Medical Band Festival, Dokter-Dokter UNS Unjuk Gigi dalam Bermusik

Medical Band Festival, Dokter-Dokter UNS Unjuk Gigi dalam Bermusik

UNS — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kali ini unjuk gigi dengan turut meramaikan Dies Natalis ke-46 UNS. Salah satunya dapat terlihat dari penyelenggaraan Medical Band Festival yang berlangsung pada Kamis (26/5/2022) pagi. Kemeriahan acara ini dapat terlihat dari antusiasme peserta dan penonton yang hadir di Auditorium FK UNS.

Terdapat 14 band yang ikut serta dan berkompetisi. Para peserta merupakan mahasiswa, dokter, dan sivitas akademika FK UNS. Hadirnya kompetisi band seperti ini seakan mematahkan stereotipe dan menunjukkan bahwa tenaga kesehatan juga mampu tampil dalam bidang seni. Sebagai juri, FK UNS menghadirkan 3 orang seniman dan praktisi musik Solo.

Hadir dalam acara ini Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., Dekan FK UNS, Prof. Dr. dr. Reviono, Sp.P(K), Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FK UNS, dr. Paramasari Dirgahayu, Ph.D., Wakil Dekan SDM, Keuangan, dan Logistik, Dr. dr. Diah Kurnia Mirawati, Sp.S., serta Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis, dan Informasi, Dr. dr. Selfi Handayani, M.Kes.

Dalam sambutannya, Prof. Jamal mengaku senang dan bangga. Pasalnya FK UNS sukses dalam menyelenggarakan banyak acara, salah satunya Medical Band Festival dalam bidang kesenian macam ini. Dengan suasana yang santai, Prof. Jamal juga mengharapkan FK UNS mampu melahirkan para tenaga kesehatan yang juga berbakat dalam seni.

“Saya senang sekali. Selamat dan sukses untuk Fakultas Kedokteran yang menyelenggarakan kegiatan yang begitu apik,” tutur Prof. Jamal.

Mewakili panitia penyelenggara, dr. Andri Putranto, M.Si., turut menyampaikan hal serupa bahwa bakat seni yang dimiliki para tenaga kesehatan patut untuk ditunjukkan. Tidak hanya kuat dalam intelektual, tetapi juga kuat dalam bidang seni. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan Dekan FK UNS yang telah memberi kesempatan dan turut menyukseskan terselenggaranya kegiatan ini.

“Akan kita tunjukkan, bahwa dokter, dokter spesialis, dokter harapan bangsa, itu tidak hanya kuat di dalam intelektual. Tetapi juga kuat di otak kanannya di bidang seni yang akan mengasah hati kita untuk menjadi asah, asih, asuh kepada seluruh pasien kita,” tutur dr. Andri Putranto.

Band-band peserta tampil membawakan lagu-lagu dari beragam genre dan lintas generasi. Mereka membawakannya dengan apik hingga membuat riuh penonton yang hadir. Aransemen serta bakat terbaik dikeluarkan untuk berkompetisi dan menghibur penonton. Pengumuman juara dalam kompetisi ini nantinya akan diumumkan pada awal Juni esok.

Medical Band Festival, Dokter-Dokter UNS Unjuk Gigi dalam Bermusik

Medical Band Festival merupakan satu dari rangkaian acara Medical Fiesta 2022 yang diselenggarakan FK UNS. Adapun rangkaian acara lainnya seperti Gowestory, Tiktok Competition, Medical Dancing Aerobic, Futsal Competition, Stand up Comedy, Photography Competition, Website Competition, Virtual Choir, serta Gladhi Beksan. Keseluruhan acara tersebut berlangsung dalam sehari sejak pagi hari. Tentunya, setiap acara tetap menerapkan protokol kesehatan. Humas UNS

Reporter: Rangga P.A.
Editor: Dwi Hastuti

UNS Umumkan Pemenang Lomba Rangkaian Dies Natalis ke-46

UNS Umumkan Pemenang Lomba Rangkaian Dies Natalis ke-46

UNS — Rangkaian acara Dies Natalis ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah memasuki penghujung kegiatan. Salah satunya ditandai dengan pengumuman kompetisi peringatan Dies Natalis ke-46 UNS tersebut. Kegiatan ini berlangsung secara luring di Gedung Tower UNS Ki Hadjar Dewantara pada Jumat (20/5/2022).

Kegiatan yang dilangsungkan bersama pentas seni ini dihadiri oleh Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho dan Ketua Dies Natalis ke-46 UNS, Prof. Reviono. Selain itu hadir pula Wakil Rektor Umum dan Sumber Daya Manusia, Prof. Bandi; Wakil Rektor Riset dan Inovasi, Prof. Kuncoro Diharjo; dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Bisnis dan Informasi, Prof. Sajidan. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Mardiyana selaku tuan rumah pentas seni tersebut juga turut menghadiri acara tersebut.

Dalam sambutannya, Dr. Mardiyana menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk mengumumkan berbagai kompetisi Dies Natalis ke-46 UNS yang telah digelar. Awalnya, pengumuman ini direncanakan pada 2 Mei, tetapi karena bertepatan dengan Idulfitri sehingga baru dilaksanakan pada 20 Mei yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

“FKIP diberi amanat ketua dies natalis untuk menjadi tuan rumah penyelengaraan pengumuman dies natalis dan pentas seni. Semula, pentas seni diadakan setiap tanggal 11, tetapi karena kemarin banyak kegiatan di fakultas dan universitas, sehingga dilaksanakan bersamaam dengan pengumuman lomba ini,” ungkap Dekan FKIP.

Sementara itu, Ketua Dies Natalis ke-46 UNS, Prof. Reviono mengatakan bahwa pengumuman lomba ini sebagai salah satu tanda penghujung rangkaian kegiatan dies natalis.

UNS Umumkan Pemenang Lomba Rangkaian Dies Natalis ke-46 UNS

“Nanti akan diumumkan lomba akademik dan non akademik. Ide penggabungan acara ini dengan pentas seni merupakan ide dari Pak Rektor agar UNS tidak hanya mengeluarkan potensi dalam bidang akademik saja, tetapi juga dapat mengeluarkan potensi di bidang seni dan budaya,” kata Prof. Reviono.

Senada dengan pendapat tersebut, Prof. Jamal menegaskan bahwa UNS sebagai salah satu perguruan tinggi yang bertengger di jajaran atas, turut melestarikan seni dan budaya Nusantara.

UNS Umumkan Pemenang Lomba Rangkaian Dies Natalis ke-46 UNS

“Pentas seni menjadi agenda kita untuk melestarikan seni dan budaya Nusantara setiap bulannya. Saya mengajak rekan-rekan yang ada di sini agar tidak hanya memikirkan mutu akademik saja, tetapi kita ikut berupaya dalam melestarikan budaya dan kesenian. Salah satunya dengan pentas seni ini, saya lihat juga para panitia sudah mengenakan pakaian adat yang bermacam-macam,” tutur Prof. Jamal. Humas UNS

Reporter: Bayu Aji Prasetya
Editor: Dwi Hastuti

Berikut, Hasil Kompetisi dalam Rangkaian Acara Dies Natalis ke-46 UNS

UNS Umumkan Pemenang Lomba Rangkaian Dies Natalis ke-46 UNS

Lomba Pengembangan Mitra Binaan
Juara 1: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Juara 2: Fakultas Pertanian
Juara 3: Fakultas Pertanian

Lomba Tiktok Kategori Dosen dan Tenaga Kependidikan
Juara 1: Hanny Septiana (Sekolah Pascasarjana)
Juara 2: Fahru Nursoyid (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
Juara 3: Fakultas Ilmu Budaya

Lomba Tiktok Kategori Mahasiswa atau Alumni
Juara 1: Olivia Firdaus (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
Juara 2: Prodi Teknologi Pangan (Fakultas Pertanian)
Juara 3: Himpunan Mahasiswa Prodi Appaloosa Fakultas Pertanian

Lomba Konsep Desain Kantin Sehat UNS
Juara 1: Afrianto Bayu Seyono (Teknik Kimia FT)
Juara 2: Afiq Ramadhan (Teknik Industri FT)
Juara 3: Ahmad Wahyu Mochtar (Administrasi Negara FISIP)

Lomba Kiprah Alumni
Juara 1: Dra. Veronika, M.B.A (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik)
Juara 2: Dr. Rahmat Saptono (Fakultas Kedokteran)
Juara 3: Hanung (Sekolah Pascasarjana)
Harapan 1: Rory Wardana (Fakultas Seni Rupa dan Desain)
Harapan 2: Anita Feng, S.T. (Fakultas Teknik)
Harapan 3: Dra. Ida Untari, S.K.M. (Sekolah Pascasarjana)

Lomba Portal Web Fakultas/Sekolah/Lembaga
Juara 1: Fakultas Kedokteran
Juara 2: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Juara 3: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Lomba Virtual Choir
Juara 1: Fakultas Kedokteran
Juara 2: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Juara 3: Fakultas Teknik

Lomba Video UNS Mengajar Daring Kategori Dosen
Juara 1: Mohtar Yunianto, S.Si, M.Si.
Juara2 : Albertus Yuwono, S.S., M.Hum.
Juara 3: Dr. Yusuf Kurniawan, S.S., M.A.

Lomba Video UNS Mengajar Daring Kategori Mahasiswa
Juara 1: Fakhrudin Sujarwo , S.Sos.
Juara 2: Fera Marheni
Juara 3: Salman Faris Insani

Lomba Video UNS Mengajar Daring Kategori Alumni:
Juara 1: Chitra Sintarasni, S.Pd.
Juara 2: Lukmin Sorela
Juara 3: Eka Fitriana Santoso, S.Pd. dan Nurasih Widyo Retno S.Psi.

Lomba Stand Up Comedy
Juara 1: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Lomba Kebersihan Lingkungan
Juara 1: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Juara 2: Fakultas Teknik

Lomba Inklusi Antar Fakultas
Juara 1: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
Juara 2: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Juara 3: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Es Teh Jumbo Viral di TikTok, Ahli Gizi RS UNS Ingatkan Dampaknya bagi Kesehatan

Es Teh Jumbo Viral di TikTok, Ahli Gizi RS UNS Ingatkan Dampaknya bagi Kesehatan

UNSTikTok memang menjadi ‘surga’ bagi banyak makanan/ minuman viral. Usai permen dalgona booming beberapa waktu lalu, kini giliran es teh jumbo yang berhasil menguasai FYP TikTok.

Viralnya es teh jumbo di platform berbagi video singkat ini bermula dari ide kreatif sejumlah pengguna yang membuat video klip parodi Noah “Yang Terdalam”.

Berbeda dengan versi remake yang diperankan oleh Iqbal Ramadhan, pengguna TikTok justru merekam dirinya sendiri berjalan di trotoar sambil menenteng es teh jumbo dalam bungkus plastik literan.

Walau es teh jumbo yang viral di TikTok tampak menyegarkan, ternyata mengonsumsi minuman ini -apalagi dengan tambahan gula- tidak baik bagi kesehatan, lho!

Hal ini dijelaskan oleh ahli gizi Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Asyari Mia Lestari, S.Gz.

“Kandungan tanin dan polifenol dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi pada makanan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia,” ujarnya saat dihubungi uns.ac.id, Sabtu (8/1/2022).

Sedangkan, untuk kandungan gulanya, Mia memperkirakan dalam satu bungkus es teh jumbo yang berisi 2-3 liter mengandung 12-18 sendok makan gula atau setara 120-180 gram.

Takaran ini disebut Mia melebihi ajuran asupan gula yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang.

Oleh sebab itu, ia menilai es teh jumbo dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit diabetes melitus karena kandungan gula yang tinggi.

“Batasan konsumsi gula tidak boleh lebih dari 50 gram atau setara 4 sendok makan sehari,” terang Mia.

Agar risiko terkena obesitas dan diabetes melitus tidak meningkat, ia merekomendasikan campuran Bahan Tambahan Pangan (BTP) sebagai pemanis dalam es teh jumbo.

Tapi, tidak semua BTP bisa dicampurkan ke dalam es teh jumbo. Pasalnya, BTP terdiri dari pemanis alami dan buatan yang tidak bisa dikonsumsi beberapa orang orang.

Ia menjelaskan bahwa BTP pemanis alami memiliki toksisitas yang sangat rendah. Sementara itu, beberapa BTP pemanis buatan memiliki batasan.

“Misal sakarin 0-5 mg/ kg berat badan. BTP pemanis buatan tidak dapat digunakan pada produk pangan yang khusus diperuntukkan bagi bayi, anak usia di bawah tiga tahun, ibu hamil dan/ atau ibu menyusui,” jelas Mia.

Supaya asupan gula dalam tubuh tetap terjaga, Mia menyarankan masyarakat untuk mengasup gula melalui buah, selai, madu, dan makanan atau camilan manis lainnya.

“Lalu, konsumsi teh tidak setiap hari atau minum 2-3 jam setelah makan. Kurangi penggunaan gula juga, bisa diganti potongan buah atau daun mint. Jaga tubuh agar tidak dehidrasi dengan minumlah air putih sesuai kebutuhan. Untuk remaja atau dewasa minum air putih 8 gelas sehari,” pungkasnya. Humas UNS

Reporter: Y.C.A. Sanjaya
Editor: Dwi Hastuti