UTBK Kurang Sebulan, Apa yang Harus Disiapkan

UTBK Kurang Sebulan, Apa yang Harus Disiapkan

UNS — Masa-masa penerimaan mahasiswa baru sedang berlangsung. Usai Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) diumumkan pada akhir Maret lalu, kini proses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sedang bergulir.

Sejak tahun 2019, SBMPTN memberlakukan aturan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Hasil UTBK akan menentukan diterima atau tidaknya calon mahasiswa. UTBK diselenggarakan secara langsung oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebagai satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia.

Tahun ini, pelaksanaan UTBK SBMPTN dibedakan menjadi dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan tanggal 17—23 Mei 2022, sedangkan gelombang kedua akan digelar pada 28 Mei—3 Juni 2022. Dengan demikian, kurang dari sebulan lagi calon mahasiswa harus menghadapi UTBK SBMPTN. Lantas apa yang harus dilakukan?

UPT Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan siaran langsung di Instagram untuk membahas hal ini. Acara yang dinamakan Bincang Sapa UNS BISA! kali ini mengangkat tema “Pengalaman Persiapan UTBK SBMPTN”.

Ada tiga narasumber yang dihadirkan yakni Ivan Pratama, H.M. (mahasiswa Prodi Arsitektur, Fakultas Teknis UNS), Birgita Tessa C. (mahasiswa Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian UNS), dan Vicky Ilham Rizqia (Mahasiswa Prodi Kedokteran, Fakultas Kedokteran UNS). Ketiga narasumber tersebut membagikan pengalaman mereka dalam mempersiapkan UTBK SBMPTN.

Ivan mengatakan bahwa dirinya mempersiapkan UTBK dengan berlatih berbagai macam soal yang ada. Selain itu, dia juga mengikuti bimbingan belajar secara intensif menjelang UTBK. Birgita juga mengamini hal tersebut. Dirinya berlatih banyak soal untuk pembiasaan diri. Birgita juga sering mengikuti Try Out (TO).

Sementara itu, Vicky memilih untuk mematangkan konsep-konsep dasar terlebih dahulu sebelum berlatih soal. Menurut Vicky, konsep dasar tersebut sangat berguna agar calon mahasiswa dapat menghadapi soal yang beragam.

“Saya mematangkan materi dulu. Saya tipe yang harus memahami konsep dasar dulu. Jadi 30 hari sebelum UTBK itu setidaknya sudah memahami ¾ materi. Terus cari teman buat belajar. Belajar bareng temen yang sportif itu sangat membantu,” ujarnya saat siaran langsung pada Jumat (22/4/2022).

Jangan Forsir Diri

Sebulan sebelum UTBK pasti tekanan akan semakin besar. Untuk itu, mereka bertiga sepakat untuk tidak memforsir diri sendiri. Mereka mengimbau para calon mahasiswa baru untuk memperhatikan fisik dan mental. Jangan belajar terlalu lama dan sesekali boleh melepas penat.

“Kita kan udah belajar UTBK mati-matian, ya. Berlatih soal terus gitu. Jadi, aku pribadi ngasih self reward ke diri aku dengan cara memberi waktu luang. Biasanya kalau udah penat gitu aku nonton film pakai bahasa lain dan baca buku yang ringan-ringan biar nanti pas waktunya belajar lagi aku nggak males. Banyakin main sama temen juga sih. Kalau main sama teman biasanya bisa dapat energi baru,” ujar Birgita.

Vicky juga mengingatkan agar calon mahasiswa baru tidak lupa makan dan istirahat. Asupan makanan sangat dibutuhkan tubuh untuk berpikir. Selain itu, istirahat yang cukup dapat membuat badan lebih bugar dalam mengerjakan soal.

Usaha Tidak Mengkhianati Hasil

Ketiga narasumber sepakat mengimbau para mahasiswa baru agar berusaha keras dalam mempersiapkan UTBK. Menurut Vicky, usaha tidak akan mengkhianati hasil.

“Saya punya prinsip, keajaiban itu ada kalau ada usaha dan kesempatan. Kalau kita tanpa usaha tapi berharap keajaiban itu hampir tidak mungkin,” tuturnya.

Hal ini dibuktikan oleh Vicky dengan raihannya yang gemilang di UTBK 2021. Vicky membocorkan nilai UTBK-nya yang cukup fantastis. Pada Tes Kemampuan Akademik, Vicky memperoleh nilai 1.000 atau sempurna di dua mata uji. Rata-rata ujinya mendapat skor lebih dari 800. Hal ini membuatnya diterima di prodi favorit di UNS yakni Prodi Kedokteran.

Terakhir, ketiga narasumber menyuntikkan semangat dan motivasi kepada para calon mahasiswa yang akan menempuh UTBK. Mereka mendoakan agar UTBK berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Editor: Dwi Hastuti

Sebanyak 1.635 Peserta Diterima di SNMPTN UNS 2022

Sebanyak 1.635 Peserta Diterima di SNMPTN UNS 2022

UNS — Sebanyak 1.635 peserta lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2022. Jumlah peserta yang lolos tahun ini meningkat dari dari tahun 2021 yang hanya 1.497 orang.

Pengumuman SNMPTN tahun 2022 ini dilakukan serentak secara nasional pada Selasa (29/3/2022), mulai pukul 15.00 WIB melalui https://pengumuman-snmptn.ltmpt.ac.id. Selain itu, pengumuman juga bisa diakses melalui link mirror yang sudah disediakan LTMPT, salah satunya adalah melalui https://snmptn.uns.ac.id/

Secara nasional pendaftar SNMPTN tahun 2022 adalah sebanyak 612.084 dan yang diterima sebanyak 119.544. Dari jumlah yang dinyatakan lolos tersebut, 35.050 orang adalah pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah).

Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho mengatakan jumlah peminat SNMPTN UNS tahun 2022 sebanyak 29.257. Jumlah lolos seleksi adalah sebanyak 1.635 orang yang berasal dari 34 Propinsi di Indonesia. Sebanyak 482 orang (29,48 %) adalah pemegang KIP-Kuliah.

“Yang lolos seleksi melalui jalur SNMPTN UNS tahun 2022 sebanyak 1.635 dengan rincian 804 peserta lolos di kelompok Saintek dan 831 peserta lolos di kelompok Soshum. Angka Keketatan Persaingan (AKP) SNMPTN UNS 2022 adalah sebesar 1:18 (5,70 %), ” terang Prof. Jamal.

Dua Program Studi (Prodi) di UNS yaitu Prodi Farmasi dan Prodi Informatika berhasil menduduki rangking 20 besar tingkat keketatan nasional bidang Saintek. Prodi Farmasi menduduki posisi ke-14 dengan Angka Keketatan Persaingan (AKP) 1:58 atau 1,74% yang lolos seleksi. Sedangkan Prodi Informatika menduduki posisi ke-19 dengan Angka Keketatan Persaingan (AKP) 1:54 atau 1,84 % yang lolos seleksi.

Terdapat 10 Prodi di UNS dengan AKP tertinggi pada bidang Saintek diantaranya Farmasi 1:58, Informatika 1:54, Psikologi 1:40, Kebidanan 1:38, Kedokteran 1:33, Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer 1:31, Statistika 1:22, Teknik Mesin 1:21, Teknik Industri 1:21, dan Agribisnis 1:21

Sepuluh Prodi di UNS dengan AKP tertinggi pada bidang Soshum secara berturut-turut adalah Prodi Manajemen 1:35, Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah dengan 1:30, Akuntansi dengan 1:29, Ilmu Komunikasi 1:29, Pendidikan Administrasi Perkantoran 1:27, Bimbingan dan Konseling 1:25, Ekonomi Pembangunan 1:24, Demografi dan Pencatatan Sipil 1:23, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Surakarta 1:21, dan Sastra Inggris dengan AKP 1:18.

“Bagi Peserta yang lolos SNMPTN harus registrasi dengan melakukan pengisian biodata mulai 30 Maret sampai 5 April 2022. Peserta yang tidak melakukan registrasi pada tanggal yang dijadwalkan tersebut, dianggap mengundurkan diri. Peserta yang telah dinyatakan lolos SNMPTN 2022 tidak diperbolehkan mendaftar UTBK dan SBMPTN 2022. Siswa pendaftar KIP-Kuliah yang tidak lolos SNMPTN 2022, apabila ingin mengikuti UTBK, tidak dikenakan biaya pendaftaran,” Ujar Prof. Jamal.

Siswa yang tidak lolos SNMPTN 2022, masih mendapat kesempatan untuk mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2022. Informasi mengenai persyaratan dan tata cara UTBK Tahun 2022 dapat dilihat pada laman www.ltmpt.ac.id. UNS juga memberikan kesempatan siswa mengikuti jalur Seleksi Mandiri UNS (SM-UNS) Tahun 2022. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di laman SPMB UNS, http://spmb.uns.ac.id. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

SBMPTN 2017, UNS Tambah Kuota Peserta CBT

SBMPTN 2017, UNS Tambah Kuota Peserta CBT

UNS – Dengan dibukanya dua metode tes dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri  (SBMPTN) tahun 2017 yakni Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap menambah kuota CBT hingga 500 peserta dari keseluruhan target nasional yaitu 30.000 peserta. Jumlah ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya menerima sebanyak 60 peserta CBT sebagai uji coba.

Konferensi Pers terkait pelaksanaan SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri UNS

Rektor UNS sekaligus ketua SNMPTN dan SBMPTN 2017, Ravik Karsidi,  menegaskan jumlah tersebut akan diimbangi dengan kerjasama sarana dan prasarana dengan pihak terkait. “Kami bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Olahraga Kotamadya Surakarta untuk melaksanakan CBT SBMPTN 2017 dengan menggunakan fasilitas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” papar Ravik yang didampingi oleh Ketua Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UNS 2017, Sutarno, pada konferensi pers, Senin (16/1/2017).

Lebih lanjut Ravik menambahkan, tahun ini kota Solo bisa mencapai 1000 peserta CBT dilihat dari adanya sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah-sekolah yang telah bekerjasama dengan Panitia Lokal 44 Surakarta dalam penyelenggaraan SBMPTN tahun ini. Terkait dengan teknis ujian, pihak panitia akan menyelenggarakan ujian PBT dan CBT secara serentak untuk meminimalisasi kecurangan selama proses ujian berlangsung. (Denty Marga Sukma)

UNS Siap Tampung 6.291 Mahasiswa Baru

UNS Siap Tampung 6.291 Mahasiswa Baru

Sehubungan dengan pembukaan pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 pada Jumat (13/1/2017) oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menerima 6.291 mahasiswa baru untuk jenjang sarjana (S1). Jumlah mahasiswa tersebut akan tersebar pada 65 program studi yang dimiliki UNS.

Paparan Rektor UNS mengenai seleksi masuk mahasiswa baru UNS 2017 dalam press conference, Senin (13/1/2017)

Menurut Rektor UNS Ravik Karsidi, dalam press conference pada Senin (13/1/2017), kuota yang lebih banyak disebabkan adanya dua program studi baru yang dibuka pada tahun 2017. “Jumlah ini berkorelasi dengan penambahan program studi yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya karena UNS membuka dua program studi baru, yaitu Statistika dan Pendidikan IPA,” terangnya. Lebih lanjut, Ravik yang juga selaku Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017 menyampaikan bahwa seleksi masuk jenjang S1 dilakukan melalui tiga jalur yang sudah ditetapkan secara nasional, yaitu melalui jalur SNMPTN dengan persentase 30%, SBMPTN sebesar 50% dan Seleksi Mandiri (SM-UNS) sebesar 20%.

Kriteria seleksi SNMPTN berdasarkan pada prestasi dan portofolio akademik, sedangkan SBMPTN berdasarkan ujian tertulis atau kombinasi ujian tertulis dengan ujian keterampilan. Pada ujian SBMPTN tahun ini akan kembali dilaksanakan dengan metode  Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT). Sedangkan khusus untuk SNMPTN akan dimulai dengan pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah. [angga.red.uns.ac.id]