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan, serta pengalaman untuk para peserta dalam bidang ilmu kebahasaan dan penulisan untuk jurnal ilmiah, atapun materi seminar,” jelasnya.

Ketua Pusat Pembinaan Penerjemah Setkab RI, Sri Wahtu Utami, S.IP., M.E. berpendapat bahwa sinergisitas sangat diperlukan untuk menghasilkan penerjemah yang kompeten.

“FIB memiliki guru besar dalam bidang ilmu penerjemahan yang mumpuni, karena itu kami berharap untuk para peserta dapat mengambil pengalaman serta pengajaran dalam kegiatan ini. Diharapkan ke depannya peserta dapat menghasilkana karya ilmiah yang bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Diknis ini dibuka oleh Dekan FIB UNS, Prof. Dr. Warto, M.Hum. Menurutnya, kegiatan ini merupakan pengamalan nilai Pancasila.

“Selamat datang di Tawangmangu, selain beberapa keindahannya daerah ini juga menyimpan fakta sejarah tentang moksa Prabu Brawijaya, yang terpenting lagi Tawangmangu menjadi sejarah kita bersama mengamalkan nilai Pancasila dengan bergotong royong meniti tangga kekompetenan penerjemah,” kata Prof. Warto.

FIB UNS Dipercaya sebagai Penyelenggara Diklat Teknis Pejabat Fungsional Penerjemah Seluruh Indonesia

Sesi pertama dibuka oleh Guru Besar Program Studi (Prodi) Sastra Inggris FIB, Prof. Drs. Riyadi Santosa, M.Ed., Ph.D. dengan materi bertajuk “Penelitian Kebahasaan”, sesi setelahnya pada hari yang sama Guru Besar Ilmu Penerjamahan FIB, Prof. Drs. Mangatur Nababan, M.Ed., M.A., Ph.D. menjadi pengajar dengan materi berjudul “Penelitian Penerjemahan”. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

FIB UNS Siapkan Mahasiswa Terbaik untuk Pilmapres UNS Tahun 2022

FIB UNS Siapkan Mahasiswa Terbaik untuk Pilmapres UNS Tahun 2022

UNS — Untuk mempersiapkan duta terbaik dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas tahun 2022, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan seleksi enam mahasiswa dari Program Studi (Prodi) di FIB secara luring dan daring pada Rabu (11/5/2022). Adapun penilaian mencakup aspek struktur penulisan karya tulis, kecakapan presentasi, dan kemampuan berbahasa asing.

Dikutip dari https://fib.uns.ac.id/, Pilmapres FIB UNS dibuka oleh Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FIB, Prof. Dr. Tri Wiratno, M.A. Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan kemampuan.

“Melalui kegiatan ini kita akan menemukan mahasiswa terbaik diantara yang baik, untuk itu mari serius dan fokus dalam menjalani berbagai tahap penilaian dalam seleksi kali ini. Tujuan dari kegiatan kali ini yang pertama memang mempersiapkan mahasiswa guna berkompetisi, selain itu mereka (mahasiswa peserta Pilmapres) dapat menjadi bintang yang kemudian akan melecut semangat rekan-rekannya untuk menambah kompetensi diri,” terang Prof. Tri.

Prof. Tri juga menambahkan beberapa pesan untuk para juri. “Yang saya hormati para dewan juri, jika diperkenankan saya ingin memberikan sedikit pesan, selain memberikan penilaian dimohon untuk membimbing dalam berbagai aspek agar adik-adik mahasiswa dapat bekal yang mumpuni,” tambahnya.

FIB UNS Siapkan Mahasiswa Terbaik untuk Pilmapres UNS Tahun 2022

Seleksi Pilmapres FIB tahun 2022 ini diikuti oleh enam mahasiswa yaitu, Pradana Ricardo (Sastra Indonesia), Viola Yngwie Oliordan (Sastra Indonesia), Zakiyatun Nur Saidah (Sastra Arab), Zulfar Alfaruqi (Sastra Arab), Matthew Alexander (Sastra Inggris), dan Sary Safinatunnaja (Sastra Inggris). Adapun dosen yang bertindak sebagai dewan juri, Asep Yudha Wirajaya, S.S., MA., Karunia Purna Kusciati, S.S., M.Si., Yusana Sasanti Dadtun, S.S., M.Hum., Muhammad Yunus Anis, S.S., M.A., dan Drs. Yohanes Suwanto, M.Hum. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Dosen UNS Bagikan Pengalaman Ramadan di Amerika Serikat

Dosen UNS Bagikan Pengalaman Ramadan di Amerika Serikat

UNS — Ramadan merupakan momentum yang sangat didambakan umat Islam. Warga muslim di Indonesia selalu menyambut Ramadan dengan semarak. Namun, bagaimana Ramadan di luar Tanah Air? Dosen Sastra Inggris Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Muhammad Taufiq Al Makmun, S.S., M.A. membagikan pengalamannya menjalani Ramadan di Amerika Serikat.

Saat ini Taufiq sedang menyelesaikan pendidikan PhD di Bowling Green State University (BGSU), Ohio, Amerika Serikat. Karena itulah, beliau menjalani Ramadan kali ini di negeri Paman Sam. Beliau menceritakan pengalamannya berpuasa di Amerika Serikat dalam acara Cultural Talk: Ramadhan Around the World Series yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kerjasama dan Layanan Internasional (KLI) UNS pada Selasa (5/4/2022).

Dalam acara yang digelar secara daring tersebut, Taufiq mengatakan bahwa jumlah muslim di Amerika meningkat dari waktu ke waktu. Peningkatan jumlah masyarakat muslim di Amerika ini berdampak pada meningkatnya jumlah masjid di sana. Berdasarkan data yang dipaparkan, pada 2020 tercatat sebanyak 2.769 masjid di seluruh Amerika.

Hal ini sangat menguntungkan masyarakat muslim terutama para perantau yang tinggal di Amerika. Dosen kelahiran Klaten ini mengatakan dirinya termasuk salah seorang yang merasa diuntungkan. Beliau bercerita bahwa pusat Islam di daerahnya terletak di Perrysburg. Di sana terdapat masjid yang disemarakkan dengan berbagai kegiatan islami.

Tak Terkendala Menjalankan Ibadah di Kampus

Taufiq mengaku beruntung menempuh pendidikannya di BGSU, Ohio karena mereka cukup memfasilitasi para mahasiswa muslim. Meski menjadi minoritas, mahasiswa muslim di BGSU mendapat beberapa fasilitas khusus di antaranya musala dan diizinkan salat berjamaah lima waktu di kampus.

“Kami mahasiswa muslim tidak terkendala dalam melaksanakan ibadah keagamaan di kampus maupun dalam kehidupan sosial,” ujarnya.

Saat Ramadan seperti ini pun, kampus sangat membuka diri. Salah satu buktinya yakni kampus mengucapkan selamat menjalankan Ramadan kepada mahasiswa muslim di media sosial kampus.

Komunitas muslim di BGSU juga melaksanakan berbagai ibadah bersama seperti salat tarawih berjamaah dan kajian sehabis salat subuh. Selain itu, mereka juga sering berbuka bersama dengan membawa bekal masing-masing.

“Ya meskipun demikian saya tetap nggak bisa menemukan kolak di pinggir jalan kalau di sini,” ungkap Taufiq disusul dengan tawa.

Dosen UNS Bagikan Pengalaman Ramadan di Amerika Serikat

Dosen yang merampungkan pendidikan masternya di Universiteit Utrecht, Belanda ini menjelaskan dirinya berpuasa selama 15 jam di sana. Meskipun lebih lama daripada berpuasa di Indonesia, Taufiq mengatakan bahwa cuaca di sana sangat mendukung untuk berpuasa.

“Saya sangat bersyukur karena bulan ini masuk musim semi jadi tidak sesulit saat musim panas. Temperatur di sini di bawah 10 derajat Celsius. Satu minggu sebelum Ramadan juga turun salju di sini, jadi udaranya pas,” kata Taufiq.

Menyerukan Islam Damai di Amerika

Meskipun jumlah masyarakat muslim di Amerika meningkat, banyak warga yang masih belum paham tentang Islam. Selain itu, masyarakat Amerika juga masih trauma dengan serangan 11 September 2001 yang dilangsungkan teroris.

Untuk mengatasi hal tersebut, komunitas muslim di Amerika berusaha untuk menyerukan Islam damai. Berbagai hal dilakukan seperti membuka stand Islam di kampus BGSU. Komunitas muslim di BGSU membuat selebaran yang menjelaskan tentang Islam. Selebaran tersebut kemudian dibagikan kepada pengunjung stand.

Selain itu, Ramadan ini juga dijadikan sebagai sarana menyerukan Islam damai. Salah satu caranya yakni masyarakat muslim menyelenggarakan salat tarawih di Times Square, New York. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ratusan umat Islam di Amerika berkumpul di jantung New York tersebut untuk menggelar tarawih sebagai penanda mulainya Ramadan. Taufiq memandang hal ini sebagai salah satu upaya mengenalkan Islam yang ramah.

“Umat Islam mencoba untuk mengampanyekan Islam yang damai. Karena itulah kemarin ada salat tarawih di Times Square. Berita ini pun menyebar luas di dunia karena ini pertama kalinya dalam sejarah,” tutur Taufiq. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti