Mahasiswa Teknik Sipil UNS Boyong Tiga Juara dalam Cendekia Festival Universitas Riau

Mahasiswa Teknik Sipil UNS Boyong Tiga Juara dalam Cendekia Festival Universitas Riau

UNS — Prestasi di tingkat nasional kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, prestasi tersebut diraih oleh Alwan Adhirajasa Yoga, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) UNS. Alwan baru saja meraih Juara 1 Lomba Esai Tingkat Nasional sekaligus merebut predikat best paper dan best presentation.

Kompetisi esai nasional bertajuk Cendekia Festival ini diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keilmiahan ‘Cendekia’ Universitas Riau. Alwan mengusung gagasan berjudul ‘Inovasi Berkelanjutan Teknologi Konstruksi Tepat Mutu, Biaya, dan Waktu Menggunakan Pre-Fabricated Construction Method’.

“Gagasannya yaitu melakukan remodelling dan simulasi sebuah konstruksi konvensional dua lantai menggunakan pre-fabricated construction method. Kemudian dibandingkan antara mutu, biaya, dan waktu antara konstruksi konvensional dan konstruksi pre fabricated. Remodelling menggunakan software sketchup, analisis struktur menggunakan software SAP2000, biaya dan waktu menggunakan Ms Project,” jelasnya kepada uns.ac.id, Senin (29/8/2022).

Ia menambahkan bahwa hasil dari analisis menunjukkan inovasi metode ini dapat menghemat hingga 35% dan mempercepat waktu pengerjaan hingga 5 kali lipat.

“Efektivitas dan efisiensi mutu, biaya, dan waktu dalam sektor konstruksi menjadi sangat penting, mengingat sektor konstruksi berada diurutan ketiga dalam kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Maka perlu adanya pembaharuan metode konstruksi,” imbuhnya.

Lomba esai yang diselenggarakan secara daring sejak 21 Juli—28 Agustus 2022 ini diikuti oleh berbagai peserta dari perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui tahapan seleksi dan presentasi, pada Minggu (28/8/2022), Alwan diumumkan mendapat tiga predikat juara sekaligus.

Mahasiswa semester akhir tersebut mengaku senang dan tidak menyangka ketika diumumkan mendapat juara. Terlebih, Ia memboyong tiga juara dalam satu kompetisi. Ia berharap agar idenya tersebut dapat direalisasikan pasca lulus dari UNS. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Teknik Sipil UNS Raih Akreditasi Unggul oleh LAM Teknik

Teknik Sipil UNS Raih Akreditasi Unggul oleh LAM Teknik

UNS — Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses raih akreditasi predikat unggul. Hal ini mulai berlaku sejak ditetapkan 30 Mei 2022 hingga 31 Maret 2025. Akreditasi tersebut dikeluarkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan (LAM Teknik), Badan Tetap Akreditasi Pendidikan Keteknikan, Persatuan Insinyur Indonesia.

Melansir dari ft.uns.ac.id, proses penilaian akreditasi melalui rekognisi atau penyetaraan setelah Teknik Sipil UNS mendapatkan General accreditation dari Indonesian Accreditation Board for Engineering (IABEE). Teknik Sipil UNS kemudian mengajukan penilaian akreditasi LAM Teknik melalui proses rekognisi. Teknik Sipil UNS mengajukan permohonan penyetaraan akreditasi IABEE setara dengan Akreditasi Unggul LAM Teknik melalui Aplikasi Sistem Akreditasi Teknik Indonesia (SAKTI).

Pengajuan rekognisi ini dilakukan oleh Kepala Unit Penjaminan Mutu (UPM) FT UNS dengan menyertakan bukti sertifikat akreditasi IABEE dan dokumen pendukung yang dipersyaratkan. Perkembangan proses penyetaraan akreditasi ini selanjutnya dipantau melalui aplikasi SAKTI.

Kepala Program Studi Teknik Sipil FT UNS, Dr. Niken Silmi Surjandari, S.T., M.T. menjelaskan persiapan yang dilakukan oleh Teknik Sipil UNS dalam penilaian akreditasi ini. Proses persiapan akreditasi IABEE dilakukan dengan membentuk tim ad hoc. Tim ini terdiri dari beberapa dosen yang menjadi Person In Charge (PIC).  Tugas mereka adalah untuk mempersiapkan dokumen dan bukti-bukti Laporan Evaluasi Diri (LED).

Tim Ad Hoc memulai proses ini dengan mempelajari bersama dokumen akreditasi IABEE dan mengundang narasumber dari lembaga akreditasi IABEE. Dibantu oleh pengembang dari Prodi Teknik Elektro FT UNS, Tim ad hoc juga membangun aplikasi basis data dan proses pendidikan berbasis luaran untuk mendukung penyediaan bukti-bukti akreditasi. Semua proses ini dijalani selama kurang lebih 1 tahun.

Setelah terakreditasi General oleh IABEE, proses penyetaraan akreditasi Unggul LAM Teknik tidak dibutuhkan persiapan khusus. Teknik Sipil UNS menyerahkan pengajuan penyetaraan akreditasi ini kepada Kepala UPM FT UNS.

“Sebagai Kepala Program Studi, saya merasa bersyukur dengan pencapaian akreditasi unggul LAM Teknik oleh Program Studi Teknik Sipil. Sekaligus disisi lain, ini menuntut perbaikan kinerja yang lebih baik dari saya selaku Kaprodi dan juga seluruh sivitas akademika Prodi Teknik Sipil, “ ujar Dr. Niken.

Akreditasi Unggul dari LAM Teknik ini pertama kali diperoleh oleh Teknik Sipil UNS. Ini dikarenakan LAM Teknik sendiri baru diluncurkan secara simbolis oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada Agustus 2021 lalu.

Dr. Niken berharap, keberjalanan Prodi Teknik Sipil UNS dapat selaras dengan pengakuan yang sudah diperoleh. Para dosen beserta seluruh sivitas akademika Teknik UNS dapat menjalankan ini sebagai suatu kebiasaan, bukan semata-mata karena tuntutan akreditasi. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

HMS FT UNS Gelar Kuliah Tamu Transportasi Bahas Analisis Desain dan Konstruksi Jembatan Cable Stayed Sei Alalak

HMS FT UNS Gelar Kuliah Tamu Transportasi Bahas Analisis Desain dan Konstruksi Jembatan Cable Stayed Sei Alalak

UNSHimpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Kuliah Tamu Transportasi: Jembatan Cable Stayed Sei Alalak dengan tema Analisis Desain dan Konstruksi Jembatan Khusus. Adapun Jembatan Sei Alalak masuk ke jenis Jembatan Cable Stayed dengan alinemen melengkung horizontal pertama di Asia Tenggara. Sementara kegiatan kuliah tamu dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung via YouTube Fakultas Teknik UNS, Rabu (15/6/2022).

Dekan FT UNS, Dr. techn. Ir. Sholihin As’ad, M.T., membuka secara resmi acara kuliah tamu ini. Dr. Sholihin pun turut berharap kuliah tamu ini dapat bermanfaat bagi kita semua terkhusus bagi mahasiswa Prodi Teknik Sipil.

“Saya selaku Dekan FT UNS mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari dua narasumber kuliah tamu hari ini terkhusus pada materi tentang jembatan cable stayed. Suatu kehormatan juga karena kuliah tamu ini dihadiri lebih dari 200 peserta,” ucap Dr. Sholihin dalam sambutannya.

Acara dimoderatori oleh Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Sipil FT UNS, Dr. Ir. Arif Budiarto, M.T. Dr. Arif mengungkapkan bahwa jembatan cable stayed merupakan jenis jembatan yang memiliki bentangan panjang. Jembatan cable stayed biasanya dimanfaatkan sebagai penghubung antara dua wilayah yang bersebrangan.

HMS FT UNS Gelar Kuliah Tamu Transportasi Bahas Analisis Desain dan Konstruksi Jembatan Cable Stayed Sei Alalak

Narasumber pertama, Presiden Direktur PT. Maratama Cipta Mandiri, Ir. Suhara, M.T., memaparkan materi tentang Perencanaan Struktur Cable Stayed Bridge Curve in Plane, Studi Kasus: Detail Engineering Design (DED) Jembatan Sei Alalak yang terletak di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Terdapat tiga elemen struktur utama pada jembatan dengan system struktur cable stayed, meliputi cable (penggantung), pylon, dan gelagar (sliffening girder),” ujar Ir. Suhara.

HMS FT UNS Gelar Kuliah Tamu Transportasi Bahas Analisis Desain dan Konstruksi Jembatan Cable Stayed Sei Alalak

Adapun Ir. Suhara menambahkan ada 4 konsep perencanaan struktur jembatan cable stayed, yakni initial pretension kabel, analisis selama konstruksi, analisis pada kondisi beban layan (SLS), dan analisis pada kondisi batas (ULS).

“Pada tahap pertama menentukan initial pretension kabel yang dapat memenuhi keseimbangan dengan beban permanen. Kedua pada analisis selama konstruksi yakni menentukan besarnya pretension kabel pada masing-masing tahapan konstruksi sehingga dapat memenuhi keseimbangan pada final stage. Selanjutnya analisis pada kondisi beban layan (SLS) dilakukan pengecekan tegangan pada cable stayed dan edge beam untuk memastikan tegangan-tegangan yang terjadi akibat beban-beban service berada pada range yang diijinkan. Keempat analisis pada kondisi batas (ULS) yakni melakukan pengecekan gaya-gaya pada masing-masing komponen struktur jembatan untuk desain tulangan pada masing-masing komponen struktur jembatan,” terang Ir. Suhara.

Sebagaimana yang diungkapkan Ir. Suhara terdapat 7 poin yang perlu diperhatikan pada desain cable stayed, yakni lebar jembatan, material, tatanan kabel transversal, tatanan kabel longitudinal, gelagar, jarak dan jumlah kabel, serta pylon.

Kemudian acara kuliah tamu dilanjutkan pemaparan materi oleh narasumber kedua, Bridge Engineer PT. Maratama Cipta Mandiri, Azzumar Utami S., S.S.T., M.Tr.T. Azzumar menyampaikan tentang Konstruksi Jembatan Sei Alalak, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

HMS FT UNS Gelar Kuliah Tamu Transportasi Bahas Analisis Desain dan Konstruksi Jembatan Cable Stayed Sei Alalak

“Metode konstruksi Jembatan Cable Stayed Sei Alalak direncanakan menggunakan sistem segmental (ditumpu oleh crane). Proses konstruksi dimulai dari pondasi, pilecap, pengecoran pylon, edge beam, cross beam secara bertahap, pemberian gaya prategang pada edge beam, dan cross beam serta pretension pada cable stayed,” tutup Azzumar. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Editor: Dwi Hastuti

Proyek MBKM Mahasiswa FT UNS Rancang Masterplan Stadion dan Wisata Embung di Desa Joho, Wonogiri

Proyek MBKM Mahasiswa FT UNS Rancang Masterplan Stadion dan Wisata Embung di Desa Joho, Wonogiri

UNS — Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) ikuti proyek Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Mereka adalah mahasiswa gabungan dari Program Studi (Prodi) Arsitektur dan Teknik Sipil. Dalam kegiatan tersebut, mereka mengerjakan pembuatan masterplan kawasan desa.

Melansir dari ft.uns.ac.id, proyek ini mulai digagas pada September 2021. Survei lokasi menjadi kegiatan awal yang dilakukan. Hingga pada Desember 2021, mereka mulai memasuki tahap mendesain. Desain pertama masterplan tersebut kini telah selesai dan telah dipresentasikan kepada pihak Desa Joho. Tahap desain ini merupakan fokus kerja mahasiswa dari Prodi Arsitektur.

“Jadi, kerja praktik di sana itu desa meminta ada suatu perencanaan dari lapangan yang diminta dibuatkan stadion, terus ada embung. Di sekitar embung ini ada lahan kosong gitu, kami diminta merencanakan sebuah bangunan serba guna di situ dan mengolah lanskap taman,” ujar Adam Maulana, salah satu mahasiswa Arsitektur.

Yuan Efano Sofyan, rekan Adam, turut menegaskan bahwa luaran akhir dari proyek ini adalah berwujud desain masterplan kawasan desa yang telah mereka kunjungi. Desain tersebut menyuguhkan fasilitas umum yang diperlukan dan dibutuhkan oleh desa.

Setelah presentasi tersebut terlaksana pada Februari 2022, proyek berlanjut dengan turut melibatkan peran mahasiswa Prodi Teknik Sipil. Peran mereka diantaranya ada pada lingkup perhitungan struktur bangunan. Kolaborasi mahasiswa ini menurut Yuan sangat membantu dalam memperhitungkan struktur stadion serta bangunan serba guna yang sudah didesain sebelumnya.

“Kemarin ada ide untuk mengkolaborasikan Arsitektur dengan Sipil. Itu untuk memperhitungkan dari struktur stadion serta bangunan serba guna yang sudah kami rancang. Jadi, bisa dibuat di dunia nyata apa nggak. Istilahnya gitu,” terang Yuan.

Ada banyak harapan dari dilaksanakan proyek MBKM ini. Desain yang telah dibuat diharapkan dapat bermanfaat bagi banyak pihak. Para mahasiswa UNS pun mampu memperoleh pengalaman secara langsung untuk menerapkan ilmu di perkuliahan. Para mahasiswa juga mengaku akan senang apabila desain yang telah dibuat dapat direalisasikan kedepannya.

Selain itu, menurut Adam, kolaborasi keilmuan seperti yang mereka lakukan dapat juga diterapkan di proyek-proyek lainnya. Tentunya dengan cara yang efektif dan efisien agar mendapatkan hasil yang berkualitas.

“Sangat terbantu dengan program MBKM ini. Soalnya kan dari Arsi (red: Prodi Arsitektur) itu lebih perlu pengalaman, kalau presentasi depan dosen sama di depan instansi yang umum rasanya beda banget. Jadi ada pengalaman,” ujar Yuan.

Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti

Kontribusi Mahasiswa UNS Semarakkan HUT ke-277 Pacitan di Desa Jetis Lor Tuai Pujian Warga

Kontribusi Mahasiswa UNS Semarakkan HUT ke-277 Pacitan di Desa Jetis Lor Tuai Pujian Warga

UNS — Warga dan Kepala Desa Jetis Lor Kabupaten Pacitan sampaikan apresiasi kepada Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Bukannya tanpa alasan, ini karena mahasiswa UNS memprakarsai ragam kegiatan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-277 Kabupaten Pacitan yang sejak adanya Pandemi Covid-19 tak terselenggara.

Dilansir dari ft.uns.ac.id, Kamis (17/3/2022), Kepala Desa Jetis Lor Sarmin, A.Md., Kep., langsung menyampaikan apresiasinya dalam kesempatan seremonial kegiatan. Ia berterima kasih kepada Mahasiswa kelompok 120 KKN UNS yang mampu merambah semua umur dalam setiap kegiatan yang dicanangkan. Termasuk kala itu, kegiatan lomba melibatkan ibu-ibu Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Jetis Lor.

“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN 120 UNS yang telah menginisiasi kegiatan ini untuk meramaikan ulang tahun Kabupaten Pacitan. Semoga bisa menjadi pengalaman luar biasa bagi adik-adik semua dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Sarmin.

Ketua panitia, Dinda Imas Nurdhyanti, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) UNS, mengungkapkan kegiatan tersebut bertujuan untuk mengaktifkan kembali Ibu-ibu PKK dan masyarakat sekitar yang sudah lama tidak berkegiatan. Salah satunya seperti senam bersama.

“Dari penuturan perangkat desa, saat ini ibu-ibu di Desa Jetis Lor sudah jarang melaksanakan kegiatan olahraga sejak terjadinya pandemi Covid-19. Selain itu, perlombaan antar dusun juga sedang tidak ada. Kebetulan Pacitan baru saja ulang tahun, jadi saya dan tim menginisiasi lomba menghias tumpeng yang diharapkan mampu menjaga kekompakan ibu-ibu di Desa Jetis Lor karena bisa dibilang letak jarak antar dusunnya berjauhan,” ujar Dinda.

Antusiasme warga sangat kentara dalam pelaksanaannya. Setiap dusun mengirimkan 10 orang partisipan. Peserta tidak diharuskan membuat nasi kuning, tetapi diperbolehkan menghias tumpeng sekreatif mungkin. Ukuran tampah yang digunakan untuk tumpeng berukuran 40 cm. Tumpeng dan hiasan disiapkan oleh peserta di tempat perlombaan 30 menit sebelum lomba dimulai. Kemudian, peserta tidak diperbolehkan menghias tumpeng sebelum perlombaan dimulai atau harus dilakukan di tempat lomba dengan waktu yang ditentukan, yaitu 45 menit.

Selain itu, adanya penampilan antar dusun juga diharapkan mampu membawa semangat sekaligus menunjukkan bakat Ibu-ibu PKK Desa Jetis Lor. Sebelum melangkah ke kegiatan inti, yakni Lomba Menghias Tumpeng dan Penampilan Hiburan Antardusun, seluruh peserta dan perwakilan dusun mengikuti kegiatan senam aerobic bersama dengan memakai baju olahraga.

“Baik dari perangkat desa dan Ibu-ibu PKK sangat menantikan kegiatan ini karena sudah lama tidak ada kegiatan senam dan berkumpul bersama ditambah pelaksanaanya yang bertepatan dengan HUT ke-277 Pacitan,” tambahnya.

Salah satu peserta pun mengaku senang dengan kegiatan tersebut. “Saya sangat senang dengan kegiatan ini, sejak pandemi kegiatan semacam ini sudah sangat jarang. Saya antusias mengikutinya,” ujar salah satu Ibu PKK yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Terakhir, Dinda mewakili tim berharap diadakannya senam pagi bersama ibu-ibu PKK tersebut dapat menjadi awal yang baik agar ibu-ibu sudah mau kembali melaksanakan olahraga. Salah satu yang sederhana seperti senam pagi. Olahraga dinilai penting demi menjaga stamina. Mengingat masih dalam situasi pandemi, warga juga diminta ingat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Selanjutnya, dengan adanya kegiatan lomba menghias tumpeng dan penampilan hiburan antar dusun akan tercipta kerukunan dan kekompakkan yang lebih di Desa Jetis Lor. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti