Mahasiswa FEB UNS Terpilih menjadi Mas Sukoharjo 2022

Mahasiswa FEB UNS Terpilih menjadi Mas Sukoharjo 2022

UNS — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terpilih menjadi Mas Sukoharjo ‘Duta Wisata Kabupaten Sukoharjo 2022’. Ia adalah Rizal Daffa Diatama, mahasiswa yang saat ini duduk di semester lima.

Rizal terpilih menjadi Juara 1 Putra Duta Wisata Kabupaten Sukoharjo 2022 setelah melewati berbagai tahapan seleksi yang ketat. Saat dinobatkan dalam malam grand final yang berlangsung pada Minggu (28/8/2022), Rizal mengaku senang dan bangga dapat terpilih menjadi juara.

“Kesan pertama saat diumumkan, speechless. Perasaan haru serta bangga bercampur karena proses serta doa telah membawa saya sampai di titik ini,” ungkap Rizal saat diwawancarai uns.ac.id, Sabtu (3/9/2022).

Tahapan seleksi pemilihan duta wisata tersebut telah berlangsung sejak 11 Juli 2022. Beberapa rangkaian seleksi tersebut antara lain tes tertulis, wawancara, orientasi lapangan, karantina dan pembekalan, malam kreasi seni, dan grand final. Pada seleksi tes tertulis dan wawancara, Rizal diuji mengenai materi kepariwisataan, kebudayaan, pengetahuan umum, bahasa Jawa, bahasa Inggris, psikologi, wicara publik, dan wawasan kebangsaan.

“Setelah lolos menjadi 10 besar, ada observasi dan study case ke salah satu desa wisata ‘Desa Juron’ yang ada di Sukoharjo untuk menumbuhkan rasa sadar wisata kepada para finalis. Selanjutnya, karantina selama tiga hari sekaligus malam kreasi seni. Saya menampilkan Tari Beksan Wanara yang bercerita tentang perang tanding antara Sugriwa dengan Subali pada cerita Ramayana,” jelasnya.

Mahasiswa FEB UNS Terpilih menjadi Mas Sukoharjo 2022

Selain Rizal, terdapat dua mahasiswa UNS lainnya yang mengikuti kompetisi ini. Mereka adalah Astri Suryanti dari Prodi Manajemen FEB UNS dan Meza Alana dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Astri berhasil meraih Juara 3 Mbak Sukoharjo 2022, sedangkan Meza terhenti sebagai 10 besar finalis Mas Mbak Sukoharjo.

Rizal berharap dapat berperan aktif dalam memberikan kontribusi bagi Kabupaten Sukoharjo. “Semoga saya juga bisa menyebarkan positive vibes kepada masyarakat mengenai sadar wisata, bangga dan menumbuhkan terhadap potensi yang dimiliki daerah. Melalui pencapaian ini, semoga bisa menjadi awal untuk semakin berkembang dan berkonstribusi terhadap masyarakat,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

PSPP UNS Gelar FGD Bahas Penguatan Kompetensi Pancasila bagi Guru PPKn di Kabupaten Sukoharjo

PSPP UNS Gelar FGD Bahas Penguatan Kompetensi Pancasila bagi Guru PPKn di Kabupaten Sukoharjo

UNS — Pusat Studi Pengamalan Pancasila (PSPP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tajuk ‘Penguatan Kompetensi Pancasila Bagi Guru PPKn di MGMP PPKn Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan FGD tersebut dilakukan secara luring di SMAN 1 Sukoharjo, pada Jumat (15/7/2022).

Kepala PSPP UNS, Prof. Dr. Leo Agung S, M.Pd. dalam rilis yang diterima uns.ac.id pada Rabu (27/7/2022) menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat. Kegiatan FGD dihadiri oleh Guru PPKn yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pancasila Kabupaten Sukoharjo, anggota PSPP UNS diantaranya Dr. Bramastia, M.Pd., Dr. Mibtadin, S.Fil, M.Si., Dadan Adi Kurniawan,S.Pd, M.A., dan beberapa mahasiswa UNS.

Drs. Narman, M.M., Pembina MGMP PPKn Kabupaten Sukoharjo menyampaikan bahwa saat ini filter nilai luhur Pancasila mulai rapuh. Begitu juga dampak stabilitas nasional yang juga mempengaruhi perkembangan dalam memahami Pancasila. “Hal ini disebabkan adanya pengaruh asing yang berdampak pada stabilitas nasional, sehingga kita perlu memberikan ilmu pengetahuan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Priyanto, S.H., M.M., Ketua MGMP PPKn Kabupaten Sukoharjo berharap supaya hasil FGD ini dapat direalisasikan dalam pembelajaran PPKn, serta mampu memberikan nilai tambah terhadap kompetensi Guru PPKn dan memberikan wawasan luas terhadap perkembangan.

PSPP UNS Gelar FGD Bahas Penguatan Kompetensi Pancasila bagi Guru PPKn di Kabupaten Sukoharjo

Kegiatan FGD tersebut berjalan sangat interaktif, banyak masukan dari guru yang tergabung dalam MGMP PPKn Kabupaten Sukoharjo. Beberapa masukan tersebut yaitu perlu ada tindak lanjut dalam bidang pendidikan khususnya MGMP Sukoharjo. Dibutuhkan metode pembelajaran yang lebih baik dan materi yang lebih ringkas. Begitu juga dengan penguatan nilai-nilai Pancasila harus dibarengi dengan penegakan hukum yang jelas. Humas UNS

Reporter: Erliska Yuniar Purbayani
Editor: Dwi Hastuti

TIM PKM-PM SV UNS Gelar Pelatihan Pengembangan Potensi Jahe Menjadi Permen Gummy

TIM PKM-PM SV UNS Gelar Pelatihan Pengembangan Potensi Jahe Menjadi Permen Gummy

UNS — Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan pelatihan dengan mengusung tema Inovasi Chewy Gummy Ginger Sebagai Upaya Strategi Pemberdayaan Masyarakat, Meningkatkan Imunitas, dan Meredakan Gejala Covid-19.

Kegiatan pelatihan tersebut sebagai upaya pengembangan potensi jahe yang ada di Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo menjadi permen Gummy dengan berbagai khasiat. Kegiatan pelatihan diselenggarakan secara luring bertempat di rumah Wiji Sinarsih di Selo RT 01 RW 05 Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (23/7/2022) pagi.

Adapun Tim PKM-PM SV UNS tersebut merupakan salah satu dari 24 Tim PKM yang lolos pendanaan dari UNS. Tim PKM-PM SV UNS ini diketuai oleh Fahreza Eka Dani Ardityansyah, dengan beranggotakan Nanda Putri Cahyani, Cucuk Setyo Utomo, Anindya Elvina, dan Bagus Agung Santoso. Dalam menjalankan program, Tim PKM-PM SV UNS turut menggandeng mitra Paguyuban Selo Beraksi, yang merupakan paguyuban warga Dusun Selo, Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo.

Ketua Tim PKM-PM SV UNS, Fahreza Eka Dani Ardityansyah mengatakan bahwa dusun tersebut memiliki potensi alam berupa lahan pertanian yang subur serta mampu dimanfaatkan oleh warga untuk menanam apa saja. Dilihat dari letak desa tersebut yang berada di samping Sungai Bengawan Solo membuat daerah tersebut dapat dengan mudah mendapat pasokan air. Lahan yang tidak digunakan untuk sawah juga telah dimanfaatkan warga untuk menanam tanaman rempah dan umbi-umbian.

Alasan menggandeng Paguyuban Selo Beraksi karena paguyuban tersebut bergerak di bidang lingkungan dan sosial. Kegiatan mereka didominasi oleh kegiatan cinta lingkungan seperti bersih sungai dan penanaman pohon. Paguyuban Selo Beraksi juga menanam tanaman rempah baik di bantaran sungai maupun di depan rumah anggota masing-masing.

“Namun sayangnya, potensi hasil rempah tersebut kurang dapat dimanfaatkan warga dan Paguyuban Selo Beraksi dengan baik. Selain itu hasil tanaman rempah itu hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari sebagai Tanaman Obat Keluarga (Toga), sehingga potensi alam kurang memiliki nilai jual dan nilai tambah,” terang Fahreza dalam sambutannya.

Oleh karena itu, Fahreza melanjutkan dengan adanya program PKM-PM di Dusun Selo ini diharapkan dapat membangun industri kreatif dengan memanfaatkan potensi alam yang ada, terutama rempah jahe menjadi produk inovatif yang digemari banyak orang.

Sebagaimana yang diungkapkan Fahreza, kegiatan pelatihan ini dilakukan dalam 2 tahap, pertama pelatihan pembuatan produk dan kedua, pemaparan materi branding produk. Untuk pelatihan pembuatan produk dipandu oleh Anggota Tim PKM-PM SV UNS, Cucuk Setyo Utomo. Sementara pemaparan materi disampaikan oleh Anggota Tim PKM-PM SV UNS, Nanda Putri Cahyani yang menjelaskan tentang Strategi Branding Produk.

“Chewy Gummy Ginger (Cyger) merupakan olahan rempah jahe yang dibuat menjadi produk permen Gummy yang mampu menarik minat anak-anak untuk mau mengkonsumsi jahe. Produk ini juga memiliki banyak khasiat diantaranya mampu meningkatkan imunitas, anti inflamasi, menurunkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, meredakan batuk, dan nyeri di tenggorokan,” tambah Fahreza.

Ketua Paguyuban Selo Beraksi, Agustina Dyah Indriyani berharap melalui program ini, Paguyuban Selo Beraksi mampu memiliki kemandirian secara finansial untuk mengelola organisasinya dan mampu menjalankan programnya dengan baik.

“Dengan demikian, melalui kegiatan ini harapannya dapat memberikan manfaat yang dapat dirasakan bagi warga Dusun Selo, Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Terima kasih juga kepada rekan-rekan Tim PKM-PM SV UNS yang telah mengadakan pelatihan ini. Karena hal ini merupakan sesuatu hal baru bagi kami terkait pengolahan jahe yang dibuat menjadi permen Gummy,” tutur Agustina Dyah Indriyani.

Kemudian Ketua RW 3 Dusun Selo, Slamet Sariyanto juga turut berharap ke depannya dapat mengangkat industri jamu yang ada di Desa Pojok.

“Saya juga berharap dengan pelatihan ini akan mampu mengangkat perekonomian dari warga Dusun Selo, Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo,” kata Slamet Sariyanto.

Selama kegiatan, anggota Paguyuban Selo Beraksi yang menjadi target sasaran kegiatan pelatihan ini terlihat sangat antusias. Anggota Paguyuban Selo Beraksi juga terlibat aktif dalam praktik pembuatannya.

Selepas kegiatan ini, akan diadakan pula kegiatan pelatihan dengan mengangkat tema Penjualan dan Promosi Produk Melalui Digital Marketing serta pelatihan Pembukuan Keuangan Sederhana. Kegiatan tersebut nantinya akan dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2022 mendatang. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Mahasiswa UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Sukoharjo

Mahasiswa UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Sukoharjo

UNS — Sejumlah mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar pengabdian masyarakat dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan yang dilakukan yaitu berupa layanan edukasi, peningkatan kreativitas, layanan kesehatan, serta berbagi ilmu pengasuhan. Kegiatan ini di gelar di sekolah anak -anak yang beralamatkan di Jalan Mangesti Raya No.28, Gentan, Sukoharjo. Kegiatan berlangsung pada hari Senin sampai Jumat selama bulan Mei.

Salah satu panitia, Farida yang terlibat dalam kegiatan ini, terdapat beberapa manfaat yang dirasakan anak-anak panti asuhan maupun pengasuh panti di Panti Asuhan Balitha Adsha Sukoharjo.

“Manfaat untuk anak-anak panti yakni anak mendapatkan kontrol kesehatan dan gizi, anak mendapatkan bimbingan edukasi, literasi, tematik, dan kreativitas. Mereka jadi semangat belajar, serta anak dapat mengetahui potensi mereka sesungguhnya. Adapun, manfaat bagi pengasuh yakni mendapatkan ilmu parenting yang benar, mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas pengasuh, serta mengembangkan potensi anak sesuai dengan tahap usianya,” jelas Farida yang merupakan mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS, Selasa (31/5/2022).

Mahasiswa UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Sukoharjo

Dalam menjalankan proyek ini, tentu terdapat kendala yang pernah mereka hadapi. Tim KKN MBKM UNS ini merasakan sulitnya mendisiplinkan anak dan memotivasi anak untuk belajar.

“Kendala yang kami alami selama melaksanakan program hibah MBKM ini berhubungan langsung dengan anak, seperti belajar untuk mendisiplinkan anak dan memotivasi anak untuk senang belajar. Akhirnya, karena kendala itu, kami berinisiatif memberikan kegiatan yang menarik dari ilmu yang sudah kami peroleh di perkuliahan,” ujarnya.

Ke depan, mereka berharap agar program ini mampu meningkatkan kemampuan anak dalam hal literasi, matematik, serta kreativitas.

Mahasiswa UNS Gelar Pengabdian Masyarakat di Sukoharjo

“Harapannya, kami ingin program ini mampu meningkatkan kemampuan anak dalam hal literasi, matematik, serta kreativitas. Program-program hibah yang sudah kami laksanakan mampu menjadi perbaikan dalam memberikan pembelajaran bagi anak. Semoga perbaikan itu dapat dilakukan oleh guru, pengasuh, maupun orang tua. Selain itu kami juga berharap branding Panti Asuhan Balitha Adsha Sukoharjo menjadi baik dan dikenal oleh masyarakat sekitar. Teman-teman mahasiswa lain yang masih memiliki kesempatan untuk mengeksplor diri dapat memberdayakan masyarakat, terutama tentang kemanusiaan karena dampak yang dapat dirasa sangat luas baik kepada diri sendiri dan masyarakat,” pungkas Farida. Humas UNS

Reporter: Zalfaa Azalia Pursita
Editor: Dwi Hastuti

Tim KKN UNS Adakan Senam dan Sosialisasi Narkoba Bersama BNK Sukoharjo

Tim KKN UNS Adakan Senam dan Sosialisasi Narkoba Bersama BNK Sukoharjo

UNS — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan senam dan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Desa Cabeyan, Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (20/2/2022) di Balai Desa Cabeyan ini bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo. Tujuan senam dan sosialisasi ini dalam rangka mewujudkan Sukoharjo melek Narkoba.

Acara dibuka dengan senam bersama kemudian dilanjutkan sosialisasi P4GN. Selain itu, juga diadakan games untuk memeriahkan acara. Peserta yang hadir meliputi karang taruna serta masyarakat Desa Cabeyan. Pemateri yang dihadirkan dalam sosialisasi ini adalah Garis Subandi dari BNK Sukoharjo.

Kegiatan ini juga turut dihadiri Kepala Desa Cabeyan, Sugiyono. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa anak muda perlu mengerti tentang Narkoba guna bisa menjauhi hal negatif dan mendekat terhadap hal-hal yang positif.

Tim KKN UNS Adakan Senam dan Sosialisasi Narkoba Bersama BNK Sukoharjo

“Masyarakat Desa Cabeyan sejauh ini tidak ada yang menggunakan Narkoba, berarti keluarga pun sudah menjadi tameng dalam pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba,” ujarnya kepada uns.ac.id, Rabu (2/3/2022).

Sementara itu, Garis Subandi atau yang kerap disapa Bandi selaku pemateri menyampaikan beberapa pengetahuan dan wawasan serta ilmu baru yang meliputi apa itu narkotika, berbagai jenis narkotika, ciri-ciri penyalahguna Narkoba, bahaya penyalahgunaan narkotika, serta efek penyalahgunaan narkotika jangka pendek maupun jangka panjang.

Bandi menilai bahwa kegiatan seperti ini memang harus dilakukan karena dapat menginspirasi masyarakat yang lain untuk ikut menyuarakan P4GN.

“Kegiatan ini harus terus diadakan, tidak hanya dalam momen tertentu, melainkan juga harus memasuki sekolah-sekolah, kelompok keluarga, serta kelompok lainnya agar paham Napza sehingga bisa memerangi napza,” imbuhnya.

Para peserta yang hadir pun sangat antusias dengan mengajukan pertanyaan dan tanggapan.

“Kita harus peka terhadap penyalahgunaan narkotika karena menurut data yang ada korbannya tidak hanya anak muda atau orang dewasa saja melainkan anak-anak,” ungkap Rijal, salah seorang peserta.

Tim KKN UNS Adakan Senam dan Sosialisasi Narkoba Bersama BNK Sukoharjo

Kegiatan senam dan sosialisasi P4GN yang diprakasai oleh KKN UNS Kelompok 114 ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. Meskipun di Desa Cabeyan tidak ada penyalahgunaan Narkoba, ketua Tim KKN UNS 114, Nova Arif Kurniawan menilai bahwa sosialisasi semacam ini perlu diadakan sebagai bentuk upaya preventif dan menambah wawasan serta pengetahuan pemuda dan warga Desa Cabeyan.

Nova berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan mengenai Narkoba dan menjadikan sebagai prinsip diri tolak narkoba.

“Semoga ilmu yang didapat pada sosialisasi ini dapat bermanfaat bagi seluruh peserta. Mulai dari prinsip tolak Narkoba, tahu potensi diri pada anak muda, serta lebih pekanya orang tua terhadap perubahan perilaku, dan perkembangan buah hati bapak ibu,” ujar Nova. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti