Prodi PPKn UNS Gelar Seminar Nasional Bahas Pendidikan Kewarganegaraan untuk Penguatan Karakter Bangsa

Prodi PPKn UNS Gelar Seminar Nasional Bahas Pendidikan Kewarganegaraan untuk Penguatan Karakter Bangsa

UNS — Program Studi (Prodi) Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan seminar nasional. Acara dengan tema Pendidikan Kewarganegaraan untuk Penguatan Karakter Bangsa di Era Digital ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung via YouTube Lab PPKn FKIP UNS, Sabtu (2/7/2022).

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UNS, Dr. Mardiyana, M.Si. Dr. Mardiyana berharap selepas kegiatan seminar nasional, peserta dapat memiliki rasa kebhinekaan yang kuat, sehingga memunculkan sikap takwa kepada Tuhan, menumbuhkan jiwa toleransi dengan kondisi berbagai rasa, suku, agama yang ada di Indonesia dan menciptakan kemandirian dengan memanfaatkan produk yang dihasilkan masyarakat Indonesia.

“Melalui tema seminar ini juga diharapkan dapat menciptakan mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif. Sehingga, dapat menghadirkan karakter bangsa yang harus kita ciptakan sesuai dengan program pemerintah. Bahwasanya pendidikan kita harus bisa menciptakan lulusan yang memenuhi produk pancasila,” ujar Dr. Mardiyana dalam sambutannya.

Prodi PPKn UNS Gelar Seminar Nasional Bahas Pendidikan Kewarganegaraan untuk Penguatan Karakter Bangsa

Selanjutnya sambutan Kepala Program Studi PPKn FKIP UNS, Dr. Winarno, S.Pd., M.Si. Dr. Winarno menyampaikan bahwa tema seminar nasional didasari karena pendidikan kewarganegaraan untuk penguatan karakter bangsa sangat dibutuhkan di masa kini. Terlebih pada era digital sekarang ini yang mengakibatkan cepatnya perubahan teknologi, sehingga dibutuhkan penguatan karakter bangsa.

“Kegiatan seminar ini juga sebagai upaya kegiatan akademik PPKn FKIP UNS dengan harapan dapat membawa kebermanfaatan bagi kita bersama. Semoga kegiatan seminar dapat berjalan dengan baik sampai akhir acara,” lanjut Dr. Winarno.

Prodi PPKn UNS Gelar Seminar Nasional Bahas Pendidikan Kewarganegaraan untuk Penguatan Karakter Bangsa

Sementara kegiatan seminar nasional menghadirkan 4 narasumber. Narasumber pertama, Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Epin Saepudin, M.Pd. Dr. Epin memaparkan tentang Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Penguatan Karakter Bangsa di Era Digital.

“Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam konteks nilai dan moral Pancasila, kesadaran berkonstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, nilai dan semangat Bhinekka Tunggal Ika, serta berkomitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,”ucap Dr. Epin.

Kemudian narasumber kedua dari Dosen UNS, Dr. Moh. Muchtarom, S.Ag., M.Si., yang menyampaikan tentang Penguatan Karakter Bagi Mahasiswa di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif. Selanjutnya pada narasumber ketiga dari Dosen Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Dr. Anita Trisiana, S.Pd., M.H., memaparkan tentang Modification of Project Citizen: Inovasi Model Pembelajaran di Sekolah dalam Pendidikan Karakter Berbasis Penguasaan Teknologi Digital. Serta narasumber terakhir dari Dosen Universitas Telkom Bandung, Dr. Runik Machfiroh, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan tentang Kajian Kewarganegaraan di Masyarakat: Analisis Isu Kewarganegaraan dalam Membentuk Karakter Citizenship melalui Penerapan PKN di Era Digital.  Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Gandeng PT ThorCon Power Indonesia, PPLH UNS Gelar Seminar Nasional Tentang Nuklir

Gandeng PT ThorCon Power Indonesia, PPLH UNS Gelar Seminar Nasional Tentang Nuklir

UNS — Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjalin kerja sama dengan PT ThorCon Power Indonesia dengan menggelar seminar nasional. Seminar nasional ini mengangkat tema Nuklir Sebagai Solusi dari Energi Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan Untuk Mengejar Indonesia Sejahtera dan Rendah Karbon Pada Tahun 2050. Penyelenggaraan seminar nasional dilaksanakan secara luring di UNS Inn dan daring via Zoom Cloud Meeting pada Rabu (16/3/2022).

Ketua Panitia Seminar Nasional, Dr. Suryanto, S.E., M.Si. mengatakan, acara ini menjadi penutup rangkaian diseminasi kepada publik terhadap hasil kajian naskah akademik serta kajian penerimaan masyarakat terhadap pembangunan nuklir di Indonesia.

Seminar Nasional dibuka oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Laksana Tri Handoko.

“Semoga seminar nasional ini dapat memberikan dorongan baru terhadap energi baru terbarukan berbasis nuklir yang sangat penting untuk mendukung perekonomian Indonesia maju yang akan datang,” ungkap Dr. Handoko.

Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Prof. Jamal mengungkapkan terdapat tiga tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam mewujudkan ketersediaan energi yang ramah lingkungan.

“Pertama, bagaimana menyediakan energi dengan sangat kompleks untuk mencapai kemandirian energi. Yang kedua, bagaimana mewujudkan energi tersebut dengan menyediakan energi yang sustainable, ramah lingkungan, serta tetap berkomitmen dengan Paris Agreement. Dan yang ketiga, bagaimana Indonesia mempuyai solusi energi yang sangat unik sesuai dengan kondisi geografis di Indonesia dengan melihat pertimbangan ketersediaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Tantangan inilah yang harus dihadapi demi mewujudkan Indonesia dapat sejajar dengan negera lain serta terdepan dalam pengelolaan energi,” terang Prof. Jamal.

Melalui seminar nasional ini Prof. Jamal turut mengapresiasi atas suksesnya kerja sama yang terjalin bersama PT ThorCon Power Indonesia. “Semoga kerja sama ini memberikan manfaat bagi nusa, bangsa, dan negara kita,” tambah Prof. Jamal.

Selanjutnya ialah sambutan dari Chief Operating Officer (COO) PT ThorCon Power Indonesia, Bob S. Effendi. Bob mengatakan bahwa kerja sama dengan UNS yang telah terjalin hampir 1 tahun ini telah berhasil membuat kajian naskah akademik yang mengungkapkan fakta baru mengenai energi nuklir.

Bob menambahkan kajian ini dirasa lebih komprehensif karena turut membahas dari segi ekonomi, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteran dan keramahan lingkungan. Dari kajian ini pula terbukti energi nuklir bukan hanya aman, praktis, dan ramah lingkungan, tetapi juga menjadi solusi praktis yang dapat menggantikan energi fosil yakni batu bara.

“Saya berharap hasil kerja sama ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Semoga penyebaran informasi mengenai fakta nuklir yang merupakan energi andal dan aman, dapat membuat pemerintah tak lagi ragu-ragu dalam memutuskan agar nuklir dapat masuk lebih awal dalam bauran di Indonesia. Karena nuklir merupakan solusi praktis dan murah dari transisi energi yang tidak memberatkan masyarakat,” tutur Bob.

Kegiatan seminar nasional dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Putra, Ph.D. Beliau membawakan materi mengenai kebijakan BRIN terhadap pemanfaatan teknologi energi nuklir sebagai pemenuhan kebutuhan energi nasional yang ramah lingkungan.

Gandeng PT ThorCon Power Indonesia, PPLH UNS Gelar Seminar Nasional Tentang Nuklir

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer.nat. Sajidan, M.Si. Prof. Sajidan memaparkan mengenai hasil kajian naskah akademik terkait nuklir sebagai solusi energi ramah lingkungan yang berkelanjutan. Selanjutnya penyampaian materi oleh COO PT ThorCon Power Indonesia, Bob S. Effendi yang menyampaikan materi nuklir (ThorCon) sebagai praktis transisi energi. Terakhir ialah pemaparan materi oleh Dosen Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS, Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si. Dr. Drajat memaparkan mengenai penerimaan masyarakat terhadap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Provinsi Bangka Belitung. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

FH UNS dan MK Gelar Seminar Nasional Membangun Budaya Konstitusi dan Berintegritas Bagi Generasi Milenial

FH UNS dan MK Gelar Seminar Nasional Membangun Budaya Konstitusi dan Berintegritas Bagi Generasi Milenial

UNS — Masih dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Fakultas Hukum (FH) UNS bekerja sama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) menggelar seminar nasional yang bertajuk “Membangun Budaya Konstitusi dan Berintegritas bagi Generasi Milenial” yang diadakan pada Sabtu (12/3/2022). Seminar nasional ini digelar secara luring bertempat di Aula Gedung 3 FH UNS dan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini dipandu oleh moderator sekaligus Dosen Hukum Tata Negara FH UNS, Dr. Adriana Grahani Firdausi, S.H., M.H.

Seminar dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, Prof. Jamal mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam peningkatan integritas di kalangan generasi muda.

“Bangsa Indonesia bergantung kepada para milenial yang ada di Indonesia di masa depan, kita butuh generasi yang memiliki nilai moral yang berbasis Pancasila. Itulah kenapa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan integritas di kalangan generasi muda,” ujar Prof. Jamal.

Sesi selanjutnya diisi oleh Ketua MK RI, Prof. Dr. Anwar Usman, S.H., M.H. yang berperan sebagai keynote speaker. Ia berpesan kepada generasi milenial agar menjaga konstitusi karena konstitusi merupakan pondasi suatu negara, serta merupakan solusi atas masalah negara yang datang silih berganti.

Narasumber pertama adalah Hakim Konstitusi yang bernama Prof. Dr. Enny Nurbaningsih S.H., M.Hum. Prof. Enny menyampaikan materi dengan judul “Membangun Budaya Konstitusi bagi Milenial”. Ia menjelaskan bahwa saat ini, Indonesia didominasi oleh generasi Z dan milenial. Di masa depan, generasi milenial inilah yang menjadi para pemimpin Indonesia, namun di era sekarang ini, generasi milenial mengalami banyak tantangan. Salah satu tantangan terbesar generasi milenial adalah tidak bisa lepas oleh gadget.

“Seakan-akan kita ada dalam ketiadaan. Kita berada di satu tempat, namun tidak dalam satu kesatuan,” ujar Prof. Enny.

Ia juga menyampaikan salah satu upaya MK RI dalam rangka menumbuhkan budaya konstitusi bagi generasi milenial adalah dengan meluncurkan 66 ikon hak konstitusional warga negara dalam bentuk cetak maupun digital.

Narasumber kedua yaitu Wakil Dekan 3 FH UNS sekaligus Dosen Hukum Tata Negara FH UNS yakni Dr. Isharyanto, S.H., M.H. Dr. Isharyanto menjelasan tentang kemajuan teknologi, serta upaya- upaya dalam menegakkan prinsip dasar Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja upaya tersebut disesuaikan dengan perkembangan era digital saat ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh narasumber ketiga yang juga berprofesi sebagai Hakim Konstitusi yakni Prof. Dr. Arief  Hidayat, S.H., M.S. Prof. Arief menyoroti sejumlah hal terutama mengenai tantangan yang dihadapi generasi milenial saat ini. Salah satu tantangan terbesar yakni perkembangan digital yang semakin pesat dan banyaknya pengaruh negatif media sosial seperti ujaran kebencian serta berita bohong.

Ia berpesan kepada peserta seminar yang mayoritas generasi milenial, agar jangan sampai terpapar dengan pengaruh negatif dalam disrupsi teknologi sekarang ini. Menurutnya, generasi milenial harus menjaga budaya berketuhanan, toleransi, gotong royong, kekeluargaan, tolong menolong, dan persatuan dalam rangka menjaga amanat konstitusi untuk mewujudkan cita-cita negara Indonesia.

Dalam seminar ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal MK RI, Prof. Dr. M. Guntur Hamzah, S.H., M.H.; Dekan FH UNS, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M.; Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum UNS, serta Dosen Hukum Tata Negara FH UNS, Dr. Agus Riewanto. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Hadir di Webinar APSI Wilayah Soloraya, Dosen Sosiologi UNS Soroti Topik Berkesenian Musik dalam Konteks Sosial Perkotaan

Hadir di Webinar APSI Wilayah Soloraya, Dosen Sosiologi UNS Soroti Topik Berkesenian Musik dalam Konteks Sosial Perkotaan

UNS — Proses penciptaan kreativitas seni musik tidak terlepas dari isu-isu kebudayaan. Dr. Akhmad Ramdhon seorang dosen Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengulik topik kesenian ini dalam lingkup sosial perkotaan. Pemaparan ini ia sampaikan dalam Webinar Nasional Asosiasi Pendidik Seni Indonesia (APSI) Wilayah Solo Raya, Kamis (23/12/2021).

Pada tahun 2015-2016, pencatatan tentang sebaran peta intangible heritage Kota Surakarta yang dilakukan oleh Dr. Ramdhon menunjukkan kota ini memiliki ruang dan konteks berkesenian yang sangat luas. Peta tersebut tentunya memvalidasi gagasan bahwa Kota Surakarta sebagai kota budaya.

“Lebih penting dari persoalan Solo sebagai kota budaya, ia (peta sebaran itu) hadir sebagai sebuah eksistensi praktik keseharian. Dilepaskan dari suatu faktor, jejaring, institusi, pendidikan, dan seterusnya,” tutur Dr. Ramdhon.

Capaian baru-baru ini dimana gamelan ditetapkan Unesco sebagai warisan budaya dunia juga memvalidasi Kota Surakarta sebagai salah satu daerah yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kerangka ini. Keberhasilan ini tidak terlepas dari adanya regulasi nasional yang tertuang dalam UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Di Kota Surakarta sendiri terdapat juga Peraturan Daerah (Perda) No. 4 tahun 2018 tentang Pemajuan Warisan Budaya Tak Benda. Kepada lebih dari 100 partisipan yang hadir, Dr. Ramdhon menyebutkan bahwa terdapat peran penting dari para pelaku seni di dalamnya.

“Dua landscape tidak lepas dari kontribusi bapak ibu semuanya. Seniman-seniman di Solo, para maestro, para pegiat seni yang tidak bisa dilepaskan (bahwa) ia memberi daya dorong bagi keberadaan undang-undang tersebut,” tuturnya.

Menurut Dr. Ramdhon, landscape Kota Surakarta sebagai kota budaya sempat mengalami penafsiran ulang. Ketika dikaitkan dengan praktik berkesenian musik, memori kolektif bagi warga kota bisa melihatnya dengan mudah seperti adanya Lokananta, Solo International Etnic Music (SIEM) Festival, International Gamelan Festival (IGF), Solo Keroncong Festival, Bukan Musik Biasa (BMB), Rock in Solo, serta Majalah Gong. Hal ini menunjukkan isu berkesenian dalam konsteks musik punya ruang yang sangat besar. Bagi Dr. Ramdhon pribadi, ini tidak bisa terlepas dari keberadaan kelompok atau komunitas di Soloraya.

Dr. Ramdhon menghubungkan konteks sebelumnya dengan ruang-ruang institusi pendidikan yang tersedia. Konteks kota menjadi sumber pembelajaran bagi guru/dosen mengembangkan pengetahuan, pengkajian, dan pelestarian, yang berujung pada pengembangan. Kota juga dapat menjadi ruang belajar bagi siswa atau mahasiswa mengembangkan pengetahuan, pengkajian, pelestarian sebagai materi dan sumber pembelajaran.

Ruang-ruang tersebut tentunya tidak bisa dilepaskan dari kerja-kerja epistemik yang ada di bawahnya. Proses kreatif dan proses penciptaan menjadi dua hal yang selanjutnya dibahas oleh Dr. Ramdhon. Proses kreatif menghadirkan kerja kolaborasi dua arah antara kota dan institusi pendidikan. Proses kreatif mendorong penciptaan yang semakin inklusif baik dalam konteks pendekatan maupun platform.

Dr. Ramdhon menutup pemaparannya penegasan adanya tantangan bagaimana kolaborasi kerja kolektif pada proses penciptaan dapat selaras dengan pendokumentasian, pengarsipan literasi, sekaligus inisiasi ruang-ruang dialogis dalam konteks politik berkesenian. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Susun Strategi Pascapandemi, Fakultas Pertanian UNS Adakan Seminar Nasional Outlook Pertanian Indonesia 2022

Susun Strategi Pascapandemi, Fakultas Pertanian UNS Adakan Seminar Nasional Outlook Pertanian Indonesia 2022

UNS — Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Seminar Nasional yang membahas tentang Outlook Pertanian Indonesia tahun 2022. Seminar ini diadakan secara luring di Gedung Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS pada Selasa (21/12/2021) dan dapat disaksikan secara daring di Zoom serta Youtube Fakultas Pertanian UNS dan Solopos TV.

Ketua panitia Seminar Nasional Outlook Pertanian Indonesia 2022 sekaligus Launching Buku Kisah Inspiratif Alumni FP UNS, Dr. Agung Wibowo, S.P., M.Si. mengatakan bahwa seminar ini penting untuk memberikan gambaran umum bagi masyarakat khususnya pegiat di sektor pertanian mengenai strategi pertanian tahun depan. Seminar ini juga diharapkan dapat memberikan strategi baru untuk bidang pertanian pascapandemi.

Susun Strategi Pascapandemi, Fakultas Pertanian UNS Adakan Seminar Nasional Outlook Pertanian Indonesia 2022

“Sejarah membuktikan bahwa sektor pertanian terbukti memberikan banyak kontribusi dan menjadi penyelamat perekonomian negara. Peran pemerintah sebagai pengambil kebijakan sangat penting untuk memajukan pembangunan pertanian,” ujar Dr. Agung.

Tidak tanggung-tanggung, acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto serta Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo. Sebagai keynote speaker, Airlangga menjelaskan bahwa sektor pertanian tangguh menghadapi pandemi Covid-19.

Hal itu terbukti dari Nilai Tukar Pertanian (NTP) Indonesia di November 2021 mencapai 107,18. Pada sisi lain, inflasi makanan juga terjaga di kisaran 3 persen. Selain itu, ekspor sektor pertanian meningkat 4,03 persen dari kumulatif Januari sampai November 2021.

“Sektor pertanian selalu menjadi sektor yang mampu bertahan sebagai penyanggah perekonomian dalam berbagai krisis baik di 1998, 2008, maupun di krisis Covid-19 ini,” ujar Airlangga.

Tahun 2022 mendatang, pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan sektor pertanian sebesar 3,6 hingga 4 persen. Pertumbuhan pertanian tersebut diusahakan melalui berbagai program strategis di sektor pangan dan agribisnis. Sejumlah program yang dilakukan pemerintah Indonesia di sektor tersebut di antaranya melakukan stabilisasi harga dan pasokan pangan; melakukan pengembangan kawasan hortikultura orientasi ekspor; melakukan pengembangan kemitraan closed loop hortikultura; melakukan peremajaan sawit rakyat; melaksanakan pengembangan usaha peternakan terintegrasi; melakukan pengembangan industri rumput laut; mewujudkan padat karya pertanian dan perikanan; membuat kartu tani untuk pupuk bersubsidi; mengendalikan alih fungsi lahan pertanian; serta mengembangkan korporasi petani dan nelayan.

Program-program tersebut diselaraskan dengan strategi pembangunan pertanian mendukung ketahanan pangan dan peningkatan daya saing berkelanjutan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menjelaskan kelima strategi pembangunan tersebut yang meliputi peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, pengembangan pertanian modern, serta gerakan tiga kali ekspor.

Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi

Untuk menyukseskan jalannya strategi-strategi tersebut, Menteri Pertanian mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan. Pandangan dari sisi akademisi perlu didengar untuk dapat memberikan masukan bagi pembangunan pertanian ke depan.

“Perlu kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk berbagi upaya bersama-sama menghadapi masalah yang ada. Ini membutuhkan penanganan bersama,” imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pembicara ketiga yakni Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, M.Sc. dari Institute for Development of Economic and Finance (INDEF). Prof. Bustanul menyoroti sejumlah hal terutama pada tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Salah satu tantangan terbesar yakni perubahan iklim sekaligus disparitas pertanian di Indonesia.

Prof. Bustanul berharap perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam membantu pemerintah menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Kontribusi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menciptakan teknologi pertanian modern.

“Poin untuk perguruan tinggi yakni seandainya ada teknologi yang mampu mengadaptasi musim atau mungkin ada teknologi lain yang kira-kira adaptif terhadap disparitas karena disparitas di Indonesia cukup besar, teknologi itu akan sangat membantu sektor pertanian,” tambahnya.

Susun Strategi Pascapandemi, Fakultas Pertanian UNS Adakan Seminar Nasional Outlook Pertanian Indonesia 2022

Acara Seminar Nasional ini diakhiri dengan peluncuran buku Kisah Inspiratif 50 Alumni Fakultas Pertanian UNS. Buku tersebut memuat 50 kisah inspiratif alumni UNS dalam meniti karier selepas berkuliah di FP UNS serta kilas balik bagaimana perjuangan mereka saat masih menjadi mahasiswa FP UNS. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti