Tim Kedaireka UNS Adakan FGD Series untuk Perumusan Model Bisnis Terintegrasi di Desa Kemuning

Tim Kedaireka UNS Adakan FGD Series untuk Perumusan Model Bisnis Terintegrasi di Desa Kemuning

UNS — Tim Kedaireka Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Series untuk Perumusan Model Bisnis Terintegrasi di Desa Kemuning, Karanganyar. Kegiatan ini dalam rangka Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Wisata Kemuning Berbasis EBT (Energi Baru dan Terbarukan).

“Kegiatan ekonomi yang dikelola oleh UMKM di Desa Tanen, Kemuning sangat beragam dan belum terintegrasi. Masalah ini menjadikan pengelolaan bisnis yang motornya adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menjadi sulit dilaksanakan. Terdapat sebanyak kurang lebih 35 UMKM yang dimiliki warna dengan presentase 80% adalah rumah makan/snack/katering dan 20% rumah budidaya,” ujar Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. dalam rilisnya ke uns.ac.id, Rabu (21/12/2022).

Tim Kedaireka UNS Adakan FGD Series untuk Perumusan Model Bisnis Terintegrasi di Desa Kemuning

Prof. Yunus melanjutkan bahwasanya untuk menjadikan bisnis dan UMKM yang ada saling terkoneksi dan terintegrasi, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaan bisnis dari hulu ke hilir. Oleh karena itu perlu disusun blue print bisnis terintegrasi di Desa Tanen, Kemuning.

Sementara itu, kegiatan FGD dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Ngargoyoso pada 29 November kemarin ini menghadirkan Edi Santoso selaku Konsultan PLUT Sleman. Sebagai pembicara, Edi Santoso memaparkan tentang Kupas Tuntas Perizinan bagi Pelaku UMKM.

Tim Kedaireka UNS Adakan FGD Series untuk Perumusan Model Bisnis Terintegrasi di Desa Kemuning

Lebih lanjut, kegiatan FGD ini juga memperkenalkan para pelaku UMKM mengenai perizinan usaha. Tim Kedaireka UNS juga turut serta melakukan pendampingan dalam mendaftarkan produk UMKM ke aplikasi OSS Indonesia. Hal ini tentunya akan mempermudah pelaku UMKM dalam melakukan pendataan dan pengelolaan produk UMKM-nya.

“Kemanfaatan yang akan didapat khususnya bagi UMKM di Desa Kemuning sehingga perlu diikuti dengan baik yang nantinya akan dapat bermanfaat juga di desa lain sekitar Desa Kemuning,” tutur Dian selaku Sekretaris Camat Ngargoyoso. Humas UNS

Reporter: Lina Khoirun Nisa
Redaktur: Dwi Hastuti

Presiden Prancis Jalan-jalan di Bali, Pakar Pariwisata UNS: Bukti Indonesia Sangat Aman

Presiden Prancis Jalan-jalan di Bali, Pakar Pariwisata UNS: Bukti Indonesia Sangat Aman

UNS — Video yang menunjukkan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, jalan-jalan sambil menyapa dan berswafoto bersama warga di Bali menghebohkan warganet Indonesia, khususnya di TikTok.

Untuk diketahui, presiden berusia 44 tahun tersebut menjadi salah satu kepala negara yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

Salah satu agenda yang dihadiri Macron selama di Pulau Dewata adalah jamuan makan malam bertajuk “Welcoming Dinner & Cultural Performance G20 Indonesia” yang digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Selasa (15/11/2022).

Macron hadir di jamuan makan malam KTT G20 dengan setelan kemeja putih-celana panjang dan selepas acara ini Macron segera meninggalkan kawasan GWK untuk kembali ke hotel.

Namun, di tengah perjalanan, Macron justru turun dari mobil kepresidenan Mecedes-Benz G-Class yang ditumpanginya dan berjalan kaki sejauh dua kilometer dengan pengawalan cukup ketat sekitar pukul 22.00 WITA.

Di tengah gelapnya malam, ia begitu menikmati suasana Bali sembari meladeni permintaan swafoto dari warga bahkan sempat menggendong dan mencium bayi dari seorang ibu bernama Ni Luh Ana Putri Ani.

Video Macron jalan-jalan di Bali dan mencium bayi ramai-ramai diunggah warganet ke TikTok sampai menjadi viral dan menyedot perhatian banyak orang -termasuk media.

Menanggapi “beraninya” Macron jalan-jalan di Bali, pakar pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Deria Adi Wijaya, S.ST.Par., M.Sc, menyebut tindakan sang presiden membuktikan bahwa Indonesia sangat aman.

Standar aman yang dimaksud Deria tidak hanya berlaku untuk wisatawan lokal maupun mancanegara, tapi berlaku juga untuk delegasi dari negara-negara lain bahkan tamu setingkat VVIP yang menghadiri konferensi internasional.

“Tentunya menunjukkan bahwa Indonesia sangat aman di mata dunia, pemimpin negara sekelas VVIP bisa turun ke jalan dan bisa menikmati waktu santai,” kata Dr. Deria yang juga Kepala Program Studi D-3 Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Sekolah Vokasi (SV) UNS saat dihubungi Kamis (17/11/2022).

Di sisi lain, Deria juga menyoroti perasaan nyaman dan aman yang diberikan Pemerintah Indonesia khususnya Presiden Joko Widodo yang menyambut kepala negara dan delegasi KTT G20 dengan hangat.

Ia mengatakan bahwa mantan Wali Kota Surakarta dua periode itu menyambut kepala negara dan delegasi KTT G20 tidak seperti orang asing karena keramahtamahan sehingga mereka merasa seperti berada di rumah sendiri.

“Perdana Menteri Kanada dan Inggris saja bisa meluangkan waktu untuk ngobrol. Mereka merasa nyaman di Bali sehingga bisa dibilang keramahtamahan bangsa kita melalui Pak Jokowi membuat mereka tidak seperti orang asing,” ujar Deria.

Ia melanjutkan, aman dan nyaman yang dirasakan kepala negara dan delegasi KTT G20 merupakan hal yang sangat positif karena membuktikan kesiapan Indonesia sebagai salah satu destinasi bertaraf internasional.

Pasalnya, pariwisata adalah sektor primadona yang dapat mendulang devisa dan sebagai penggerak ekonomi, terkhusus Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Itu harapannya bahwa citra pariwisata Indonesia siap menerima kunjungan, siap menjadi tuan rumah yang baik untuk menjamu dan memberikan kesempatan berwisata yang baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara,” cetus Deria. Humas UNS

Reporter: YCA Sanjaya
Redaktur: Dwi Hastuti

UNS Dukung UMKM Wonogiri Tingkatkan Akses Keuangan

UNS Dukung UMKM Wonogiri Tingkatkan Akses Keuangan

UNS — Para pengusaha gula kelapa di Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri kini selangkah lebih maju dalam mendapatkan akses keuangan. Hal ini berkat Riset Grup (RG) Moneter dan Fiskal Studies Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang memberikan pelatihan literasi dan akses keuangan untuk mereka.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan akses keuangan bagi 50 pelaku UMKM Gula Kelapa yang merupakan salah satu UMKM unggulan di Kecamatan Parangupito, Kabupaten Wonogiri. Sebelum ini, RG Moneter dan Fiskal Studies melakukan tinjauan lapangan. Hasil tinjauan tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha mikro di Kabupaten Wonogiri saat ini masih dominan mengakses lembaga keuangan nonbank dengan biaya pendanaan yang relatif mahal. Apalagi jika akses keuangan menggunakan jasa lembaga keuangan nonformal, hal tersebut memberatkan pelaku usaha mikro di Kabupaten Wonogiri.

Bertolak pada hal tersebut, RG Moneter dan Fiskal Studies FEB UNS mengadakan pelatihan ini. RG Moneter dan Fiskal Studies memfasilitasi pelatihan tersebut dengan terlebih dahulu melakukan pelatihan tentang literasi keuangan. 

“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat industri gula kelapa di Kabupaten Wonogiri, sehingga berdampak pada penguatan sektor industri pengolahan pangan sebagai respon atas berkembangnya sektor pariwisata di Provinsi Jateng utamanya Kabupaten Wonogiri,” ujar Koordinator Tim Pengabdian, Johadi, SE., M.Sc., dalam rilisnya Jumat (11/11/2022).

Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM diberi pengetahuan dan keterampilan dalam memahami produk dan layanan yang disediakan oleh lembaga keuangan. Melalui pelatihan ini diharapkan indeks literasi keuangan meningkat yang selanjutnya berimplikasi pada kemudahan lembaga keuangan utamanya bank untuk melakukan pemetaan pelaku UMKM yang dinilai bankable.

Pelatihan tersebut merupakan salah satu rangkaian program UMKM Go Fund. Ini merupakan salah satu upaya lembaga keuangan di Kabupaten Wonogiri untuk fasilitasi UMKM sektor unggulan utamanya gula kelapa yang telah mendapatkan perhatian dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menegah, Perindustrian, dan Perdagangan (Dinas KUKM dan Perindag) Kabupaten Wonogiri. Melalui program ini UMKM tumbuh cepat karena kemudahan pendanaan. Selain itu, bank mendapatkan debitur yang berkualitas sesuai dengan prinsip prudential banking dalam penyaluran kreditnya.

Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam program UMKM Go Fund yang dilaksanakan sejak Agustus hingga November 2022. Program ini digawangi oleh Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E.,M.Si sebagai Ketua RG, Johadi, SE., M.Sc, Koordinator Tim Pengabdian, dan Ariyanto Adhi Nugroho, SE., M.Ec. Dev sebagai anggotanya. Humas UNS

Reporter: Ida Fitriyah
Redaktur: Dwi Hastuti

Disaksikan Gubernur Jateng dan Wali Kota Surakarta, Produk UMKM Binaan UNS Diberangkatkan Menuju Paris

Disaksikan Gubernur Jateng dan Wali Kota Surakarta, Produk UMKM Binaan UNS Diberangkatkan Menuju Paris

UNS — Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik mahasiswa, alumni, dan desa kegiatan pengabdian kemahasiswaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta siap diberangkatkan menuju Paris, Prancis. Seremoni pemberangkatan kontainer produk UMKM berlangsung di Solo Technopark pada Rabu (9/11/2022). Kegiatan ini turut dihadiri Pimpinan UNS, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), dan Wali Kota Surakarta, dan Direktur Utama Bank Jateng.

UNS mendukung penuh para pelaku UMKM melalui program Kewirausahaan UNS 2022 dalam bentuk dana sponsor dan penyediaan lima tenda khusus untuk summer market di Prancis. Kurasi telah dilakukan oleh UNS bersama La Maison de I’indonesie kepada 402 jenis produk. Terdapat 60 produk berlogo hijau yang telah lolos proses kurasi.

Kesuksesan ekspor produk UMKM ini karena UNS bekerja sama dengan Bank Jateng yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Surakarta. Sinergitas yang terbentuk melalui kolaborasi untuk melakukan dorongan masif kepada UMKM di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Surakarta, ke pangsa pasar di Prancis.

Disaksikan Gubernur Jateng dan Wali Kota Surakarta, Produk UMKM Binaan UNS Diberangkatkan Menuju Paris

Pemberian tenda UMKM dan bantuan dana Kredit Milenial dilakukan secara simbolis oleh Gibran Rakabuming Raka selaku Walikota Surakarta dan Supriyatno selaku Dirut Bank Jateng kepada dua pelaku UMKM.

Wakil Rektor Perencanaan, Kerja Sama, Bisnis, dan Informasi UNS, Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si., menyampaikan bahwa kerja sama UNS dan UMKM di Surakarta merupakan buah dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Adapun setiap keluaran produk lahir melalui riset dan pemberdayaan UMKM yang dilakukan akademisi dan mahasiswa UNS.

“Diharapkan betul-betul dari hasil kerja sama ini, produk-produk UMKM bisa go internasional sehingga dapat meningkatkan ekonomi, kreativitas, pendapatan masyarakat Kota Surakarta dan sekitarnya,” ujar Prof. Sajidan.

Disaksikan Gubernur Jateng dan Wali Kota Surakarta, Produk UMKM Binaan UNS Diberangkatkan Menuju Paris

Beliau menambahkan, melalui Program MBKM ini pula, kerja sama antara dunia usaha dan dunia industri perlu melahirkan “Rumah Kurator”. Perannya tentu menghasilkan kurasi produk yang berkualitas untuk diekspor dan meningkatkan jumlah produk lokal di pasar internasional.

Lebih lanjut, Prof. Sajidan berterima kasih atas kolaborasi pentahelix yang terjalin antara UNS dengan pemerintah dan instansi yang telah menumbuhkan sektor perekonomian. Keberadaan UNS turut diharapkan dapat bersama-sama menumbuhkembangkan sektor UMKM di Kota Surakarta.

“Kebersamaan selama ini, kolaborasi pentahelix diharapkan bisa terus tumbuh kedepannya. Keberadaan kampus UNS diharapkan bisa tumbuh bersama dengan perkembangan kota Solo,” imbuh Prof. Sajidan.

Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jateng dalam sambutannya menguatkan penilaian mengenai hebatnya UMKM di Jateng. Beliau mengapresiasi peran UNS dalam mendampingi UMKM yang hasilnya sudah mulai terlihat.

Disaksikan Gubernur Jateng dan Wali Kota Surakarta, Produk UMKM Binaan UNS Diberangkatkan Menuju Paris

“Kampus saya kira penting untuk ikut menggandeng marketplace. Kalau mahasiswa mau diajak, ini Merdeka Belajarnya di sini. Jadi ada praktiknya,” tutur Ganjar.

Usai sesi sambutan, Pimpinan UNS mendampingi Ganjar Pranowo dan Gibran untuk melihat produk-produk UMKM yang akan di ekspor. Kegiatan ditutup dengan seremoni mengunci gerbong kontainer produk UMKM sekaligus pemecahan kendi.
Humas UNS

Redaktur: Dwi Hastuti

Grup Riset Food Safety and Biotechnology UNS Berikan Sosialasisasi Sertifikasi Halal bagi UMKM

Grup Riset Food Safety and Biotechnology UNS Berikan Sosialasisasi Sertifikasi Halal bagi UMKM

UNS — Grup Riset (GR) Food Safety and Biotechnology Prodi Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan pengabdian masyarakat dalam Forum UMKM Surakarta (FUS). Mereka memberikan sosialisasi penyusunan dokumen dan pengurusan sertifikasi halal bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan yang tergabung dalam FUS. Pengabdian masyarakat ini pun diharapkan menambah presentase UMKM pangan di wilayah Solo yang tersertifikasi halal.

Dalam melaksanakan pengabdian masyarakat, GR Food Safety and Biotechnology diketuai oleh M. Zukhrufuz Zaman, S.P., M.P., Ph.D. Tim ini beranggotakan enam dosen, Rohula Utami, S.T.P., M.P., Edi Nurhartadi, S.T.P., M.P., Esti Widowati, S.Si., M.P., Asri Nursiwi, S.T.P., M.Sc., Ardhea Mustika Sari, S.T.P., M.Sc., serta Adhitya Pitara Sanjaya, S.T.P., M.Sc.

Pemaparan materi mengenai “Titik Kritis Halal dan Tata Cara Pengurusan Sertifikasi Halal” disampaikan oleh M. Zukhrufuz Zaman, Ph.D. pada 29 Juni 2022. Materi ini diharapkan memberikan wawasan kepada UMKM mengenai pemahaman terhadap titik kritis halal terutama pada bahan baku. Pemahaman tentang titik kritis bahan baku merupakan salah satu hal yang diperlukan dalam sertifikasi halal sebelum ke proses pengolahan.

“Selanjutnya, dari kegiatan ini diharapkan akan menambah presentase UMKM pangan di wilayah Solo yang tersertifikasi halal. Sehingga akan mendukung sektor pariwisata sesuai salah satu Program dari Walikota Solo yaitu mewujudkan Solo sebagai destinasi wisata halal,” ujar Zukhrufuz, Ph.D. dalam rilisnya, Senin (7/11/2022).

GR Food Safety and Biotechnology menemukan bahwa industri halal di tingkat global semakin meningkat seiring meningkatnya permintaan produk bersertifikasi halal. Bagi pelaku usaha saat ini, sertifikasi halal sudah menjadi salah satu hal penting untuk mengembangkan usahanya. Selain itu, sertifikasi halal dinilai dapat menambah kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut.

Mereka juga menilai, untuk mendukung industri halal di Indonesia, sudah selayaknya pelaku usaha baik barang maupun jasa mendaftarkan produk dan jasanya untuk mendapatkan sertifikasi halal. Namun, ternyata produk barang dan jasa yang sudah tersertifikasi halal baru 10%. Produk barang dan jasa yang sudah tersertifikasi halal didominasi oleh industri besar. Sedangkan untuk kalangan UMKM sertifikasi halal menjadi hal yang belum diprioritaskan.

Kesadaran yang masih rendah mendorong akademisi UNS bersama Ketua Umum FUS untuk memotivasi anggotanya untuk mendaftarkan sertifikasi halal. Permasalahan lain yang dihadapi FUS adalah masih banyak juga anggota FUS yang belum paham prosedur pengurusannya.

“Melalui pengabdian mandiri ini, tim pengabdian kepada masyarakat dalam skema mandiri bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan pengurusan sertifikasi halal bagi anggota FUS terutama pada sektor produsen makanan dan minuman serta usaha kuliner di Surakarta,” imbuh Zukhrufuz, Ph.D.

Melihat potensi usaha wisata dan pendukungnya maka Solo dinilai sangat berpotensi mengembangkan wisata halal. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu pendekatan dan sosialisasi melalui komunitas-komunitas ataupun forum UMKM yang berada di wilayah Surakarta.

Zukhrufuz, Ph.D. menambahkan, di Surakarta terdapat banyak komunitas UMKM salah satunya adalah FUS yang diketuai oleh Ismal Rony Prasetyo. Komunitas ini didirikan pada 18 April 2017 dan hingga saat ini beranggotakan 125 UMKM yang terdiri dari UMKM pangan olahan, kuliner, kerajinan tangan dan fesyen. Diketahui bahwa sebagian besar produk dari anggota UMKM ini masih belum tersertifikasi halal dan ada pula yang masa sertifikasi halalnya kedaluwarsa. Padahal, produk tersertifikasi halal merupakan hal pokok dalam pengembangan pariwisata halal. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Redaktur: Dwi Hastuti